November 30, 2020

Renungan Senin, 30 November 2020

Ikutlah Aku dan kamu akan kujadikan penjala manusia


Roma 10:9-18 


Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."  Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.  Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"  Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?" Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: "Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi."  



Mazmur 19:2-5 


hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;  tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari, yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya. 



Matius 4:18-22 


Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas,saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia. 


Renungan


Andreas pada awalnya adalah seorang nelayan biasa dari Bethsaida dekat Danau Galilea. Dalam Injil Matius dikisahkan perjumpaan dengan Yesus telah mengubah hidupnya. Ketika itu, dia bersama Simon, saudaranya, sedang menebarkan jalan di danau. Yesus memanggil mereka dan berjanji menjadikan mereka pejala manusia. Keduanya segera meninggalkan Jala dan mengikuti Dia.


Menurut Injil Yohanes, Andreas adalah murid Yohanes pembaptis kepada Andreas dan seorang muridnya yang lain, Yohanes pembaptis menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah. Setelah berjumpa dengan Yesus, Andreas mengakui dia sebagai Mesias dan memperkenalkanNya kepada Simon, saudaranya.


Nama Andreas cukup sering disebut dalam kitab suci. Hal ini menunjukkan bahwa dia termasuk murid yang menonjol dan memiliki kedekatan khusus dengan Yesus. Proses pemotretan menjadikan Andreas seorang murid Yesus yang Setia. Setelah Yesus naik ke surga, Andreas menjadi penjala manusia sampai ke negeri yang jauh. Menurut tradisi Andreas mengabarkan Injil sampai ke Rusia dan Yunani. Dia siap mati demi Yesus Kristus yang diwartakan nya. Andreas wafat sebagai Martir disalib berbentuk X di patras. 


Tuhan Yesus memberkati

November 29, 2020

Renungan Minggu, 29 November 2020

Berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu bilamana tuan rumah pulang!


Yesaya 63: 16-17;64:1,3-8


Bukankah Engkau Bapa kami? Sungguh, Abraham tidak tahu apa-apa tentang kami, dan Israel tidak mengenal kami. Ya TUHAN, Engkau sendiri Bapa kami; nama-Mu ialah "Penebus kami" sejak dahulu kala. Ya TUHAN, mengapa Engkau biarkan kami sesat dari jalan-Mu, dan mengapa Engkau tegarkan hati kami, sehingga tidak takut kepada-Mu? Kembalilah oleh karena hamba-hamba-Mu, oleh karena suku-suku milik kepunyaan-Mu! Sekiranya Engkau mengoyakkan langit dan Engkau turun, sehingga gunung-gunung goyang di hadapan-Mu karena Engkau melakukan kedahsyatan yang tidak kami harapkan, seperti tidak pernah didengar orang sejak dahulu kala! Tidak ada telinga yang mendengar, dan tidak ada mata yang melihat seorang allah yang bertindak bagi orang yang menanti-nantikan dia; hanya Engkau yang berbuat demikian. Engkau menyongsong mereka yang melakukan yang benar dan yang mengingat jalan yang Kautunjukkan! Sesungguhnya, Engkau ini murka, sebab kami berdosa; terhadap Engkau kami memberontak sejak dahulu kala. Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu; sebab Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami, dan menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kami. Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu. 


Mazmur 80:2-3,15-16,19


di depan Efraim dan Benyamin dan Manasye! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami. Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu! Mereka telah membakarnya dengan api dan menebangnya; biarlah mereka hilang lenyap oleh hardik wajah-Mu!  Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat. 


1 Korintus 1:3-9


Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan,sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karunia pun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia. 


Markus 13:33-37


"Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta,

supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur.

Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!"


Renungan


 Menunggu membutuhkan stamina. Ketika yang dinantikan tak kunjung tiba, benih-benih kebosanan dan keraguan mulai menggerogoti keyakinan. Pasutri yang lama menanti kehadiran buah hati pasti paham beratnya Penantian. Ketidakpastian membuat Penantian Terasa seperti usaha yang sia-sia. Dalam kerisauan, harapan membuat orang tetap bertahan.


Kita membuka tahun Liturgi yang baru dengan masa Adven. Adventus dalam bahasa Latin, atau parousia dalam bahasa Yunani, berarti kedatangan. Masa Adven memberi kita kesempatan untuk menyelami harapan dan penantian bangsa Yahudi akan kedatangan Mesias. Berapa abad mereka menanti dalam ketidakpastian Kapan Mesias itu akan datang membawa keselamatan.


Kita bersyukur karena Allah tidak membiarkan kita menanti dalam ketidakpastian. Bagi kita, harapan akan kedatangan sang Mesias itu terpenuhi dalam diri Yesus Kristus. Persoalannya, apakah kita telah menyiapkan hati untuk menyambut kehadiranNya. Masa adven adalah kesempatan yang indah untuk menyiapkan diri menyambut kedatangan Yesus Kristus. Betapa sering kedatangan Tuhan itu menjadi Peristiwa yang kurang bermakna karena kita lupa menyiapkan hati untuk menyambutnya.


Tuhan Yesus memberkati

November 28, 2020

Renungan Sabtu, 28 November 2020

 Berjaga-jagalah agar kalian terluput dari malapetaka yang akan terjadi


Wahyu 22:1-7 


Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu. Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.  Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya, dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka. Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. Lalu Ia berkata kepadaku: "Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Tuhan, Allah yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi." "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"



Mazmur 95:1-7 


Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. Sebab TUHAN adalah Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah. Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tangan-Nya, puncak gunung-gunung pun kepunyaan-Nya. Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya, dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! 


