Januari 31, 2021

Renungan Minggu, 31 Januari 2021

Otoritas Allah


Ulangan 18:15-20 

Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati. Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.


Mazmur 95:1-2, 6-9 

Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku. 

1 Korintus 7:32-35 

Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya, dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya. Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.

Markus 1:21-28 

Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!"Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea. 

Renungan

Setelah Yesus memanggil murid-muridnya, Yesus mengajak mereka ke rumah ibadat. Di sana Yesus mengajar dan terlihat berkuasa. Kita tidak tahu isi pengajaran Yesus, tetapi Markus menjelaskan bahwa Ia mengajar tidak seperti ahli-ahli Taurat. Ahli Taurat adalah guru yang mengajar hukum-hukum yang tertulis dalam Perjanjian Lama. Otoritas ahli Taurat diterima masyarakat Berdasarkan tradisi dan sejarah. Bila Markus menjelaskan bahwa Yesus mengajar tidak seperti ahli Taurat, maka kita dapat mengasumsi bahwa Yesus mengajarkan otoritas rohani yang berasal dari Allah. Yesus membuat Firman menjadi hidup dan menimbulkan kekaguman orang yang mendengarkan Dia.

Sementara Rodja tidak bisa diam diam begitu saja melihat kehadiran Yesus. Ia tahu benar siapa Yesus dan karena itu merasa terancam. Namun, pengenalan roh jahat terhadap otoritas Yesus bukan sebuah pengakuan iman, melainkan lebih didorong Karena rasa takut yang besar bila Yesus mengusir mereka keluar dari tempat itu. Dan benar saja, Yesus mengusir roh jahat agar keluar dari tubuh orang yang dia rasuki. meski enggan ko marah sa tidak berkuasa sedikitpun untuk mengelak perintah Yesus yang penuh dengan kuasa.

Tindakan Yesus memunculkan rasa kagum di hati banyak orang. Namun, sayangnya mereka hanya berhenti pada rasa kagum tidak berlanjut pada mengimani. Tragis sekali memperhatikan orang-orang dalam rumah ibadat itu titik Firman telah mereka dengar, mukjizat telah mereka saksikan, Tetapi semua itu tidak mengubah hati mereka untuk mengikuti Yesus. Persis dengan apa yang kerap kita temui dalam hidup menggereja. Yesus begitu dikagumi, dipuja bahkan sampai dinyanyikan dengan Semarak. Namun, tidak bermakna kalau tidak sampai pada keterlibatan kita untuk mewujudkan iman dalam perbuatan nyata. Orang beriman adalah mereka yang hadir dalam perbuatannya tak untuk membawa kebaikan.

Tuhan Yesus memberkati




Januari 30, 2021

Renungan Sabtu, 30 Januari 2021

Diam! Tenanglah !

Ibrani 11:1-2, 8, 19 


Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.


Mazmur 68:1-3

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya.  Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah. Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. 



Markus 4:35-41


Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"


Renungan

Situasi pandemi covid membuat banyak orang mengalami ketakutan yang luar biasa takut terpapar atau menyebarkan virus itu kepada anggota keluarga, teman, tetangga dan lain-lain. Pengalaman serupa pernah dialami para murid ketika menghadapi badai dan gelombang. Mereka panik takut dan cemas yang luar biasa.


Pengalaman para murid menghadapi Taufan dalam kecemasan itu berbeda jauh dengan pengalaman Abraham yang menghadapi badai kehidupan untuk mempersembahkan Ishak. Kita bisa membayangkan betapa galaunya hatinya Abraham bahwa anak satu-satunya yang ditunggu di masa tuanya harus dikurbankan. Namun, karena ketaatan Iman itulah maka Abraham mengalami kemurahan Tuhan. Salah satu berkatnya adalah Sara, istrinya, pada masa tuanya masih bisa mengandung.


Hidup kita tidak mungkin tidak ada masalah dan pergulatan. Namun, sebagai murid Yesus apapun persoalan dalam hidup kita pasti akan berlalu dan kita akan berdiri sebagai pemenang. Yesus menjanjikan kita bahwa ia selalu menyertai kita dalam situasi apapun, saat kita tertawa, saat kita menangis, saat kita terluka, saat kita berkumpul dan sepanjang hidup kita Ia selalu terus menyertai. Yang dituntut dari pihak kita adalah iman yang Teguh dan Kasih yang Sempurna.


Tuhan Yesus Memberkati


Januari 29, 2021

Renungan Jumat, 29 Januari 2021

Iman sebiji Sesawi


Ibrani 10:32-39 


Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat,baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian.Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu."Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup.


Mazmur 37:3-6, 23-24, 29-30 

Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang. TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya. Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa. Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum; 


Markus 4:26-34 

Lalu kata Yesus: "Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.


Renungan

Bersama Yesus kita bertumbuh mungkin di antara kita pernah mendengar istilah gereja Tiban tanda tanya gereja Tiban adalah gedung gereja yang dibangun melulu karena sumbangan pomade di luar wilayahnya. Dibangun oleh para donatur, bukan Swadaya umat tentu bukan sesuatu yang buruk, hanya masalah akan muncul ketika perawatan dan biasanya umat sulit sehingga gereja tersebut cepat rusak saat berbeda kalau sudah ada dari Umat gereja itu akan tetap terawat dengan baik dan berkembang serta berubah menjadi gereja yang mandiri.


