Desember 31, 2020

Renungan Kamis, 31 Desember 2020

Firman telah menjadi manusia


1 Yohanes 2:18-21 


Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita,niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.


Mazmur 96:1-2, 11-13 


Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya. 



Yohanes1:1-18


Pada awal mulanya adalah Firman Firman itu ada bersama-sama dengan Allah dan firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh dia dan tanpa dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan dalam dia ada hidup dan Hidup itu adalah terang bagi manusia terang itu percaya dalam kegelapan tetapi kegelapan tidak menguasainya. Datanglah seorang yang diutus Allah Namanya Yohanes Ia datang sebagai saksi untuk memberi Kesaksian tentang terang itu supaya oleh dia semua orang menjadi percaya ia sendiri bukan terang itu tetapi ia harus memberi Kesaksian tentang terang itu terang yang sesungguhnya yang menerangi setiap orang yang sedang datang ke dalam dunia. Terang itu telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikannya tetapi dunia tidak mengenalnya. Dia datang kepada pemilik kepunyaan Tuhan tetapi orang-orang kepunyaannya itu tidak menerimaNya. Tetapi semua orang yang menerima Yesus diberinya Kuasa menjadi anak-anak Allah yaitu mereka yang percaya dalam namaNya orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau daging. Bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita dan kita telah melihat kemuliaan-nya yaitu kemuliaan yang diberikan kepadanya sebagai anak tunggal papa penuh kasih dan kebenaran. Tentang dia Yohanes memberi kesaksian dan berseru Inilah dia yang aku maksudkan Ketika aku berkata sesudah aku akan datang Dia yang telah mendahului aku Sebab Dia telah ada sebelum aku. Karena dari kepunahanNya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih Karunia sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus. Tidak seorang pun pernah melihat Allah Tetapi anak tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa dialah yang menyatakanNya.


Renungan


Pertanyaan mendasar bagi kita adalah Apakah Tuhan itu ada? Keberadaan Tuhan dipertanyakan ditengah penderitaan kekacauan dan peristiwa menyakitkan yang kita alami di dunia ini terlalu banyak orang gagal paham dan menjadi tidak Percaya adanya Tuhan.


Injil Yohanes yang kita dengarkan hari ini berbicara tentang Sabda Allah yang telah menjadi manusia kisah ini mau menggambarkan bahwa Tuhan itu ternyata tidak jauh lagi dari kehidupan kita ya Ada dan menjadi bagian dari kehidupan kita sebagai manusia Apakah hal ini berarti kita akan hidup tanpa beban penderitaan? Kehadiran Yesus sebagai Sabda Allah yang menjadi manusia dan tinggal di antara kita tidak bertujuan untuk mengatasi pergumulan kehidupan yang berat. Iya menjadi manusia untuk memberikan kekuatan itu dan menerangi kita untuk memahami kehidupan ini secara utuh. Yohanes mengatakan bahwa di dalam dia ada hidup dan Hidup itu adalah terang manusia kita menilai Tuhan itu tidak adil bahkan tidak ada karena kita mengartikan penderitaan dan kesulitan hidup sebagai akhir hidup kita. Kita seolah-olah mengeluhkan tidak ada tentang segala sesuatu yang sedang kita miliki.


Injil hari ini mengajak kita untuk tetap percaya bahwa Allah menjadi manusia untuk memberikan kita kekuatan serta menyerang akal budi kita untuk menerima dan menjalani hidup secara utuh.


Tuhan Yesus Memberkati

Desember 30, 2020

Reningan Rabu, 30 Desember 2020

Hana berbicara tentang kanak-kanak Yesus

1 Yohanes 2:12-17 

Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat.Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat. Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.


Mazmur 96:7-10 

Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya! Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi! Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran." 


Lukas 2:36-40

Ketika kanak-kanak Yesus dipersembahkan di bait Allah ada di Yerusalem Seorang nabi perempuan anak Fanuel dari suku Asyer namanya Hana. Iya sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah ia tujuh tahun bersama suaminya, dan sekarang ya sudah janda berumur 84 tahun. Dia tidak pernah meninggalkan bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Pada hari kanak-kanak Yesus dipersembahkan di bait Allah, walaupun datang ke bait Allah dan mengucap syukur kepada Allah serta berbicara tentang karena Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf beserta kanan Yesus ke kota kediaman mereka, yaitu kota nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada padaNya.


Renungan 

Menghabiskan waktu mencari kepuasan duniawi sangat mudah kita lakukan. Kita bahkan bisa menghabiskan waktu itu kita hanya untuk mengejar kepuasan kepuasan duniawi. Maka urusan rohani bisa dipandang sesuatu yang lucu dan ketinggalan zaman. Pada keluar semua pencarian dan pengajaran kita terhadap hal-hal duniawi yang kita jumpai hanyalah kekosongan dan kekurangan batin.


Hari ini kita menjumpai Hana, seorang janda tua berusia 80-an tahun. Hidup Tanpa Suami pada zaman itu tentunya sangat berat. Namun ia meletakkan harapannya pada Tuhan karena tidak menghabiskan waktu waktu hidupnya untuk mencari dan mengejar kepentingan duniawi tetapi mencari ketenangan batin di dalam rumah Tuhan. Ya Setia menantikan kelepasan bukan hanya dari berbagai penderitaan batin nya tetapi juga kelepasan bagi bangsa Israel.