Lukas 21:34-36


Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-muridnya, Jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan kepentingan duniawi, dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba datang jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, agar kalian mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan Agar kalian tahan berdiri di hadapan anak manusia.


Renungan


Pencuri beraksi dengan memanfaatkan kelengahan tuan rumah. Biasanya mereka terlebih dahulu memata-matai calon korban untuk mencari celah, mengukur risiko, dan menaksir keuntungan yang akan diperoleh. Mereka melaksanakan aksinya ketika tingkat kewaspadaan korban sedang turun ke Titik terendah. Mereka sabar menunggu sampai penghuni rumah tertidur pulas. Pencurian sering terjadi saat penghuni rumah tidak berada ditempat. Karena itu, sistem pengamanan yang kokoh diperlukan untuk melindungi barang-barang berharga dari tangan pencuri.


Iman kita akan Kristus adalah karunia yang tak ternilai harganya. Bagaikan Lentera, iman itu menerangi seluruh hidup kita. Kita perlu menjaganya agar tidak dicuri oleh si jahat ketika kita sedang lengah. Ketika Lentera iman itu hilang, kita berjalan tanpa arah dalam kegelapan. Jika iman itu sungguh berharga, kita pasti akan selalu waspada menjaganya. Pada hari ini Yesus mengingatkan kita agar selalu siaga. "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. "


 Tuhan Yesus memberkati

November 27, 2020

Renungan Jumat, 27 November 2020

Kerajaan Allah sudah hadir karena Yesus sudah ada di tengah-tengah mereka


Wahyu 20:1-4.11- 21:2


Lalu aku melihat seorang malaikat turun dari sorga memegang anak kunci jurang maut dan suatu rantai besar di tangannya; ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya, lalu melemparkannya ke dalam jurang maut, dan menutup jurang maut itu dan memeteraikannya di atasnya, supaya ia jangan lagi menyesatkan bangsa-bangsa, sebelum berakhir masa seribu tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya. 

Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun. Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. 


Mazmur 84:3-6, 8


Bahkan burung pipit telah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku! Berbahagialah orang-orang yang diam di rumah-Mu, yang terus-menerus memuji-muji Engkau.Berbahagialah manusia yang kekuatannya di dalam Engkau, yang berhasrat mengadakan ziarah! Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat. Ya TUHAN, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku, pasanglah telinga, ya Allah Yakub.


Lukas 21:20-28 


"Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu." "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."


Renungan


Manusia selalu ingin mengintip masa depan. Sayangnya, masa depan tersembunyi di balik tirai misteri yang tak bisa sepenuhnya kita singkat. Kita hanya bisa membuat prediksi dan antisipasi dengan mempelajari pola yang terbentuk dari serangkaian kejadian. Berdasarkan pola tersebut, kita memprediksi jika kejadian yang  A muncul maka kejadian yang B akan menyusul.


Dalam Injil hari ini, Yesus meminta para muridnya untuk peka melihat tanda-tanda datangnya Kerajaan Allah. Yesus mengakui kemampuan manusia untuk membuat prediksi dengan memperhatikan tanda-tanda yang muncul. Orang pada zamannya tahu, jika pohon ara sudah bertunas, musim panas sudah dekat titik demikian pula, para murid Yesus seharusnya paham bahwa Kerajaan Allah sudah hadir karena Yesus sudah ada di tengah-tengah mereka.


Bagi orang-orang Yahudi kepercayaan akan akhir zaman berkaitan pengharapan mereka akan kedatangan Mesias tidak utusan Allah ini akan datang untuk membawa keselamatan dan pemulihan kejayaan Israel dari puing-puing kehancuran. karena itu, ramalan-ramalan tentang kedatangan Mesias dan Kerajaan Allah selalu diwarnai dengan gambaran kehancuran dunia tidak bagi kita, pengharapan akan keselamatan sudah terpenuhi dalam diri Kristus tidak dia telah menghadirkan Kerajaan Allah dalam hidup kita.


Tuhan Yesus Memberkati

November 26, 2020

Renungan Kamis, 26 November 2020

 Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba

Wahyu 18:1-2.21-23 : 19:1-3.9

Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci, Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan." Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita, sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu." Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya." Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Mazmur 100:2-5

Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai! Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Lukas 21:20-28

"Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu." "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."

Renungan

Kedatangan juru selamat dunia dinantikan para pengikut kristus dalam injil hari ini Yesus menunjukkan kepada kita akan semua pembalasan kepada orang yang akan perbuatan manusia sudah digenapi seperti ada yang tertulis. Tanda-tanda yang menunjukkan kesengsaraan akan timbul, matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

Kedatangan Tuhan sepertinya ditunjukkan dengan hal-hal yang mengerikan seperti berkakhirnya sebuah zaman. Mungkin bumi dan segala isinya akan dihanguskan lalu yang menjadi permenungan kita. Sudahkah kita layak menghadap Tuhan? Apa saja yang sudah kita perbuat selama di dunia ini? Kesiapan untuk menyambut kehadiran Tuhan butuh hati yang rendah hati dan sikap bergantung kepada Allah. Bila kita sudah mempersiapkan diri dengan baik maka sudah sepatutnya kita boleh berbahagia karena diundang dalam perjamuan Allah.

