Juni 30, 2020

Renungan, 30Juni 2020

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu

Amsal 3:1-8, 4:11-12

Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu. 
Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, 
maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia. Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu. Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus. Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung.

Mazmur 5:5-8
 
Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu. Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan. Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu. Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau. 


Matius 8:23-27 

Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?" 

Renungan

     Dalam kitab Amsal hari ini kita diajarkan agar senantiasa mengenakan kalung kasih dan setia kepada Tuhan, percaya kepada Tuhan dengan segenap hati serta mengakui Dia dalam setiap langkah kita. Apapun yang kita lakukan jika kita mau setia mengikuti hikmat Tuhan, kita percaya bahwa Tuhan pasti  akan menyertai serta membimbing ke jalan yang benar.

     Tuhan sangat benci terhadap yang jahat karena itu, pasti Tuhan tidak mungkin berkenan kepada kefasikan, ditunjukkan dalam mazmur bahwa Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu, mereka yang tidak mempunyai kasih ujungnya akan binasa.

     Injil hari ini Yesus menekankan pada satu hal yaitu iman akan kepercayaan kepada Tuhan, Yesus menunjukkan mampu menaklukkan badai yang sedang mengombang ambing kapal, sejenak kita  renungkan bersama apabila para murid tidak membangunkan Yesus apakah mereka tenggelam? Kita tahu dari pernyataan Yesus yang sangat tegas hai kamu yang kurang percaya, dari kata Yesus inilah mau mengajarkan bahwa kita memang seharusnya percaya penuh kepada Allah, karena jika tidak maka kita akan diombang-ambingkan masalah dan yang ada hanya perasaan takut, cemas , was-was dan perasaan negatif lainnya. Mari melalui injil hari ini kita mulai belajar bersama bagaimana menjadi orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan dengan segenap hati serta mempraktekkan dalam hidup sehari-hari, karena dengan iman yang teguh Tuhan benar-benar akan menunjukkan kuasaNya, tetapi jika kita ragu atau hanya percaya tidak dengan segenap hati maka hasilnya akan kita petik sendiri.

Tuhan Yesus Memberkati 

Juni 29, 2020

Renungan, 29 Juni 2020

Kesaksian yang menyelamatkan

Kisah Para Rasul 12 :1-11

Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi. Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak. Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah. Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Ia pun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!" Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan. Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia. Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: "Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi." 

Mazmur 34: 2-9

Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku. Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita. Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya. Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka. Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

2 Timotius 4 : 6-8,17-18

Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. Tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.


Matius 16 : 13-19

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Renungan

     Pada hari menurut sejarah gereja katolik ditetapkan sebagai hari raya Santo Petrus dan Santo Paulus . Mereka memiliki dua jalan hidup yang berbeda tetapi dirayakan bersama-sama untuk menggarisbawahi peranan Gereja Kudus dalam peradaban sejarah manusia. Kisah Para Rasul memberikan ilustrasi peranan yang ditampilkan oleh kedua rasul. Petrus memimpin jemaat kecil pada masa sulit setelah kenaikan Yesus ke surga. Namun,   dibawah bimbingan Roh Kudus, ia mulai membuka wawasan jemaat dengan melayani permintaan kunjungan Kornelius, perwira Romawi di Kaesaria (Kis 10). Sementara Paulus berinisiatif menyebrang ke dalam misi yang belum terjamah ke bangsa-bangsa yang bahkan belum mengenal Tuhan, atas inisiatif sendiri menurut Tuntunan Roh Kudus.

     Rasul Petrus dan Paulus mempunyai peranan dalam Gereja, yaitu:
1) memelihara jiwa-jiwa yang percaya kepada Kristus
2) tanggap terhadap kebutuhan orang mencari kebenaran
3) inisiatif mewartakan keselamatan kepada orang yang tidak mengenal, bahkan menolak Kristus.

     Merayakan kedua Rasul Agung ini berarti merayakan hakekat dasar kewajiban Gereja menginjili bangsa-bangsa. Kedua Rasul telah meletakkan dasar bagi karya pastoral dan misi Gereja yang perlu terus kita lanjutkan dan kembangkan, seperti memelihara jiwa umat Kristiani, memperhatikan orang yang mencari Tuhan dalam kebenaran, serta menghayati iman kita sebagai kesaksian bahwa iman itu menyelamatkan. Dengan itu kita menjadi kepanjangan tangan Tuhan dalam menyampaikan pewartaan Kristus kepada mereka. Setiap diri kita sebagai pengikut kristus sudah seharusnya siap menjadi saksi dalam menyatakan iman kita akan Kristus Yesus yang adalah Tuhan dan juru selamat kita.

Tuhan Yesus Memberkati

Juni 28, 2020

Renungan, 28 Juni 2020

Siapakah yang layak jadi pengikut Kristus?


2 Raja-raja 4:8-11, 14-16

Pada suatu hari Elisa pergi ke Sunem. Di sana tinggal seorang perempuan kaya yang mengundang dia makan. Dan seberapa kali ia dalam perjalanan, singgahlah ia ke sana untuk makan. Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: "Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus". Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana." Pada suatu hari datanglah ia ke sana, lalu masuklah ia ke kamar atas itu dan tidur di situ. Kemudian berkatalah Elisa: "Apakah yang dapat kuperbuat baginya?" Jawab Gehazi: "Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua." Lalu berkatalah Elisa: "Panggillah dia!" Dan sesudah dipanggilnya, berdirilah perempuan itu di pintu. Berkatalah Elisa: "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki." Tetapi jawab perempuan itu: "Janganlah tuanku, ya abdi Allah, janganlah berdusta kepada hambamu ini!" 

