September 30, 2020

Renungan Rabu, 30 September 2020

Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya


Ayub 9:1-12, 14-16 


Tetapi Ayub menjawab: "Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya, masakan manusia benar di hadapan Allah? Jikalau ia ingin beperkara dengan Allah satu dari seribu kali ia tidak dapat membantah-Nya. Allah itu bijak dan kuat, siapakah dapat berkeras melawan Dia, dan tetap selamat? Dialah yang memindahkan gunung-gunung dengan tidak diketahui orang, yang membongkar-bangkirkannya dalam murka-Nya;  yang menggeserkan bumi dari tempatnya, sehingga tiangnya bergoyang-goyang; yang memberi perintah kepada matahari, sehingga tidak terbit, dan mengurung bintang-bintang dengan meterai; yang seorang diri membentangkan langit, dan melangkah di atas gelombang-gelombang laut;  yang menjadikan bintang Biduk, bintang Belantik, bintang Kartika, dan gugusan-gugusan bintang Ruang Selatan; yang melakukan perbuatan-perbuatan besar yang tidak terduga, dan keajaiban-keajaiban yang tidak terbilang banyaknya. Apabila Ia melewati aku, aku tidak melihat-Nya, dan bila Ia lalu, aku tidak mengetahui. Apabila Ia merampas, siapa akan menghalangi-Nya? Siapa akan menegur-Nya: Apa yang Kaulakukan?  lebih-lebih aku, bagaimana aku dapat membantah Dia, memilih kata-kataku di hadapan Dia?  Walaupun aku benar, aku tidak mungkin membantah Dia, malah aku harus memohon belas kasihan kepada yang mendakwa aku. Bila aku berseru, Ia menjawab; aku tidak dapat percaya, bahwa Ia sudi mendengarkan suaraku; 


Mazmur 88:10-15 

 

Apakah Kaulakukan keajaiban bagi orang-orang mati? Masakan arwah bangkit untuk bersyukur kepada-Mu? Sela Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur, dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan?  Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan, dan keadilan-Mu di negeri segala lupa? Tetapi aku ini, ya TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu.  Mengapa, ya TUHAN, Kaubuang aku, Kausembunyikan wajah-Mu dari padaku? Aku tertindas dan menjadi inceran maut sejak kecil, aku telah menanggung kengerian dari pada-Mu, aku putus asa. 


Lukas 9:57-62 


Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: "Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi." Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Lalu Ia berkata kepada seorang lain: "Ikutlah Aku!" Tetapi orang itu berkata: "Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana." Dan seorang lain lagi berkata: "Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku." Tetapi Yesus berkata: "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."


Renungan


Kitab suci adalah Sabda Tuhan. Kita umat Tuhan diajak untuk selalu mencintai kitab suci karena kitab suci merupakan sarana untuk semakin mengenal Kristus. Jika kita mau mencintai Kristus tentunya kita harus mengenal juga siapa kristus sesungguhnya. Maka kitab suci merupakan sarana yang tepat untuk mengenal Kristus dengan mencintai kitab suci, mau membaca, merenungkan dan meresapi sabdaNya yang hidup kita akan semakin mengenal dan mencintai Tuhan Yesus. 


Para murid Yesus ingin selalu ikut kemana pun Yesus pergi, tetapi jawab Yesus sangat mengagumkan kataNya "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya." Yesus mau menunjukkan bahwa ikut Tuhan harus berani meninggalkan kenyamanan karena umumnya manusia dalam mengikut Tuhan sangatlah tidak mudah keluar dari zona nyamannya. Setiap pengikut Kristus diajak untuk setia dengan apa yang dikehendaki oleh Bapa. Kita diminta untuk mencintai Yesus dengan segenap hati, jiwa dan seluruhnya.


Tuhan Yesus Memberkati


September 29, 2020

Renungan Selasa, 29 September 2020

Mari lihatlah !


Wahyu 12:7-12 


Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.  Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat." 


Mazmur 138:1-5 


Dari Daud. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku. Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan TUHAN, sebab besar kemuliaan TUHAN.


Yohanes 1:47-51 


Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia." 


Renungan


Reaksi awal Natanael dalam perjumpaan pertamanya dengan Yesus tampak kurang percaya seseorang yang datang dari Nazaret, sebuah kota yang menurut Natanael tidak ada baiknya / tidak ada apa-apanya. Baru saja Filipus mengatakan bahwa sosok yang dinubuatkan banyak nabi sudah ia temukan. Namun Natanael belum pernah bertemu apalagi mengenal Yesus sebelumnya sehingga langsung menunjukkan ketidakpercayaannya. Kata Natanael kepadanya : " Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?". Hal ini masih terjadi hingga hari ini. Banyak orang ragu-ragu, ada banyak pandangan miring tentang Yesus yang juga menunjukkan ketidakpercayaan.