Tuhan Yesus Memberkati


November 25, 2020

Renungan Rabu, 25 November 2020

 Karena namaKu kalian akan dibenci semua orang 


Wahyu 15:1-4 


Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah. Dan aku melihat sesuatu bagaikan lautan kaca bercampur api, dan di tepi lautan kaca itu berdiri orang-orang yang telah mengalahkan binatang itu dan patungnya dan bilangan namanya. Pada mereka ada kecapi Allah. Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!  Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan, dan yang tidak memuliakan nama-Mu? Sebab Engkau saja yang kudus; karena semua bangsa akan datang dan sujud menyembah Engkau, sebab telah nyata kebenaran segala penghakiman-Mu." 


Mazmur 98:1-3, 7-9 


Mazmur. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib;keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus. TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa. Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita. Biarlah gemuruh laut serta isinya, dunia serta yang diam di dalamnya! Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama di hadapan TUHAN, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran. 


Lukas 21:12-19


Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-muridnya, " akan datang harinya kalian ditangkap dan dianiaya tidak karena Namaku kalian akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat, dimasukkan kedalam penjara, dan dihadapkan kepada raja-raja dan para penguasa. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetap teguhlah di dalam hatimu, jangan kalian memikirkan terlebih dahulu pembelaan mu. aku sendirilah yang akan memberi kalian kata-kata Hikmat, sehingga kalian tak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.   dan kalian akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kamu keluargamu dan sahabat-sahabatmu, dan beberapa orang diantara kamu akan dibunuh karena Namaku kalian akan dibenci semua orang. Tetapi tidak sehelai pun rambut kepalamu akan hilang, kalau kalian tetap bertahan, kalian akan memperoleh hidupmu."


Renungan


Pasukan khusus biasanya mendapat latihan Survival yang berarti tidak latihan ini membekali mereka dengan kemampuan untuk bertahan hidup di Medan yang berat seperti di tengah hutan, pegunungan, gurun, atau lautan titik Medan yang berat menjadi ujian bagi ketangguhan fisik dan mental mereka tidak mereka harus sanggup berjalan mendaki atau berenang jarak jauh titik di samping itu mereka juga harus menguasai keterampilan keterampilan praktis untuk bertahan hidup di alam liar, antara lain mencari sumber makanan, minuman, dan obat alternatif.


Seperti pasukan khusus, para murid Yesus juga harus memiliki kemampuan untuk bertahan dalam perutusannya. Yesus mengingatkan para muridnya bahwa mereka akan mengalami masa-masa yang berat karena penganiayaan titik ini Justru harus menjadi kesempatan bagi mereka untuk bersaksi titik persoalannya, tidak ada pelatihan khusus bagi para murid Yesus untuk bertahan dalam masa-masa penganiayaan.


Yesus meneguhkan mereka supaya tidak khawatir tidak para murid akan selalu mendapat pendampingan Yesus. Dia akan memberi mereka kata-kata Hikmat untuk bersaksi titik Tuhan juga berjanji " jikalau kamu bertahan kamu akan beroleh hidup. " janji Tuhan ini harus menjadi pegangan kita ketika menghadapi tantangan dalam menghayati Iman jika kita bertahan, kita akan menikmati karunia hidup yang kekal.


Tuhan Yesus Memberkati


November 24, 2020

Renungan Selasa, 24 November 2020

Keabadian adalah milik Allah


Wahyu 14:14-20


Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya. Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak."  Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah. Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam. Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak." Lalu malaikat itu mengayunkan sabitnya ke atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah. Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.


Mazmur 96:10-13 


Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja! Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran." Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak, biarlah gemuruh laut serta isinya, biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya, maka segala pohon di hutan bersorak-sorai di hadapan TUHAN, sebab Ia datang, sebab Ia datang untuk menghakimi bumi. Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya. 


Lukas 21:5-11 


Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: "Apa yang kamu lihat di situ — akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan." Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: "Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?" Jawab-Nya: "Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka. Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pemberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera." Ia berkata kepada mereka: "Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan,dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.


Renungan


Bacaan bacaan Injil sepanjang minggu ini berbicara tentang akhir zaman. Tema ini memang tidak mudah dipahami. Nuansanya menyeramkan meski demikian, tema Akhir Zaman ini penting untuk direnungkan karena berkaitan dengan tujuan final peziarahan hidup kita,  yakni persatuan kita dengan Allah dalam kerajaannya. Tak lama lagi kita akan memasuki masa Adven yang membuka tahun Liturgi yang baru.


Pandangan akan akhir zaman mengingatkan kita akan kefanaan dunia. dunia menyajikan banyak hal yang indah.  kadang-kadang kita terbuai dibuatnya. Meski demikian, kita harus sadar bahwa dunia tidak menawarkan Keabadian. Dalam Injil hari ini dikisahkan kekaguman orang Yahudi akan keindahan bait Allah. Yesus menggunakan kesempatan itu untuk berbicara tentang akhir zaman. Keindahan bait Allah di Yerusalem tidak Abadi. Pada waktunya bangunan itu akan mengalami kehancuran. Keabadian adalah milik Allah. karena itu, harapan akan hidup abadi harus kita Sadarkan pada Allah. 


Pada hari ini kita juga menimba inspirasi dan teladan hidup dari Andreas dumlap dan para Martir Vietnam. Mereka siap mengorbankan nyawa demi Iman gantinya,  Mereka menerima mahkota kehidupan dan kebahagiaan abadi bersama Kristus di surga.


Tuhan Yesus Memberkati

November 23, 2020

Renungan Senin 23. November 2020

Memberi dari kekurangan


Wahyu 14:1-5 


Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorang pun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.  