Mazmur 89:2-3.16-19

Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun.  Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya TUHAN, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu;  Sebab perisai kita kepunyaan TUHAN, dan raja kita kepunyaan Yang Kudus Israel. 

Roma 6:3-4.8-11 

Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Matius 10:37-42

Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

Renungan

     Seorang Nabi Elisa pergi ke Sunem dan perempuan kaya mengundang makan serta saat makan perempuan kaya itu memberi tahu suaminya bahwa nabi Elisa seorang Abdi Allah yang kudus. Mereka mempersiapkan tempat tinggal untuk Elisa lalu suatu saat mengunjungi di tempat itu dan berkatalah Elisa apa yang dapat kuperbuat baginya? Jawab Gehazi belum punya anak dan suaminya sudah tua, kemudian Elisa menyuruh memanggil suaminya dan berdiri di depan pintu Elisa berkata "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki." Sungguh karya Tuhan lewat nabi Elisa dapat kita hayati betapa baiknya Tuhan Allah kita.

     Dalam mazmur nyanyian untuk kasih setia Tuhan selamanya , berbahagialah bangsa yang tahu mereka hidup dalam cahaya wajah Tuhan. Tuhan adalah Raja yang Kudus.

    Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma menyatakan bahwa kita telah dibaptis dalam kematian Kristus dan dikuburkan bersama Dia. Inilah konsekuensi dari iman kita yang kerap kali belum dihayati dan bahkan kita takuti,  tetapi kita tidak boleh lupa bahwa setelah penderitaan dan kematian-Nya, kemudian Yesus bangkit dengan mulia.

     Dalam injil hari ini Yesus menyampaikan kepada kita siapakah yang layak bagiNya kataNya "Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku". Perkataan Yesus ini sangat keras dan membuat hati kita mungkin tersentak apakah tidak boleh mengasihi orang tua maupun mengasihi anak, tetapi jika kita mau menghayati pesan Tuhan disini mau menitikberatkan kepada siapa dulu yg harus kita kasihi, jika kita sadar kita berasal dari Tuhan maka sudah selayaknya nomor satu yang kita hormati dan kita sembah yang utama adalah Bapa kita dulu yaitu Tuhan sang pencipta lalu dilanjutkan kepada kasih akan sesama yang kita salurkan melalui yang paling dekat dulu yaitu orang tua dan anak kita jadi maksud Tuhan bukan berarti tidak boleh mengasihi sesama tetapi menyadarkan kita bahwa semua itu berasal dari Tuhan.
Kemudian yang kedua kataNya : "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku". Yesus menegaskan siapakah yang layak menjadi pengikutNya, ini lebih tegas lagi bahwa mengikuti Yesus harus berani memikul salib. Lalu jika kita mau merenungkan sudahkah kita mau memikul salib kita dalam hidup sehari-hari? inilah bagi kita orang kristen cenderung suka mengikuti Yesus tapi kalo disuruh pikul salib kita pasti diam sejenak apakah kita sanggup?

     "Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku". Ini juga perkataan Yesus yang membuat kita terus bermenung apakah diri kita sudah menyambut Tuhan dengan baik tentunya tidak sedikit dari kita yang masih kurang menyambut Tuhan dengan baik misalnya saat kita mengikuti ibadah secara online apakah kita benar-benar sungguh mengikuti dengan segenap hati dan seluruh pikiran serta badan kita siap menyambut Tuhan dalam kehadiranNya ataukah kita sibuk dibayangi oleh pikiran lain yang membuat kita kurang bisa fokus saat ibadah berlangsung.

     Bila kita  mau dengan sunguh-sunguh mengikuti Yesus, kita dipanggil untuk mampu untuk melihat kehidupan dan kematian dari cara pandang Yesus. Pengikut Yesus harus siap menderita dan siap menjalani hidup kudus dengan cara meninggalkan segala dosa kita dan berusaha hidup tanpa cela dihadapanNya, karena setiap kita pengikut Kristus sejati dituntut untuk hidup kudus. Dengan hidup kudus dan jika sudah dilayakkan Tuhan maka boleh kita menerima upahNya yaitu beoleh keselamatan dan hidup kekal bersamaNya di surga.

