Februari 28, 2021

Renungan Minggu, 28 Februari 2021

Dengarkanlah Dia



Kejadian 22:1-2, 9-13, 15-18 

Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan." Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri — demikianlah firman TUHAN —: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."  



Mazmur 116:10, 15-19 

Aku percaya, sekalipun aku berkata: "Aku ini sangat tertindas." Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya. 

Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku! 

Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN, akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya, di pelataran rumah TUHAN, di tengah-tengahmu, ya Yerusalem! Haleluya! 



Roma 8:31-34 

Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?



Markus 9:2-10 

Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu. Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan. Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia." Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."


Renungan


Dalam bacaan Injil Hari ini mengisahkan tentang Yesus bersama muridNya naik gunung. Lalu di sana terlihat kemuliaan Tuhan Yesus Kristus yang mana terlihat berpakaian yang putih berkilat. Penampakan yang disaksikan oleh murid Yesus, sampai Petrus punya keinginan memberikan tempat khusus dengan membuatkan Tenda bagi Yesus, Musa dan Elia. Sebenarnya dibalik itu ada sesuatu yang khusus yang mau ditekankan pada saat itu bagi muridNya yaitu "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia." Ini diminta bahwa agar muridNya mendengarkan Yesus melalui ajaran kasih dan terlebih lagi mempraktekkan apa yang sudah didengarkan.


Ketika kita sedang mengalami ketakutan, kecemasan, kegelisahan, keputusasaan, keraguan dan lain sebagainya, biasanya kita akan mencari kekuatan dari yang lain. Satu hal yang dapat kita yakini adalah bahwa Yesus selalu ada dipihak kita.


Pada minggu Prapaskah ke II ini kita juga mau semakin dikuatkan dalam mengikuti Yesus sebagai jalan kita kepada Bapa. Kita mau semakin meyakini bahwa untuk mengikuti Yesus, kita perlu berjalan di belakang Yesus menuju Yerusalem dan memanggul salib kita hingga akhirnya kita bangkit pula bersama Yesus.


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 27, 2021

Renungan Sabtu, 27 Februari 2021

Pengikut Kristus


Ulangan 26:16-19

"Pada hari ini TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu.Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya.Dan TUHAN telah menerima janji dari padamu pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya, dan Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya." 


Mazmur 119:1-2, 4-5, 7-8 

Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu, supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur, apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Aku akan berpegang pada ketetapan-ketetapan-Mu, janganlah tinggalkan aku sama sekali. 


Matius 5:43-48 

Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."


Renungan


Kita potret diri yuk;  Seandainya saya tidak mengenal Yesus, apa yang berbeda dari saya sekarang? Apa jawaban Anda? Jawabannya bisa beraneka macam. Misalnya: seandainya saya tidak mengenal Kristus, tidak akan ada salib dan patung Yesus di rumah saya, saya tidak akan ke gereja setiap hari Minggu, saya akan tetap korupsi dan lain sebagainya. Semoga tak seorang pun di antara kita yang mengatakan, `Tak ada bedanya saya mengenal Kristus atau pun tidak.`


Kata-kata Yesus, `Apakah upahmu? Apakah lebihnya? Bukankah pemungut cukai juga demikian?`. menunjukkan bahwa seorang yang mengenal Tuhan harus berbeda, harus lebih daripada mereka yang tidak mengenal Tuhan. Yesus pun dengan jelas menunjukkan apa nilai lebih dan perbedaan utama/ pokok yang harus dimiliki oleh seorang Kristiani. Tidak lain adalah nilai kasihnya! Seorang Kristiani, walaupun selalu memakai kalung salib, selalu berdoa Rosari, dsb., tetaplah belum seorang Kristiani sejati jika tidak memiliki `nilai lebih` dalam hal kasih ini


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 26, 2021

Renungan Jumat, 26 Februari 2021

Berdamai


Yehezkiel 18:21-28 

Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik — apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya. Tetapi kamu berkata:Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat? Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya.Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. 



Mazmur 130:1-8 

Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!  Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang. Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.

Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.


Matius 5:20-26 

Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.




Renungan

Pada saat kita sedang ada masalah dengan seseorang, bagaimana perasaan kita saat itu? Apakah kita merasakan kedamaian atau tidak? Saat kita ingat terus kepada orang yang sedang bermasalah dengan diri kita, tentu saja hati kita pun dipenuhi dengan orang itu (mungkin kemarahan, rasa jengkel, sakit hati) hal tersebut membuat hati kita tidak dapat terarah kepada Tuhan.