Mazmur 24:1-6 


Mazmur Daud. TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?" "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." 


Lukas 21:1-4


Di bait Allah, tatkala mengangkat muka, Yesus melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua pasar ke dalam peti itu. Maka Yesus berkata, " aku berkata kepadamu sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu tidak Sebab mereka semua memberikan persembahan dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberikan dari kekurangannya, Bahkan ia memberikan seluruh nafkahnya. "

Renungan


Sebagian besar lembaga keagamaan, termasuk juga gereja-gereja, berdiri sebagai lembaga nonprofit. Posisi ini membuat mereka bergantung pada sumbangan titik ketergantungan pada donasi dapat memunculkan godaan untuk memberi perhatian lebih kepada para donatur besar yang menopang kehidupan lembaga dan mengabaikan pelayanan pada umat yang sederhana.


Dalam Injil hari ini kita mendengar pujian Yesus atas persembahan janda miskin. Yesus melihat bahwa orang-orang kaya memasukkan uang dalam nominal yang jauh lebih besar ke dalam peti persembahan. Janda itu hanya memasukkan dua peser ke dalam peti itu. Meski demikian, Yesus menyatakan: "sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahan nya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."


Sabda Tuhan pada hari ini mengingatkan kita agar tidak meremehkan pemberian orang karena nilai ekonomisnya rendah tidak bisa jadi dibalik pemberian yang murah dan Sederhana itu tersembunyi kasih yang mendalam titik kisah janda miskin itu juga menggugat kita untuk belajar bermurah hati tidak kita sering menunda-nunda waktu untuk memberi persembahan Kasih dengan alasan belum cukup kaya. Kekayaan dan kemurahan hati adalah dua hal yang berbeda titik persembahan janda miskin itu menunjukkan persimpangan keduanya.


Tuhan Yesus Memberkati

November 22, 2020

Renungan Minggu , 22 November 2020

 Kemuliaan Yesus di Akhir Zaman


Yehezkiel 34:11-12, 15-17

Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.

Mazmur 23:1-3, 5-6

Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.


Mazmur 23:1-3, 5-6


Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.


Matius 25:31-46

"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."


Renungan


Akal budi manusia tidak mampu menangkap misteri Allah sepenuhnya. Karena itu, kita sering menggunakan analogi ketika berbicara tentang Allah. Kita Berusaha menjelaskan siapa Allah dengan menggunakan gambaran-gambaran tertentu sebagai perbandingan, antara lain gembala, Hakim atau raja. Analogi Analogi ini memang memiliki keterbatasan tetapi berguna untuk menjelaskan hakikat Allah dalam bahasa yang lebih mudah dimengerti.

Pada hari ini kita merayakan Yesus Kristus Raja semesta alam titik Injil memberi kita gambaran tentang kemuliaan Yesus pada akhir zaman titik dia tampil sebagai raja yang mengadili segala bangsa. Pengadilan itu dilakukan berdasarkan rekam jejak setiap orang dalam mengasihi sesama. Orang-orang yang memperhatikan sesamanya yang menderita diterima dalam kerajaan Allah titik Sementara itu, mereka yang tidak mempedulikan sesamanya dibuang ke tempat siksaan yang kekal.

Gambaran tentang pengadilan akhir zaman memberi pesan yang kuat tentang kerajaan Allah tidak hukum kasih adalah dasar Kerajaan Allah tidak melalui Yesus, Allah menampakan kehendaknya kepada kita. Dia menghendaki agar kita membangun dunia berdasarkan kasih sehingga tidak ada orang yang terlantar dalam penderitaan titik jika kita hidup saling mengasihi, kita tidak perlu menunggu akhir zaman untuk mengalami Kerajaan Allah titik Kerajaan Allah hadir mulai dari sini.

Tuhan Yesus memberkati.

November 21, 2020

Renungan Sabtu, 21 November 2020

Mengabdi Kepada Allah


Wahyu 11:4-12 


Mereka adalah kedua pohon zaitun dan kedua kaki dian yang berdiri di hadapan Tuhan semesta alam. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, keluarlah api dari mulut mereka menghanguskan semua musuh mereka. Dan jikalau ada orang yang hendak menyakiti mereka, maka orang itu harus mati secara itu. Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya. Dan apabila mereka telah menyelesaikan kesaksian mereka, maka binatang yang muncul dari jurang maut, akan memerangi mereka dan mengalahkan serta membunuh mereka. Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan. Dan orang-orang dari segala bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, melihat mayat mereka tiga setengah hari lamanya dan orang-orang itu tidak memperbolehkan mayat mereka dikuburkan. Dan mereka yang diam di atas bumi bergembira dan bersukacita atas mereka itu dan berpesta dan saling mengirim hadiah, karena kedua nabi itu telah merupakan siksaan bagi semua orang yang diam di atas bumi. Tiga setengah hari kemudian masuklah roh kehidupan dari Allah ke dalam mereka, sehingga mereka bangkit dan semua orang yang melihat mereka menjadi sangat takut. Dan orang-orang itu mendengar suatu suara yang nyaring dari sorga berkata kepada mereka: "Naiklah ke mari!" Lalu naiklah mereka ke langit, diselubungi awan, disaksikan oleh musuh-musuh mereka. 


Mazmur 144:1-2, 9-10 


Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang; yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasaku! Ya Allah, aku hendak menyanyikan nyanyian baru bagi-Mu, dengan gambus sepuluh tali aku hendak bermazmur bagi-Mu, Engkau yang memberikan kemenangan kepada raja-raja, dan yang membebaskan Daud, hamba-Mu! 


