Januari 25, 2021

Renungan senin, 25 Januari 2021

Kita dipanggil untuk merawat bumi dan segala isinya sebagai rumah kita


Kisah Para Rasul 9:1-22 

Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat." Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"  Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi." Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu." Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata: "Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?" Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias.


Mazmur 117:1-2 

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! 

Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya! 


Markus 16:15-18 

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."


Renungan

Peristiwa pandemi covid 19 mengisahkan banyak hal dalam kehidupan kita. Ada banyak kisah duka, kegelisahan dan kegalauan baik sosial maupun ekonomi. Namun, tidak kalah banyak juga kisah kesetiakawanan, peduli, dan saling menolong tanpa sekat. Pandemi covid 19 telah menciptakan sebuah kultur yang baik: Banyak orang yang tulus pergi ke semua orang untuk memberikan berkat dan kegembiraan dalam aneka bentuk. Seperti Paulus yang mengalami benturan hebat dalam hidupnya dan diubah menjadi seorang pewarta.


Sebelum naik surga, Yesus memberikan pesan kepada para muridnya Pergilah ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Tidak hanya memerintah untuk pergi tetapi juga Yesus memberi bekal kepada para muridNya. Menarik bahwa sejak semula Yesus memerintahkan untuk mewartakan Injil kepada segala makhluk. Artinya , kabar sukacita harus diberitakan tidak hanya kepada manusia tetapi juga kepada seluruh alam semesta. Kita dipanggil untuk merawat bumi dan segala isinya sebagai rumah kita.


Merawat bumi dan menjadi pewarta sukacita sebagaimana pesan Yesus sangat tampak ketika Indonesia dilanda cofid19. Baik keluarga, lingkungan maupun gereja dengan segala cara mengupayakan bantuan Untuk meringankan penderitaan banyak orang. Melewati sekat-sekat dan untuk semua golongan, komunitas berbagi sukacita ditengah kerisauan karena pandemik itu Itulah kiranya model pewartaan Injil dalam konteks dan situasi yang berkembang saat ini. Itulah cara Paulus menunjukkan pertobatannya.


Tuhan Yesus Memberkati

4 komentar:

  1. Kita harus dapat membuat komunitas berbagi sukacita ditengah kerisauan karena pandemi itu, agar lebih dekat dengan Allah
    Jocelyn

    BalasHapus
  2. Kita harus membagikan sukacita kepada sesama kita lewat hal kecil aja agar seluruh orang yang menerima sukacita dari kita mereka bisa lebih dekat dengan Tuhan . Willy

    BalasHapus
  3. Kita dipanggil untuk merawat bumi dan segala isinya sebagai rumah kita.

    BalasHapus
  4. ezra
    kita diajak untuk Merawat bumi dan menjadi pewarta sukacita

    BalasHapus

Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...