Juli 31, 2020

Renungan, Jumat 31 Juli 2020

Hanya hati yang mau terbuka yang bisa melihat karya Tuhan

Yeremia 26:1-9 

Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, anak Yosia raja Yehuda, datanglah firman ini dari TUHAN, bunyinya: Beginilah firman TUHAN: "Berdirilah di pelataran rumah TUHAN dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah TUHAN, segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah kata pun! Mungkin mereka mau mendengarkan dan masing-masing mau berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat, sehingga Aku menyesal akan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka oleh karena perbuatan-perbuatan mereka yang jahat. Jadi katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu, dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu, — tetapi kamu tidak mau mendengarkan -- maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi." Para imam, para nabi dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan-perkataan itu dalam rumah TUHAN. Lalu sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan TUHAN untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: "Engkau harus mati! Mengapa engkau bernubuat demi nama TUHAN dengan berkata: Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tidak ada lagi penduduknya?" Dan seluruh rakyat berkumpul mengerumuni Yeremia di rumah TUHAN. 


Mazmur 69:5, 8-10, 14 

Ya Allah, Engkau mengetahui kebodohanku, kesalahan-kesalahanku tidak tersembunyi bagi-Mu. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku;  sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.Aku meremukkan diriku dengan berpuasa, tetapi itu pun menjadi cela bagiku;Lepaskanlah aku dari dalam lumpur, supaya jangan aku tenggelam, biarlah aku dilepaskan dari orang-orang yang membenci aku, dan dari air yang dalam! 

Matius 13:54-58 

Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?
Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"
Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya." Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ. 


Renungan

Kuasa Yesus dalam mujizat merupakan hal yang sangat manakjubkan, tetapi tidak sedikit orang yang meragukannya karena kurang percaya. Hal ini terjadi pada orang-orang di Nazaret. Sebab mereka merasa tahu siapa Yesus sesungguhnya hanya seorang anak tukang kayu,  penilaian orang Nazareth mereka tidak mau menerima kenyataan bahwa Ia memiliki hikmat dan kuasa untuk mengadakan mujizat.

Dalam menerima cara karya Alah yang Agung dan luhur perlu hati yang. Bila hati kita tertutup maka hanya rasa tidak percaya yang akan muncul sehingga sulit melihat apa yang sudah diperbuat Tuhan dalam hidup kita. Dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati kita memberi tempat untuk Tuhan membentuk cara berpikir kita dan memerdekaan kehedak, akal budi dan perbuatan kita agar selaras dengan apa yang Tuhan kehendaki.

Tuhan Yesus Memberkati

Juli 30, 2020

Renungan, Kamis 30 Juli 2020

Hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut


Yeremia 18 :1-6

Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: "Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu." Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!



Mazmur 146: 2-6

Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Aku hendak memuliakan TUHAN selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan. Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya. Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya: Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya,


Matius 13:47-53

"Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti." Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya." Setelah Yesus selesai menceriterakan perumpamaan-perumpamaan itu, Iapun pergi dari situ.

Renungan

Pada bacaan yang diambil dari Yeremia "Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya." Tuhan mau menunjukkan kuasaNya sekalipun manusia telah berbuat dosa , tetapi jika manusia itu mau bertobat dan kembali kepada Tuhan maka tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah untuk membentuk menjadi seperti bejana yang baru. Melalui cara hidup kuduslah Tuhan pasti berkenan mau menjamah setiap manusia yang dengan sungguh-sungguh menyerahkan diri untuk dibentuk oleh Allah. Memang manusia tidak seperti bejana karena ada perbedaan kalau bejana diam , dan mau dibentuk apa saja bisa, sedangkan manusia memiliki kehendak bebas sehingga bisa saja manusia memberontak ketika dalam pembetukkan oleh Allah. 

Dalam injil hari ini Tuhan mengajarkan kembali perumpamaan tentang kerajaan Surga "seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan". Hal ini menggambarkan tentang di dalam pukat itu terdapat dua jenis ikan, jenis ikan yang baik (orang yang berkenan dihadapan Tuhan) dan jenis ikan yang tidak baik (orang yang tidak berkenan/orang jahat) yang mana akan dipisahkan ikan yang baik masuk dalam pasu (kerajaan Surga) lalu ikan yang tidak baik dibuang ( arahnya pasti neraka). Mungkin kita bertanya kenapa harus dipisahkan ? Jawabannya adalah sesuai Janji Tuhan barang siapa yang mau melakukan kehendak Tuhan yang boleh masuk dalam kerajaaan Surga. Jadi kita sekalipun orang kristen perlu merefleksikan kembali sudahkah saya melakukan kehendak Tuhan ? Dalam hal apa aku sudah melakukan kehendakNya sehingga aku boleh berkenan dihadapanNya?

Tuhan Yesus Memberkati




Juli 29, 2020

Renungan, Rabu 29 Juli 2020

Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita


1 Yohanes 4:7-16

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi ,   sebab kasih itu berasal dari Allah  ; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi. Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia. Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih,dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.


Mazmur 34:2-11 

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia! Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.

Lukas 10:38-42

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku." Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Renungan

Dalam surat Yohanes yang pertama menyampaikan suatu kabar sukacita yang mana kasih itu berasal dari Allah dan dalam nasihatnya "Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah". ayat ini merefleksikan iman lebih dalam bahwa Allah itu Kasih, Dia tinggal diantara kita, melalui Yesus putraNya yang terkasih Allah benar-benar mengasihi kita semua sehingga sudah layak dan sepantasnya kita mengarahkan diri kepada Tuhan. Melalui tindakan kasih kita bisa menunjukkan juga kasih Allah yang begitu besar boleh kita rasakan. Coba sejenak kita melihat keseharian kita, sampai saat ini Tuhan terus menjaga kita , merawat kita serta melindungi kita. Penyakit wabah yang cukup mengerikan di melanda di negeri tercinta ini kita masih boleh aman dalam perlindunganNya, kita masih diberi kesehatan, boleh sekolah, boleh makan enak, boleh beraktifitas di rumah meskipun terbatas.

Dalam injil hari ini diambil dari Lukas mengkisahkan tentang Maria dan Marta. Dimana mereka sungguh sangat mengasihi Yesus, Maria lebih memilih untuk tinggal didekat Yesus mau mendengarkan sabdaNya yang sungguh bisa memberikan kelegaan, sedangkan Marta mengasihi Yesus dengan cara menyiapkan makanan yang terbaik untuk Yesus yang sedang hadir dirumahnya sehingga terlihat sibuk dan tidak sempat seperti Maria. Memang dalam model Maria dan Marta berbeda cara mengasihi Yesus tetapi mereka sungguh ingin memberikan yang terbaik untuk Yesus, di satu sisi Marta sempat protes kepada Yesus karena merasa sendiri untuk melayani Tuhan lalu Yesus menegur dengan berkata "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya." Yesus mau mengajarkan suatu pesan yang sungguh sangat berharga untuk boleh kita renungkan bersama karena kadang kita juga sepeti Marta yang kelihatannya sibuk, menyiapkan atau mengerjakan tugas sehari-hari tetapi kita lupa untuk menyediakan hati, pikiran dan telinga untuk mendengarkan sabda Tuhan. Maria bisa kita teladani dengan apa yang menjadikan keputusan yang terutama dalam hidup ini. sedangkan untuk Marta boleh kita lihat atau teladani sisi positifnya yaitu mau melayani Yesus serta mau repot untuk Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati



Juli 28, 2020

Renungan, Selasa 28 Juli 2020

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

Yeremia 14:17-22 

Katakanlah perkataan ini kepada mereka: "Air mataku bercucuran siang dan malam dengan tidak berhenti-henti, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tidak tersembuhkan. Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan! Bahkan, baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya." Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada kesembuhan lagi bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, tetapi tidak datang sesuatu yang baik; mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi hanya ada kengerian! Ya TUHAN, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepada-Mu. Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu! Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya! Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu? 