Apa yang disabdakan dalam bacaan pertama menjadi landasan pertumbuhan Iman akan Kristus. Ketika umat itu memiliki Iman meskipun hanya sebesar biji sesawi kalau di berdayakan, didampingi, dan diteguhkan dengan doa, sakramen dan pelayanan pasti akan bertumbuh dan berkembang. Sebutkan kerajaan Allah bukan sebuah mukjizat bimsalabim lalu selesai, melainkan oleh sebuah proses yang pada mulanya adalah kecil, sederhana bahkan tidak disangka- sangka.


Yesus pun dalam menghadirkan Kerajaan Allah melalui proses pertumbuhan seperti sebuah tanaman biji sesawi. Jika iman kita dipupuk dan dibangun tentu akan membuahkan hasil yang baik dalam kehidupan nyata. Wanita akan bertumbuh bersama dengan cinta Allah dalam kehidupan kita. Dengan semakin bertumbuh dalam iman, kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita akan mengalami damai sejahtera.


Tuhan Yesus Memberkati




Januari 28, 2021

Renungan Kamis, 28 Januari 2021

Camkanlah apa yang kamu dengar!



Markus 4:21-25 


Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."



Renungan


Kenenaran Injil harus ditampakkan. Berdasarkan sifatnya, terang membuat dirinya nyata hingga dapat dilihat oleh banyak orang. Begitu jugalah kebenaran, yang adalah terang firman Tuhan. Jika kita telah mendengar kebenaran Allah, kita bertanggungjawab untuk menyatakan terang itu. Tidak boleh disembunyikan. Sebagaimana Thomas Aquinas diberi terang akal budi untuk menerangi dunia dengan ilmu dan kebenaran.


Yesus tidak ingin meridNya menutupi segala perkataanNya. Apa yang telah mereka dengar bukan untuk disimpan. Mereka harus menyebarkan. Sebab itu, mereka harus mendengarkan setiap perkataan Tuhan dengan baik. Apa yang mereka dengar akan memberikan manfaat bagi meteka. Jika mereka memperhatikan sabda Yesus dengan baik, mereka akan mampu memahaminya. Orang yang tidak mengginakan kemampuannya untuk memahami dan merespon Firman Tuhan, akan kehilangan kemampuan itu. Maka, para murid tidak bisa diam saja ketika mengerti Yesus dan kerajaan Allah.


Seperti sebatang lilin dinyalakan bukan untuk disembunyikan, melainkan diletakkan di tempat yang membuat orang lain merasakan manfaat terangnya. Demikian pula firman yang dinyatakan pada kita, bukan hanya untuk kepentingan kita, melainkan kepentingan banyak orang. Kewajiban menyebarkan terang bukan hanya tugas para kaum spiritual tetapi merupakan tugas kita bersama. Setiap orang percaya kepada kristus seharusnya menyatakan kepada semua orang bahwa mereka telah menemukan Terang yang berharga bagi jiwa mereka.


Tuhan Yesus Memberkati

Januari 27, 2021

Renungan Rabu, 27 Januari 2021

Mendengarkan


Markus 4:1-20


Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. 

Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka:

"Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.

Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.

Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.

Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.

Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah.

Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat."

Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu.

Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan,

supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun."

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain?

Penabur itu menaburkan firman.

Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka.

Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira,

tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad.

Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,

lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat."



Renungan


Mendengarkan adalah tindakan penting dalam sebuah proses belajar mengajar. Mendengarkan berarti menyimak agar dapat memahami dengan. Meski demikian tidak semua orang dapat mendengar dengan seksama.


Dalam menjaga hari ini, Yesus menghendaki kita mendengarkan dengan seksama, bukan asal mendengar titik dalam Markus 4 tidak kurang dari 11 kata dengar diucapkan Yesus. Itulah yang disampaikan Yesus melalui perumpamaan Penabur.


Seorang yang mendengarkan firman Tuhan digambarkan dengan tanah yang baik. Mereka memahami dan mengikuti perintah Injil dengan penuh iman. Ini akan terlihat dalam disiplin dan kesetiaan mendengar firman terus-menerus, diwujudkan dalam kehidupan nyata, mencintai kebenaran dan keadilan, serta gemar melakukan kebajikan bagi sesama. Inilah ciri murid yang sejati. Allah menganugerahkan kita hati yang baik hati yang mendengarkan.


Tuhan Yesus Memberkati

Januari 26, 2021

Renungan Selasa, 26 Januari 2021

 Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit


2 Tesalonika 1:1-8

Dari Paulus, Silwanus dan Timotius, kepada jemaat orang-orang Tesalonika di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus.Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu,sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita:suatu bukti tentang adilnya penghakiman Allah, yang menyatakan bahwa kamu layak menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu. Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.


Mazmur 96:1-3, 7-8, 10

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa. Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya! Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran." 


Lukas 10:1-9 

Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.Janganlah berpindah-pindah rumah.Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.


Renungan

Seperti padi yang sudah Bernas dan segera harus dituai, begitu pula ladang Tuhan membutuhkan pekerja. Karena itu, Yesus mengutus 70 murid untuk pergi memberitakan bahwa kerajaan Allah telah tiba. Sifat pelayanan itu mendesak dan penuh bahaya, maka mereka harus waspada, karena mereka bagaikan anak domba yang diutus ke tengah-tengah Serigala. Begitu pentingnya misi itu, segala sesuatu yang mengakibatkan penundaan, harus diabaikan karena mereka harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Mereka juga tidak boleh memusingkan diri dengan segala keperluan yang harus mereka bawa.