Perasaan tidak tenang, resah dan gelisah sering kali menghantui kita, bahkan di saat kita berdoa, hal tersebut dapat terjadi ketika kita masih memiliki rasa dendam dan kecewa kepada sesama. Tuhan ingin agar kita berdamai dengan sesama karena dengan berdamai kita akan mengosongkan hati kita dan siap dipenuhi dengan damai yang dari Allah.


Jika Tuhan mau berdamai dengan kita yang sering melakukan kesalahan, siapakah kita sehingga kita tidak mau memaafkan sesama yang bersalah kepada kita? Kita tidak dapat memberi kepada orang lain apa yang tidak kita punya. Sebelum kita menjadi pendamai bagi orang lain, terlebih dahulu kita harus berdamai dengan sesama.


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 25, 2021

Renungan Kamis, 25 Februari 2021

Minta Kepada Tuhan


Ester 4 :10-17

Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai:Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai:"Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja."Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai,Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.


Mazmur 138:1-3, 7-8 

Dari Daud. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku. Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku. TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu! 


Matius 7:7-11 

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.Karena setiap orang yang meminta,menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,atau memberi ular, jika ia meminta ikan?Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."



Renungan

Injil hari ini mengatakan kepada kita bahwa hubungan Allah kepada kita seperti hubungan orang tua dan anak, tetapi kasih Yesus lebih besar dan tidak terbatas dalam hidup kita. Hubungan anak dan orang tua berarti adanya relasi yang dekat dan saling mengenal. Ketika kita berdoa kepada Yesus saat kita ingin meminta sesuatu, jika permohonan kita terkabul kita bahagia, kalau tidak sesuai harapan dan waktu kita, kita akan marah dan putus asa.


`Mintalah, carilah dan ketoklah`, artinya Yesus adalah Allah yang murah hati dan bersedia ditemui sebagai seorang Bapa. Hanya pertanyaannya apakah kita percaya dan memiliki keteguhan hati bahwa Yesus sebagai Bapa tidak pernah meninggalkan mereka yang berharap dan mengasihi Dia? Kita tetap percaya bahwa jawaban dan waktu Yesus itulah yang terbaik.


Mari kita belajar dari keteguhan dan kesetian untuk tetap percaya dan bersandar kepada Tuhan bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan orang yang mengasihi-Nya


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 24, 2021

Renungan Rabu, 24 Februari 2021

Tanda Yunus


Yunus 3:1-10 

Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: 

"Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."

Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. 

Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."

Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.

Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.

Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. 

Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.

Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."

Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya. 



Mazmur 51:3-4, 12-13, 18-19

 Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela! Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu. Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem! Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.


Luk 11:29-32


Lukas 11:29-32 

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.

Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.

Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!

Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"



Renungan


Kita hidup di dunia ini tidak mudah lepas dari dosa. Karena kecenderungan manusia sering melakukan dosa. Maka kita semua dipanggil untuk mau bertobat dan melaksanakan perintah Tuhan.


Kalau kita mencermati sejarah hidup manusia, kejahatan manusia setiap hari tidaklah semakin berkurang melainkan semakin bertambah dengan kemasan yang semakin sistematis dan terorganisir. Maka, seruan Yunus dan juga Yesus akan pertobatan sangatlah nyata sepanjang sejarah hidup manusia.


Bagaimana kita menyikapi dan menanggapi seruan Yunus dan Yesus? Pertama-tama, kita masing-masing harus lebih dahulu bertobat, berbalik dari kejahatan dan kembali kepada jalan kebenaran Allah. Selanjutnya, kita pun dipanggil untuk menyerukan pertobatan di mana pun kita berada dan di sepanjang hidup kita. Seruan per-tobatan tidak akan bersuara kalau kita sendiri tidak menunjukkan diri sebagai orang-orang yang sudah bertobat. Dengan cara ini, kita semua berusaha untuk memperbaiki kehidupan dari kerusakan dan kehancuran yang lebih parah akibat kejahatan manusiawi.


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 23, 2021

Renungan Selasa, 23 Februari 2021

Kuasa Firman Tuhan


Yesaya 55:10-11 

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. 



Mazmur 34:4-7, 15-18 

 Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.  Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.  Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.


Matius 6:7-15 

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnyadan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."



Renungan

Sabda Tuhan penuh daya dan kuasa. Ia mencipta, mengubah, mematikan, tetapi juga membangkitkan. Hal itu kita dengar atau baca dalam Kitab Nabi Yesaya pada hari ini. Sabda Tuhan sama seperti hujan, yang tidak akan kembali, sebelum meresap ke tanah dan menghidupkan banyak tanaman dan hewan dan pada akhirnya memenuhi kebutuhan dasar manusia. Sebenarnya, semua yang ada pada alam; hujan, tanah, hewan, tumbuhan, dan semua berasal dari Firman Tuhan. Karena itu objek alam tidak hanya mempunyai fungsi dalam perbandingan, tetapi juga secara nyata menggambarkan kekuatan Firman Allah itu sendiri.