Mazmur 79:8-9, 11, 13 

Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami. Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu! Biarlah sampai ke hadapan-Mu keluhan orang tahanan; sesuai dengan kebesaran lengan-Mu, biarkanlah hidup orang-orang yang ditentukan untuk mati dibunuh! Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun. 

Matius 13:36-43 

Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Renungan

Dalam bacaan Yeremia "Ya TUHAN, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepada-Mu". Dari doa itu terlihat bahwa pada zaman itu bangsa mereka tahu mana yang baik dan mana buruk yaitu kefasikan. Dan tahu betul kesalahan nenek moyang sehingga menyadari akan betapa dosa yang telah diperbuat nenek moyang sungguh membuat Tuhan marah. Mohon ampun kepada Tuhan terus dikumandangkan agar Tuhan mau berbelas kasih dan bangsanya boleh diselamatkan.

Injil hari ini mengajarkan Yesus menjelaskan tentang perumpamaan ladang yang ditabur benih. Dimana seorang yang menabur benih baik adalah Yesus itu sendiri, dan ladang adalah dunia tempatbertumbuhnya benih itu. Dan benih yang baik adalah orang baik sedangkan ilalang adalah orang jahat. Yang menabur benih ilalang adalah iblis. Dan yang perlu kita renungkan adalah akhir dari itu semua yang mana awalnya dalam hidup didunia ini orang baik berkumpul dengan orang jahat maka kalau sudah mati nanti akan dipisahkan oleh malaikat Tuhan orang yang baik boleh masuk dalam kerajaan Allah dan orang yang jahat akan dibuang ke neraka. Yang kedua kita diajak merenungkan juga soal telinga kita , apakah kita mau mendengarkan sabda Tuhan dengan baik serta melakukannya atau malah mengabaikan atau menghindarinya? 

Tuhan Memberkati

Juli 27, 2020

Renungan, Senin 27 Juli 2020

Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi

Yeremia 13:1-11 

Beginilah firman TUHAN kepadaku: "Pergilah membeli ikat pinggang lenan, ikatkanlah itu pada pinggangmu, tetapi jangan kaucelupkan ke dalam air! "Maka aku membeli ikat pinggang seperti yang difirmankan TUHAN, lalu mengikatkannya pada pinggangku. Sesudah itu datanglah firman TUHAN kepadaku untuk kedua kalinya, bunyinya: "Ambillah ikat pinggang yang telah kaubeli dan yang sekarang pada pinggangmu itu! Pergilah segera ke sungai Efrat untuk menyembunyikannya di sana di celah-celah bukit batu!" Maka pergilah aku, lalu menyembunyikannya di pinggir sungai Efrat seperti yang diperintahkan TUHAN kepadaku. 
Sesudah beberapa waktu lamanya, berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Pergilah segera ke sungai Efrat mengambil dari sana ikat pinggang yang Kuperintahkan kausembunyikan di sana!" Maka pergilah aku ke sungai Efrat, lalu aku menggali dan mengambil ikat pinggang itu dari tempat aku menyembunyikannya, tetapi ternyata ikat pinggang itu sudah lapuk, tidak berguna untuk apa pun. Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: "Beginilah firman TUHAN: Demikianlah Aku akan menghapuskan kecongkakbongakan Yehuda dan Yerusalem. Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, yang mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepada mereka, akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang tidak berguna untuk apa pun. Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku. Tetapi mereka itu tidak mau mendengar."

Matius 13:31-35 

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."
Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."  

Renungan

"Kecongkakbongakan Yehuda dan Yerusalem. Bangsa yang jahat ini, yang enggan mendengarkan perkataan-perkataan-Ku, yang mengikuti kedegilan hatinya dan mengikuti allah lain untuk beribadah dan sujud menyembah kepada mereka, akan menjadi seperti ikat pinggang ini yang tidak berguna untuk apa pun". Dari bangsa tersebut kita lihat mereka tidak mendengarkan Perkataan Tuhan  dan malah mengikuti allah lain sehingga sekalipun berbuat hal yang terlihat baik dengan mengikat pinggang atau puasa tapi bukan untuk sujud dan menyembah Tuhan sehingga itu menjadi sia-sia.

Dalam injil hari ini Tuhan Yesus mengajarkan "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya". Sungguh jika iman itu benar dan berakar kepada Tuhan Yesus yang sekalipun kecil dan terus digerakkan serta tumbuh maka akan bermanfaat dan bisa menjadi berkat bagi orang lain. 

Tuhan Memberkati


Juli 26, 2020

Renungan, Minggu 26 Juli 2020

Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar

1 Raja-raja 3:5, 7-12 

Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman. Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya. Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?" Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian. Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau. 

Mazmur 119:57, 72, 76-77, 127-130 

Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu. 
Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak. Biarlah kiranya kasih setia-Mu menjadi penghiburanku, sesuai dengan janji yang Kauucapkan kepada hamba-Mu. 
Biarlah rahmat-Mu sampai kepadaku, supaya aku hidup, sebab Taurat-Mu adalah kegemaranku. Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua. Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci. Peringatan-peringatan-Mu ajaib, itulah sebabnya jiwaku memegangnya. Bila tersingkap, firman-firman-Mu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh. 

Roma 8:28-30 

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Matius 13:44-52 

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." 
"Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan. Setelah penuh, pukat itu pun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang. Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar, lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Mengertikah kamu semuanya itu?" Mereka menjawab: "Ya, kami mengerti." Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Karena itu setiap ahli Taurat yang menerima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga itu seumpama tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari perbendaharaannya."

Renungan

Dalam bacaan pertama Raja-Raja , Salomo adalah raja yg muda dan bijaksana. Dalam mimpinya bertemu dengan Tuham Salomo diberi kesempatan untuk meminta sesuatu kepada Tuhan yang pasti akan dikabulkan.  Ketika Tuhan menawarkan suatu yg lebih, Salomo hanya meminta kebijaksanaan dalam memimpin negerinya. Hal itu Ia peroleh dari hikmat Tuhan. Sehingga raja Salomo pun memperoleh hati yg penuh hikmat dan kebijaksanaan dari Tuhan.