Meskipun tampaknya pengorbanan mereka begitu besar, belum tentu tanggapan yang akan mereka terima selalu menyenangkan. Ada kalanya mereka akan mengalami penolakan yang mengecewakan. Namun demikian, mereka harus tetap memberitakan Kerajaan Allah dan juga menyembuhkan orang sakit. Bila ditolak, haruslah diucapkan suatu peringatan mengenai hukum Allah. Yang amat menggembirakan adalah bahwa Yesus menyiratkan betapa berarti dan Mulianya penugasan itu, karena penerima terhadap mereka diidentikkan dengan penerimaan terhadap Allah sendiri.


"Barangsiapa mendengarkan kamu ia mendengarkan Aku dan Barangsiapa menolak kamu ia menolak Aku dan yang menolak Aku ia menolak Dia yang mengutus Aku." Inilah Puncak penugasan sekaligus jaminan bahwa Yesus selalu menyertai kita dan GerejaNya. Meskipun terbayang ancaman dalam menjalani tugas ini namun penyertaan dan dukungan dari Tuhan Yesus kiranya menghilangkan keraguan kita. Sebagai orang beriman, kita adalah para Utusan itu. Sudahkah kita melaksanakan dengan gembira atau malah pura-pura tidak mengerti?


Tuhan Yesus memberkati.

Januari 25, 2021

Renungan senin, 25 Januari 2021

Kita dipanggil untuk merawat bumi dan segala isinya sebagai rumah kita


Kisah Para Rasul 9:1-22 

Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat." Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"  Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi." Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu." Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: "Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?" Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.


Mazmur 117:1-2 

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! 

Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya! 


Markus 16:15-18 

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."


Renungan

Peristiwa pandemi covid 19 mengisahkan banyak hal dalam kehidupan kita. Ada banyak kisah duka, kegelisahan dan kegalauan baik sosial maupun ekonomi. Namun, tidak kalah banyak juga kisah kesetiakawanan, peduli, dan saling menolong tanpa sekat. Pandemi covid 19 telah menciptakan sebuah kultur yang baik: Banyak orang yang tulus pergi ke semua orang untuk memberikan berkat dan kegembiraan dalam aneka bentuk. Seperti Paulus yang mengalami benturan hebat dalam hidupnya dan diubah menjadi seorang pewarta.


Sebelum naik surga, Yesus memberikan pesan kepada para muridnya Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Tidak hanya memerintah untuk pergi tetapi juga Yesus memberi bekal kepada para muridNya. Menarik bahwa sejak semula Yesus memerintahkan untuk mewartakan Injil kepada segala makhluk. Artinya , kabar sukacita harus diberitakan tidak hanya kepada manusia tetapi juga kepada seluruh alam semesta. Kita dipanggil untuk merawat bumi dan segala isinya sebagai rumah kita.


Merawat bumi dan menjadi pewarta sukacita sebagaimana pesan Yesus sangat tampak ketika Indonesia dilanda cofid19. Baik keluarga, lingkungan maupun gereja dengan segala cara mengupayakan bantuan Untuk meringankan penderitaan banyak orang. Melewati sekat-sekat dan untuk semua golongan, komunitas berbagi sukacita ditengah kerisauan karena pandemik itu Itulah kiranya model pewartaan Injil dalam konteks dan situasi yang berkembang saat ini. Itulah cara Paulus menunjukkan pertobatannya.


Tuhan Yesus Memberkati

Januari 24, 2021

Renungan Minggu, 24 Januari 2021

Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia


Yunus 3:1-5, 10 


Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya. 


Mazmur 25:4-9 


Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. 

Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN. TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. 


1 Korintus 7:29-31 


Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.


Markus 1:14-20 


Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.


Renungan


Setelah kematian Yohanes, Mungkin banyak dari kalangan orang Yahudi dan kaum Farisi yang mengira Yesus juga akan sembunyi. Ternyata tidak, malah Yesus datang ke Galilea untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan refren : " Bertobatlah dan Percayalah kepada Injil ". Seruan kenabian ini mengajak umat manusia untuk kembali kepada Allah dan menerima kabar gembira yang diwartakan Yesus.


Menyadari betapa pentingnya pewartaan Injil dan mendesaknya untuk melanjutkan kenabian Yesus membutuhkan bantuan banyak orang. Maka, dipilihlah beberapa orang dari penjala ikan untuk dijadikan penjala manusia. Para murid bukan orang-orang hebat, mereka adalah orang-orang biasa, sederhana, mungkin juga tidak pandai. Mereka adalah nelayan. Pekerjaan bagi rakyat jelata. Akan tetapi, Yesus berinisiatif untuk memilih mereka dan mengubah mereka dari penjala ikan menjadi penjala manusia.


Para murid Yesus yang dipanggil pun tidak banyak protes. Mereka Langsung mengikuti Yesus dan meninggalkan apa yang selama ini mereka tekuni. Menjadi murid Yesus adalah Rahmat tidak inisiatif itu pertama-tama datang dari Yesus. Dari pihak para murid hanya dibutuhkan kemauan untuk berkata siap. Bahkan mereka tidak ada persiapan sama sekali. Mereka segera meninggalkan apa yang selama ini menjadi andalan mereka dan dengan segera dan tanpa menunda mereka mengikuti Yesus. Bagaimana dengan kita? Apakah kita siap mengikuti usus? Menjadi murid tidak butuh kehebatan kita melainkan keterbukaan pada kehendakNya dan siap diubah oleh Yesus.


Tuhan Yesus Memberkati

Januari 23, 2021

Renungan Sabtu, 23 Januari 2021

Yesus yang dianggap tidak waras


Ibrani 9:2-3, 11-14 


Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus. Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus. Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. 