Tuhan Yesus Memberkati
     

Juni 27, 2020

Renungan, 27 Juni 2020

Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya

Ratapan 2:2.10-14.18-19

Tanpa belas kasihan Tuhan memusnahkan segala ladang Yakub. Ia menghancurkan dalam amarah-Nya benteng-benteng puteri Yehuda. Ia mencampakkan ke bumi dan mencemarkan kerajaan dan pemimpin-pemimpinnya. Duduklah tertegun di tanah para tua-tua puteri Sion; mereka menabur abu di atas kepala, dan mengenakan kain kabung. Dara-dara Yerusalem menundukkan kepalanya ke tanah. 
Mataku kusam dengan air mata, remuk redam hatiku; hancur habis hatiku karena keruntuhan puteri bangsaku, sebab jatuh pingsan kanak-kanak dan bayi di lapangan-lapangan kota. Kepada ibunya mereka bertanya: "Mana roti dan anggur?", sedang mereka jatuh pingsan seperti orang yang gugur di lapangan-lapangan kota, ketika menghembuskan nafas di pangkuan ibunya. 
Apa yang dapat kunyatakan kepadamu, dengan apa aku dapat menyamakan engkau, ya puteri Yerusalem? Dengan apa aku dapat membandingkan engkau untuk dihibur, ya dara, puteri Sion? Karena luas bagaikan laut reruntuhanmu; siapa yang akan memulihkan engkau? Nabi-nabimu melihat bagimu penglihatan yang dusta dan hampa. Mereka tidak menyatakan kesalahanmu, guna memulihkan engkau kembali. Mereka mengeluarkan bagimu ramalan-ramalan yang dusta dan menyesatkan. Berteriaklah kepada Tuhan dengan nyaring, hai, puteri Sion, cucurkanlah air mata bagaikan sungai siang dan malam; janganlah kauberikan dirimu istirahat, janganlah matamu tenang! Bangunlah, mengeranglah pada malam hari, pada permulaan giliran jaga malam; curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan, angkatlah tanganmu kepada-Nya demi hidup anak-anakmu, yang jatuh pingsan karena lapar di ujung-ujung jalan! 


Mazmur  74:1-3.5-7.20-21

Nyanyian pengajaran Asaf. Mengapa, ya Allah, Kaubuang kami untuk seterusnya? Mengapa menyala murka-Mu terhadap kambing domba gembalaan-Mu? Ingatlah akan umat-Mu yang telah Kauperoleh pada zaman purbakala, yang Kautebus menjadi bangsa milik-Mu sendiri! Ingatlah akan gunung Sion yang Engkau diami. Ringankanlah langkah-Mu ke tempat yang rusak terus-menerus; segala-galanya telah dimusnahkan musuh di tempat kudus. 
Kelihatannya seperti orang mengayunkan tinggi-tinggi sebuah kapak kepada kayu-kayuan yang lebat, dan sekarang ukir-ukirannya seluruhnya dipalu mereka dengan kapak dan beliung; mereka menyulut tempat kudus-Mu dengan api, mereka menajiskan tempat kediaman nama-Mu sampai pada tanah; Pandanglah kepada perjanjian, sebab tempat-tempat gelap di bumi penuh sarang-sarang kekerasan. 
Janganlah biarkan orang yang terinjak-injak kembali dengan kena noda. Biarlah orang sengsara dan orang miskin memuji-muji nama-Mu.


Mat 8:5-17 

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya: 
"Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita." 
Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya." Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." 
Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya. Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." 

Renungan

     Dalam bacaan Ratapan begitu pedih dan meratapnya ladang Yakub yang dimusnahkan, benteng puteri Yehuda dihancurkan, dicampakkan ke bumi dan dicemarkan kerajaan serta pemimpinnya. Karena banyaknya anak-anaknya yang jatuh pingsan berguguran mereka memohon kepada Tuhan dalam ratap dan tangis.

     Dalam mazmur permohonan kepada Tuhan agar  mengingat umatNya yang telah diperoleh sejak purbakala, yang ditebus menjadi bangsa milik Tuhan sendiri dan Gunung Sion tempat kediaman Tuhan. Mereka sangat berdosa karena menajiskan tempat kudusMu, bumi penuh dengan sarang kekerasan. Permohonan agar tidak dibiarkan diinjak-injak kembali orang yang kena noda serta biar orang miskin dan sengsara memuji Tuhan.

     Injil hari ini Tuhan Yesus ke Kapernaum lalu  memuji iman dari seorang perwira yang datang kepadaNya untuk memohon kesembuhan bagi hambanya yang sedang sakit lumpuh dan sangat menderita. Lalu Yesus berkata : "Aku akan datang menyembuhkannya" . Dengan kerendahan hati karena merasa tidak layak di hadapan Tuhan, sehingga ia rela berkorban untuk menunjukkan perhatiannya serta mengupayakan kesembuhan untuk  hambanya. Dan Yesus memuji iman sebesar perwira itu tak pernah dijumpai dan yesus menyuruh "pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya". Saat itulah hamba perwira itu sembuh. Begitu juga Yesus sesampai di rumah Petrus menyembuhkan ibu mertuanya yang sedang sakit demam, lalu menjelang malam Yesus mengusir roh jahat dan menyembuhkan yang menderita.

   Sikap iman dan tindakan perwira bisa kita jadikan teladan dalam hidup rela berkorban demi kepentingan sesama. Perlu kita renungkan bersama seberapa besarkah cinta kita dalam memerhatikan dan mengupayakan keselamatan jiwa-jiwa dengan membawa mereka kepada Tuhan melalui doa-doa kita? Atau hanya doa-doa kita hanya berpusat pada diri kita dan kepentingan kita sendiri? Apakah kita cukup rendah hati untuk berdoa bagi keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan orang-orang di sekitar kita, bahkan bagi mereka yang membenci kita?