Bacaan injil hari ini Yesus mengajarkan lagi perumpamaan tentang kerajaan Surga. Gambaran Kerajaan Surga adalah sesuatu yang sangat berharga seperti harta yang terpendam dan mutiara yang indah. Barang siapa menemukannya baik melalui proses pencarian yang panjang maupun kebetulan akan mengalami sukacita. Namun menemukan atau melihat saja belum cukup. Orang perlu berjuang untuk mendapatkan atau memilikinya. Mereka harus membuat satu pilihan yang berujung pada perubahan hidup, antara mengabaikan dan mempertahankan hidup sebelumnya atau komitmen untuk memiliki harta berharga dengan resiko menjual semua yang mereka miliki.

Tuhan Yesus mewartakan Kerajaan Surga sebagai pemberian Allah. Jika dikaitkan dengan perumpamaan itu , maka anugrah tertinggi atau harta paling berharga adalah keselamatan. Manusia bebas menerima maupun menolaknya, namun perumpamaan tersebut menggambarkan bahwa orang yang melihat keselamatan itu  sebagai harta yang paling berharga berani mengubah orientasi dan prioritas hidup mereka. Tentu Yesus tidak meminta menjual semua harta duniawi, pekerjaan, jabatan, keluarga, teman dan sebagainya demi menggapai keselamatan pribadi. Tindakan menjual seluruh milik, pertama-tama berarti bertobat dan senantiasa mengarahkan diri kepada Tuhan secara terus menerus yang akan mengalami keselamatan. Jika kuta mau dengan sungguh melakukan apa yang diperintahkan Tuhan akan tiba saatnya nanti malaikat akan memisahkan mana orang yang baik dan yang jahat, maka dengan jalan bertobat dengan sungguh-sungguh orang akan menjadi seperti ikan-ikan baik yang dikumpulkan ke dalam pasu.

Tuhan Memberkati

Juli 25, 2020

Renungan, sabtu 25 Juli 2020

Menjadi hamba

2 Korintus 4:7-15 

Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu. 
Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah. 

Mazmur 126:1-6 

Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. 
Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!" 
TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. 

Matius 20:20-28 

Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat."  Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya." Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Renungan

Yakobus adalah saudara Rasul Yohanes anal zebedeus. Bersama saudaranya itu , dia dipanggil Yesus ketika sedang bersama ayah sedang membereskan jala dalam perahu di tepi Danau Galilea. Dia ikut hadir dan terlibat dalam beberapa peristiwa penting selama karya publik Yesus, seperti saat transfigurasi, Yesus membangkitkan anak Yairus dan saat bedoa di tamam Getzemani. Dalam lukas 9:54-55 sikap keras kedua murid Yesus terhadap orang samaria yanh tidak mengijinkan Yesus lewat daerah itu.

Bacaan injil hari ini menimbulkan kesan negatif terhadap Yakobus dan Yohanes, sebagai pribadi-pribadi yang haus akan kekuasaan duniawi. Kesan dipicu oleh permohonan ibu mereka kepada Yesus untuk menjamin kedudukan istimewa bagi Yakobus dan Yohanes dalam kerajaanNya kelak. Terlepas dari kesan negatif seperti itu, kita bisa memahami permintaan tersebut sebagai hal yang normal karena kedekatan Yesus dengan kedua bersaudara itu. Selain itu , iman para rasul yang belum matang ikut berpengaruh, mereka belum sungguh mengenal Yesus dan misi-Nya sehingga gambaran mereka tentang Yesus masih duniawi.

Tuhan Yesus mengajar para rasul tentang hakikat panggilan mereka. Tanpa mengabaikan naluri manusiawi para rasul untuk menjadi yang terbesar dan berkuasa. Namun, Ia mengoreksi pemahaman mereka tentang kuasa dan cara mencapainya. Menjadi yang terbesar dalam kerajaan Allah berarti siap menjadi hamba yang terkecil yang sia melayani orang lain. Menjadi hamba bukan berarti merendahkan status sosial atau membuat diri tak bernilai, tetapi menghidupi kualitas hidup atau memiliki karakter seorang hamba yang biasanya selalu mengutamakan orang lain dan siap mengorbankan kepentingan diri sendiri demi kepentingan dan kebahagiaan orang lain. Inilah kualitas hidup yang ditunjukkan oleh Yesus sendiri. Maka mari kita merenungkan sabda Tihan apa motivasiku untuk mengikuti Yesus? dan maukah aku terlibat dalam mewujudkan semangat hamba dalam keluarg dan di lingkungan sekitar kita?

Tuhan Yesus Memberkati  

Juli 24, 2020

Renungan, Jumat 24 Juli 2020

Orang yang tidak bersalah diluputkan-Nya

Ayub 22 : 1-30

Maka Elifas, orang Teman, menjawab:"Apakah manusia berguna bagi Allah? Tidak, orang yang berakal budi hanya berguna bagi dirinya sendiri.Apakah ada manfaatnya bagi Yang Mahakuasa, kalau engkau benar, atau keuntungannya, kalau engkau hidup saleh? Apakah karena takutmu akan Allah, maka engkau dihukum-Nya, dan dibawa-Nya ke pengadilan? Bukankah kejahatanmu besar dan kesalahanmu tidak berkesudahan? Karena dengan sewenang-wenang engkau menerima gadai dari saudara-saudaramu dan merampas pakaian orang-orang yang melarat; orang yang kehausan tidak kauberi minum air, dan orang yang kelaparan tidak kauberi makan,tetapi orang yang kuat, dialah yang memiliki tanah, dan orang yang disegani, dialah yang mendudukinya. Janda-janda kausuruh pergi dengan tangan hampa, dan lengan yatim piatu kauremukkan. Itulah sebabnya engkau dikelilingi perangkap, dan dikejutkan oleh kedahsyatan dengan tiba-tiba. Terangmu menjadi gelap, sehingga engkau tidak dapat melihat dan banjir meliputi engkau. Bukankah Allah bersemayam di langit yang tinggi? Lihatlah bintang-bintang yang tertinggi, betapa tingginya! Tetapi pikirmu: Tahu apa Allah? Dapatkah Ia mengadili dari balik awan-awan yang gelap? Awan meliputi Dia, sehingga Ia tidak dapat melihat; Ia berjalan-jalan sepanjang lingkaran langit!Apakah engkau mau tetap mengikuti jalan lama, yang dilalui orang-orang jahat, mereka yang telah direnggut sebelum saatnya, yang alasnya dihanyutkan sungai; mereka yang berkata kepada Allah: Pergilah dari pada kami! dan: Yang Mahakuasa dapat berbuat apa terhadap kami? Namun Dialah juga yang memenuhi rumah mereka dengan segala yang baik?tetapi rancangan orang fasik adalah jauh dari padaku. Hal itu dilihat oleh orang benar dan mereka bersukaria; orang yang tidak bersalah mengolok-olok mereka: Sungguh, lawan kami telah dilenyapkan, dan peninggalan mereka telah habis dimakan api. Berlakulah ramah terhadap Dia, supaya engkau tenteram; dengan demikian engkau memperoleh keuntungan. Terimalah apa yang diajarkan mulut-Nya, dan taruhlah firman-Nya dalam hatimu. Apabila engkau bertobat kepada Yang Mahakuasa, dan merendahkan diri; apabila engkau menjauhkan kecurangan dari dalam kemahmu, membuang biji emas ke dalam debu, emas Ofir ke tengah batu-batu sungai, dan apabila Yang Mahakuasa menjadi timbunan emasmu, dan kekayaan perakmu, maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa, dan akan menengadah kepada Allah.Jikalau engkau berdoa kepada-Nya, Ia akan mengabulkan doamu, dan engkau akan membayar nazarmu. Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu. Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala! Orang yang tidak bersalah diluputkan-Nya: engkau luput karena kebersihan tanganmu."