Mazmur 47:2-3, 6-9 


Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita, Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan. 


Markus 3:20-21 


Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat.Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.


Renungan


Keluarga dan banyak orang melihat Yesus Sebagai pribadi yang aneh. Yesus dianggap tidak waras Karena melakukan hal yang tidak biasa, melakukan perbuatan baik sampai melupakan diriNya. Sedangkan, bagi kaum imam dan ahli Taurat, perbuatan baik Yesus dianggap persekutuan dengan Beelzebul. Mereka melihat Yesus sebagai orang aneh bahkan sebagai orang gila karena apa yang Yesus lakukan tidak biasa, tidak sama dengan mereka, dan jauh dari harapan mereka seperti hal-hal umum.


Padahal Apa yang dilakukan Yesus adalah wujud dari kedatanganNya di dunia. Menghadirkan Kerajaan Allah. Kerajaan yang mewujud dalam tindakan melawan kejahatan, memberikan harapan kepada yang sakit dan menderita, memberikan kesembuhan yang berbeban berat. Yesus datang untuk memberikan sebuah pembebasan karena kehendak Allah bukan karena kehendakNya. Lalu, Mengapa para imam Yahudi marah? Mereka marah karena takut kalau semua orang datang kepada Yesus dan meninggalkan mereka. Ditinggalkan banyak orang berarti juga banyak kepentingan diri yang hilang.


Menjadi berbeda bahkan melawan arus untuk memberi harapan Demi kesembuhan banyak orang kadang memang tidak dimengerti, terlebih bagi mereka yang kepentingannya terganggu. Akan tetapi, itulah yang mesti dilakukan sebagai wujud dari jawaban iman kepada Yesus, sang pengharapan sejati.


Tuhan Yesus Memberkati

Januari 22, 2021

Renungan Jumat, 22 Januari 2021

Misi Yesus


Ibrani 9:2-3, 11-14 


Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus. Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus. Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia,  artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal. Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup. 



Mazmur 47:2-3, 6-9 


Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita, Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah! Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran! Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan. 


Markus 3:13-19 


Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia. 


Renungan


Pelayanan Yesus di dunia ini tidak lama. Hanya sekitar 3 tahun jutek setelah itu kembali kepada BapaNya. Apakah dengan demikian pekerjaanNya selesai? Jalan Salib merupakan pekerjaan yang Yesus selesaikan sebelum kembali kepada Bapa. Namun, ada pekerjaan yang masih harus diteruskan. Untuk itulah Yesus memilih 12 orang untuk mengikuti Dia. Mereka inilah yang telah akan melanjutkan apa yang telah dimulai Yesus.


Yesus menetapkan 12 orang untuk menyertai Dia. Mereka bukan hanya akan menjadi murid yang belajar dari Sang Guru, melainkan juga menjadi sahabat dan rekan kerja Yesus. Sebagai murid, kedua belas orang itu harus belajar dari kehidupan Yesus, hari demi hari. Mereka harus mengikuti dia kemana pun Dia pergi, bercakap-cakap dengan Dia, dan belajar dari Dia. Sebagai Rasul mereka juga akan diutus untuk melayani. Pelayanan mereka akan mencakup pemberitaan kabar baik serta mengusir setan. Doa dan pelayanan itulah panggilan kemuridan.


Meskipun kita tidak termasuk dalam bilangan ke-12 Rasul prinsip panggilan ke murid dan itu sama. Pertama, hidup bersatu dalam Yesus, kedua yaitu menerima perutusan Yesus dan ketika bertindak mengalahkan setan dan maut melalui budaya keadilan, kebenaran, dan belas kasih. Yang pertama dilakukan dengan aneka kegiatan doa. Bagaimana dengan kedua dan ketiga? Punya misi dan terlibat mewujudkan kebaikan untuk rumah kita bersama.


Tuhan Yesus Memberkati

Januari 21, 2021

Renungan Kamis, 21 Januari 2021

"Engkaulah Anak Allah."


Ibrani 7:25-28 


Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga,yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban. Sebab hukum Taurat menetapkan orang-orang yang diliputi kelemahan menjadi Imam Besar, tetapi sumpah, yang diucapkan kemudian dari pada hukum Taurat, menetapkan Anak, yang telah menjadi sempurna sampai selama-lamanya.Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan.Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat.Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah:"Ingatlah," demikian firman-Nya, "bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu."  Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.


Mazmur 40:7-10, 17 


Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku." Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN. Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar. Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat! 


Markus 3:7-12 


Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya.Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya.Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: "Engkaulah Anak Allah." Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.


 


Renungan


Sebagai murid Yesus, kita seperti banyak orang dalam Injil, yabg dengan banyak cara datang ke aneka tempat terjadi mukjizat. Bila ada penampakan di suatu tempat, orang-orang berbondong-bondong datang ke sana. Demikian juga ketika ada kisah Ponari, dukun cilik asal Jombang , banyak orang datang ke desa itu untuk bisa menyentuh agar bisa disembuhkan.


Kabar tentang mukjizat yang dilakukan Yesus menarik perhatian orang banyak dari berbagai wilayah. Berbagai upaya mereka lakukan agar dapat menemui Dia, bahkan untuk menyentuh Dia. Sayangnya, kesediaan mereka mengikuti Yesus hanya karena merasa tertarik pada mukjizat yang diperbuat Yesus. Itu ssbabnya Tuhan mengambil jarak, menghindar dari orang banyak dengan naik perahu. Hampir senada dengan itu, Yesus juga melarang keras pengakuan roh-roh jahat bahwa Ia adalah Anak Allah.


Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Tuhan menghindari desakan orang banyak dan juga melarang pengakuan identitasNya? Bukankah Yesus sesungguhnya Anak Allah ? Memang benar. Akan tetapi, status Anak Allah bukan hanya dinyatakan dalam bentuk demonstrasi kuasa atau mukjizat yang spektakuler. Kemesiasan Yesus dinyatakan juga melalui pemderitaan atau jalan salib; sesuatu yang jelas tidak disukai manusia. Kepada para murid , Yesus menegaskan bahwa mengikuti Dia karena mukjizat bisa saja membuat mereka akan sangat kecewa. Menjadi muridNya adalah mengikuti jalan salibNya dengan setia. Jalan Salib memang tidak populer untuk membentuk kemuridan dibanding dengan mukjizat dan penyembuhan. Akan tetapi, itulah Kerajaan Allah , lewat salib Yesus  menegaskan kesetiaan dan cinta kepada manusia.


Tuhan Yesus memberkati


Januari 20, 2021

Renungan Rabu, 20 Januari 2021

 "Mari, berdirilah di tengah!"


Ibrani 7:1-3, 15-17 


Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia. Kepadanya pun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera. Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya. Dan hal itu jauh lebih nyata lagi, jikalau ditetapkan seorang imam lain menurut cara Melkisedek,  yang menjadi imam bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa. Sebab tentang Dia diberi kesaksian: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek."  


Mazmur 111:1-4 


Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya, dan keadilan-Nya tetap untuk selamanya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang. 


Markus 3:1-6 


Kemudian Yesus masuk lagi ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.

Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: "Mari, berdirilah di tengah!"

Kemudian kata-Nya kepada mereka: "Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?" Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.


Renungan


Setiap perbuatan baik belum tentu bisa diterima oleh semua orang. Ini terjadi juga pada perbuatan baik yang telah dilakukan Yesus menyembuhkna orang sakit pada hari sabat. Di situ Yesus pun juga mau meluruskan atau memberikan bimbingan bahwa hari sabat atau yang dikatakan hari kudus Tuhan adalah hari yang sudah seharusnya melakukan perbuatan baik dalam bentuk kasih.


Sikap orang farisi yang bersekongkol dengan orang Herodian untuk membunuh Yesus. Merupakan hati yang iri dan diliputi pikiran jahat sehingga menolak hal yang baik. Mari kita refleksikan dalam hidup kita sehari-hari apakah kita sering menolak ketika diminta orang tua melakukan hal yang baik karena menurut kita itu merepotkan? Semoga hati kita dijauhkan dari sikap sombong dan mau terus belajar rendah hati menerima anugrah Tuhan yang nyata setiap hari.


Tuhan Yesus Memberkati


Januari 19, 2021

Renungan Selasa, 19 Januari 2021

Anak Manusia adalah Tuhan atas hari sabat


Ibrani 6:10-20


Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah. Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya, kata-Nya:"Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak."  

Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan.Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya. 


Mazmur 111:1-2, 4-5, 9-10 


Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. Besar perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya. Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; TUHAN itu pengasih dan penyayang. Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.Dikirim-Nya kebebasan kepada umat-Nya, diperintahkan-Nya supaya perjanjian-Nya itu untuk selama-lamanya; nama-Nya kudus dan dahsyat. Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, semua orang yang melakukannya berakal budi yang baik. Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk selamanya. 


Markus 2:23-28


Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?" Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu  yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam  dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?" Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."


Renungan


Program di rumah saja ketika pandemi covid 19 memberi banyak sekali pengalaman rohani. Salah satu yang mendasar antara lain banyak orang menemukan makna di rumah saja. Seperti Sabat dalam Injil ,  di rumah saja bukan persoalan berhenti bekerja melainkan semakin menemukan dan merasakan sapaan Allah secara personal. Orang tidak sibuk dengan pekerjaannya, tetapi mereka mengerti bahwa dalam kebersamaan dengan Allah kita bisa melihat dan melakukan banyak hal baik bagi orang lain. Pada hari sabat Yesus juga menemukan Apa yang dibutuhkan oleh orang-orang yang menderita.


Namun, orang Farisi membuat sabat menjadi Belenggu yang membatasi ruang gerak. Oleh sebab itu, Yesus menunjukkan bahwa Sabat merupakan karunia Allah, yang dirancang sebagai hari istirahat dan hari ibadah. Bila Yesus dan para murid beraktivitas pada hari sabat, Ia tidak bermaksud melanggar hari sabat. Yesus menjadikan karyaNya sebagai bukti bahwa Anak Manusia adalah Tuhan atas hari sabat. Dalam peristiwa makan di ladang gandum dan persembahan orang, Yesus mengembalikan arti sabat yang sesungguhnya.


Sabat hendaknya mendatangkan berkat, bukan menjadi belenggu. Sabat menjadikan manusia makin menyadari hakikat diri dan memahami bahwa Allah adalah Si Empunya Hari Sabat. Manusia mesti menjadikan hari sabat sebagai hari penuh berkat dan membagi berkat berkat belas kasih bagi yang sakit, makanan bagi yang lapar, dan pembebasan bagi yang tertindas. Memaknai sabat sebagai hari perhentian berarti menyediakan ruang bagi Allah untuk menyatakan karyaNya dalam hidup kita. Juga ruang bagi kita untuk menumbuhkan kepekaan terhadap sesama.


Tuhan Yesus Memberkati

Januari 18, 2021

Renungan Senin, 18 Januari 2021

 Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku


Ulangan 30:15-20 


Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya. Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka." 