Tuhan Yesus Memberkati

Juni 26, 2020

Renungan, 26 Juni 2020

Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku

2 Raja-Raja 25:1-12

Maka pada tahun kesembilan dari pemerintahannya, dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal sepuluh bulan itu, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, dengan segala tentaranya menyerang Yerusalem. Ia berkemah mengepungnya dan mendirikan tembok pengepungan sekelilingnya.
Demikianlah kota itu terkepung sampai tahun yang kesebelas zaman raja Zedekia. Pada tanggal sembilan bulan yang keempat, ketika kelaparan sudah merajalela di kota itu dan tidak ada lagi makanan pada rakyat negeri itu, maka dibelah oranglah tembok kota itu dan semua tentara melarikan diri malam-malam melalui pintu gerbang antara kedua tembok yang ada di dekat taman raja, sekalipun orang Kasdim mengepung kota itu sekeliling. Mereka lari menuju ke Araba-Yordan.  Tetapi tentara Kasdim mengejar raja dari belakang dan mencapai dia di dataran Yerikho; segala tentaranya telah berserak-serak meninggalkan dia. Mereka menangkap raja dan membawa dia kepada raja Babel di Ribla, yang menjatuhkan hukuman atas dia. Orang menyembelih anak-anak Zedekia di depan matanya, kemudian dibutakannyalah mata Zedekia, lalu dia dibelenggu dengan rantai tembaga dan dibawa ke Babel. Dalam bulan yang kelima pada tanggal tujuh bulan itu — itulah tahun kesembilan belas zaman raja Nebukadnezar, raja Babel — datanglah Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, pegawai raja Babel, ke Yerusalem.
Ia membakar rumah TUHAN, rumah raja dan semua rumah di Yerusalem; semua rumah orang-orang besar dibakarnya dengan api.  
Tembok sekeliling kota Yerusalem dirobohkan oleh semua tentara Kasdim yang ada bersama-sama dengan kepala pasukan pengawal itu. Sisa-sisa rakyat yang masih tinggal di kota itu dan para pembelot yang menyeberang ke pihak raja Babel dan sisa-sisa khalayak ramai diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu. Hanya beberapa orang miskin dari negeri itu ditinggalkan oleh kepala pasukan pengawal itu untuk menjadi tukang-tukang kebun anggur dan peladang-peladang.


Mazmur 137 :1-6

Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita. Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!" Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing? Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku! Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku! 


Matius 8:1-4 

Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku." Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka." 

Renungan

     Orang yang sakit biasanya lebih perasa dalam menilai sesuatu, kadang mudah tersinggung, merasa diri tidak berarti, dan menjadi beban bagi orang lain, atau bahkan lebih egois dan memarahi atau menyalahkan orang-orang yang ada disekitarnya. Para perawat biasanya terampil menghadapi kondisi psikologis orang sakit. Memang sulit saya sendiri pernah merasakan menjaga orang sakit itu butuh kebesaran hati apalagi saat yang sakit sukanya menyalahkan dan menuntut, nah bagi saya kadang timbul pikiran sudah ditolong gak terimakasih malah  gak tahu diri, ya timbulah stres kemudian. Maka perlu menyadari bahwa emosi orang sakit cenderung tidak bisa berpikir logis apalagi kalo yang sakitnya sudah mengarah ke jiwa.

     Orang kusta yang bertemu Yesus itu sangat bersukacita, karena ia dapat dibebaskan dari pemderitaannya. Yesus menyembuhkan si kusta itu dan mengingatkan agar pergi ke imam dan khalayak ramai atas apa yang terjadi pada dirinya bahwa dirinya telah disembuhkan. 
Kewajiban Hukum Taurat yang harus dipenuhi, baik si sakit yang sembuh maupun oleh para imam. Dengan demikian ia membuktikan ketaatannya kepada Tuhan sekaligus kewajibannya kepada kumpulan sesama atau yang bisa disebut komunitas.

     Saat kita berdosa, kita seperti orang kusta yang mencari pembebasan dihadapan Tuhan, atas pergumulan kita yg kita hadapi masing-masing. Kita mohon pengampunan atas dosa  dan peneguhan agar dapat hidup layak dihadapanNya. Berdoa sangat dianjurkan, karena mencerminkan kerendahan hati. Kita mengakui diri sebagai manusia lemah yang bergantung pada Tuhan. Selain itu, kita tak boleh mengabaikan semua kewajiban kita. Kewajiban yang berkenan dihadapan Tuhan yaitu melayani sesama dengan menjadi alat Tuhan untuk membagi kasihNya kepada manusia.

Tuhan Yesus Memberkati





Juni 25, 2020

Renungan, 25 Juni 2020

Siapa yang boleh masuk surga?