Lukas 20:27-40 


Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya: "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak. Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak. Akhirnya perempuan itu pun mati.  Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia." Jawab Yesus kepada mereka: "Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.

Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup." Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: "Guru, jawab-Mu itu tepat sekali."  Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus. 


Renungan


Umat Kristen sering berdoa mohon panggilan. Jika diperhatikan secara lebih detil, kita akan menemukan gejala yang lucu. Doa-doa itu cenderung ditujukan untuk orang lain. Kebanyakan orang tua kita berdoa agar anak orang lain terpanggil menjadi hambaTuhan.  mereka sendiri tidak merelakan anaknya memilih Jalan panggilan khusus itu mengabdikan diri untuk Tuhan, gereja dan sesama.


Pada hari ini kita  memperingati Maria yang dipersembahkan kepada Allah oleh kedua orang tuanya. Setelah lama merindukan kelahiran seorang buah hati, Allah mendengarkan doa-doa mereka. Pada usia 3 tahun, mereka membawa Maria ke bait Allah untuk dikursuskan bagi Allah. Peristiwa ini mengingatkan kita pada kisah Samuel yang dipersembahkan kepada Allah oleh ibunya, Hana.


Allah berkenan pada orang-orang yang tulus mempersembahkan hidup mereka untuk melaksanakan kehendaknya. Allah membentuk mereka menjadi pribadi pribadi yang istimewa. Samuel menjadi nabi besar dalam sejarah Israel. Maria menjadi Bunda Yesus Kristus, juruselamat kita. Lalu bagaimana dengan kita?


Tuhan Yesus Memberkati

November 20, 2020

Renungan Jumat, 20 November 2020

Rumah-Ku adalah rumah doa

Wahyu 10:8-11 

Dan suara yang telah kudengar dari langit itu, berkata pula kepadaku, katanya: "Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu." Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."  Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya. Maka ia berkata kepadaku: "Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja." 

Mazmur 119:14, 24, 72, 103 

Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta. 
Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak. Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.

Lukas 19:45-48

Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."  Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.


Renungan

Keramaian selalu menarik pedagang. Bagi mereka kehadiran orang banyak adalah peluang untuk berjualan. Alasan yang melatarbelakangi kehadiran orang banyak itu tidak begitu penting bagi mereka. Pedagang minuman, misalnya, tidak akan terlalu peduli Apakah orang datang untuk berdemonstrasi, kampanye, berdoa, berolahraga, berbelanja, atau  sekadar bersenang-senang. Pikirannya terfokus pada cara cara meraup keuntungan dari peluang pasar yang terbuka. Baginya, persoalan yang paling penting adalah dagangan laris.

Injil hari ini berkisah tentang Yesus yang mengusir para pedagang dari bait Allah. Apakah Yesus membenci pedagang? Nya Tentu saja tidak! Yesus sendiri menggunakan kegiatan berdagang secara positif dalam pengajaranNya. Sebagai contoh, kita pasti mengenal perumpamaan Yesus tentang hamba yang dapat kepercayaan besar karena Setia melipatgandakan uang Mina yang diberikan oleh tuannya untuk berdagang.

Pada dasarnya kita semua adalah pedagang titik kita memperoleh penghasilan dengan menjual sesuatu, entah barang atau jasa titik Injil hari ini Tentu saja tidak dimaksudkan sebagai sebuah kecaman terhadap profesi pedagang. Yesus mengecam praktik-praktik perdagangan yang telah mengaburkan Sisi rohani bait Allah. Yesus tidak ingin bait Allah merosot menjadi pasar tempat orang berjualan hal-hal rohani namun kehilangan jiwanya sebagai rumah doa. Pesona uang kadang-kadang membutakan orang sehingga Tuhan ditempatkan di posisi nomor dua.

Tuhan Yesus Memberkati

November 19, 2020

Renungan, kamis 19 November 2020

Tangisan Yesus

Wahyu 5:1-10 

Maka aku melihat di tangan kanan Dia yang duduk di atas takhta itu, sebuah gulungan kitab, yang ditulisi sebelah dalam dan sebelah luarnya dan dimeterai dengan tujuh meterai. Dan aku melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring, katanya: "Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya?" Tetapi tidak ada seorang pun yang di sorga atau yang di bumi atau yang di bawah bumi, yang dapat membuka gulungan kitab itu atau yang dapat melihat sebelah dalamnya. Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorang pun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis!Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."  Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi. Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu. Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus. Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi." 

Mazmur 149:1-6, 9 

Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh. Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka! Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi! Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan. Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka! Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka, untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya! 


Lukas 19:41-44

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

Renungan

Kadang-kadang kita berhasil membuat prediksi yang akurat. Tingkat akurasinya cenderung tinggi ketika kita membuat prediksi tentang sesuatu yang berada dalam lingkaran kompetensi kita. Berdasarkan data dan pola kecenderungan di masa lalu, kita membuat proyeksi tentang apa yang akan terjadi di masa depan. Meskipun demikian prediksi kita bisa meleset karena selalu faktor-faktor yang pengaruhnya tidak kita ketahui dengan pasti. Pengetahuan yang pasti akan masa depan hanya dimiliki oleh Tuhan. 

Injil hari ini mengisahkan peristiwa Yesus menangisi kota Yerusalem. Peristiwa itu sekaligus menampakkan ke-Allah-an dan kemanusian Yesus. Dia bersedih karena mengetahui kota yang damai ini akan dikepung dan dihancurkan oleh tentara Romawi yang dipimpin oleh Titus.