Filipus tidak menggerutu atau menyerang , tetapi ia mengundang natanael untuk menyaksikan secara langsung terlebulih dahulu sebelum terlebih dulu menilai. Inilah jawaban Filipus pada Natanael "Mari dan lihatlah ! "( Come and see !). Ini adalah sebuah ajakan simpatik yang tidak memaksa dan tanpa emosi negatif agar mengenal Yesus terlebih dahulu sebelum menilaiNya.


Tuhan tidak pernah meminta kita untuk bersikap kasar dalam kondisi apapun. Tuhan mengingatkan kita agar mewartakan Sabda Tuhan dengan lemah lembut dan sabar. Kelemahlembutan dan keramahan bisa membuat orang lebih nyaman daripada kasar dan sombong. Yang perlu kita renungkan adalah sudahkah kita memiliki sikap sabar, lemah lembut, murah hati dan ramah terhadap sesama kita? Semoga kita mau terus berlajar untuk mengkuti teladan Yesus dengan semakin mengenal siapa Yesus bagi hidup saya.


Tuhan Yesus Memberkati

September 28, 2020

Renungan Senin, 28 September 2020

TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN


Ayub 1:6-22 


Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Dari mana engkau?" Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi."  Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan." Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: "Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?  Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu."  Maka firman TUHAN kepada Iblis: "Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.  Pada suatu hari, ketika anak-anaknya yang lelaki dan yang perempuan makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, datanglah seorang pesuruh kepada Ayub dan berkata: "Sedang lembu sapi membajak dan keledai-keledai betina makan rumput di sebelahnya, datanglah orang-orang Syeba menyerang dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Api telah menyambar dari langit dan membakar serta memakan habis kambing domba dan penjaga-penjaga. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Orang-orang Kasdim membentuk tiga pasukan, lalu menyerbu unta-unta dan merampasnya serta memukul penjaganya dengan mata pedang. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan."  Sementara orang itu berbicara, datanglah orang lain dan berkata: "Anak-anak tuan yang lelaki dan yang perempuan sedang makan-makan dan minum anggur di rumah saudara mereka yang sulung, maka tiba-tiba angin ribut bertiup dari seberang padang gurun; rumah itu dilandanya pada empat penjurunya dan roboh menimpa orang-orang muda itu, sehingga mereka mati. Hanya aku sendiri yang luput, sehingga dapat memberitahukan hal itu kepada tuan." Maka berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut. 


Mazmur 17:1-3, 6-7 


Doa Daud. Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.  Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar. Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur. Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak. 


Lukas 9:46-50 


Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka.  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya, dan berkata kepada mereka: "Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar."  Yohanes berkata: "Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." Yesus berkata kepadanya: "Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu."


Renungan


Salah satu persoalan hidup adalah lupa diri. Kita sering lupa darimana kita diangkat, kita lupa darimana kita belajar. Kita lupa darimana Tuhan memakai untuk memberkati hidup kita. Pengalaman kisah hidup Ayub bagus menjadi permenungan. Ayub mengatakan " Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!" Ungkapan Ayub ini mau memperlihatkan kepada kita. Tuhan tidak selamanya memberikan dalam hidup ini kelancaran. Tuhan menyediakan juga hidup yang penuh kepedihan dan kesukaran. Kesukaran melahirkan iman yang mendalam. Iman membuat kita menemukan kekuatan pada Tuhan. Pelaut yang handal tampak bukan ketika berada di laut yang tenang, tetapi ketika berada dalam gelombang dahsyat.


Kita bisa belajar dari Ayub. Iman yang kuat tidak terpancar pada saat kehidupan dipenuhi dengan gelak tawa, tetapi pada saat air mata tertumpah ruah tiada hentinya. Cobaan merupakan kesempatan untuk mengenal dan mengalami bahwa Allah peduli. Allah tidak pernah membiarkan seorang pun memikul bebannya seorang diri. Allah tidak akan membiarkan seorang pun meneteskan air mata terlalu lama. Di dalam Dia senantiasa ada kasih, harapan ,pertolongan dan penghiburan. Dalam mengikuti Dia kita pun diminta untuk rendah hati dan tulus seperti seorang anak kecil. Karena yang terkecil diantara kamu sekalian, dialah yang terbesar. Semoga kita semua bisa menjadi seorang pribadi yang tulus dan rendah hati seperti Ayub. Ayub yang menyerahkan seluruh kejadian hidupnya pada Tuhan. Suka duka Ayub ada didalam tangan Tuhan, demikian juga hidup kita umat Tuhan.


Tuhan Yesus Memberkati


September 27, 2020

Renungan Minggu, 27 September 2020

Langkah awal itu baik, tetapi langkah akhir yang menentukan


Yehezkiel 18:25-28 


Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat? Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. 


Mazmur 25:4-9 


Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala. Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN. TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati. 


Filipi 2:1-11 


Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,  supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! 