Mat 13:18-23

Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

Renungan

"Apakah manusia berguna bagi Allah? Tidak, orang yang berakal budi hanya berguna bagi dirinya sendiri" dari bacaan Ayub terlihat bahwa manusia sekalipun berakal budi hanya berguna bagi diri sendiri dan bukan untuk Tuhan kenapa, karena sebenarnya jika kita mau merenungkan apa sebenarnya untungnya Tuhan memelihara kita sementara manusia seperti kita yang masih banyak dosanya tetapi tetap dipelihara oleh Tuhan? maka dalam hati yang terdalam seharusnya kita memang belum pantas dianggap berguna karena apa yang kita minta atau doakan lebih cenderung akan kebutuhan diri sendiri dan yang lebih parah seperti menyuruh Tuhan untuk mengabulkan apa yang dikehendaki manusia bukan apayang dikehendaki oleh Tuhan. "Jikalau engkau berdoa kepada-Nya, Ia akan mengabulkan doamu, dan engkau akan membayar nazarmu. Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu. Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala! Orang yang tidak bersalah diluputkan-Nya: engkau luput karena kebersihan tanganmu.". dari sini bisa kita sadari bagaimana dengan doa kita, jika terkabul maka kita ditunjuk Tuhan untuk memberi terang dan saksi bahwa sesungguhnya Tuhan itu baik, karena menyelematkan orang tak bersalah.

Dalam injil hari ini Yesus mengajarkan tentang arti perumpamaan penabur. Benih yang ditabur tentunya Firman Tuhan sendiri yang disabdakan oleh Yesus. Tanah menggambarkan hati kita apakah mau menjadi tanah yang mana? ada tanah dipinggir jalan pasti kita tahu tanah yang keras menggambarkan sikap hati yang menolak Firman Tuhan maka akibatnya tidak bisa benih atu firman Tuhan itu hidup.lalu tanah yang berbatu menggambarkan sikap hati yang masih agak keras karena ada batu didalam hatinya sehingga susah untuk benih bisa tumbuh, lalu tanah yang disemak duri menunjukkan bahwa hatinya masih ada duri yang mana duri itu menimbulkan kesakitan juga akan mengancam benih yang seharusnya tumbuh dalam hati yang pasti tidak akan lama bisa mati jika semak duri berakibat benih yang tumbuh sulit berbuah atau tidak ada hasilnya ibarat mengerti Firman tapi hatinya penuh dengan kekuatiran dan tersangkut kena tipu muslihat iblis misalnya kekayaan. dan yang terakhir adalah tanah yang baik adalah tanah yang sebenarnya diinginkan oleh Tuhan dan seharusnya kita sadar dalam perumpamaan tanah yang baik, gambaran tanah yang baik, pasti tanahnya empuk, gembur dan subur, kaya akan nutrisi, tidak kekuarangan air maka akan memudahkan dan bisa menghasilkan apa yang diinginkan dari benih itu bisa tumbuh dan berbuah. untuk soal buah ini adalah anugrah Tuhan sendiri yang diberikan keapda manusia siapa yang mau mendengar, mengerti dan melakukan Firman itu pasti akan berbuah lebat apa buah yang Tuhan berikan kepada kita bisa lihat buah-buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri.

Tuhan Yesus Memberkati

Juli 23, 2020

Renungan, 23 Juli 2020

Siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi

Yeremia 2:1-3.7-8.12-13 

Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:"Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya.Ketika itu Israel kudus bagi TUHAN, sebagai buah bungaran dari hasil tanah-Nya. Semua orang yang memakannya menjadi bersalah, malapetaka menimpa mereka, demikianlah firman TUHAN. Aku telah membawa kamu ke tanah yang subur untuk menikmati buahnya dan segala yang baik dari padanya. Tetapi segera setelah kamu masuk, kamu menajiskan tanah-Ku; tanah milik-Ku telah kamu buat menjadi kekejian. Para imam tidak lagi bertanya: Di manakah TUHAN? Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi, dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal, mereka mengikuti apa yang tidak berguna. Tertegunlah atas hal itu, hai langit, menggigil dan gemetarlah dengan sangat, demikianlah firman TUHAN. Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air.

Mazmur 36:6-11

Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah, hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat. Manusia dan hewan Kauselamatkan, ya TUHAN. Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu. Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu. Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang. Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati! Janganlah kiranya kaki orang-orang congkak menginjak aku, dan tangan orang fasik mengusir aku.

Matius 13:10-17
 
Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap.Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Renungan

Perumpamaan yang diajarkan injil pada hari ini perlu kita renungkan dan hayati dengan sungguh. ketika para murid bertanya mengapa mereka diajari dalam bentuk perumpamaan, lalu Yesus "menjawab kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi mereka tidak". ini sebenarnya sungguh mencengangkan, lalu siapa yang diberi karunia itu ?  "siapa mempunyai, kepadanya akan diberi."Sampai situ saja sebenarnya jika kita mau melihat lebih dalam siapa sebenarnya kunci kerajaan Surga, siapa lagi kalau bukan Yesus sendiri dengan kamu mempunyai Yesus sebagai juru selamat hidup, mau melihat apa yang dikerjakan Yesus bagi diri kita, mau mendengar suara Yesus yang bisa muncul kapan saja dengan kita mau membuka hati dan terlebih mau terus belajar mendengarkan suara Tuhan. maka percayalah bahwa kerajaan Surga akan diberikan kepada kita yang benar-benar akan diberikan jika mau bertobat, mendengarkan Firman Tuhan, menjadi pelaku Firman sehingga kita senantiasa menyelaraskan hati untuk tetap mengarahkan hati kepada Tuhan dan percaya penuh kepadanya. maka pada hari ini kita semua diajak untuk memaksimalkan apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita secara khusus telinga dan mata yang lebih penting adalah mata hati kita dan telinga hati kita apakah sudah mau melihat karya Tuhan dan mampu mendengarkan sabdaNya dengan baik ?

Tuhan Yesus Memberkati

Juli 22, 2020

Renungan, Rabu 22 Juli 2020

Aku telah melihat Tuhan

Kidung Agung 3:1-4 

Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia. Aku ditemui peronda-peronda kota. "Apakah kamu melihat jantung hatiku?" Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku. 

Mazmur 63:2-6, 8-9 

Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu. Seperti dengan lemak dan sumsum jiwaku dikenyangkan, dan dengan bibir yang bersorak-sorai mulutku memuji-muji. Apabila aku ingat kepada-Mu di tempat tidurku, merenungkan Engkau sepanjang kawal malam, Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku. Tetapi orang-orang yang berikhtiar mencabut nyawaku, akan masuk ke bagian-bagian bumi yang paling bawah. 