Tangisan Yesus atas kota Yerusalem adalah ungkapan kasih yang terluka. Yesus mengasihi Yerusalem tetapi kota ini tidak membalas kasihNya. Justru di kota ini Yesus dijatuhi hukuman mati. Yesus menangisi Yerusalem seperti seorang ayah yang melihat anaknya menempuh jalan keliru yang akan mendatangkan bencana bagi dirinya sendiri.

Tuhan Yesus Memberkati


November 18, 2020

Renungan Rabu, 18 November 2020

Mengapa uangku tidak kau berikan kepada orang yang menjalankan uang?


Wahyu 4:1-11 


Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.  Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang. Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.  Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."   Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya, maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."



Mazmur 150:1-6


Haleluya! Pujilah Allah dalam tempat kudus-Nya! Pujilah Dia dalam cakrawala-Nya yang kuat! Pujilah Dia karena segala keperkasaan-Nya, pujilah Dia sesuai dengan kebesaran-Nya yang hebat! Pujilah Dia dengan tiupan sangkakala, pujilah Dia dengan gambus dan kecapi! Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian, pujilah Dia dengan permainan kecapi dan seruling! Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting, pujilah Dia dengan ceracap yang berdentang! Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya! 


Lukas 19:11-28 


Untuk mereka yang mendengarkan Dia di situ, Yesus melanjutkan perkataan-Nya dengan suatu perumpamaan, sebab Ia sudah dekat Yerusalem dan mereka menyangka, bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Maka Ia berkata: "Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. Ia memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami. Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-hambanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka masing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina. Katanya kepada orang itu: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota. Datanglah yang kedua dan berkata: Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina. Katanya kepada orang itu: Dan engkau, kuasailah lima kota. Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur.

Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku." Dan setelah mengatakan semuanya itu Yesus mendahului mereka dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. 


Renungan


Hamba yang bertanggung jawab akan dipercaya oleh tuannya. Yesus menyampaikan pesan ini melalui perumpamaan tentang hamba-hamba yang dipercaya untuk mengelola Mina. Untuk menguji tanggung jawab para hamba-nya, seorang bangsawan memberikan uang masing-masing satu Mina kepada 10 orang hamba-nya. Dia berpesan supaya mereka menggunakannya sebagai modal dagang sampai dia kembali dari negeri yang jauh.


 Setelah sekian lama bangsawan itu itu kembali sebagai seorang raja. Dari 10 hambanya, dia hanya mendapatkan 2 orang menjalankan pesannya. Hamba yang menggandakan Mina itu 10 kali lipat diberinya kepercayaan untuk memerintah atas 10 kota. Hamba ketiga dihukum karena dia menyimpan uang itu tanpa berusaha menggandakannya. Penulis Injil tidak memberi keterangan tentang apa yang terjadi dengan 7 hamba lainnya.


 Perumpamaan ini menggunakan logika investasi untuk menggarisbawahi tugas kita sebagai hamba-hamba Allah. Modal yang diberikan Tuhan harus dikembangkan, bukan disimpan dalam sapu tangan. Uang Mina itu adalah anugerah iman yang diberikan oleh sang raja, yakni Yesus Kristus sendiri. Iman tersebut harus kita kembangkan dalam hidup Sehingga berbuah banyak. Apakah kita siap ketika tiba saatnya Tuhan meminta pertanggungjawaban atas Anugerah iman itu?


 Tuhan Yesus Memberkati.

November 17, 2020

Renungan Selasa, 17 November 2020

Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang


Wahyu 3:1-6, 14-22 


"Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Sardis: Inilah firman Dia, yang memiliki ketujuh Roh Allah dan ketujuh bintang itu: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati! Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang masih tinggal yang sudah hampir mati, sebab tidak satu pun dari pekerjaanmu Aku dapati sempurna di hadapan Allah-Ku. Karena itu ingatlah, bagaimana engkau telah menerima dan mendengarnya; turutilah itu dan bertobatlah! Karena jikalau engkau tidak berjaga-jaga, Aku akan datang seperti pencuri dan engkau tidak tahu pada waktu manakah Aku tiba-tiba datang kepadamu. Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat." "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Aku pun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."



Mazmur 15:2-5 


Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat terhadap temannya dan yang tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN; yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi; yang tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba dan tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah. Siapa yang berlaku demikian, tidak akan goyah selama-lamanya. 


Lukas 19 :1-10


Yesus memasuki kota yerikho dan berjalan menyusuri kotak itu. Di situ ada seorang kepala pemungut cukai yang amat kaya, Zakheus namanya. Ia berusaha melihat orang Apakah Yesus itu, tetapi tidak berhasil karena banyak orang dan berbadan pendek. Maka berlarilah dia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai di tempat itu, ia melihat ke atas dan berkata, Zakheus, segeralah turun. Hari ini ini aku mau menumpang di rumahmu. Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya, "Ia menumpang di rumah orang berdosa. "  tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan ," Tuhan, separuh dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin, dan sekiranya ada sesuatu yang ku peras dari seseorang akan kukembalikan kan 4 kali lipat. " kata Yesus kepada-nya, " hari ini terjadilah keselamatan atas rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham.  "Anak manusia memang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang."