2Raj 24:8-17

Yoyakhin berumur delapan belas tahun pada waktu ia menjadi raja dan tiga bulan lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Nehusta binti Elnatan, dari Yerusalem. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN tepat seperti yang dilakukan ayahnya. Pada waktu itu majulah orang-orang Nebukadnezar, raja Babel, menyerang Yerusalem dan kota itu dikepung. Juga Nebukadnezar, raja Babel, datang menyerang kota itu, sedang orang-orangnya mengepungnya. Lalu keluarlah Yoyakhin, raja Yehuda, mendapatkan raja Babel, ia sendiri, ibunya, pegawai-pegawainya, para pembesarnya dan pegawai-pegawai istananya. Raja Babel menangkap dia pada tahun yang kedelapan dari pemerintahannya. Ia mengeluarkan dari sana segala barang perbendaharaan rumah TUHAN dan barang-barang perbendaharaan istana raja; juga dikeratnya emas dari segala perkakas emas yang dibuat oleh Salomo, raja Israel, di bait TUHAN seperti yang telah difirmankan TUHAN. Ia mengangkut seluruh penduduk Yerusalem ke dalam pembuangan, semua panglima dan semua pahlawan yang gagah perkasa, sepuluh ribu orang tawanan, juga semua tukang dan pandai besi; tidak ada yang ditinggalkan kecuali orang-orang lemah dari rakyat negeri. Ia mengangkut Yoyakhin ke dalam pembuangan ke Babel, juga ibunda raja, isteri-isteri raja, pegawai-pegawai istananya dan orang-orang berkuasa di negeri itu dibawanya sebagai orang buangan dari Yerusalem ke Babel. Semua orang yang gagah perkasa, tujuh ribu orang banyaknya, para tukang dan para pandai besi, seribu orang banyaknya, sekalian pahlawan yang sanggup berperang, dibawa oleh raja Babel sebagai orang buangan ke Babel. Kemudian raja Babel mengangkat Matanya, paman Yoyakhin, menjadi raja menggantikan dia dan menukar namanya menjadi Zedekia. 

Mzm 79:1-3.5.8-9

Mazmur Asaf. Ya Allah, bangsa-bangsa lain telah masuk ke dalam tanah milik-Mu, menajiskan bait kudus-Mu, membuat Yerusalem menjadi timbunan puing. Mereka memberikan mayat hamba-hamba-Mu sebagai makanan kepada burung-burung di udara, daging orang-orang yang Kaukasihi kepada binatang-binatang liar di bumi.Mereka menumpahkan darah orang-orang itu seperti air sekeliling Yerusalem, dan tidak ada yang menguburkan. Berapa lama lagi, ya TUHAN, Engkau murka terus-menerus, dan cemburu-Mu berkobar-kobar seperti api? 
Janganlah perhitungkan kepada kami kesalahan nenek moyang kami; kiranya rahmat-Mu segera menyongsong kami, sebab sudah sangat lemah kami. Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, demi kemuliaan nama-Mu! Lepaskanlah kami dan ampunilah dosa kami oleh karena nama-Mu! 


 Mat 7:21-29

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!""Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."Dan setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka. 

Renungan

     Dalam bacaan pertama dikisahkan Yoyakhin yang mana seorang raja dari Yerusalem yang memerintah selama tiga bulan dan melakukan hal yang jahat yang diwariskan dari perbuatan ayahnya, kemudian diserang oleh Nebukadnezar Raja Babel semua dijarah dan dihabiskan dan keluarga Yoyakhin dibuang ke Babel. Peristiwa ini sungguh membuat kita bermenung seorang yang melakukan kejahatan akhirnya berujung pada kesengsaraan yang harus ditimpa banyak orang juga atas perbuatannya.

    Dalam Mazmur menunjukkan bahwa Bait Allah yang kudus telah dinajiskan yang membuat Yerusalem kota yang disebut suci menjadi timbunan puing, banyak mayat hamba Tuhan menjadi makanan burung di udara, daging manusia diserahkan kepada binatang liar , dan tidak ada yang menguburkan. Begitu banyak dosa yang telah dilakukan nenek moyang , maka keturunannya memohon kepada Allah agar jangan murka dan minta pertolongan kepada Tuhan dalam kemuliaaNya, agar boleh diselamatkan dan diampuni dosa-dosanya.

     Bacaan injil hari ini Yesus secara tegas menyatakan bahwa "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."(Mat 7:21). Dari perkataan ini Yesus menerangkan siapakah yang bisa masuk surga bukan mereka yang hanya percaya Yesus Tuhan tetapi mereka yang mau dengan sungguh- sungguh melakukan kehendak Bapa di surga. Tentunya kita tahu kalo kita sebagai orang kristen sudahkah kita merenungkan ayat yang disampaikan oleh Yesus berkaitan dengan keselamatan, kita pasti percaya bahwa Yesus itu Tuhan dan juru selamat kita tetapi yang perlu ditanyakan pada diri kita masing-masing sudahkah kita melakukan kehendakNya. Jika belum maka apa yang harus kita lakukan, ada sedikit yang perlu saya sampaikan agar kita mau belajar bersama bahwa sebagai orang kristen kita semua diajak Tuhan Yesus agar kita semakin mengenal Tuhan bisa melalui doa, membaca kitab suci dan merenungkannya lalu beribadah ke gereja , serta yang tidak kalah penting yaitu mengamalkan kasih kepada sesama kita. Bisa kita mulai dari hal yang paling kecil dulu yaitu dari keluarga, misalnya sebagai anak mau taat kepada orang tua dan bersedia membantu orang tua kalau orang tua mungkin sedang sibuk cuci pakaian, jangan sampai kita sebagai anak hanya berpangku tangan mari ambil bagian ikut melayani dan membantu meringankan pekerjaan orang tua mungkin juga dengan membantu membersihkan kamar atau ruangan. Kalo sebagai orang tua bisa dilakukan dengan memberikan yang terbaik bagi pertumbuhan anaknya jika memang bisa memberi makanan yang bergizi berilah yang terbaik untuk anaknya dan penting juga mengajarkan atau mewariskan iman yang benar kepada anak-anaknya agar mempercayai Tuhan itu Esa, Yesus adalah mesias dan membimbing anaknya agar mau mengikuti jejak Tuhan.
Bagi kita yang hidup bermasyarakat, kita bisa ikut ambil bagian dalam karya amal. Misalnya membantu orang miskin, orang cacat bahkan orang yang tersingkirkan yang membutuhkan perhatian dan kasih kita, maka berikan perhatian jika memungkinkan boleh kita memberi sumbangan yang bisa menghibur mereka, sehingga bagi orang miskin dan terlantar mereka merasa ada yang mau memperhatikan ini juga bagian dari tugas dan panggilan kita bersama untuk menyalurkan kasih dari Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati

Juni 24, 2020

Renungan, 24 Juni 2020

Namanya adalah Yohanes


Bacaan 1  : Yesaya 49 : 1-6 

Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan , telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya . Maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku , firman-Nya: 
"Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi." 