Kita hidup dalam suatu dunia yang mempertontonkan kecenderungan-kecenderungan menghabiskan waktu untuk mengejar harta duniawi. Banyak orang kemudian menjadi stress dan menjalani hari tua yang tidak nikmat, karena harta dunia yang dikejar semasa hidupnya tidak meninggalkan sedikitpun rasa bahagia. Akan tetapi Hana, pada ujung perjalanan hidupnya, menjadi orang yang bersukacita karena berjumpa dengan dia yang dijanjikan untuk membawa kelepasan bagi orang-orang yang mencari damai sejati.


Apa dan siapakah yang kita cari dalam hidup? Hana menunjukkan kepada kita bagaimana hidup ini harus diaktifkan dan di jalan untuk mencari kelepasan dari berbagai belenggu dosa. Ia selalu berada di rumah Tuhan. Apa yang mau ditekankan dalam kesetiaan Hana untuk mencari Tuhan walaupun ia harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan hidupnya di dunia ini. Jika kita selalu mencari dan menantikan Tuhan dalam seluruh perjalanan hidup kita maka kita akan mengakhiri hidup kita di dunia ini sebagai orang berbahagia karena kita berjumpa dengan Yesus yang telah ditentukan Allah Papa untuk membawa kelepasan bagi kita dari belenggu-belenggu duniawi.


Tuhan Yesus Memberkati

















Desember 29, 2020

Renungan Selasa, 29 Desember 2020

 Kristus Cahaya Para bangsa


1 Yohanes 2:3-11 


Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia.Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup. Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar.Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya.Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.


Mazmur 96:1-3, 5-6 


Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! 

Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa. Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa, tetapi TUHANlah yang menjadikan langit. Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya. 


Lukas 2:22-35 


Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."  Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.  Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu:"Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 

— dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri —, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." 


Renungan


Visi atau pandangan orang beriman adalah pengharapan dan keselamatan. Orang yang benar-benar percaya akan penyelenggaraan Ilahi selalu melihat segala sesuatu dari segi pengharapan dan keselamatan. Sabda Tuhan hari ini mendorong kita untuk memilih keselamatan sebagai visi hidup kita.


Setelah menerima dan menatang bayi Yesus yang yang dipersembahkan kepada Tuhan dalam kenisah, Simeon mengungkapkan apa yang diimani dan diharapkan dari bayi Yesus. Simeon melihat Yesus sebagai penyelamat. Visi yang dimiliki oleh Simeon adalah visi orang beriman. Sepanjang hidupnya ia menghabiskan waktunya dalam rumah Tuhan membawa seluruh pengharapan Israel akan datangnya seorang juru selamat. Tuhan menunjukkan apa yang menjadi Penantian dan harapan orang beriman ini. Iya boleh mengakhiri hidupnya setelah menerima dan menantang Yesus dalam tangannya. Sikap Iman inilah yang memungkinkan simian melihat keselamatan dan pengharapan bagi seluruh bangsa manusia.


Email menunjukkan kepada kita bagaimana membangun visi hidup iman kita. Ia mengabdikan hidupnya hanya kepada Tuhan dan Tuhan mencapai harapan orang beriman. Jika kita membangun semangat iman dalam seluruh hidup dan karya kita maka Tuhan akan menyatakan dirinya kepada kita dalam berbagai cara. Jika kita membangun iman yang benar kepada Tuhan maka apa yang kita katakan dan lakukan akan membawa pengharapan dan keselamatan bagi sesama. Sebagai orang beriman kita perlu memperkaya iman kita dalam Tuhan.


Tuhan Yesus Memberkati

Desember 28, 2020

Renungan Senin, 28 Desember 2020

 Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan


1 Yohanes 1:5-2:2


Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran.Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita. Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.



Mazmur 124:2-5, 7-8 


jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita; maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir melingkupi diri kita, maka telah mengalir melingkupi diri kita air yang meluap-luap itu. Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kita pun terluput! Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.


Matius 2:13-18 


Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia." Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku." Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: "Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat sedih; Rahel menangisi anak-anaknya dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi." 


Renungan


Dalam bacaan 1 Yohanes kita diingatkan bersama bahwa Allah Adalah terang dan tidak ada kegelapan di dalam Tuhan. Kita adalah anak-anak terang maka sudah seharusnya kita mau bertobat untuk mengakui segala dosa kita di hadapan Tuhan. Jika kita mau bertobat pasti Tuhan akan mengampuni dosa kita dan kita boleh disucikan melalui Kristus sang penyelamat kita.


Injil hari ini menunjukkan peristiwa yang sangat mengejutkan dimana Yusuf harus pergi ke mesir untuk misi penyelamatan. Karena di betlehem Herodes mengamuk dan membunuh semua bayi dari pemberitaan orang majus. Di sinilah peran Allah Bapa menyelamatkan sang Putra agar pergilalu tinggal di Mesir agar terbebas dari pembunuhan. Penyertaan Tuhan sungguh nyata dan ajaib dirasakan oleh keluarga Yusuf bersama sang putra Allah yaitu Yesus. Sikap ketaatan kepada Tuhan ini boleh kita teladani agar Tuhan senantiasa menjaga ,menyertai dan melindungi kita di dalam mengarungi perjalanan hidup di dunia.


Tuhan Yesus Memberkati


Desember 27, 2020

Renungan Minggu, 27 Desember 2020

Hadirat Tuhan


Kejadian 15:1-6; 21:1-3


Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."Abram menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu."Lagi kata Abram: "Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku."Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu."Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.   TUHAN memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya. Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya. Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya. 



