Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu
Amsal 3:1-8, 4:11-12
Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.
Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia. Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu. Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus. Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung.
Mazmur 5:5-8
Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu. Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan. Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu. Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.
Matius 8:23-27
Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"
Renungan
Dalam kitab Amsal hari ini kita diajarkan agar senantiasa mengenakan kalung kasih dan setia kepada Tuhan, percaya kepada Tuhan dengan segenap hati serta mengakui Dia dalam setiap langkah kita. Apapun yang kita lakukan jika kita mau setia mengikuti hikmat Tuhan, kita percaya bahwa Tuhan pasti akan menyertai serta membimbing ke jalan yang benar.
Tuhan sangat benci terhadap yang jahat karena itu, pasti Tuhan tidak mungkin berkenan kepada kefasikan, ditunjukkan dalam mazmur bahwa Tuhan jijik melihat penumpah darah dan penipu, mereka yang tidak mempunyai kasih ujungnya akan binasa.
Injil hari ini Yesus menekankan pada satu hal yaitu iman akan kepercayaan kepada Tuhan, Yesus menunjukkan mampu menaklukkan badai yang sedang mengombang ambing kapal, sejenak kita renungkan bersama apabila para murid tidak membangunkan Yesus apakah mereka tenggelam? Kita tahu dari pernyataan Yesus yang sangat tegas hai kamu yang kurang percaya, dari kata Yesus inilah mau mengajarkan bahwa kita memang seharusnya percaya penuh kepada Allah, karena jika tidak maka kita akan diombang-ambingkan masalah dan yang ada hanya perasaan takut, cemas , was-was dan perasaan negatif lainnya. Mari melalui injil hari ini kita mulai belajar bersama bagaimana menjadi orang yang benar-benar percaya kepada Tuhan dengan segenap hati serta mempraktekkan dalam hidup sehari-hari, karena dengan iman yang teguh Tuhan benar-benar akan menunjukkan kuasaNya, tetapi jika kita ragu atau hanya percaya tidak dengan segenap hati maka hasilnya akan kita petik sendiri.
Tuhan Yesus Memberkati