Mazmur 139 : 1-3.13-14-15

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah(Maz 139:13-15)

Bacaan II : Kisah Para Rasul  13 : 22 - 26

Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja mereka. Tentang Daud Allah telah menyatakan: Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku. Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis. Dan ketika Yohanes hampir selesai menunaikan tugasnya, ia berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak. Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.

Bacaan Injil : Lukas 1 : 57-66,80

Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." 
Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." 
Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." 
Dan mereka pun heran semuanya.Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.

Renungan

     Dalam  bacaan pertama diambil dari kitab Yesaya terdapat seruan sudah dikumandangkan terang bagi bangsa-bangsa  supaya keselamatan  dari Tuhan  sampai ke ujung bumi. Kemudian pada bacaan kedua dari kisah para rasul menjelang kedatanganNya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka mau bertobat dan memberi diri dibaptis. Yohanes pembaptis lahir untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan.

     Bacaan Injil hari ini sungguh mengagumkan rencana Tuhan untuk kelahiran  Yohanes pembaptis yang sudah menjadi rancangan Tuhan bagi seorang yang mandul dan sudah tua bernama Elisabet dan ayahnya Zakharia yang sempat bisu sebelum kelahiran putranya. Setelah delapan hari  maka sudah kewajiban disunatkan banyak orang yang bertanya soal nama anaknya siapa lalu hendak diberi nama Zakharia seperti nama bapanya. Tetapi Elisabet berkata  jangan ia harus dinamai " Yohanes". Dan banyak orang kurang setuju karena dari nama sanak saudara tidak ada nama itu.

     Mukjizat terjadi ketika Zakharia memberi isyarat saat ditanya orang-orang mau diberi nama siapa lalu zakharia menulis dibatu dengan tulisan " Namanya adalah Yohanes". Banyak orang heran dan saat itu juga terbukalah mulut Zakharia  yang dulunya sempat bisu lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. 

     Yohanes  bukan mesias tetapi oleh dia orang-orang tergerak mencari Mesias. Salah satu kewajiban kita ialah menjadi seperti Yohanes pembaptis. Ketika pola hidup dan tutur kata kita menampilkan kebaikan Tuhan dan kebesaran nama-Nya, orang-orang akan berusaha menemukan Tuhan yang berperan dibalik semua itu. Tetapi bagaimana cara membuat pola hidup kita menarik? 
Pertama : Tunjukkan kebaikan yang tulus bagi sesama
Kedua : Milikilah disiplin diri yang tinggi  dan merasa bahagia karena itu
Ketiga : Tunjukkan bahwa Iman yang dihayati sungguh bermakna  dan memberi arah yang benar dalam hidup.


Tuhan Yesus Memberkati

Juni 23, 2020

Renungan, 23 Juni 2020

Masuklah melalui pintu yang sesak

2 Raj 19:9b-11.14-21.31-35a.36

Hizkia berdoa di hadapan TUHAN dengan berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel, yang bertakhta di atas kerubim! Hanya Engkau sendirilah Allah segala kerajaan di bumi; Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi. 
Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, dan dengarlah; bukalah mata-Mu, ya TUHAN, dan lihatlah; dengarlah perkataan Sanherib yang telah dikirimnya untuk mengaibkan Allah yang hidup. Ya TUHAN, memang raja-raja Asyur telah memusnahkan bangsa-bangsa dan negeri-negeri mereka dan menaruh para allah mereka ke dalam api, sebab mereka bukanlah Allah, hanya buatan tangan manusia, kayu dan batu; sebab itu dapat dibinasakan orang.
Maka sekarang, ya TUHAN, Allah kami, selamatkanlah kiranya kami dari tangannya, supaya segala kerajaan di bumi mengetahui, bahwa hanya Engkau sendirilah Allah, ya TUHAN." Lalu Yesaya bin Amos menyuruh orang kepada Hizkia mengatakan: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Apa yang telah kaudoakan kepada-Ku mengenai Sanherib, raja Asyur, telah Kudengar.Inilah firman yang telah diucapkan TUHAN mengenai dia: Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu. (2 Raja-raja 19:15-21)

Mazmur 48:2-3a.3b-4.10-11

Besarlah TUHAN dan sangat terpuji di kota Allah kita! Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar. Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu.Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan. 