Demikian secara kodrati kekuatan Firman Allah itu ada pada manusia. karena itu, kita harus selalu bersatu dengan Tuhan dan FirmanNya. Salah satu jalan untuk bersatu dengan Tuhan adalah doa. Dalam Injil pada hari ini diajarkan oleh Yesus doa Bapa kami dan doa yang padat singkat dan jelas. Salah tanda daya Sabda Allah adalah mengampuni dan memaafkan dosa orang, sehingga kita diampuni. Diri kita kiranya menjadi seperti hujan yang meresap kedalam tanah, menjadi seperti tanah yang menyerap air hujan ( Firman Tuhan). Dan menjadi seperti benih yang tumbuh dalam tanah dibahas air hujan.


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 22, 2021

Renungan Senin, 22 Februari 2021

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu

1 Petrus 5:1-4 
Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. 

Mazmur 23:1-6
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa. 

Matius 16:13-19 
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"  Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Renungan

Petrus adalah gembala umat, gembala pertama secara historis yang melanjutkan karya kegembalaan Kristus di dunia ini dalam bacaan pertama, Petrus dalam suratnya, mengajak semua pemimpin umat yang adalah gembala untuk memperhatikan 3 hal ini yaitu pertama menerima tugas penggembalaan dengan sukarela sebagai Gembala, bukan karena terpaksa. Kedua, seorang gembala jangan mau mencari keuntungan, Tetapi hendaklah mengabdi secara Tulus. Ketika, jangan memerintah kepada mereka yang digembalakan, tetapi memberi teladan. Itulah hakikat Petrus yaitu melayani iman yang mendalam akan Kristus adalah inti iman Petrus.

Hal itu telah ditunjukkan oleh Petrus dalam bacaan Injil. Dia yang mewakili para rasul mengetahui siapa sebenarnya Kristus, engkaulah adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Hal itu diperhitungkan oleh Yesus sebagai kata-kata yang dikatakan BapaNya kepada Petrus. Setiap kita adalah gembala, minimal gembala atas diri kita sendiri dan orang terdekat di sekitar kita. Kegembalaan adalah hati yang jujur dan mau melayani dalam segala situasi dan dalam segala bidang. Semoga kita pun menjadi domba yang mau dikembalikan, serta menjadi gembala dan domba yang baik berakar pada pengenalan yang benar akan diri Yesus Kristus seperti yang dilakukan Petrus.

Tuhan Yesus Memberkati

Februari 21, 2021

Renungan Minggu, 21 Februari 2021

Bertobatlah dan percayalah kepada Injil

Kejadian 9:8-15 
Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: "Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjian-Ku dengan kamu dan dengan keturunanmu, dan dengan segala makhluk hidup yang bersama-sama dengan kamu: burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi.Maka Kuadakan perjanjian-Ku dengan kamu, bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi."Dan Allah berfirman: "Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya:Busur-Ku Kutaruh di awan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi. Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, maka Aku akan mengingat perjanjian-Ku yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup.

Mazmur 24:4-9 
  "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!" Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 


1 Petrus 3:18-22 
Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.  Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus,yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.

Markus 1:12-15 
Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" 

Renungan

Salah satu aspek penting dalam kehidupan kita adalah perjanjian dengan berbagai bentuk dan jenis persyaratannya. Dalam sejarah keselamatan, perjanjian juga menjadi sebuah dimensi penting. Dalam bacaan pertama pada hari ini, kita membaca perjanjian antara Allah dan bersama semua makhluk hidup. Allah akan menyertai Nuh Dan semua isi bumi dan tentu saja dari pihak Nuh mesti ada kesetiaan. Salah satu aspek yang selalu ditekankan dalam pertobatan. Air bah adalah simbol purifikasi dosa, dan setelahnya Nuh Dan semua keturunannya tidak boleh lagi melakukan dosa. Dengan itu, tidak akan ada ada lagi air bah.

Dalam bacaan kedua, Petrus menekankan bahwa air bah Nuh Sekarang telah menjadi air pembaptisan yang menyelamatkan manusia. Air pembaptisan memurnikan hati supaya bersemi hati nurani yang baik. Air pembaptisan beriringan dengan kesadaran tempat manusia. Kristus yang telah dibaptis di sungai Yordan, berpuasa dan dicobai iblis. Setelah itu, Yesus mewartakan pertobatan.