Mazmur 1:1-4 


Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 

tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. 



Lukas 9:22-25


Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?


Renungan


Mewartakan dan menegakkan kebenaran secara total dan sampai tuntas itulah yang dilakukan Yesus. Ia mengharapkan pengikutnya melakukan hal yang sama ditolak oleh banyak orang pikul Salib dan pertaruhkan nyawa. Itulah jalan yang harus dilewati mereka yang menjadi pewarta dan saksi Sabda Tuhan. Tersebar dan tertanamnya benih Injil Kerajaan Allah dalam hati setiap orang yang adalah jejak dan sambungan sejarah dari nyawa yang berkorban untuk kabar baik itu . Demikian kita dengar dalam bacaan Injil pada hari. Hal ini selaras dengan bacaan pertama yang diambil dari kitab Ulangan titik Israel berhadapan dengan dua pilihan mengasihi Tuhan, dan akan memperoleh kehidupan, atau berbalik dari Allah dan kemudian menjadi binasa.


Hidup adalah sebuah pilihan dan pilihan itu akan menjadi tepat jika hati nurani bening dan pikiran jernih. Dengan itu pilihan akan menjadi sebuah kehidupan. Walaupun umur pendek tetapi memilih nilai yang bersifat abadi Maka semuanya menjadi kekal, dan dikenal sebagai orang yang baik tetapi, walaupun umur panjang dan memiliki seluruh dunia jika memilih Jalan kejahatan semuanya menjadi tak bernilai. Mari memilih apa yang abadi, sambil berdiri dalam kebenaran dan keadilan kini dan disini. dengan itu kefanaan kitapun akan dimuliakan.


Tuhan Yesus Memberkati


Januari 17, 2021

Renungan Minggu , 17 Januari 2021

Sang Anak Domba


1 Samuel 3:3-10, 19


Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah. Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa." Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Lalu pergilah ia tidur.Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya. Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Ia pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa TUHANlah yang memanggil anak itu. Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya. Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur. 


Mazmur 40:2, 4, 7-10 


Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku,Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan! Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku." Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar. 


1 Korintus 6:13-15, 17-20


Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. 

Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! 


Yohanes 1:35-42 


Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!" Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?" Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."


Renungan


Pada 12 Mei 2020 Indonesia kehilangan Maestro budayawan campursari Dionisius Prasetyo atau Didi Kempot. Menurut kesaksian banyak orang, Sang Maestro selalu mengupayakan agar penggemarnya mencintai budaya dan musik milik negeri. Tujuannya bukan supaya mendapat pujian, tetapi terutama agar para penggemarnya mencintai budayanya sendiri tidak Yohanes pembaptis pun sama. Ia mengajak para muridnya dan memberi kesaksian bahwa bukan dirinya yang harus dilakukan, melainkan Yesus Sang Anak Domba.


Ketika Yohanes mengatakan, "Lihatlah Sang Anak Domba" momen itu merupakan hari penting bagi para muridnya. Hari yang penuh berkat ketika para murid mengikuti dan tinggal bersama Yesus. Mereka telah menyerahkan diri untuk menjadi murid Yesus. Itu terjadi karena kesaksian Yohanes pembaptis dan telah membuahkan buah yang luar biasa. Ini berlanjut sampai salah seorang dari antara mereka, yaitu Andreas kemudian merekrut saudaranya untuk bergabung. Pertemuannya dengan Mesias merupakan sebuah cerita sukacita yang harus segera disampaikan kepada saudaranya. Berita yang disampaikan Andrias kemudian menjadi titik balik di dalam hidup Simon Petrus. Ia kemudian menjadi rasul besar. Begitu besar dampak berita Yesus di dalam kehidupan orang! Andai saja Andres tidak memiliki semangat berbagi seperti yang terjadi pada Kristen, apa jadinya dengan hidup Simon Petrus?


Yohanes memperkenalkan Yesus kepada murid-muridnya. Para muridnya pun mau mengikuti Yesus. Demikian suka kita pada zaman ini tetap dipanggil untuk memperkenalkan Yesus adalah Kristus sang anak domba Allah. Memperkenalkan Kristus pada zaman ini antara lain dengan jangan menggosip, hentikan mengadili orang, dan berhenti bersikap kejam dan serakah.


Tuhan Yesus memberkati


Januari 16, 2021

Renungan Sabtu, 16 Januari 2021

"Ikutlah Aku!"


Ibrani 4:12-16 


Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.Sebab Imam Besar yang kita punya,bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya. 


Mazmur 19:8-10, 14 


Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya. Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah. Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku. 


Markus 2:13-17 


Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."


Renungan


Meneladani sikap orang Farisi atau Yesus? Bagaimana sikap kita terhadap orang yang kita anggap jahat? Seandainya ada tetangga kita seorang mantan narapidana kembali kerumahnya, Bagaimana kira-kira sikap kita dan lingkungan kita terhadap dia? Mungkin cara menjauhi dia. Bahkan, berprasangka buruk terhadap dia. lalu, Apakah Allah juga menjauhi dia?