Yohanes 20:1-2, 11-18 

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan." Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya." Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru. Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu." Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Renungan

Dalam bacaan kidung agung mencari jantung hati yang sulit ditemui dicari kemana-mana belum ketemu akhirnya suatu saat bertemu jantung hatinya yang selama ini dicari. Kesetiaan haruslah diperjuangkan sampai menemukan dimana letak jantung hati itu berada.

Mazmur mengingatkan akan Kasih dan setia Tuhan merupakan hal yang kudus dan bisa melekat kepada siapa saja yang mau komitmen melakukan kehendaknya

Injil hari ini berbicara tentang kisah Maria Magdalena yang begitu sedih merasa kehilangan Tuhan, tetapi oleh belas kasihNya mampu mengubahkan Maria yang awalnya sedih menjadi sukacita karena dia diutus menjadi saksi. Dengan dia menyatakan aku telah melihat Tuhan , maria dengan senang hati bergegas untuk mewartakan kabar bahwa Yesus telah bangkit. Dari sini kita diajak merenungkan apa yang sudah kita wartakan untuk sesama kita akan perbuatan kasihNya yang sungguh mampu memberikan sukacita bagi batin setiap manusia yang merindukan akan kehadiran Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati

Juli 21, 2020

Renungan, Selasa 21 Juli 2020

"Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?"

Mikha 7:14-15, 18-20 

Gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu, kambing domba milik-Mu sendiri, yang terpencil mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan. Biarlah mereka makan rumput di Basan dan di Gilead seperti pada zaman dahulu kala. Seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir, perlihatkanlah kepada kami keajaiban-keajaiban! Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia? Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut. Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala! 

Mazmur 85:2-8 

Engkau telah mengampuni kesalahan umat-Mu, telah menutupi segala dosa mereka. Sela Engkau telah menyurutkan segala gemas-Mu, telah meredakan murka-Mu yang menyala-nyala. Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami, dan tiadakanlah sakit hati-Mu kepada kami. Untuk selamanyakah Engkau murka atas kami dan melanjutkan murka-Mu turun-temurun? Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau?  Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu! Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan? 


Matius 12:46-50 

Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau." Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Renungan

Dalam hidup sehari-hari pasti kita sebagai manusia tidak bisa luput dari dosa. Karena kita sadar bahwa manusia itu kecenderungannya keingingan daging lebih kuat dari pada keinginan roh. Dalam bacaan Mikha bisa kita renungan bahwa Tuhan mengampuni dosa karena perbuatan yang tidak berkenan dihadapan Allah. Dalam mazmur juga kita bisa merasakan Tuhan mengampuni orang yang bersalah dan ingin memulihkan keadaan manusia agar selamat.

Bacaan injil hari ini Tuhan Yesus sedang mengajarkan saudaranya yang berkenan. Ketika saudaraNya supaya Yesus melihat ada ibuNya. Yesus menegaskan siapa ibuKu dan siapa saudaraKu, adalah "siapa pun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." Yesus tidak bermaksud tidak mengakui ibuNya tetapi lebih menekankan apa yang dilakukan IbuNya yang bisa menjadi teladan dan saudara laki-laki yang dimaksud adalah saudara beriman kepada Allah dan juga melakukan kehendak Allah. Jadi jika kita mau merenung lebih dalam sudahkan kita menjadi saudara Yesus dengan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan dalam hidup kita?

Tuhan Yesus Memberkati

Juli 20, 2020

Renungan, Senin 20 Juli 2020

Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam

Mikha 6:1 - 4,6 - 8

Baiklah dengar firman yang diucapkan TUHAN: Bangkitlah, lancarkanlah pengaduan di depan gunung-gunung, dan biarlah bukit-bukit mendengar suaramu! Dengarlah, hai gunung-gunung, pengaduan TUHAN, dan pasanglah telinga, hai dasar-dasar bumi! Sebab TUHAN mempunyai pengaduan terhadap umat-Nya, dan Ia beperkara dengan Israel. "Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku! Sebab Aku telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir dan telah membebaskan engkau dari rumah perbudakan dan telah mengutus Musa dan Harun dan Miryam sebagai penganjurmu. "Dengan apakah aku akan pergi menghadap TUHAN dan tunduk menyembah kepada Allah yang di tempat tinggi? Akan pergikah aku menghadap Dia dengan korban bakaran, dengan anak lembu berumur setahun? Berkenankah TUHAN kepada ribuan domba jantan, kepada puluhan ribu curahan minyak? Akan kupersembahkankah anak sulungku karena pelanggaranku dan buah kandunganku karena dosaku sendiri?" "Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"

Mazmur 50 : 5-6, 8 - 9,16 - 17,21,23

"Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!" Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku? Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu, Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku? Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."

Matius 12 : 38 - 42

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus! Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"

Renungan

Pada jaman dahulu untuk membuktikan bahwa seseorang adalah seorang nabi salah satunya dibuktikan suatu tanda mukjizat, sehingga tidak heran pada jaman itu banyak yang terkesima dengan mukjizat yang bisa diberikan seorang nabi lalu banyak yang menjadi pengikutnya. Tak heran juga tanda atau kesaksian hidup orang bisa mempengaruhi orang lain dalam melakukan suatu tindakan yang diberikan pada orang yang bersaksi itu. Tetapi kalua memiliki hati yang kurang terbuka misalnya sombong, dengki dan sebagainya bisa membuat tanda atau kesaksian itu tidak berarti apa-apa bagi mereka yang kurang percaya.

Yesus juga banyak melakukan mukjizat, tetapi orang farisi dan ahli taurat menolaknya, karena mereka membenci apa yang sedang diperbuat Yesus. Dalam bacaan matius Tuhan memberikan tanda kepada Yunus yang disuruh untuk menobatkan orang Niniwe yang mana ceritanya sangat terkenal yaitu masuk ke perut ikan selama 3 hari dan Yunus tidak mati. kedatangan Yunus ke Niniwe. Tuhan sangat berdaulat dan berkuasa atas seluruh ciptaanNya semoga dengan kita mengimani bahwa Tuhan adalah pecipta dan juga mempunyai misi penyelamatan untuk umatNya kita semua diajak unutuk bertobat dan membangun sikap hati yang penuh percaya dan melakukan segala sesuatu yang berkenan dihadapanNya.