Tuhan Yesus Memberkati

Februari 20, 2021

Renungan Sabtu, 20 Februari 2021

Pertobatan


Yesaya 58:9-14

Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari. TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni". Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, 

maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut TUHANlah yang mengatakannya. 


Mazmur 86:1-6 

Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku. Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu. Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari. Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku. Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku. 


Lukas 5:27-32 


Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia. Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."



Renungan

Dari bacaan  kitab , Tuhan menunjukkan apa yang utama dalam melakukan puasa yaitu tidak hanya secara lahirah tetapi juga batiniah. Tuhan ingin agar kita juga berbuat kasih pada sesama seperti dengan tidak membebani orang lain, tidak menunjuk-nunjuk kesalahan orang lain, tetapi lebih menyesali kesalahan diri sendiri, dengan berkorban, menghibur dan bermurah hati.


Tuhan ingin secara khusus dalam masa puasa ini untuk kita mau mengorbankan keinginan-keinginan kita, kepentingan kita dan memberikannya kepada orang lain. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan waktu, sedekah, telinga untuk mendengar bahkan mungkin yang paling sulit yaitu pengampunan.Pada dasarnya Tuhan ingin agar kita menjadi murah hati bagi sesama demi Allah sendiri. Maka Tuhan akan melimpahi kita berkat dan rahmat seperti yang dijanjikan-Nya atas setiap perbuatan kasih yang kita lakukan dalam iman, harapan dan cinta Kemurahan hati Allah memampukan kita untuk bermurah hati kepada sesama.


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 19, 2021

Renungan Jumat, 19 Februari 2021

Hal Puasa


Yesaya 58:1-9 


Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka! Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya: "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN? Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah, 


Mazmur 51:3-6, 16-17 

Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu. Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku. Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku. Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. 


Matius 9:14-15 


Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.



Renungan 


Nabi Yesaya mengajak untuk menghayati puasa yang benar sesuai Firman Tuhan. Berpuasa yang sesuai kehendak ialah supaya membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!


Tuhan menghendaki agar kita menghayati puasa kita dengan membuka ikatan-ikatan yang membelenggu kemerdekaan dan sukacita sejati sebagai anak Allah. Untuk dapat merasakan kemerdekaan dan sukacita kita harus berhenti marah dan belajar menguasai diri, berhenti berkata kasar dan mulai bertutur kata lembut, berhenti dendam dan belajar memaafkan, berhenti berprasangka buruk dan belajar berpikir positif, berhenti membenci dan belajar mencintai, berhenti membanggakan diri dan belajar bersikap rendah hati. Tutup televisi, baca Kitab Suci, matikan handphone, nyalakan lilin dan berdoalah!


Dengan menyediakan banyak waktu untuk berdoa kita menunjukkan kerelaan untuk memikul kuk Kristus yang enak dan ringan yang Dia letakkan diatas pundak kita. Pada saat itu juga kita melepaskan tali-tali kuk yang kita pasang sendiri pada diri kita dan dengannya kita menjadi tertekan. Mari kita menghayati puasa dengan baik sehingga kerajaaan damai, sukacita dan kemerdekaan sejati itu menjadi milik kita seutuhnya.


Tuhan Yesus Memberkati


Februari 18, 2021

Renungan Kamis , 18 Februari 2021

Pewartaan dan Menegakkan Kebenaran


Ulangan 30:15-20 


Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya. Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka." 


Mazmur 1:1-4, 6 

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. 


Lukas 9:22-25 

Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga." Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?


Renungan


Mewartakan dan menegakkan kebenaran secara total dan sampai tuntas itulah yang dilakukan Yesus. Ia mengharapkan pengikutNya melakukan hal yang sama. Ditolak oleh banyak orang, pikul Salib, dan pertaruhkan nyawa itulah jalan yang harus dilewati mereka yang menjadi pewarta dan saksi Sabda Tuhan. Tersebar dan tertanamnya benih Injil Kerajaan Allah dalam hati setiap orang adalah jejak dan sambungan sejarah dari nyawa yang berkorban untuk kabar baik itu. Demikian kita dengar dalam bacaan Injil pada hari ini hal ini selaras dengan bacaan pertama yang diambil dari kitab Ulangan. Israel berhadapan dengan dua pilihan mengasihi Tuhan, dan akan memperoleh kehidupan, atau terbalik dari Allah dan kemudian menjadi binasa.