Recovery ini menunjukkan hal yang berbeda titik Yesus memanggil Lewi, si pemungut cukai untuk mengikuti Dia. Ini menimbulkan tanda tanya besar membeli Taurat dari golongan Farisi. Apalagi Yesus tidak hanya memanggil Lewi, tetapi ikut makan juga di rumahnya bersama pemungut cukai lain dan orang-orang berdosa. Bagi orang-orang Farisi yang setia memelihara Hukum Taurat, pemungut cukai serta orang-orang berdosa adalah kelompok yang harus dijauhi. Tak layak untuk didekati sebab para pemungut cukai bekerja untuk pemerintahan Romawi yang dianggap kafir. Maka, mereka pun dianggap menjadi najis. Apalagi mereka bekerja dengan tamak titik orang-orang berdosa juga harus dijauhi karena mengingkari hukum Taurat dan melanggar peraturan. Namun bagi para pemungut cukai dan orang-orang berdosa harus dirangkul masuk ke dalam kerajaan Allah. Orang-orang tersebut bagi orang sakit yang harus disembuhkan. dan  itulah tujuan utama kedatangan Yesus, yaitu untuk memanggil orang berdosa supaya bertobat. Dengan demikian kehadiran Kerajaan Allah menjadi nyata bagi kaum yang tersisih.


Sebagai pengikut Kristus, Bagaimana sikap kita terhadap orang-orang yang dikucilkan? Sebagai warga gereja, Apakah kita sudah peka terhadap mereka yang disingkirkan? Atau malah tak peduli dan sibuk membangun diri hingga bak menara Gading? Kiranya Tuhan menolong kita untuk memiliki hati seperti dia melihat bahwa orang berdosa memerlukan Kristus. Gerejalah yang merangkul dan membawa mereka kepada Kristus.


Tuhan Yesus Memberkati


Januari 15, 2021

Renungan Jumat, 15 Januari 2021

"Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."

Ibrani 4:1-5, 11 

Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.  Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya."  Dan dalam nas itu kita baca: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."  Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

Mazmur 78:3-4, 6-7 

Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami, kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka, tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya. supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian, supaya anak-anak, yang akan lahir kelak, bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka, supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya; 

Markus 2:1-12 

Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,
ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Ketika Yesus melihat iman mereka,berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu : "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

Renungan

Teks kitab suci memperlihatkan begitu banyak orang yang datang menemui Yesus, ketika ia datang kembali ke kota mereka. Mereka ingin mendengar pengajaran Yesus yang penuh kuasa. Mereka juga ingin melihat Dia melakukan mukjizat. Bagaimana respon Yesus? Yang memberitakan Injil kepada mereka. Tiba-tiba ada 4 orang datang menggotong seorang yang lumpuh. Mereka mengharapkan Yesus menyembuhkan teman mereka itu. Namun, kerumunan orang menghalangi mereka. Menyerah? tidak. Yesus sudah di depan mata! Bila si lumpuh bisa dihadirkan di depan Yesus, tentunya ia akan disembuhkan. Lalu bagaimana caranya? Dengan semangat pantang menyerah, mereka naik ke atap rumah dan membongkar atap rumah itu. Berhasilkah usaha mereka? Ya. Si lumpuh diturunkan persis di depan Yesus. Iman kawan-kawan si lumpuh menggugah Yesus merespon lebih dari yang mereka harapkan. Ia bukan hanya menyembuhkan si lumpuh, melainkan juga mengampuni dosanya.

Kisah di atas juga menginspirasi perjalanan gereja dalam situasi pandemi covid 19. Caritas berjuang untuk membawa penderita kepada Yesus. Tentu bukan dengan membongkar atap melainkan membongkar kemapanan kita dengan peduli dan bertindak maka, orang-orang yang sakit, terpuruk, dan tersingkirkan menjadi sembuh karena belas kasih melalui memberdayakan melakukan karya belas kasih. Belas kasih dan kepedulian itulah cara kita membawa si sakit kepada Yesus untuk disembuhkan.

Tuhan Yesus Memberkati

Januari 14, 2021

Renungan kamis, 14 Januari 2020

Bebas dari hukuman


Ibrani 3:7-14 


Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku." Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.


Mazmur 95:6-9, 11


Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini,sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku. Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku: "Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku." 


Markus 1:40-45 


Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku." Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka."Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. 


Renungan


Ketika Pandemi Covid-19 menerpa negara kita, banyak penduduk desa menolak mereka yang terpapar dan yang sudah sembuh untuk tinggal didesa mereka. Merasa takut tertular dan seakan-akan penderita Covid-19 adalah ancaman bagi mereka. Pada masa Yesus terjadi hal yang serupa bahkan merupakan tradisi bahwa orang yang berpenyakit kusta diasingkan oleh masyarakat. Selain tertular menurut hukum Musa orang kusta itu dianggap najis dan dikutuk Allah.


Bagaimana sikap Yesus menghadapi orang kusta? Yesus tidak mengusir atau menjauhi mereka. Yesus justru menggerakkan tanganNya ke arah orang kusta itu lalu menyentuhnya. Dapat kita bayangkan kegemparan yang terjadi karena reaksi orang-orang yang melihat perbuatan ini. Mengapa Yesus mau menyentuhnya? Karena belas kasihan. Belas kasihan Yesus menyembuhkan dan mengalahkan segala-galanya. Ketika orang kusta itu sembuh Yesus memberikan dua perintah kepadanya. Pertama , ia harus melakukan hukum Musa menghadap imam agar dapat dinyatakan sebagai orang sehat. Tanpa pernyataan resmi ini sulit diterima masyarakat. Ia harus memberikan persembahan syukur seperti yang diatur hukum Musa. Kedua Yesus melarangnya untuk memberitakan kesembuhannya kepada orang lain.