Mazmur 105:1-9 


Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! Ingatlah perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan-Nya, mujizat-mujizat-Nya dan penghukuman-penghukuman yang diucapkan-Nya, hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya! Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak; 



Ibrani 11:8, 11-12, 17-19 


Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya. 

Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,

walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu."  

Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.


Lukas 2:22-40 


Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, 

yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 

— dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri —, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. 


Renungan


Ketika Abraham mengalami kekuatiran  Tuhan datang berfirman :  Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar." Tuhan menegaskan bahwa Dialah perisai bagi Abraham. Allah adalah perisai dalam menghadapi persoalan apapun di dunia ini.


Di dalam kehidupan keluarga, banyak hal membuat kita kuatir dan cemas: orang tua sakit keras, anak, saudara yang kelakuan yang buruk, pekerjaan, biaya hidup, dan lain sebagainya. Namun apakah kita sudah mencari wajah Allah dan kekuatan-Nya? Pemazmur melihat berkat Tuhan dalam kehidupan yang lampau. Demikian pula Abraham menyaksikan karya Tuhan dalam hidupnya dan ia terus percaya bahwa Allah akan melanjutkan perkerjaan yang telah dimulai, meskipun kelihatan ada hambatan, tetapi perbuatan Tuhan ajaib dan Ia tidak melupakan apa yang telah dijanjikan.


Kita diajak untuk mencari wajah Allah dan kekuatanNya. Ini berarti kita hidup di hadirat-Nya dan mengandalkan Dia setiap saat. Hidup di hadirat-Nya akan membuat kita melihat dengan jernih apa yang Tuhan kehendaki, rancangan dan jalan-jalan-Nya.

Kita mengingat karya-karya Allah yang membuat kita yakin bahwa Dialah sungguh perisai dan penyelamat kita.


Tuhan Yesus Memberkati

Desember 26, 2020

Renungan Sabtu, 26 Desember 2020

Karunia Iman


Kisah Para Rasul 6:8-10; 7:54-59


Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak.Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini — anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria — bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara. Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." 


Mazmur 31:3-4, 6, 8, 16-17 


Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN. dan tidak menyerahkan aku ke tangan musuh, tetapi menegakkan kakiku di tempat yang lapang.  Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! TUHAN, janganlah membiarkan aku mendapat malu, sebab aku berseru kepada-Mu; biarlah orang-orang fasik mendapat malu dan turun ke dunia orang mati dan bungkam. 


Matius 10:17-22 


Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.


Renungan


Stefanus mendapatkan karunia dari Allah sehingga bisa mengadakan mukjizat dan tanda kehadiran Allah. Tetapi banyak orang Yahudi yang menggertakkan gigi dan tidak suka akan karya stefanus, sehingga stefanus harus dianiaya karena bersaksi tentang Roh Kudus.


Injil hari ini mengingatkan kita agar waspada terhadap orang yang tidak mengenal Allah karena mereka bisa saja menggerogoti iman kita. Dengan cara yang jahat kita akan diuji iman kita kepada Allah. Tetapi patut bersyukur karena selama kita memiliki iman yang terus kuat dan tetap bertahan untuk memilih jalan Tuhan sampai kesudahannya pasti akan diselamatkan oleh karena kasihNya yang besar.


Tuhan Yesus Memberkati



Renungan Selasa, 26 Januari 2021

Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit


2 Tesalonika 1:1-8

Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus.Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu,sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita:suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu. Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.


Mazmur 96:1-3, 7-8, 10

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa. Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya! Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran." 


Lukas 10:1-9 

Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.Janganlah berpindah-pindah rumah.Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.


Renungan

Seperti padi yang sudah Bernas dan segera harus dituai, begitu pula ladang Tuhan membutuhkan pekerja. Karena itu, Yesus mengutus 70 murid untuk pergi memberitakan bahwa kerajaan Allah telah tiba. Sifat pelayanan itu mendesak dan penuh bahaya, maka mereka harus waspada, karena mereka bagaikan anak domba yang diutus ke tengah-tengah Serigala. Begitu pentingnya misi itu, segala sesuatu yang mengakibatkan penundaan, harus diabaikan karena mereka harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Mereka juga tidak boleh memusingkan diri dengan segala keperluan yang harus mereka bawa.


Meskipun tampaknya pengorbanan mereka begitu besar, belum tentu tanggapan yang akan mereka terima selalu menyenangkan. Ada kalanya mereka akan mengalami penolakan yang mengecewakan. Namun demikian, mereka harus tetap memberitakan Kerajaan Allah dan juga menyembuhkan orang sakit. Bila ditolak, haruslah diucapkan suatu peringatan mengenai hukum Allah. Yang amat menggembirakan adalah bahwa Yesus menyiratkan betapa berarti dan Mulianya penugasan itu, karena penerima terhadap mereka diidentikkan dengan penerimaan terhadap Allah sendiri.


"Barangsiapa mendengarkan kamu ia mendengarkan Aku dan Barangsiapa menolak kamu ia menolak Aku dan yang menolak Aku ia menolak Dia yang mengutus Aku." Inilah Puncak penugasan sekaligus jaminan bahwa Yesus selalu menyertai kita dan GerejaNya. Meskipun terbayang ancaman dalam menjalani tugas ini namun penyertaan dan dukungan dari Tuhan Yesus kiranya menghilangkan keraguan kita. Sebagai orang beriman, kita adalah para Utusan itu. Sudahkah kita melaksanakan dengan gembira atau malah pura-pura tidak mengerti?


Tuhan Yesus memberkati.