Renungan


Dalam kelompok masyarakat biasanya terdapat kelompok-kelompok tertentu yang tidak disukai mereka sering menjadi sasaran prasangka negatif, bullying dan eksklusi sosial. Antipati terhadap kelompok-kelompok ini biasanya dipicu oleh sentimen perbedaan identitas agama dan etnis. Antipati juga sering dialami oleh kelompok-kelompok yang mendapat cap buruk dalam masyarakat karena profesi mereka. Dalam masyarakat Yahudi pada zaman Yesus, pemungut cukai dibenci karena dinilai bekerja karena dinilai bekerja dengan penjajah Romawi dan memperkaya diri dengan menggelapkan pajak yang dibayar oleh masyarakat.


Sikap Yesus terhadap Zakheus, kepala pemungut cukai di kota yerikho, memicu kontroversi. Orang banyak bersungut-sungut karena Yesus menumpang di rumah Zakheus yang mereka cap sebagai orang berdosa. Di mata mereka, Yesus bersikap " abu-abu " dan berkompromi dengan "dosa". Mereka gagal memahami bahwa keputusan Yesus itu didasari oleh kasih untuk mencari dan menyelamatkan domba-domba yang tersesat.


Sementara itu, kasih Yesus menumbuhkan komitmen pertobatan dalam Zakheus.  dia berjanji memberikan setengah dari miliknya kepada orang miskin. Kebencian orang-orang Yahudi membuat Zakheus terkurung dalam label orang berdosa. Kasih Yesus mengubah dia menjadi Manusia Baru. Yesus membuka label sosial yang mengerdilkan hidup orang. Kisah pertobatan Zakheus memberi kita inspirasi. Antipati melahirkan eksklusi, empathi memekarkan transformasi.

November 16, 2020

Renungan Senin, 16 November 2020

Apa yang kau kehendaki Kuperbuat bagimu?

 Tuhan , semoga aku melihat


Wahyu 1:1-4 


Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.  Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat. Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, 


Mazmur 1:1-4


Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. 


Lukas 18:35-43 


Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?" Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat." Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"  Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!" Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!"  Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.


Renungan


Ketika berkarya di depan umum, Yesus rupanya dikenal sebagai pembuat mukjizat. Kisah penyembuhan yang dilakukanNya di jalan dekat Yerikho menunjukkan hal ini. Mendengar kabar bahwa Yesus lewat, seorang pengemis buta berseru-seru kepadaNya : "Yesus, anak Daud, kasihanilah aku!" Dia percaya bahwa Yesus mempunyai kuasa untuk menyembuhkan. Meskipun orang-orang menegurnya supaya diam, pengemis buta itu tidak menghentikan seruan prrmohonannya kepada Yesus.


Kegigihan pengemis buta itu menarik perhatian Yesus. Kata Yesus kepadaNya : " Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Dia menjawab : Tuhan, supaya aku dapat melihat". Yesus mengabulkan permintaannya dengan bersabda " Melihatlah engkau , imanmu telah menyelamatkan engkau". 


Kisah penyembuhan yang dialami oleh si buta menampilkan kerja sama antara rahmat dan iman. Di satu sisi , mukjizat kessmbuhan terjadi karena rahmat Tuhan. Tanpa Yesus , orang buta itu tak berdaya untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Di sisi lain, iman orang buta itu dihargai Yesus. Yesus berkenan menganugerahkan mukjizat penyembuhan karena melihat imannya. Mukjizat terjadi ketika rahmat berpadu dengan iman. Jika kita memiliki mata iman, kita akan dapat melihat karya-karya Tuhan yang menakjubkan.


Tuhan Yesus Memberkati

November 15, 2020

Renungan Minggu, 15 November 2020

Mari kita mencari pujian dari Tuhan


Amsal 31:10-13, 19-20, 30-31 


Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya. Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal. Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin. Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang! 


Mazmur 128:1-5 


Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!  Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, 


1 Tesalonika 5:1-6 


Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman — maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin — mereka pasti tidak akan luput. Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. 


Matius 25:14-30 


"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."


Renungan


Sambil duduk dalam antrian menunggu giliran ujian, seorang mahasiswa sibuk mencoret-coret bukunya. Dia menuliskan garis besar isi mata kuliah yang akan diujikan itu. Tiba gilirannya masuk ke ruang ujian; dosen penguji minta dia untuk mengungkapkan apa saja yang dipahaminya tentang mata kuliah itu. Semua yang dituliskan selama menunggu tadi, itulah yabg diungkapkan. Alhasil, selain mendapat nilai tinggi, betapa bahagianya dia karena menerima banyak sekali pujian. Itulah kebahagiaan yang diperolah orang yang dapat mengisi dengan perbuatan yang tepat disaat-saat menunggu. 


Perumpamaan tentang talenta dalam injil hari ini mengabarkan cara orang beriman mengisi waktu dalam menunggu kedatangan  Yesus. Selama waktu tersebut, orang beriman diberi kesempatan mengembangkan talenta yang diberikan Tuhan. Seperti tiga hamba dalam perumpamaan itu, setiap orang diberi bakat dan kemampuan dalam jumlah yang berbeda-beda. Itu artinya Allah sungguh-sungguh mengenal setiap orang sebagai pribadi yang berbeda-beda. Masing-masing orang diberi sesuai porsinya masing-masing. Orang dapat gagal mengembangkan talentanya bila hidupnya dihantui oleh kemalasan, rasa curiga, rasa benci, kecenderungan menunda-nunda,atau salah membuat keputusan. Ketika berhasil mengembangkan talenta, orang akan mendapat pujian dan peneguhan yang membawa bahagia dalam hidupnya.