Hidup adalah sebuah pilihan dan pilihan itu akan menjadi tepat,  Jika hati nurani bening dan pikiran jernih. Dengan itu pilihan akan menjadi sebuah kehidupan. Walaupun umur pendek tetapi memilih nilai yang bersifat abadi Maka semuanya menjadi kekal, dan dikenal sebagai orang baik. Tetapi, walaupun umur panjang dan memiliki seluruh dunia, jika memilih Jalan kejahatan semuanya menjadi tak bernilai. Mari memilih apa yang abadi sambil berdiri dalam kebenaran dan keadilan kini dan Disini. Dengan itu kefanaan kita pun akan dimuliakan.


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 17, 2021

Renungan Rabu, 17 Februari 2020

Hal sedekah dan berpuasa


Yoel 2:12-18 

"Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu. Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah penganten laki-laki keluar dari kamarnya, dan penganten perempuan dari kamar tidurnya; baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: "Sayangilah, ya TUHAN, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?" TUHAN menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan kepada umat-Nya. 



2 Korintus 5:20-6:2

Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.

Sebab Allah berfirman: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau." Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. 


Matius 6:1-4, 16-18 

"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."


Renungan


Bertobatlah dan Percayalah pada Injil engko abu dan akan kembali menjadi abu. Itulah kata kata-kata yang didengar pada hari raya Rabu Abu. Doa puasa dan sedekah adalah Tri kebajikan yang ditekankan selama masa prapaskah. Dalam bacaan pertama kita diminta oleh Yoel untuk bertobat dan menyesali dosa-dosa kita. Artinya, kita perbaiki total kepada Allah dengan segenap hati. Lalu, dalam bacaan kedua, Paulus meminta kita memberikan diri untuk berdamai dengan Allah dan dengan itu penyelamatan sebenarnya terjadi pada kita.


Allah dalam Yesus Kristus mencintai manusia secara total dan Utuh apa adanya, dalam kelebihan dan dalam dosanya titik bersama dengan Allah berarti perubahan hati, dan bukan saja soal lahiriah. Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu. kata Yoel. Dalam bacaan Injil Yesus Kristus menunjukkan agar doa puasa dan sedekah kita bukan sekadar pertunjukan sosial, tetapi sungguh sebuah disposisi batin yang murni untuk berubah. Karena itu, lakukanlah semuanya secara tersembunyi tanpa harus dilihat orang. Tuhan pasti tahu, dan akan membalasnya.


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 16, 2021

Renungan , selasa, 16 Februari 2021

Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes


Kejadian 6:5-8, 7:1-5,10

Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya;juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi.Sebab tujuh hari lagi Aku akan menurunkan hujan ke atas bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya, dan Aku akan menghapuskan dari muka bumi segala yang ada, yang Kujadikan itu."Lalu Nuh melakukan segala yang diperintahkan TUHAN kepadanya. Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi. 


Mazmur 29:1-4, 9-10 

Mazmur Daud. Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan! Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar. Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak. Suara TUHAN membuat beranak rusa betina yang mengandung, bahkan, hutan digundulinya; dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: "Hormat!" TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya. 



Markus 8:14-21 

Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti." Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul." "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul." Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"


Renungan

Perbuatan, tindakan, dan pikiran dosa sekali dilakukan akan berkembang terus. Penuh dosa akan berkembang, jika tanah atau lingkungan untuk itu subur. Dosa kemudian menjadi sebuah kebiasaan, sebuah habitus kehidupan, dan tidak dianggap dosa lagi. Itulah yang terjadi pada zaman Nuh seperti dikisahkan Dalam kitab kejadian dalam bacaan pertama pada hari ini, melihat kecenderungan hati manusia yang tidak lagi bisa melihat kebaikan, Allah menurunkan air bah selama 40 hari. Semua manusia dan kehidupan mati, kecuali Nuh dan orang-orang dan semua hewan dan tumbuhan yang di selamatkan dalam bahteranya. Allah membersihkan untuk menumbuhkan Tunas kehidupan yang baru. Nuh Adalah sisa kecil yang setia dan jujur.


Salah satu hal yang menyebabkan kejahatan adalah nafsu puasa Dalam bidang apa saja. Kuasa dan kekuasaan sejatinya adalah sebuah otoritas yang melayani demi kebaikan bersama. Namun ketika menyimpang, maka dia akan menjadi malapetaka. Karena itu Yesus mewanti-wanti para muridnya agar berjaga-jaga, waspada selalu. Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes. orang Farisi dan Herodes adalah simbol kekuasaan agama dan politik ragi adalah ajaran ideologi komunis sistem dan struktur yang mereka gunakan untuk menjalankan kekuasaannya sesuai dengan kepentingannya. Farisi terkenal dengan kemunafikannya, Herodes terkenal dengan kelicikan dan kebengisannya. Hati-hatilah terhadap pengaruh seperti itu.