Desember 25, 2020

Renungan Jumat, 25 Desember 2020

Lahirnya Juru Selamat


Yes 62: 11-12 


Sebab inilah yang telah diperdengarkan TUHAN sampai ke ujung bumi! Katakanlah kepada puteri Sion: Sesungguhnya, keselamatanmu datang; sesungguhnya, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Orang akan menyebutkan mereka "bangsa kudus", "orang-orang tebusan TUHAN", dan engkau akan disebutkan "yang dicari", "kota yang tidak ditinggalkan". 


Mazmur 97:1, 6, 11-12 


TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita!  Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus. 



Titus 3:4-7 


Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.


Lukas 2:1-14 


Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, — karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud --

supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." 



Renungan


Satu kata yang bisa mengubah dunia. Kata-kata memiliki kekuatan untuk mengubah segala sesuatu. Jika kata itu benar dan baik maka ada potensi untuk mengubah sesuatu yang salah dan tidak baik menjadi benar dan baik. Sebaliknya jika kata itu salah maka kata Ibu memiliki potensi untuk mengubah segala sesuatu menjadi buruk.


Hari ini kita merayakan kekuatan kata-kata (sabda) Allah dalam mengubah sejarah hidup manusia. Yesus disebut Yohanes sebagai Firman Sabda dan kata-kata Allah yang telah menjadi manusia. Sebagai Sabda Allah Yesus sudah ada sebelum dunia dijadikan dan dia adalah Allah sendiri. Jenis Apa itu telah menjadi nyata dalam seorang pribadi Yesus Kristus. Sebagai seorang pribadi Yesus disebut sebagai terang dan hidup yang datang untuk menerangi kegelapan hidup manusia. Yesus memiliki kekuatan mengubah kehidupan dunia karena Ia memiliki kuasa dalam kata-kata dan tindakanNya. Itulah kekuatan kata Allah yang telah menjadi manusia untuk mengubah kita dari keadaan tidak selamat karena dosa kepada keadaan selama karena belas kasih Allah dan pengampunanNya.


Hari raya Natal pertama-tama adalah perayaan Allah memenuhi janji-janjinya untuk menyelamatkan kita melalui kata-katanya yang pernah dinubuatkan oleh para nabi. Hanya dengan satu kata yaitu Yesus Allah telah menyelamatkan umat manusia yang berada di bawah kutukan dosa Adam. Meskipun kehadiran nyata Allah dalam diri Yesus tidak diterima semua orang Allah tidak mengubah rencana keselamatan atas umatNya.


Semoga kita yang telah diubah oleh Yesus Sabda Allah telah menjadi manusia berjuang untuk tetap menjadi kata-kata Allah yang bertabur dalam tidurmu untuk menebarkan kebaikan dan cinta kasih. Perayaan natal mendorong kita untuk menggunakan kata-kata yang baik dan positif untuk mewujudkan dalam tindakan-tindakan kasih yang dapat menyelamatkan banyak orang.


Tuhan Yesus Memberkati


Desember 24, 2020

Renungan Kamis, 24 Desember 2020

 Terpujilah Tuhan, Allah Israel


2 Samuel 7:1-5, 8-12, 16 


Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling, berkatalah raja kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda."Lalu berkatalah Natan kepada raja: "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau." Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu. 

Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya." 



Mazmur 89:2-5, 27, 29 


Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus. Aku pun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi. Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit. 


Lukas 1:67-79 


Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya: "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya, Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu, — seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus — untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita, untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus, yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita, supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita. Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya, untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka, oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, 

untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."


Renungan


Tuhan telah memberikan keamanan bagi umat kesayangan. DijagaNya terus menerus dan memberkati selalu umatNya menjadi bangsa yang kokoh. Penjaminan yang diberikan Tuhan dirasakan oleh umatNya.



Misteri Inkarnasi Kristus bisa membawa kita memahami Allah yang tak kelihatan, menjadi kelihatan dalam tubuh Yesus Kristus. Jadi, tubuh berfungsi untuk menghadirkan Allah. Ketika orang banyak berjumpa dengan Yesus, mereka berjumpa dengan kasih Allah, kebijaksanaan Allah, kuasa Allah, dan seterusnya.


Zakharia yang merupakan orang tua dari Yohanes Pembaptis memuji Tuhan dengan segenap hati dan bersukaria. Karena kehadiran putraNya memberikan jalan bagi kedatangan Mesias. Ungkapan syukur dan penuh sukacita ini patut kita teladani sebagai umat beriman kristiani.


Tuhan Yesus Memberkati



Desember 23, 2020

Renungan Rabu, 23 Desember 2020

Nama Yohanes Pembaptis


Maleakhi 3:1-4,4:5-6


Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.  Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.  Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.


Mazmur 25:4-5, 8-10, 14 


Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya. TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka. 


Lukas 1:57-66


Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan mereka pun heran semuanya.

Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.


Renungan


Pemilihan dan pemberian nama seorang bayi dianggap penting oleh hampir semua keluarga. Nama bisa mengungkapkan kepribadian seseorang. Selain itu, nama seseorang bisa menunjukkan Siapa orang tua dari anak itu, asal suku dan asal keluarga. Satu nama dapat merangkum identitas seseorang. Maka wajarlah kalau penamaan terhadap seseorang itu menjadi pergumulan setiap orang tua.