Tuhan Yesus Memberkati

Juli 19, 2020

Renungan, Minggu 19 Juli 2020

Ilalang diantara gandum

Ayub 11:1-20 

Maka berbicaralah Zofar, orang Naama: "Apakah orang yang banyak bicara tidak harus dijawab? Apakah orang yang banyak mulut harus dibenarkan? Apakah orang harus diam terhadap bualmu? Dan kalau engkau mengolok-olok, apakah tidak ada yang mempermalukan engkau? Katamu: Pengajaranku murni, dan aku bersih di mata-Mu. Tetapi, mudah-mudahan Allah sendiri berfirman, dan membuka mulut-Nya terhadap engkau, dan memberitakan kepadamu rahasia hikmat, karena itu ajaib bagi pengertian. Maka engkau akan mengetahui, bahwa Allah tidak memperhitungkan bagimu sebagian dari pada kesalahanmu. Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa? Tingginya seperti langit apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati  apa yang dapat kauketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera. Apabila Ia lewat, melakukan penangkapan, dan mengadakan pengadilan, siapa dapat menghalangi-Nya? Karena Ia mengenal penipu dan melihat kejahatan tanpa mengamat-amatinya. Jikalau orang dungu dapat mengerti, maka anak keledai liar pun dapat lahir sebagai manusia. Jikalau engkau ini menyediakan hatimu, dan menadahkan tanganmu kepada-Nya; jikalau engkau menjauhkan kejahatan dalam tanganmu, dan tidak membiarkan kecurangan ada dalam kemahmu, maka sesungguhnya, engkau dapat mengangkat mukamu tanpa cela, dan engkau akan berdiri teguh dan tidak akan takut, bahkan engkau akan melupakan kesusahanmu, hanya teringat kepadanya seperti kepada air yang telah mengalir lalu. 
Kehidupanmu akan menjadi lebih cemerlang dari pada siang hari, kegelapan akan menjadi terang seperti pagi hari. Engkau akan merasa aman, sebab ada harapan, dan sesudah memeriksa kiri kanan, engkau akan pergi tidur dengan tenteram; engkau akan berbaring tidur dengan tidak diganggu, dan banyak orang akan mengambil muka kepadamu. Tetapi mata orang fasik akan menjadi rabun, mereka tidak dapat melarikan diri lagi; yang masih diharapkan mereka hanyalah menghembuskan nafas." 

Mazmur 86:5-6, 9-10, 15-16 

Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku. Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu. Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah. Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia. Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, berilah kekuatan-Mu kepada hamba-Mu, dan selamatkanlah anak laki-laki hamba-Mu perempuan! 

Matius 13:24-43 

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi.
Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku." Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya." Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."
Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka,
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."  Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Renungan

Dalam injil Matius Yesus mengajarkan tentang perumpamaan tentang kerajaan Surga yaitu ilalang di antara gandum. Kita bisa lihat satu-satu siapakah pemilik kebun itu atau dikatakan Tuan yaitu Allah atau Tuhan sendiri. Benih gandum adalah benih kebaikan, sedangkan ilalang adalah benih kejahatan. Apa yang Yesus sampaikan lewat perumpamaan ini ada dua hal yang pertama adalah suatu realita kita hidup di dunia ini hidup berdampingan dengan kejahatan yang berasal dari musuh kita yaitu iblis yang selalu membujuk manusia agar menentang Allah sendiri dan menjadi pengikutnya. Tetapi Tuhan tidak ingin langsung membasmi semua karena nanti akan tiba saatnya diwaktu panen tiba ilalang (jahat) akan diikat dan dibuang ke api (neraka) dan yang benih gandum(baik) akan ditaruh di lumbung Tuhan (Kerajaan Surga).

Yang kedua kita pasti berpikir secara logis mengapa tidak dicabut saja ilalang itu karena akan mengganggu proses pertumbuhan benih gandum. Hal ini jika kita mau merenungkan Tuhan ingin agar kita terus dimurnikan dalam kebaikan dan terus membangun sikap tobat dalam diri kita agar kita terus mau mengarahkan diri kepada kerajaan surga dan selalu menjaga agar benih gandum yang ditanam oleh Tuhan Yesus Kristus didalam hati kita boleh kita lakukan dengan melaksanakan apa yang diperintahkan Tuhan, dan kita berusaha meredam ilalang yang ada dalam diri kita supaya kebaikan lebih menonjol dan bisa dirasakan oleh sekitar kita.

Tuhan Yesus Memberkati

Juli 18, 2020

Renungan, Sabtu 18 Juli 2020

Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih

Ayub 7:1-21 

"Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan? Seperti kepada seorang budak yang merindukan naungan, seperti kepada orang upahan yang menanti-nantikan upahnya, demikianlah dibagikan kepadaku bulan-bulan yang sia-sia, dan ditentukan kepadaku malam-malam penuh kesusahan. Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari. Berenga dan abu menutupi tubuhku, kulitku menjadi keras, lalu pecah. Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada torak, dan berakhir tanpa harapan. Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik. Orang yang memandang aku, tidak akan melihat aku lagi, sementara Engkau memandang aku, aku tidak ada lagi. Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali. Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya. Oleh sebab itu aku pun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku. 
Apakah aku ini laut atau naga, sehingga Engkau menempatkan penjaga terhadap aku? Apabila aku berpikir: Tempat tidurku akan memberi aku penghiburan, dan tempat pembaringanku akan meringankan keluh kesahku, maka Engkau mengagetkan aku dengan impian dan mengejutkan aku dengan khayal, sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku. Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hembusan nafas saja. Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat? Bilakah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dari padaku, dan membiarkan aku, sehingga aku sempat menelan ludahku? Kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga manusia? Mengapa Engkau menjadikan aku sasaran-Mu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku? Dan mengapa Engkau tidak mengampuni pelanggaranku, dan tidak menghapuskan kesalahanku? Karena sekarang aku terbaring dalam debu, lalu Engkau akan mencari aku, tetapi aku tidak akan ada lagi." 

Mazmur 10:1-4, 7-8, 14 

Mengapa Engkau berdiri jauh-jauh, ya TUHAN, dan menyembunyikan diri-Mu dalam waktu-waktu kesesakan? Karena congkak orang fasik giat memburu orang yang tertindas; mereka terjebak dalam tipu daya yang mereka rancangkan. Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista TUHAN. Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: "Allah tidak akan menuntut! Tidak ada Allah!", itulah seluruh pikirannya. Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan. Ia duduk menghadang di gubuk-gubuk, di tempat yang tersembunyi ia membunuh orang yang tak bersalah. Matanya mengintip orang yang lemah; Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam tangan-Mu sendiri. Kepada-Mulah orang lemah menyerahkan diri; untuk anak yatim Engkau menjadi penolong. 

Matius 12:14-21 

Lalu keluarlah orang-orang Farisi itu dan bersekongkol untuk membunuh Dia. Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap." 

Renungan

Ketika puluhan ribu pendemo tolak Ahok menjadi Gubernur  DKI jakarta sekitar tahun 2016. Presiden RI Joko Widodo sedang blusukan ke Bandara Soekarno-Hatta untuk meninjau pembangunan infrastruktur jalur kereta listri ke bandara. Banyak orang menilai tindakan ini sebagai tindakan simbolis untuk menyatakan bahwa masih ada hal yang lebih penting dilakukan di negara ini daripada meladeni demonstrasi penuh kebencian tersebut.