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 15, 2021

Renungan Senin, 15 Februari 2021

Iri Hati


Kejadian 4:1-15, 25 

Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: "Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN." Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,  tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."

Kata Kain kepada Habel, adiknya: "Marilah kita pergi ke padang." Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. Firman TUHAN kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?" Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.  Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi."

Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku." Firman TUHAN kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapa pun yang bertemu dengan dia. Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya." 


Mazmur 50:1, 8, 16-17, 20-21 


Mazmur Asaf. Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya. Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku? Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku? Engkau duduk, dan mengata-ngatai saudaramu, memfitnah anak ibumu. Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu. 


Markus 8:11-13 

Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga.

Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: "Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda."

Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang. 



Renungan


Kisah adik yang dibunuh kakaknya karena iri hati yang dialami oleh Kain membangkitkan kemarahan dalam dirinya. Tuhan memperingatkan dia untuk menguasai dan mengendalikan kemarahan itu dengan berbuat baik, namun ia tidak melakukannya. Akhirnya iapun jatuh pada dosa pembunuhan. Dosa yang satu mendatangkan dosa yang lain.


Kita tahu bahwa dosa merusak hubungan kita dengan Tuhan. Lalu apa yang harus dilakukan ketika kita sudah terlanjur jatuh ke dalam dosa? Allah kita adalah Allah yang Maharahim, Dia telah mengutus PuteraNya ke dunia untuk menyelamatkan kita. Dia telah mempercayakan kuasa pengampunan kepada para Rasul, dan kuasa yang sama itu diberikan kepada para Imam sebagai wakil Kristus yang dinyatakan dalam Sakramen Tobat (pengakuan dosa). Melalui sakramen ini, kita memperoleh pengampunan, penyembuhan, serta kelembutan kasih kerahiman Allah.


Oleh karena itu, marilah kita dengan rendah hati dan tulus ikhlas melakukan pengakuan dosa secara rutin, mengikuti ibadah dengan sungguh-sungguh yang memberikan kita kekuatan, merenungkan Sabda-Nya, serta berusaha mengendalikan diri dari hal-hal negatif. Rahmat Tuhan selalu cukup bagi kita.


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 14, 2021

Renungan Minggu, 14 Februari 2021

Aku mau, jadilah engkau tahir


Imamat 13:1-2, 44-46 

TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Apabila pada kulit badan seseorang ada bengkak atau bintil-bintil atau panau, yang mungkin menjadi penyakit kusta pada kulitnya, ia harus dibawa kepada imam Harun, atau kepada salah seorang dari antara anak-anaknya, imam-imam itu. maka orang itu sakit kusta, dan ia najis, dan imam harus menyatakan dia najis, karena penyakit yang di kepalanya itu.Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis! Selama ia kena penyakit itu, ia tetap najis; memang ia najis; ia harus tinggal terasing, di luar perkemahan itulah tempat kediamannya.


Mazmur 32:1-2, 5, 11 


Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur! 



1 Kor 10:31-11:1

Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah. Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat. Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. 


Markus 1:40-45 

Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka."Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.


Renungan

Dalam kitab imamat orang yang terkena penyakit kusta dinyatakan bahwa mereka harus dinyatakan najis oleh imam. Orang yang najis harus berpakaian bercabik cabik serta harus tinggal di tempat yang asing.


Dalam injil sangat terlihat jelas bahwa Yesus mau menyembuhkan orang yang berpenyakit kusta.Amanat Yesus untuk mereka yang kista itu adalah agar mereka jangan memberitahukan hal ini kepada siapapun lalu Yesus juga meminta mereka untuk pergi ke Imam dan menunjukkan bahwa sudah tahir. Sebagai bukti pada hukum musa. 


Hal yang bisa kita renungkan bersama dalam benak kita masing-masing yaitu apakah kita juga punya kusta itu karena dosa yang sudah pernah kita lakukan yang tidak berkenan dihadapan Allah? Jika iya maka sudah seharusnya kita datang kepada Yesus untuk memohob belas kasihNya agar kita boleh tahir dan bebas dari belenggu dosa dan relasi kita dengan Tuhan terjalin dengan baik.


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 13, 2021

Renungna Sabtu , 13 Februari 2021

Taat



Kejadian 3:9-24 


Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi." Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." 

Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu." Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:  semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup. Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.