Lahirnya Yohanes pembaptis adalah anugerah yang paling besar bagi Zakaria dan Elizabeth. Persoalan yang timbul sesudahnya adalah Siapakah nama anak ini? Bagi orang Yahudi nama itu harus diambil dari garis keturunan ayah. Kebiasaan itu membuat banyak orang begitu Gampang berpikir bahwa nama anak itu akan diambil dari ayahnya. Namun Elizabeth dan Zakaria yang mendapat karunia Allah sadar bahwa mereka bukanlah asal anak ini, Yohanes yang berarti pemberian Allah adalah nama yang tepat menurut kedua orang tuanya karena dia adalah pemberian Allah di usia tua kedua orang tuanya. Suatu perjuangan yang berat untuk melawan tradisi dan budaya namun keyakinan Elizabeth dan Zakaria tidak digoyahkan oleh budaya buatan manusia. Nama ini kemudian menimbulkan pertanyaan banyak orang menjadi Apakah anak ini nanti? Yohanes memang dipilih Allah sebagai Perintis Jalan bagi kedatangan Yesus sang juru selamat. Iya memberi arti pada namanya sebagai pemberian Allah untuk keselamatan banyak orang.


Setiap kita sudah direncanakan Allah sejak awal mula. Sebagai orang berbudaya kita memiliki nama warisan yang mengungkapkan akar kehidupan kita. Kita berasal dari suku tertentu dengan budaya tertentu pula namun nama baptis memberi makna baru bagi kita bahwa kita ini adalah anak-anak Allah. Sebagai orang yang dibaptis kita perlu terus menyadari rencana Allah atas diri kita dan berjuang menghidupi identitas kita sebagai anak-anak Allah keluarga Allah.


Tuhan Yesus Memberkati


Renungan Rabu 20 Januari 2021

"Mari, berdirilah di tengah!"


Ibrani 7:1-3, 15-17 


Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. Dan hal itu jauh lebih nyata lagi, jikalau ditetapkan seorang imam lain menurut cara Melkisedek,  yang menjadi imam bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa. Sebab tentang Dia diberi kesaksian: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."  


Mazmur 111:1-4 


Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang. 


Markus 3:1-6 


Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!"Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.


Renungan


Setiap perbuatan baik belum tentu bisa diterima oleh semua orang. Ini terjadi juga pada perbuatan baik yang telah dilakukan Yesus menyembuhkna orang sakit pada hari sabat. Di situ Yesus pun juga mau meluruskan atau memberikan bimbingan bahwa hari sabat atau yang dikatakan hari kudus Tuhan adalah hari yang sudah seharusnya melakukan perbuatan baik dalam bentuk kasih.


Sikap orang farisi yang bersekongkol dengan orang Herodian untuk membunuh Yesus. Merupakan hati yang iri dan diliputi pikiran jahat sehingga menolak hal yang baik. Mari kita refleksikan dalam hidup kita sehari-hari apakah kita sering menolak ketika diminta orang tua melakukan hal yang baik karena menurut kita itu merepotkan? Semoga hati kita dijauhkan dari sikap sombong dan mau terus belajar rendah hati menerima anugrah Tuhan yang nyata setiap hari.


Tuhan Yesus Memberkati



Desember 22, 2020

Renungan Selasa, 23 Desember 2020

Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku


1 Samuel 1:24-28 


Setelah perempuan itu menyapih anaknya, dibawanyalah dia, dengan seekor lembu jantan yang berumur tiga tahun, satu efa tepung dan sebuyung anggur, lalu diantarkannya ke dalam rumah TUHAN di Silo. Waktu itu masih kecil betul kanak-kanak itu. Setelah mereka menyembelih lembu, mereka mengantarkan kanak-kanak itu kepada Eli; lalu kata perempuan itu: "Mohon bicara tuanku, demi tuanku hidup, akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini dekat tuanku untuk berdoa kepada TUHAN. Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya. Maka aku pun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN." Lalu sujudlah mereka di sana menyembah kepada TUHAN. 


1 Samuel 2:1, 4-8 


Lalu berdoalah Hana, katanya: "Hatiku bersukaria karena TUHAN, tanduk kekuatanku ditinggikan oleh TUHAN; mulutku mencemoohkan musuhku, sebab aku bersukacita karena pertolongan-Mu. Busur pada pahlawan telah patah, tetapi orang-orang yang terhuyung-huyung, pinggangnya berikatkan kekuatan. Siapa yang kenyang dahulu, sekarang menyewakan dirinya karena makanan, tetapi orang yang lapar dahulu, sekarang boleh beristirahat. Bahkan orang yang mandul melahirkan tujuh anak, tetapi orang yang banyak anaknya, menjadi layu. TUHAN mematikan dan menghidupkan, Ia menurunkan ke dalam dunia orang mati dan mengangkat dari sana. TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan. 



Lukas 1:46-56 


Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya. 


Renungan


Ilmu yang lengkap tentang hidup adalah ilmu agama. Dalam ilmu agama kita belajar moral yang baik, kepribadian yang baik, kehidupan politik yang santun dan bermartabat. kita belajar tentang keadilan ekonomi dan keadilan hukum dan kerja keras untuk kelangsungan hidup.  Agama mengajarkan kehidupan yang utuh sebagai manusia baik dalam hubungan dengan Tuhan maupun dengan sesama dan alam ciptaan. Jika iman kita baik maka kehidupan kita pun akan baik.


Maria adalah gadis desa yang mungkin saja tidak pernah mengecap pendidikan formal. Ia juga tidak menyandang gelar akademis, namun kalau menyimak nyanyian pujian Maria, kita bisa melihat tingkatan pengetahuan Maria yang begitu tinggi tentang hidup yang mengerti politik kehidupan sosial dan kehidupan ekonomi. Dalam nyanyian pujian nya Maria melakukan karya Allah yang melakukan perubahan besar dalam kehidupan manusia.


