Rumah-Ku adalah rumah doa
Wahyu 10:8-11
Dan suara yang telah kudengar dari langit itu, berkata pula kepadaku, katanya: "Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu." Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu." Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya. Maka ia berkata kepadaku: "Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja."
Mazmur 119:14, 24, 72, 103
Atas petunjuk peringatan-peringatan-Mu aku bergembira, seperti atas segala harta.
Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak. Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.
Lukas 19:45-48
Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun." Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.
Renungan
Keramaian selalu menarik pedagang. Bagi mereka kehadiran orang banyak adalah peluang untuk berjualan. Alasan yang melatarbelakangi kehadiran orang banyak itu tidak begitu penting bagi mereka. Pedagang minuman, misalnya, tidak akan terlalu peduli Apakah orang datang untuk berdemonstrasi, kampanye, berdoa, berolahraga, berbelanja, atau sekadar bersenang-senang. Pikirannya terfokus pada cara cara meraup keuntungan dari peluang pasar yang terbuka. Baginya, persoalan yang paling penting adalah dagangan laris.
Injil hari ini berkisah tentang Yesus yang mengusir para pedagang dari bait Allah. Apakah Yesus membenci pedagang? Nya Tentu saja tidak! Yesus sendiri menggunakan kegiatan berdagang secara positif dalam pengajaranNya. Sebagai contoh, kita pasti mengenal perumpamaan Yesus tentang hamba yang dapat kepercayaan besar karena Setia melipatgandakan uang Mina yang diberikan oleh tuannya untuk berdagang.
Pada dasarnya kita semua adalah pedagang titik kita memperoleh penghasilan dengan menjual sesuatu, entah barang atau jasa titik Injil hari ini Tentu saja tidak dimaksudkan sebagai sebuah kecaman terhadap profesi pedagang. Yesus mengecam praktik-praktik perdagangan yang telah mengaburkan Sisi rohani bait Allah. Yesus tidak ingin bait Allah merosot menjadi pasar tempat orang berjualan hal-hal rohani namun kehilangan jiwanya sebagai rumah doa. Pesona uang kadang-kadang membutakan orang sehingga Tuhan ditempatkan di posisi nomor dua.
Tuhan Yesus Memberkati
Kita semua adalah pedagang titik kita memperoleh penghasilan dengan menjual sesuatu, entah barang atau jasa titik Injil hari ini Tentu saja tidak dimaksudkan sebagai sebuah kecaman terhadap profesi pedagang.
BalasHapusTuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk tetapbmenomer satukan Tuhan Yesus dari barang manusiawi . Willy
BalasHapus