Matius 7:6.12-14

"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.""Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Renungan

   Dewasa ini kalau kita bisa melihat kejadian yang sedang dialami bangsa indonesia ini banyak sekali hal yang bisa kita renungkan bersama. Wabah pandemi yang begitu cukup membuat banyak orang gelisah, takut , khawatir serta cemas akan ketakutan jenis penyakit yang gak kelihatan wujudnya tetapi bisa membuat orang menderita bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Sampai pemerintah membuat keputusan PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19 hampir semua orang diminta untuk waspada dan sebisa mungkin tinggal di rumah agar masyarakat bisa lebih aman. Belum lagi yang cukup menyedihkan yaitu banyak orang yang masih mengumbar kepada kaum lain dan merasa dirinya benar sehingga melakukan apa saja yang penting membuat dirinya untung.

     Bacaan pertama mengisahkan tentang doa Hizkia kepada Tuhan yang intinya memohon agar umat selamat dari serangan Raja Asyur yang telah melakukan penyembahan berhala kepada kayu dan batu buatan tangan manusia. Lalu Tuhan Allah mendengar permohonannya dengan Firman-Nya :  " Anak dara, yaitu puteri Sion, telah menghina engkau, telah mengolok-olokkan engkau; dan puteri Yerusalem telah geleng-geleng kepala di belakangmu."  dan akhirnya karena Hiszkia selalu mengakui kedaulatan Allah dalam setiap kehidupannya, maka Allah berkenan untuk memberi keselamatan bagi dirinya dan kerajaannya.

     "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu." Kata yang disampaikan Yesus ini sangat mengingatkan kita agar selalu menjaga kekudusan (Mat 7:6).
      Sebagai pengikut kristus kita semua dimita untuk melakukan apa yang menjadi kehendak Bapa di surga. Yesus datang untuk menggenapi hukum taurat dan menyempurnakannya sehingga dalam praktek iman haruslah selaras dengan apa yang Tuhan kehendaki bukan apa yang kita mau. Setiap kita manusia secara naluri pasti menginginkan kesalamatan bukan kehancuran dari sini kita bisa mengingat pesan Tuhan Yesus agar kita mau berjuang dan masuk pintu yang sesak, karena untuk bisa memperolah keselamatan bukan kita berdiam diri atau pasrah dan bahkan hanya merasa sudah kristen, lalu kita pasti diselamatkan ini adalah kesaksian yang keliru, karena jika kita benar-benar ingin selamat kita wajib atau harus melakukan apa yang Tuhan perintahkan bukan hanya percaya saja lalu masuk surga.
Baik kita renungkan bersama apakah kita sudah berani berjuang melakukan apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita masuk melalui pintu sesak ataukah kita malah menjauh dari Tuhan karena merasa atau bahkan memilih pintu lebar dengan jalan pintas saja yang penting enak sekarang urusan surga dipikir lain waktu saja?

Tuhan Yesus Memberkati




Juni 22, 2020

Renungan Senin, 22 Juni 2020

Keluarkan dahulu balok matamu sendiri

2 Raja-Raja 17: 5-8.13-15.18

Rombongan para nabi sejumlah 50 orang yang mengiringi Elia dan Elisa  dan menyuruh para nabi untuk tinggal di tempat kemudian sesampai di tepi sungai Yordan para nabi melihat dari jauh Elia mengambil jubahnya, digulungnya, kemudian dipukul ke atas air, maka terbagilah menjadi dua bagian dan di tengah ditanah kering Elia dan Elisa melanjutkan menyebrang di tanah itu.

Mazmur 60: 3-5.12-13

Engkau telah menggoncangkan bumi dan membelahnya, perbaikilah retak-retaknya, sebab bumi telah goyang (Maz 60:4)

Matius 7:1-5

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari saudaramu (Mat 7:5)

Renungan

     Saat masih kecil di sekolah dasar, saya mengalami banyak hukuman fisik. Ada kalanya dipukul guru, disuruh berlutut, berdiri didepan tiang bendera sambil hormat dalam waktu lama dan panas sekali, disuruh maju didepan kelas sambil berdiri dan memegang telinga, diolok-olok teman dan sebagainya. Hukuman serupa sudah dilarang dilingkungan pendidikan modern. Penelitian menunjukkan, bahwa anak-anak yang diperlakukan seperti hukuman fisik ketika menjadi guru juga akan melakukan hal yang serupa kepada siswanya karena merasa rusak harga dirinya yang diterima anak sewaktu masih kecil. Lingkaran kekerasan itu harus diputuskan, dengan penyadaran melalui pendidikan motivasi lebih ditekankan.
     Dalam injil hari ini, Yesus mengingatkan muridnya untuk tidak menghakimi. Ketika seseorang menghakimi yang lain kecenderungannya tidak bersikap adil. Karena ia berusah melihat keburukan orang lain dan menilai pribadi itu sepenuhnya dari sudut pandang keburukan. Dengan menjadi orang munafik akan menempatkan diri sebagai pribadi yang lebih baik daripada yang dihakimi. Selain itu, orang yang menghakimi akan menutupi semua keburukannya dan ketika orang lain tahu tentang hal itu, maka ia bisa jadi melakukan kekerasan dan intimidasi atau tekanan lain yang bersifat menakutkan. Dari kesalahan itu, orang berpeluang melakukan kesalahan lain yang lebih besar.
     Peringatan Yesus kalau ditaati sesungguhnya menumbuhkan kerendahan hati dalam menilai diri dan ketulusan dalam menilai orang lain. Orang yng rendah hati menyadari penuh , bahwa ia bukn orang sempurna. Ia pribadi yang penuh kekurangan, yang membutuhkan bantuan orang lain untuk menjadi lebih baik. Kerendahan hati ini akan membuat orang tulus memandang ornag lain, sehinggga ia cemderung berpikiran positif. Ia akan bersikap objektif dan mengatakan apa adanya. Kerendahan hati berpadu dengan ketulusan menjadi kekuatan dahsyat yang mengalahkan kekerasan  dan ketidakadilan.