Pertama revolusi sosial orang-orang yang angkuh akan dicerai beraikan, maka dalam hidup jangan angkuh dan sombong. Kedua revolusi politik orang-orang yang berkuasa akan diturunkan dan orang-orang yang rendah akan ditinggikan maka dalam hidup. Jangan tamak akan kekuasaan ketika revolusi ekonomi orang lapar dikenyangkan dan orang kaya diusir pergi dengan tangan hampa, maka janganlah bermegah atas kekayaan dan menimbun kekayaan untuk diri sendiri. Secara intuitif Maria memahami kehidupan dan perubahan yang akan dikerjakan oleh Tuhan dalam kehidupan manusia lainnya. Ini mengingatkan kita untuk membangun kehidupan yang utuh dan benar dihadapan Allah dan di hadapan sesama manusia.


Allah mengangkat Maria untuk menjadi ibu yang melahirkan keselamatan tanpa gelar pendidikan tertentu. Hal ini tentunya bukan ajakan untuk meninggalkan pendidikan formal tetapi merupakan ajakan agar iman kita kepada Tuhan semakin teguh dan kita diajak untuk percaya bahwa Allah yang bisa membuat perubahan dalam kehidupan kita, baik di dunia ini maupun di akhirat berimanlah dalam pendidikan dan karya.


Tuhan Yesus memberkati


Desember 21, 2020

Renungan Senin, 21 Desember 2020

Kunjungan Maria

Kidung Agung 2:8-14 

Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit. Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi. 
Kekasihku mulai berbicara kepadaku: "Bangunlah manisku, jelitaku, marilah! Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu. 
Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita. Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah! Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!" 


Mazmur 33:2-3, 11-12, 20-21  

Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai! tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun. Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri! Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita! Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya. 


Lukas 1:39-45 

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?  Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." 

Renungan

Setiap pertemuan orangtua atau kawan menjadi sesuatu yang amat penting dalam kehidupan kita. Dalam Injil hari ini,  Maria sebagai Bunda Tuhan datang mengunjungi Elisabet saudarinya, memberikan sukacita dan kegembiraan yang tak terkatakan. Sebuah perjumpaan sangat mengharukan sekaligus menguatkan dan meneguhkan iman. Perjumpaan Bunda Maria dan Elisabet memberikan suatu nilai dan arti bagi kita, bahwa kehadiran kita sungguh bernilai dan berharga bagi orang-orang yang ada disekitar kita.

Kita semua dipanggil untuk bertindak secara langsung dengan memberikan kasih, rasa damai, memberikan dukungan seperti kasih yang kita berikan terhadap orang tua dan sahabat dalam kehidupan kita. Melalui kasih yang ditunjukkan oleh Maria kepada Elisabet, semoga membuat kita dapat belajar untuk memiliki kasih yang sama pula terhadap orang-orang yang ada disekeliling kita.

Setiap orang adalah milik Tuhan dan mereka juga bagian dari tanggung jawab kita sebagai anak-anak Allah, sebagaimana Dia telah memberikan diri-Nya bagi kita, maka sudah selayaknya kitapun memberikan diri bagi orang lain yaitu hadir secara penuh bagi mereka. Dan meneladani apa yang sudah dilakukan Maria.

Tuhan Yesus Memberkati


Desember 20, 2020

Renungan Minggu, 20 Desember 2020

Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu


2 Samuel  7:1-5,8-12,14,16


Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling, berkatalah raja kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda." Lalu berkatalah Natan kepada raja: "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau." Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."


Mzm 89:2 -5,27-29


Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku: Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus. Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi. Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit.


Roma 16:25 -27


Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, ?menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman? bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.


Luk 1:26-38


Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.


Renungan


Rencana Allah dalam karya penyelamatan manusia sudah ditetapkan sejak dulu kala. Kisah nabi Natan yang mana mendapat mandat dari Tuhan untuk membangunkan tempat Kediaman Allah. Dalam perjalanannya Tuhan senatiasa menyertai, membimbing dan melindungi umat kesayangannya


Dalam injil hari ini kita mengingatkan kita akan sikap Maria yang sudah ditentukan Allah menjadi tempat lahirnya sang penyelemat. Dalam perjalanan menemui elisabet saudarinya disambut dengan "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria sempat terkejut apa arti salam itu lalu diperjelas oleh Malaikat Gabriel dengan berkata "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus" setelah itu Maria semakin bingung karena dirunya belum bersuami harus mengandung. 

Malaikatpun menjawab " Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah." Lalu maria dengan sikap kepasrahannya mengatakan Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.

Inilah teladan sikap maria yang siap akan rencana Tuhan atas dirinya. Semoga kita semua bisa dan mau belajar tunduk akan rencana Allah dalam diri kita.


Tuhan Yesus Memberkati



Desember 19, 2020

Renungan Sabtu, 19 Desember 2020

Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang


Hakim-hakim 13:2-7, 24-25 


Pada waktu itu ada seorang dari Zora, dari keturunan orang Dan, namanya Manoah; isterinya mandul, tidak beranak.Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: "Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram.Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin."  Kemudian perempuan itu datang kepada suaminya dan berkata: "Telah datang kepadaku seorang abdi Allah, yang rupanya sebagai rupa malaikat Allah, amat menakutkan. Tidak kutanyakan dari mana datangnya, dan tidak juga diberitahukannya namanya kepadaku. Tetapi ia berkata kepadaku: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; oleh sebab itu janganlah minum anggur atau minuman yang memabukkan dan janganlah makan sesuatu yang haram, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya, anak itu akan menjadi seorang nazir Allah." Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia. Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol. 