Peristiwa itu membantu kita memahami mengapa Yesus menyingkir ketika Dia tahu orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuhNya. Tuhan Yesus melakukan itu bukan mencari aman dan keselamatan diri, tetapi Dia tidak ingin masuk dalam konfrontasi emosional dan penuh kekerasan. Yesus mempunyai misi mewartakan kebenaran bukan untuk melakukan kekerasan. Yesus merespon rencana yang tidak manusiawi itu dengan perbuatan kasih. Tanpa mempedulikan bahaya yang sedang mengintaiNya, Ia menyembuhkan orang-orang yang mengikutiNya. Hal ini Dia lakukan untuk menunjukkan betapa besar kasih Allah bagi orang yang tak berdaya. 

Yesus mengutamakan misi penyelamatan manusia daripada popularitas diri dan keselamatan JiwaNya. Dalam injil hari ini gambaran Yesus sebagai pemenuhan atas nubuat Nabi Yesaya. Dia adalah hamba yang dikasihi Allah dan dipenuhi Roh-Nya. Ia tenang dan mampu mengontrol diri dalam menghadapi tantangan , tidak teriak marah-marah atau mengancam orang. Dia adalah tanda kasih Allah bagi manusia yang membela mereka yang lemah dan tak berdaya.

Yesus adalh inspirasi bagi kita ketika menghadapi konflik dan tantangan dalam karya pewartaaan dan pelayanan. Sebagai orang kristen kita pun adalah hamba-hamba Allah yang diutus untuk mewartakan kebenaran dan mewujudkan kasih Allah. Kita akan menghadapi aneka ragan reaksi, termasuk kebencian. Maka hidup Yesus mengajarkan bahwa kebenaran tidak perlu dipaksakan atau dibuktikan dengan kekerasan atau pedang tetapi dengan kelemahlembutan dan hidup yang berintegritas

Tuhan Yesus Memberkati

Juli 17, 2020

Renungan, Jumat 17 Juli 2020

Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat

Yesaya 38:1-8, 21-22 

Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi." Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN. Ia berkata: "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi, dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur dan Aku akan memagari kota ini. Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya: Sesungguhnya, bayang-bayang pada penunjuk matahari buatan Ahas akan Kubuat mundur ke belakang sepuluh tapak yang telah dijalaninya." Maka pada penunjuk matahari itu matahari pun mundurlah ke belakang sepuluh tapak dari jarak yang telah dijalaninya. Kemudian berkatalah Yesaya: "Baiklah diambil sebuah kue ara dan ditaruh pada barah itu, supaya sembuh!"  Sebelum itu Hizkia telah berkata: "Apakah yang akan menjadi tanda, bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN?" 


Matius 12:1-8 

Pada waktu itu, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum. Karena lapar, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya. Melihat itu, berkatalah orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihatlah, murid-murid-Mu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat." Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan bagaimana mereka makan roti sajian yang tidak boleh dimakan, baik olehnya maupun oleh mereka yang mengikutinya, kecuali oleh imam-imam? Atau tidakkah kamu baca dalam kitab Taurat, bahwa pada hari-hari Sabat, imam-imam melanggar hukum Sabat di dalam Bait Allah, namun tidak bersalah? Aku berkata kepadamu: Di sini ada yang melebihi Bait Allah. Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah. Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."

Renungan

Ada sebuah cerita seorang ibu memberi pesan kepada anaknya yang kecil diminta untuk hati-hati saat pulang dari sekolah. Ibu memberi perintah kepada anaknya " anakku waktu pulang sekolah tunggu mobil lewat ya baru menyebrang". Kemudian waktu sore ibu khawatir dan cemas kenapa kok belum pulang anaknya , lalu bergegas pergi ke sekolah dan didapati anaknya masih di pinggir jalan. Ibu bertanya ke anaknya " kenapa kamu belum pulang nak?" jawab anak itu " ibu dari tadi aku menunggu belum ada mobil lewat sehingga aku gak berani menyeberang sesuai dengan yang ibu pesan ke aku".

Dari pengalaman kecil ini bisa menjadi bagi kita untuk merefleksikan apa artinya perintah dan apa artinya kesepakatan dalam hidup kita. Banyak sekali dari kita sering terpaku pada peraturan tanpa mengerti makna peraturan itu. Contohnya : peraturan menggunkan helm saat berkendara, karena takut kena tilang oleh polisi kita tanpa sadar mau pakai helm jika ada polisi kalau tidak ada polisi gak pakai helm tidak apa-apa. Ini merupakan contoh terpaku pada peraturan tanpa mengerti maksudnya yaitu untuk menjaga keamanan berkendara. 

Demikian halnya yang terjadi dalam injil hari ini ketika para murid ditegur orang Farisi, mereka terpaku peraturan pada hari sabadnya , tetapi tidak mengerti maksud terdalam dari peraturan hari sabad itu. Bagi mereka orang Farisi yang ada adalah salah atau benar dalam melakukan peraturan hari sabad. Jadi seperti anak kecil yang disuruh ibunya kalau menyebrang tunggu mobil lewat dulu baru menyebrang padahal maksudnya diminta untuk hati-hati saat menyebrang jalan. 

Sebentar lagi gereja akan dibuka tetapi kemudian gereja dibuka lagi dengan ada banyak peraturan mengikuti protokol kesehatan dengan maksud menjaga keselamatan umat bukan hanya sebuah peraturan saja. Dalam injil hari ini Yesus mengajarkan yang lebih suci yaitu " Anak manusia adalah Tuhan atas hari sabad". Sesungguhnya sabat untuk mengantar manusia semakin dekat dengan Tuhan. Tentunya kita sebagai umat beriman jika melihat peraturan semoga tidak fokus pada peraturan itu melainkan mengerti nilai yang ada dalam peraturan yang ada, sehingga kita melakukan perturan itu tidak serta merta menghakimi atau menilai orang lain dengan peraturan itu atau bahkan merasa benar dengan peraturan ketika kita sudah melakukan peraturan tetapi tidak sampai pada maksud yang dibuat dari peraturan tersebut.

Tuhan Yesus Memberkati

Juli 16, 2020

Renungan, 16 Juli 2020

Engkau akan menyediakan damai sejahtera

Yesaya 26:7-9,12,16-19

Jejak orang benar adalah lurus, sebab Engkau yang merintis jalan lurus baginya. Ya TUHAN, kami juga menanti-nantikan saatnya Engkau menjalankan penghakiman; kesukaan kami ialah menyebut nama-Mu dan mengingat Engkau. Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar. Ya TUHAN, Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami, sebab segala sesuatu yang kami kerjakan, Engkaulah yang melakukannya bagi kami. Ya TUHAN, dalam kesesakan mereka mencari Engkau; ketika hajaran-Mu menimpa mereka, mereka mengeluh dalam doa. Seperti perempuan yang mengandung yang sudah dekat waktunya untuk melahirkan, menggeliat sakit, mengerang karena sakit beranak, demikianlah tadinya keadaan kami di hadapan-Mu, ya TUHAN: Kami mengandung, kami menggeliat sakit, tetapi seakan-akan kami melahirkan angin: kami tidak dapat mengadakan keselamatan di bumi, dan tiada lahir penduduk dunia. Ya, TUHAN, orang-orang-Mu yang mati akan hidup pula, mayat-mayat mereka akan bangkit pula. Hai orang-orang yang sudah dikubur di dalam tanah bangkitlah dan bersorak-sorai! Sebab embun TUHAN ialah embun terang, dan bumi akan melahirkan arwah kembali.