Mazmur 90:2, 6, 12-13 


Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah. di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya TUHAN — berapa lama lagi? — dan sayangilah hamba-hamba-Mu! 


Markus 8:1-10 


Pada waktu itu ada pula orang banyak di situ yang besar jumlahnya, dan karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata:"Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh."Murid-murid-Nya menjawab: "Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?"Yesus bertanya kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" Jawab mereka: "Tujuh." Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur,memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak. Mereka juga mempunyai beberapa ikan, dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan.Dan mereka makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta. 


Renungan


Para rasul di hadapkan pada situasi yang pelik bahkan mustahil, yaitu mereka harus memberi makan 4000 orang. Yang menarik, Tuhan Yesus tidak langsung membuat mukjizat meskipun sebenarnya Ia mampu. Yesus bertanya pada para murid: `berapa roti ada padamu?` seakan Ia bertanya apa yang mereka miliki agar dapat merubah situasi ini. Para murid menjawab dengan jujur, tanpa dalih ataupun menampakkan sikap pesimis.


Kitapun masing-masing mungkin sedang mengalami masa sulit saat ini, baik karena sakit yang tidak kunjung sembuh, masalah pekerjaan, masalah ekonomi, perselisihan dalam keluarga dan lain sebagainya. Daripada sibuk menyalahkan situasi seperti pada bacaan pertama dimana Adam dan Hawa tidak mengakui ketidaktaatan mereka dan saling menyalahkan sehingga mereka diusir dari taman Firdaus, lebih baik kita meneladan para rasul yang datang pada Tuhan dengan jujur. Mereka merendahkan diri dan taat ketika diperintahkan untuk bekerja membagikan roti yang sedikit itu. Mukjizat Tuhan turun atas orang yang rendah hati dan mau melakukan perintah-Nya.


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 12, 2021

Renungan Jumat, 12 Februari 2021

"Efata!"


Kejadian 3:1-8 

Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya. 

Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. 


Mazmur 32:1-2, 5-7 


Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela 

Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak.  


Markus 7:31-37 

Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis.Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah!Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.

Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."


Renungan


Efata : terbukalah! Penyakit dan dosa menyebabkan manusia secara fisik dan batin tertutup. Tertutup kepada yang baik, kepada Tuhan, dan kepada lingkungan fisik dan sosial di sekitarnya. Tuli dan bisu demikian keadaan seseorang yang dibawa kepada Yesus. Orang itu menjadi seperti orang dalam penjara titik Yesus membuka penjara fisik dan batin orang tersebut dan dia berada dalam dunia bebas. Yang menarik adalah Yesus menggunakan ludah. Ludah, Meludahi  sering menjadi ekspresi menghina, mencibir, merendahkan orang. Tetapi, Yesus meludahi untuk menyembuhkan dan memuliakan sesama.


Ucapan Yesus Efata dan tindakanNya meludahi tanah dan mengolesi telinga si tuli adalah juga tindakan menyembuhkan dan melindungi dari kekuatan jahat, si iblis yang selalu menggoda manusia. Godaan setan telah terjadi pada manusia pertama. Setan selalu mau memisahkan kita dari Tuhan dengan cara membuat kita mencurigai perintah Tuhan dan melawannya. Itu yang terjadi pada Adam dan Hawa yang dikisahkan dalam bacaan pertama. Ketika mulut, mata telinga dan hati kita tertutup terhadap Tuhan dan perintahnya, maka kita dengan mudah mengikuti bujukan dan godaan setan. Maka Sabda Yesus hari ini, Efata, terbukalah menjadi sangat penting.


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 11, 2021

Renungan Kamis, 11 Februari 2021

Kasih Tuhan memelihara kita


Kejadian 2:18-25 


TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.


Mazmur 128:1-5 


Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, 



Markus 7:24-30 


Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak."Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.



Renungan


Allah menciptakan penolong manusia yang sepadan dengan dia. Allah mengambil rusuknya saat tertidur dan terciptalah perempuan.  Allah sangat mengasihi mereka  kemudian menempatkannya di tempat yang indah, di Eden. `Eden` artinya kesenangan atau sukacita. Di taman inilah manusia dapat bersenda gurau dan berbicara dengan Allah. Di tempat inilah manusia pertama, Adam, menjalin relasi yang sangat intim dengan Allah. Kehadiran Allah membuat Eden menjadi tempat yang paling aman dan nyaman bagi manusia. Kita seharusnya percaya akan kesaksian penciptaan ini bahwa Allah tidak pernah berhenti mencintai kita.