Mazmur 71:3-6 


Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku; sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku. Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik, dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam. Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan, kepercayaanku sejak masa muda, ya ALLAH. Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan, Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku; Engkau yang selalu kupuji-puji. 


Lukas 1:5-25 


Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."  Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang." 


Renungan


Tidak ada yang mustahil di mata Tuhan. Apa yang dalam pandangan manusia tidak mungkin, hal itu menjadi mungkin di hadapan Tuhan. Ini soal iman dan keyakinan bahwa Tuhan berkenan melakukan lebih dari yang dapat dianalisa oleh kemampuan manusiawi kita. Mungkin ini adalah salah satu makna dari iman yakni percaya bahwa diluar batas kemampuan kita Tuhan berkenan melakukan hal yang lebih.


Tuhan berkenan menghapus aibku di depan orang, itulah ungkapan Iman Elizabeth setelah tahu bahwa dirinya ternyata mengandung pada usia senja. Bagi Elizabeth dan Zakaria, hal yang mereka alami ini adalah bukti bahwa Tuhan berkenan melakukan lebih dari sekedar yang dipahami oleh manusia. Bagaimana tidak? Mereka hampir saja mendapatkan aib di depan banyak orang.  karena pada usia mereka, mereka belum juga mendapatkan keturunan. dalam budaya mereka tidak punya anak adalah aib yang besar. Maka ketika Elizabeth mengandung bagi mereka tidak ada yang mustahil di mata Tuhan. Namun perlu kita sadari bahwa peristiwa yang dialami oleh keluarga ini bukan sekedar Tuhan mau menunjukkan kebesarannya untuk menyenangkan mereka atau sekedar menghapus aib mereka di depan orang. Peristiwa ini sekaligus mau menunjukkan bahwa Tuhan memberikan berkat bagi keluarga ini untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Sebagaimana yang dikatakan oleh malaikat Gabriel kepada Zakaria, bahwa anak yang dikandung oleh Elisabeth ini akan menjadi bentara Kristus. Iya akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan Jalan bagiNya. Iya juga ditentukan untuk mengembalikan umat manusia ke jalan yang benar.


Tuhan menyatakan berkat dalam hidup kita agar berkat itu menjadi berkat bagi banyak orang. Yohanes lahir untuk menyelamatkan orang tuanya dari aib yang besar dan juga Ia lahir untuk menyiapkan Jalan Bagi Tuhan. Bukan untuk menyenangkan kita maka ia melakukan mujizat dalam kehidupan kita. Bukan sekadar untuk menunjukkan kuasanya maka ia bertindak melampaui batas batas Nalar kita. Ia berkenan melakukan lebih dari sekedar yang kita pahami agar perbuatan-perbuatan besar itu menjadi berkat bagi banyak orang.


Tuhan Yesus Memberkati

Desember 18, 2020

Renungan jumat, 18 Desember 2020

 Imanuel


Yeremia 23:5-8

Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN-keadilan kita. Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah mencerai-beraikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri."


Mazmur 72 : 1-2,12-13,18-19

Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin. Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang diri! Dan terpujilah kiranya nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin. 


Matius 1:18-24

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" — yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya


Renungan


Dalam melakukan atau menjalani sesuatu pertimbangan rohani harus lebih kuat daripada berbagai kecemasan dan ketakutan duniawi pertimbangan rohani mengandaikan keterbukaan untuk melihat kehendak Allah yang ingin dinyatakan kepada kita melalui pekerjaan atau peristiwa tertentu.

Ketika tahu bahwa Maria telah mengandung sebelum pernikahan mereka Yusuf berusaha Berencana untuk melarikan diri dari persoalan itu alasan yang mungkin sangat mendasar Dalam pertimbangan setiap ini adalah takut kehilangan mukanya karena kehamilan Maria ini di sini menggunakan pertimbangan duniawi namun Allah menyatakan dirinya dalam mimpi dan meyakinkan Yusuf bahwa Maria mengandung dari Roh Kudus untuk melahirkan sang juruselamat dunia pertimbangan Yusuf yang pada mulanya sangat dikuasai oleh sakit duniawi akhirnya dikalahkan oleh pernyataan diri Allah dalam mimpi itu kemudian melakukan apa yang dikehendaki oleh Tuhan mengambil Maria sebagai istrinya pergulatan seringkali menjadi pergulatan kita juga kadang kita tidak mau melakukan sesuatu yang benar dan tidak mau menjalankan kehamilan hidup tertentu karena kita dikuasai oleh alasan-alasan yang sangat duniawi Seperti takut kehilangan muka takut tidak memiliki ilmu dan itu takut menderita dan sebagainya.

Kita perlu membangun keyakinan bahwa Tuhan tidak pernah meminta kita untuk melakukan sesuatu yang baik dan benar untuk mempermalukan kita atau membuat kita menderita pekerjaan apapun walaupun tampak tidak layak dan hina mengandung nilai rohani yang hendak Allah sampaikan kepada kita maka kita semestinya tidak takut untuk menjalani sesuatu karena Tuhan memakai kita untuk melahirkan keselamatan bagi dunia ini jalani Dan lakukanlah segala sesuatu dengan tulus dan rendah hati karena Tuhan punya maksud tertentu ketika ia mempercayakan segala sesuatu kepada kita untuk dilakukan.