 Mazmur 102:13-21 

Engkau sendiri akan bangun, akan menyayangi Sion, sebab sudah waktunya untuk mengasihaninya, sudah tiba saatnya.Sebab hamba-hamba-Mu sayang kepada batu-batunya, dan merasa kasihan akan debunya. Maka bangsa-bangsa menjadi takut akan nama TUHAN, dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu, bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya,  sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka. Biarlah hal ini dituliskan bagi angkatan yang kemudian, dan bangsa yang diciptakan nanti akan memuji-muji TUHAN,  sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, TUHAN memandang dari sorga ke bumi, untuk mendengar keluhan orang tahanan, untuk membebaskan orang-orang yang ditentukan mati dibunuh, supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem

Matius 11:28-30 

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Renungan

Dalam kehidupan kita sehari-hari jika kita mau melihat secara jujur dalam diri kita masing-masing. Setiap orang tentunya ingin bebas dari permasalahan hidup yang sedang dialami. Kita melihat akhir-akhir ini kita menjalani situasi hidup yang tidak ideal. Wabah pandemi yang mengguncang dunia menimbulkan banyak masalah dan kesulitan, misalnya masalah himpitan ekonomi karena usaha yang tidak jalan atau terpaksa dirumahkan yang mungkin ada yang harus kehilangan pekerjaan. 

Masalah pendampingan anak saat harus belajar di rumah atau bahkan siswa yang merasa kesulitan atau kurang nyaman belajar di rumah bisa karena jaringan yang kurang stabil atau kesulitan mengikuti dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh bapak/ibu guru di sekolah masing-masing. Perubahan yang terjadi tentunya memberi beban yang tidak sedikit pada kita semua. Situasi yang demikian bisa saja membuat kita merasa letih, lesu mungkin kehilangan semangat, kehilangan gairah hidup. Maka dalam situasi ini kita membutuhkan sumber kekuatan yang memampukan kita menjalani hidup sehari- hari.

Dalam injil hari ini Yesus memberikan tempat kepada kita semua orang yang penuh beban hidupnya. Dalam sabdaNya "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu" Tuhan Yesus mengajak kita untuk datang kepadaNya karena Dia akan meringankan beban hidup kita. Dengan menyerahkan beban kepada Tuhan dengan segenap hati , kita belajar mempunyai sikap percaya penuh kepadaNya, serta menimba kekuatan dari Tuhan. Untuk itu perlu memiliki sikap hati yang mau terbuka untuk kehadiranNya dalam hidup kita.

Tuhan Yesus tidak akan membiarkan kita menanggung beban sendirian. Jika kita mau dengan hati terbuka menanggapi tawaranNya untuk datang kepada Yesus dan menyerahkan hidup kita dalam penyelenggaraan kasih Tuhan, sebab kita percaya Dia akan menyediakan damai sejahtera.

Tuhan Yesus Memberkati

Juli 15, 2020

Renungan, 15 Juli 2020

Jalan ke Rumah Allah Bapa

Yesaya 10:5-7, 13-16

Celakalah Asyur, yang menjadi cambuk murka-Ku dan yang menjadi tongkat amarah-Ku! Aku akan menyuruhnya terhadap bangsa yang murtad, dan Aku akan memerintahkannya melawan umat sasaran murka-Ku, untuk melakukan perampasan dan penjarahan, dan untuk menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan. Tetapi dia sendiri tidak demikian maksudnya dan tidak demikian rancangan hatinya, melainkan niat hatinya ialah hendak memunahkan dan hendak melenyapkan tidak sedikit bangsa-bangsa. 
Sebab ia telah berkata: "Dengan kekuatan tanganku aku telah melakukannya dan dengan kebijaksanaanku, sebab aku berakal budi; aku telah meniadakan batas-batas antara bangsa, dan telah merampok persediaan-persediaan mereka, dengan perkasa aku telah menurunkan orang-orang yang duduk di atas takhta. Seperti kepada sarang burung, demikianlah tanganku telah menjangkau kepada kekayaan bangsa-bangsa, dan seperti orang meraup telur-telur yang ditinggalkan induknya, demikianlah aku telah meraup seluruh bumi, dan tidak seekor pun yang menggerakkan sayap, yang mengangakan paruh atau yang menciap-ciap." Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu! Sebab itu Tuhan, TUHAN semesta alam, akan membuat orang-orangnya yang tegap menjadi kurus kering, dan segala kekayaannya akan dibakar habis, dengan api yang menyala-nyala. 

Mazmur 94:5-10, 14-15 

Umat-Mu, ya TUHAN, mereka remukkan, dan milik-Mu sendiri mereka tindas; janda dan orang asing mereka sembelih, dan anak-anak yatim mereka bunuh; dan mereka berkata: "TUHAN tidak melihatnya, dan Allah Yakub tidak mengindahkannya." Perhatikanlah, hai orang-orang bodoh di antara rakyat! Hai orang-orang bebal, bilakah kamu memakai akal budimu? Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar? Dia yang membentuk mata, masakan tidak memandang? Dia yang menghajar bangsa-bangsa, masakan tidak akan menghukum? Dia yang mengajarkan pengetahuan kepada manusia? Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya, dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya; sebab hukum akan kembali kepada keadilan, dan akan diikuti oleh semua orang yang tulus hati.  

Matius 11:25-27  

Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Renungan

Kita sering mendengar ungkapan banyak jalan menuju Roma, kalau kita praktekan misalkan banyak jalan menuju kota Surabaya, ya pasti kita akan mendapat banyak jalan kalau dari kediri mau ke surabaya bisa lewat jalan melalui kota blitar dan kota malang, lalu pandaan, sidoarjo baru sampai tujuan surabaya. Alternatif lain dari kediri, ke kertosono menuju kota mojokerto, lalu lewat jombang lalu terus bisa sampai juga surabaya melalui jalur yang berbeda. Ada begitu banyak jalan untuk menuju ke suatu tempat. Tetapi untuk sampai Allah Bapa hanya ada satu jalan atau satu pilihan saja yaitu Tuhan Yesus Kristus. Mungkin dari kita banyak pertanyaan masak hanya satu jalan saja, jawabannya  jelas sekali iya hanya satu jalan melalui Yesus kenapa kok Yesus jalanNya karena hanya Dia satu-satunya jalan kebenaran dan hidup kita juga bisa merenungkan ayat firman Tuhan hari ini yaitu "Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya." Hanya anak Bapa sendiri siapa lagi kalau bukan Yesus Kristus karena oleh Dia kita ditebus oleh dosa kita yang seharusnya kita masuk dalam neraka tetapi karena begitu besar kasih Bapa kepada umatNya maka rela mengorbankan AnakNya yang tunggal. Mari kita renungkan dalam diri kita masing-masing apakah kita benar-benar percaya dengan sungguh bahwa Yesus adalah jalan menuju Allah Bapa ataukah kita masih mencari jalan lain?

Tuhan Yesus Memberkati

Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...