Ada satu kesatuan! Mereka sederajat dan bersama-sama melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang sama. Namun apakah yang terjadi saat ini dalam hidupku Bagaimana relasiku dengan sesama saudara, teman dsb? Di dalam injil hari ini Tuhan Yesus berkuasa dalam mengusir setan. Seorang perempuan yang meminta agar anaknya boleh disembuhkan maka sembuhlah anak itu. Inilah bukti kasih Tuhan kepada manusia mari kita bersama memohon belas kasih Allah agar bisa memperoleh kasihNya yang sungguh membebaskan kita dari keterpurukan.


Tuhan Yesus Memberkati

Februari 10, 2021

Renungan Kamis, 10 Februari 2021

Nafas Tuhan

Keluaran 2:4-9, 15-17 

kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia. Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya. Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani." Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: "Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?" Sahut puteri Firaun kepadanya: "Baiklah." Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu. Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya. Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur. Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya. Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka.


Mazmur 104:2, 27-30  

berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda, Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya. Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan. Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. 
Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi. 


Markus 7:14-23 

Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."[Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!] Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.
Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan,pencurian, pembunuhan,perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."


Renungan

Setelah Allah memerintah manusia seturut gambar dan rupanya Kim Allah membagi nafasnya sendiri ke dalam badan manusia sebaiknya hidup manusia dapat napas kehidupan dari napas Allah sendiri maka ia bersatu dengan Allah, dan bermitra atau berpartner dengan arah titik Allah menciptakan Taman Eden dan manusia itu ditempatkan di sana Titik artinya manusia bertanggung jawab atas semua ciptaan Allah titik Taman Eden adalah taman manusia menumbuhkan dirinya sebagai kreator Allah. Itulah teman kerja. Akan tetapi selalu ada aturan dan pembatasan Di mana kita bisa saja berada di titik demikianlah kepada manusia alam berikan aturan untuk tidak memakan buah di tengah taman itu.

Menjadi partner Allah berarti orang mengikuti perintah Tuhan titik manusia pasti mampu mendengar kau menerima kau mengerti, dan menjalankan perintah Allah karena ia diciptakan seturut gambar dan rupa Allah serta mendapat nafas kehidupan dari Allah sendiri titik namun, sejak manusia pertama melawan perintah Allah berkaitan dengan buah di tengah Taman sejak itu juga Ia cenderung membuat aturannya sendiri titik Celakanya lagi, dia beranggapan bahwa aturan yang dibuat mu itu berasal dari perintah Allah sendiri titik inilah yang diketahui sudut dalam Injil pada hari ini yang dibicarakan tentang perintah Allah dan adat istiadat manusia titik untuk Yesus yang paling penting apa yang ada dalam hati, batin, dan roh manusia dan bukan apa yang ada di luar atau datang dari luar. Karena itu Yesus berkata, apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menyajikannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskan nya.

Tuhan Yesus Memberkati

Februari 09, 2021

Renungan Selasa, 9 Februari 2021

Perintah Allah harus nomor 1


Kejadian 1:20-31 


Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala."Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian.Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." 

Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.

Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.


Mazmur 8:4-9 


apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan. Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! 



Markus 7:1-13 


Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban yaitu persembahan kepada Allah ,maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya.Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."


Renungan


Sering ada ketegangan antara iman dan kebiasaan hidup sehari-hari antara perintah agama dan aturan di tempat kerja dan jabatan, antara hukum Allah dan perintah manusia, antara perintah Allah dan adat istiadat manusia. Keduanya kadang-kadang sulit didamaikan. Itu yang kita dengar dalam bacaan Injil. Pertanyaannya, mana yang substansial ada yang paling mendasar dan menjadi tiang dalam hidup manusia? Perintah Allah tidak boleh dikesampingkan demi adat istiadat manusia. mendamaikan keduanya adalah yang ideal namun tak selalu gampang. Kemurniaan hati dan keutamaan hidup yang mendatangkan kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat adalah tujuan utama dari semua aturan. Karena itu yang paling penting adalah soal disposisi batin penerima dan pelaksanaan Kedua jenis perintah atau prinsip hidup tersebut.


Kebersihan dan penampilan luar memang penting tetapi yang paling penting adalah hati dan jiwa bening. Karena inilah tujuan semula Allah menciptakan manusia yaitu menjadi serupa dengan Allah manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Allah menciptakan segala sesuatu baik adanya. Dosa manusia merusaknya. Allah dalam diri Yesus Kristus sekolah ya ingin memulihkannya titik kemudian itu mulai dari perubahan hati manusia komandan bukannya dengan menciptakan aturan yang malah membebankan manusia.


Tuhan Memberkati


Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...