Tuhan Yesus Memberkati

Desember 17, 2020

Renungan kamis ,17 Desember 2020

Keselamatan Allah Bagi semua orang


Kejadian 49:2,8-10

Berhimpunlah kamu dan dengarlah, ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israel, ayahmu. Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu. Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya? Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa. 

Mazmur 72:1-4,7-8,17

Dari Salomo. Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum! Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa, dan bukit-bukit membawa kebenaran! Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras! Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi! Biarlah namanya tetap selama-lamanya, kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari. Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia. 

Matius 1:1-7

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa.

 

Renungan

Keberadaan seseorang di dunia ini selalu atas dasar alasan tertentu setidaknya Tuhan adalah alasan mengapa kita ada ada dan hidup di dunia ini melalui keturunan kakek nenek serta orang tua kita diperkenankan Tuhan lahir di dunia ini.

Hari ini Jerman berbicara tentang silsilah Yesus Kristus sederetan nama mulai dari waktu pembuangan di Babel sampai sesudah pembuangan Babel Inggris Kristus mengungkapkan beberapa kebenaran Iman pertama silsilah Yesus Kristus berbicara tentang secara spiritual umat manusia bahwa kelahiran semua umat manusia adalah sejarah penciptaan yang dirancang oleh Allah sendiri silsilah kelahiran Yesus tersusun dalam sejarah perjalanan bangsa Israel mulai dari pembuangan akibat dosa mereka sampai pada kembalinya mereka dari pembuangan hingga Yesus Kristus sebagai penebus salah dan dosa umat manusia 

ke-2 silsilah Yesus Kristus ini berbicara tentang sejarah terwujudnya mimpi seluruh umat manusia Yaitu keselamatan kelahiran Yesus yang berasal dari keturunan Daud adalah perwujudan mimpi itu maka silsilah Yesus Kristus ini menyadarkan kita bahwa Tuhan masuk hidup dan berada dalam seluruh cara hidup manusia untuk mengembalikan wajahnya yang tercoreng oleh kelemahan-kelemahan Kita perjalanan hidup kita bukanlah sebuah kebetulan Tuhan bekerja sejarah manusia untuk menyelamatkan manusia sebagai orang beriman kita perlu siap dipakai Tuhan untuk meneruskan warta keselamatan Allah bagi semua orang.

Tuhan Yesus Memberkati

Desember 16, 2020

Renungan Rabu, 16 Desember 2020

Jangan menangis!


Yesaya 45:6-8, 18, 21-25 

supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini. Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas, dan baiklah awan-awan mencurahkannya! Baiklah bumi membukakan diri dan bertunaskan keselamatan, dan baiklah ditumbuhkannya keadilan! Akulah TUHAN yang menciptakan semuanya ini."  Sebab beginilah firman TUHAN, yang menciptakan langit, — Dialah Allah — yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, — dan Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia membentuknya untuk didiami —: "Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain. Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa, sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN. Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu, tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah di dalam TUHAN." 


Mazmur 85:9-14

Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan? Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman. Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit. Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan. 


Lukas 7:9-23 

Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" WwDan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali. Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya. Ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala peristiwa itu dari murid-muridnya, ia memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?" Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: "Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?" Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta. Dan Yesus menjawab mereka: "Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku."


Renungan


Hidup tidak perlu dibuktikan dengan kata-kata alasannya adalah kata-kata itu menimbulkan multitafsir dan bisa dimanipulasi atau memanipulasi kenyataan maka jika kita mau membuktikan hidup kita lakukanlah secara tulus dan adil dan jika membuktikan kehidupan orang lain Lihatlah apa yang ia kerjakan.

Yohanes menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus soal Apakah Iya dinantikan ataukah ada orang lain yang lagi harus mereka nanti kan. Sebagai jawaban Yesus meminta murid-murid Yohanes untuk menyampaikan kepada Yohanes apa yang mereka dengar dan apa yang mereka lihat Yesus menunjuk pada apa yang telah ia lakukan yakni menyembuhkan banyak orang dan mengusir banyak setan pekerjaan-pekerjaan yang ia lakukan adalah bukti bahwa dialah yang dinantikan sebagai penyelamat jika kita melihat semua pekerjaan baik yang dilakukan Yesus itulah alasan kita untuk percaya bahwa dialah Mesias utusan Allah dialah utusan Allah dan ia telah melakukan apa yang dikehendaki Allah jika ia hanya duduk berkotbah dan memerintah selalu menegaskan bahwa dialah utusan Allah mungkin kita perlu melakukan bahkan boleh menolaknya namun Yesus tidak berlagak Bos ia bukan tipe pembuat renungan tentang semua pekerjaan baik yang dibayangkan saja ia bukan tipe orang yang duduk dan membuat program untuk mencari dana atau menjual orang orang menderita untuk mendapatkan materi kehadirannya di tengah-tengah umat manusia telah membawa perubahan hidup yang besar karena Ia memang melakukan karya-karya baik Yesus membuktikan dirinya sebagai utusan Allah yang harus kita nantikan melalui karya-karya Bela Rasa terhadap kemanusiaan.

Seringkali dalam hidup kita tergoda untuk menegaskan siapa diri kita dengan berbagai macam kebohongan dan kemunafikan kita juga sering mau membuktikan bahwa kita ini pelayan Tuhan dan sesama dalam berbagai program namun sesungguhnya kita tidak melibatkan Bela Rasa kita untuk benar-benar menyalurkan rahmat dan berkat Allah bagi sesama Yesus mengajak kita untuk membuktikan diri kita dengan melakukan pekerjaan-pekerjaan baik yang telah ia lakukan.



Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...