Sebenarnya orang yang mengenalnya tanpa diberitahupun menyadari perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Selain itu  melakukan ritus yang dituntut hukum Musa, sebenarnya  merupakan pernyataan terbuka bahwa ia telah sembuh dan tahir. Jadi mengapa harus dilarang? Karena Yesus tidak ingin dikenal sebagai tabib penyembuh. Yesus Mesias dan anak Allah. Namun kegembiraan karena disapa Allah melalui penyembuhan itu, si kusta tetap memberitakan kabar sukacita itu. Allah telah menjamahnya dan mengangkatnya dari ketertindasan tradisi.


Tuhan Yesus Memberkati

Januari 13, 2021

Renungan Rabu, 13 Januari 2021

Pergi untuk berdoa


Ibrani 2:14-18

Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani. Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai. 


Mazmur 105:1-4, 6-9 

Bersyukurlah kepada TUHAN, serukanlah nama-Nya, perkenalkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa! Bernyanyilah bagi-Nya, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib! Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN! Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! hai anak cucu Abraham, hamba-Nya, hai anak-anak Yakub, orang-orang pilihan-Nya! Dialah TUHAN, Allah kita, di seluruh bumi berlaku penghukuman-Nya. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak; 


Markus 1:29-39

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan. 


Renungan

Doa adalah sumber kekuatan pelayanan. Dalam pelayananNya, Yesus tidak hanya mengajar banyak orang. Yesus juga menyembuhkan banyak orang termasuk ibu mertua Simon yang menderita sakit demam. Orang yang baru sembuh dari sakit badannya terasa lemah karena itu diperlukan waktu berapa lama untuk beristirahat dan mengembalikan kondisi tubuh. Akan tetapi tampaknya hal itu tidak berlaku bagi ibu mertua Simon. Segera setelah disembuhkan ia langsung melayani Yesus ini memberi indikasi bahwa penyembuhannya segera dan sempurna.

Setan bahkan menyapa Yesus sebagai Yang kudus dari Allah.  Tetapi Yesus membentaknya untuk tidak bicara. Yesus menolak kesaksian setan dan roh-roh jahat, karena kesaksian mereka tidak lahir dari kesadaran dan sukarela. Mereka mengenal  siapa Yesus tetapi mereka tidak mau taat terhadap Yesus. Inilah Iman ala setan, yaitu mengenal Yesus bahkan beribadah di rumah ibadat, tetapi tidak mau taat kepada kehendak Yesus apalagi percaya pada Yesus. Di tengah kesibukan pelayanan, Yesus tidak asik dan menikmati pelayanan, melainkan Yesus meninggalkan  keasyikan pelayanan dan berdoa. Mengapa Yesus harus berdoa? Karena, melalui doa, Yesus ingin menyatakan dua hal. Pertama, relasiNya dengan Allah sangat intim . kedua, Yesus menyatakan kebersatuanNya dengan Bapa.

Kita adalah para pelayan Tuhan dan rahasia kesuksesan pelayanan kita terletak pada kualitas relasi kita dengan Allah. Dalam doa kita bisa berkomunikasi dengan Allah dan kita membangun relasi yang intim denganNya. Pelayanan gereja bukanlah proyek sesaat, melainkan proyek seumur hidup. Doa yang tekun kita akan selalu setia dan konsisten dalam pelayanan.

Tuhan Yesus Memberkati

Januari 12, 2021

Renungan Selasa, 12 Januari 2021

Kuasa yang menakjubkan


Ibrani 2:5-12 


Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini. Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya: "Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?  Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat, segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya." Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatu pun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia. Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah — yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan —, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan. Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,kata-Nya: "Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,"  


Mazmur 8:2, 5-8 


Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:  kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan. 


Markus 1:21-28 


Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."

Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya." Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea. 


Renungan


Banyak sekali orang memposting tokoh atau keberhasilan orang di berbagai media sosial, misalnya mengirimkan kutipan khotbah bagus dari sana sini. Sayangnya, hanya sampai pada memposting, namun tidak ikut melakukan perbuatan-perbuatan baik itu.


Demikian juga dengan banyak orang bahkan juga para murid di sinagoga ketika mereka mendengar khotbah Yesus. Mereka berhenti pada rasa kagum akan khotbah Yesus yang penuh kuasa namun tidak mampu melanjutkan dengan apa yang diharapkan Yesus. Mengagumi adalah hal yang mudah tetapi melaksanakan ajaran Yesus perlu keberanian untuk mencoba. Sekali lagi tindakan Yesus memunculkan rasa kagum di hati jemaat yang melihat peristiwa itu. Namun sayangnya mereka hanya berhenti sampai pada rasa takjub melihat tindakan dan kuasa Yesus. Kekaguman tidak mengarahkan mereka untuk percaya pada Yesus. Padahal takjub saja tidak cukup, Iman lah yang penting. Tragis sekali memperlihatkan orang-orang dalam rumah ibadat itu. Firman telah mereka dengar, mukjizat telah mereka saksikan, Tetapi semua itu tidak mengubah hati mereka untuk berbalik pada Yesus.


Pengalaman di sinagoga di mana Banyak orang menjadi kagum juga sering kita temukan dalam kehidupan menggereja. Tidak kurang melalui aneka peristiwa iman, Gereja menghadirkan karya keselamatan. Akan tetapi, kerapkali kita hanya berhenti pada rasa kagum, tertarik, bangga, bahkan adorasi dengan tekun. Kita tidak percaya, buktinya hidup kita masih jauh dari kesejatian iman akan Yesus di mana kelakuan dan sikap kita jauh dari belas kasih, adil dan benar. Inilah bukti ketidakpercayaan itu, yaitu hidup Yesus tidak kita hidupnya dalam perilaku kita sehari-hari.

Tuhan Yesus Memberkati


Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...