Tuhan Yesus Memberkati

Juni 21, 2020

Renungan, Minggu 21 Juni 2020

Jangan kamu takut kepada mereka yang hanya dapat membunuh tubuh


Yeremia 20:10-13

Ayat 12 : Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. 

Mazmur 69:8-10.14-17.33-35

Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali! Sebab TUHAN mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan. Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.(Maz 69:33-35)

 

Matius 10:26-33

 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.(Mat 10:28)

Renungan

     Dalam peperangan tradisional biasanya para prajurit berhadapan langsung bahkan bertempur satu lawan satu, mereka dalam pimpinan komandan pertempuran selalu memberi motivasi dengan berkobar-kobar kepada para prajuritnya. Seorang komandan yang baik tentunya tidak pernah menyembunyikan realitas bahaya yang dihadapi. Bahkan seorang komandan berani mengatakan bahwa sebagian dari yang terlibat akan mati. Tetapi pengorbanan ini sangat berarti bagi kesejahteraan banyak orang. Dengan demikian suara hati para prajurit menentukan apa yang harus diperbuat setelah mendengar kata bijak dari komandan, merekapun lantas tak menyerah dan rela untuk memperjuangkan dan seandainya mereka mati di medan pertempuran mereka akan bangga karena dikenang menjadi pahlawan bagi penerusnya.

     "Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah." (Mat 10:27) merupakan sebuah misteri yang diwahyukan selama berabad-abad. 
Yesus datang mengungkapkan tentang misteri itu lebih konkrit dalam perkataan dan perbuatan. Yesus mengungkapkan secara nyata makna iman, wujud iman yang terbesar ada dalam salib dan kebangkitan. Salib memang menakutkan karena membuat orang menderita. Tetapi karena salib itu menghantar ke kebangkitan, jadi jangan segan menjalaninya dengan tabah dan penuh sukacita.

     Tugas Gereja Kudus mewartakan salib dan kebangkitan bukan malah membuat orang dengan harapan kosong. Gereja harus menumbuhkan motivasi agar orang tabah menjalani salib Tuhan meskipun menghadapi penolakan dari dunia. Gereja perlu memberi contoh artinya siap mati demi kebenaran, karena Gereja bertumbuh oleh kemartiran orang yang beriman yang tidak surut menyebut nama Yesus adalah Tuhan dan juru selamat manusia yang menjadi penebus dosa umat manusia berbahagialah orang yang memperoleh belas kasih karuniaNya.

Tuhan Yesus Memberkati🙏

Renungan, Sabtu 20 Juni 2020

Janganlah Khawatir Akan Hari Esok

2 Tawarikh 24 :17-25

Ayat 20 : " Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka : " Beginilah Firman Allah : Mengapa kamu melanggar perintah-perintah Tuhan, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan Tuhan, Ia pun meninggalkan kamu"

Mazmur 89 : 4-5.29-34

Ayat 4-5: Engkau telah berkata : "Telah kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud Hamba-Ku: untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun."

Matius 6 : 24-34 

Ayat 25 : "Karena itu Aku berkata kepadamu : Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian ? "

Renungan

     Carlo Caretto adalah seorang aktivis politik pemuda Katolik di Italia. Ia menemukan jawaban atas panggilan Tuhan dengan menjadi pertapa di Gurun Sahara. Dalam catatan harian yang dibukukan dalam "surat-surat dari Padang Gurun", ia melukiskan kekaguman pada cara sejumlah sahabat Muslim memandang bencana dan kemalangan. " Itu sudah kehendak Allah", demikian yang sering didengarnya. Mungkin orang menilai itu hanya cara menerima kegagalan, tetapi sikap itu membebaskan mereka dari kecemasan yang berlebihan, mereka mampu berdamai dengan situasi apapun.

     Kecemasan yang berlebihan membuka peluang ke banyak hal yang buruk misalnya mencuri, korupsi,manipulasi,kekuasaan,menjegal usaha orang, melakukan fitnah, dan pembunuhan karakter, hingga menghilangkan nyawa orang. Menyadari kelemahan dalam diri para murid-Nya Yesus menekankan pentingnya percaya pada penyelenggaraan Ilahi. Tuhan tahu apa yang baik bagi anak-anakNya. Ia menyiapkan segala sesuatu yang menunjang perwujudan hakekat itu, bukan memenuhi hawa nafsu manusia tetapi demi nilai pelayanan cinta yang memberi hidup dan membebaskan.

     Bebas dari kecemasan bukan berarti bermalas-malasan. Semua upaya manusiawi harus tetap dilakukan sambil berserah kepada Tuhan, bahwa yang tidak dapat dicapai oleh kemampuan manusiawi kita akan dilengkapi oleh Tuhan. Dengan itu kita menumbuhkn keyakinan, bahwa tak ada alasan untuk tetap tenggelam dalam kecemasan yang justru melunturkan hakekat kita sebagai manusia. 
Sebagai ayat penguatan Mat 6 : 34 " Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari".

Tuhan Yesus Memberkati 🙏



Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...