Siswa yang berhasil mendapat pujian baik dari teman maupun guru.Mahasiswa mendapat pujian dari dosen. Akan tetapi, kita orang beriman, yang paling penting adalah pujian dan peneguhan Tuhan. Untuk mendapatkan peneguhan dari Tuhan, kita perlu bersabar dan perlu melepaskan diri dari pujian-pujian instan yang ditawarkan dunia. Hanya peneguhan Tuhan yang dapat membawa rasa bahagia sejati bagi jiwa.


Tuhan Yesus Memberkati

November 14, 2020

Renungan Sabtu, 14 November 2020

 Ketekunan Dalam Doa


3 Yohanes 1:5-8 


Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing. Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, jikalau engkau menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan suatu cara yang berkenan kepada Allah. Sebab karena nama-Nya mereka telah berangkat dengan tidak menerima sesuatu pun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran.


Mazmur 112:1-6 


Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati. Harta dan kekayaan ada dalam rumahnya, kebajikannya tetap untuk selamanya. Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil. Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya. Sebab ia takkan goyah untuk selama-lamanya; orang benar itu akan diingat selama-lamanya. 


Lukas 18:1-8 


Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: "Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku." Kata Tuhan: "Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"


Renungan


Seorang tukang kayu sedang melatih anaknya untuk menggergaji. Diyakinkannya anaknya itu terus menerus menggerakkan gergaji. Yang paling penting adalah ketekunan untuk terus menerus mendorong dan menarik gergaji itu. Kayu sekeras apapun, akhirnya akan terpotong oleh gerakan gergaji yang terus menerus.


Doapun perlu dilakukan secara terus menerus. Perlunya ketekunan dalam doa itu dinyatakan oleh yesus melalui perumpamaan dalam injil hari ini. Seperti janda yang berulang-ulabg mendatangi hakim untuk membelanya, begitulah doa menjadi jalan untuk mendatangi Allah. Hakim yang didatangi itu sebenarnya tidak adil dan tidak peduli pada peri kemanusiaan. Kedatangan terus menerus si janda membuat hakim yang jahat itu akhirnya memberikan keadilan. Jika manusia mendatangi Tuhan dalam doa, karena Tuhan itu adalah Hakim yang adil, maka tentu saja keadilan akan segera diberikan. 


Di Zaman ini kita hidup dalam dunia yang masih diwarnai ketidakadilan. Akan tetapi kita yakin bahwa Yesus akan datang untuk menegakkan keadilan sepenuh penuhnya. Dalam keyakinan ini kita perlu terus menerus datang kepada Tuhan melalui doa-doa. Seperti janda yang tidak menyerah itu, kita tidak boleh menyerah meski mengalami ketidakpedulian dan tantangan ketidakadilan. Doa yang terus menerus menjadi jalan bagi kita untuk menghadapi ketidakadilan hidup ini bersama-sama dengan Tuhan.


Tuhan Yesus Memberkati

November 13, 2020

Renungan Jumat, 13 November 2020

Kapan Anak Manusia akan menyatakan diri


2 Yohanes 1:4-8 


Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu — bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya — supaya kita saling mengasihi. Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya. Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.


Mazmur 119:1-2, 10-11, 17-18


Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati, Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup, dan aku hendak berpegang pada firman-Mu. Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu. 


Lukas 17:26-37 


Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." [Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.] Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."


Renungan


Seorang anak muda bangga sekali dengan tanaman gelombang cinta miliknya, karena karena tahu bahwa harganya semakin hari semakin mahal. Pada satu malam dia menolak tawaran mobil mewah untuk ditukar dengan tanaman miliknya itu. Tiba-tiba pada esok paginya ada berita bahwa tanaman gelombang cinta tidak berharga lagi. Secara tiba-tiba dan tidak terduga harga tanaman itu hancur.


Kedatangan Yesus kembali juga tidak terduga. Dalam injil hari ini Yesus menggambarkannya seperti peristiwa air bah pada zaman Nuh dan seperti peristiwa hancurnya Sodom dan Gomora di zaman Lot. Pada zaman Nuh, manusia berbuat jahat dengan aman. Mereka menyangka tiada hal yang perlu dicemaskan dan hidup diisi dengan menikmati makan, minum, menikah dan dinikahkan. Ternyata pada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, tiba-tiba turun hujan, datang banjir, dan akhirnya tak seorangpun selamat selain Nuh dan keluarga. Begitu juga di zaman Lot, penduduk Sodom dan Gomora merasa aman hidup dalam kejahatan. Dengan santai, setiap hari menikmati kelakuan jahat mereka. Tiba-tiba hujan api dan belerang turun memusnahkan kota itu. Tidak yang selamat selain Lot dan dua anaknya.


Kita juga tidak tahu kapan Kristus datang. Dia akan datang secara tiba-tiba, tanpa peringatan. Entah hari ini , besok, tahun depan, beberapa tahun lagi atau berabad-abad lagi, tiba-tiba Dia datang. Saat Dia datang mungkin banyak terjebak oleh rasa aman, karena dagangan di tokonya tetap laris, praktek dokternya tetap lancar, tempat-tempat rekreasi dan hiburan yang dikelola makin ramai. Nasib mereka sama dengan orang-orang di zaman Nuh dan orang-orang Sodom dan Gomora. Oleh karena itu, kita harus senantiasa berjaga dengan menghidupi iman, seolah-olah Yesus datang pada hari ini juga.


Tuhan Yesus Memberkati


Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...