Matius 21:28-32 


"Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."


Renungan


Langkah awal itu baik, tetapi langkah akhir yang menentukan. Kalau langkah awal kita salah, maka kita masih punya kesempatan untuk berbalik. Tetapi, jika langkah akhir kita salah, maka segala sesuatu rusak. Ada banyak orang langkah awalnya baik sekali, tetapi langkah akhirnya rusak. Contoh yang paling nyata yakni dalam rumah tangga. Langkah awal dalam rumah tangga adalah hari pernikahan. Tetapi setelah beberapa waktu pernikahan timbulah goncangan, kasih satu sama lainpun mulai luntur. Inilah yang disebut langkah awalnya baik, justru langkah lanjutnya parah. Pengalaman ini banyak yang mengalami. Orang mengawali pelayanannya luar biasa semangat, namun ketika ada tantangan semangat mulai kendor dan mudah menyerah. Langkah awal penting tetapi langkah akhir yang menentukan.


Kita bisa melihat dari pengalaman dalam injil bacaan hari ini. Reaksi seorang anak yang awalnya seperti pemberontakdan menyakitkan berubah. Setelah berpikir, dan mempertimbangkan, mengkaji kembali, dia berubah dan seolah-olah mengatakan "apa ruginya untuk saya membantu Bapa, apa rugianya untuk saya menjadi berkat".


Dalam kehidupan harianpun kita sering panik duluan. Kalau langkah pertama kita sudah panik maka langkah akhir kita jadi kacau. Oleh karena itu, kita harus menyadari bahwa dalam hidup ini Tuhan sudah memulai yang baik maka Tuhan juga pasti akan menyelesaikannya sampai pada akhirnya. Ini menjadi inspirasi bagi kita dalam memulai setiap kegiatan dalam hidup. Mari kita mulai dengan berkat bagi keluarga. Janganlah memulai sesuatu dengan kepanikan dan kekuatiran. Jika demikian maka berlakulah Sabda Tuhan bahwa orang yang bimbang jangan harap mendapat apa-apa. Artinya tidak ada sesuatu yang baik yang akan terjadi dalam hidup kita. Mari belajar menciptakan baik di awal dan terus setia menjalaninya sampai akhir hayat hidup ini.


Tuhan Yesus Memberkati

September 26, 2020

Renungan Sabtu, 26 September 2020

Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia


Pengkhotbah 11:9 - 12:8

Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan! Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan.Ingatlah akan Penciptamu pada masa mudamu, sebelum tiba hari-hari yang malang dan mendekat tahun-tahun yang kaukatakan: "Tak ada kesenangan bagiku di dalamnya!", sebelum matahari dan terang, bulan dan bintang-bintang menjadi gelap, dan awan-awan datang kembali sesudah hujan, pada waktu penjaga-penjaga rumah gemetar, dan orang-orang kuat membungkuk, dan perempuan-perempuan penggiling berhenti karena berkurang jumlahnya, dan yang melihat dari jendela semuanya menjadi kabur, dan pintu-pintu di tepi jalan tertutup, dan bunyi penggilingan menjadi lemah, dan suara menjadi seperti kicauan burung, dan semua penyanyi perempuan tunduk, juga orang menjadi takut tinggi, dan ketakutan ada di jalan, pohon badam berbunga, belalang menyeret dirinya dengan susah payah dan nafsu makan tak dapat dibangkitkan lagi — karena manusia pergi ke rumahnya yang kekal dan peratap-peratap berkeliaran di jalan, sebelum rantai perak diputuskan dan pelita emas dipecahkan, sebelum tempayan dihancurkan dekat mata air dan roda timba dirusakkan di atas sumur, dan debu kembali menjadi tanah seperti semula dan roh kembali kepada Allah yang mengaruniakannya. Kesia-siaan atas kesia-siaan, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia. 


Mazmur 90:3-6, 12-14, 17 

Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam. Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kembalilah, ya TUHAN — berapa lama lagi? — dan sayangilah hamba-hamba-Mu!  Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami. Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu. 


Lukas 9:43-45 

Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah. Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia." Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.


Renungan

Banyak umat tidak mengerti isi Alkitab. Memang harus diakui tidak semua isi kitab suci dapat dipahami dengan mudah. Perlu pendalaman kitab suci yang benar. Dalam membangkitkan minat untuk membaca kitab suci dan merenungkan kitab suci dibutuhkan sikap kerendahan hati dan niat untuk melakukannya dengan sungguh-sungguh. Butuh waktu untuk hening dan meresapi sabda Tuhan. Banyak dari kita dalam membaca kitab suci terburu-buru, cepat-cepat, sehingga isinya tidak dapat dimengerti dengan baik.


Para murid yang dekat dengan Yesus pun  seringkali tidak memahami apa yang dikatakan Yesus. Para murid yang selalu ada bersama Yesus saja masih sulit memahami kata-kata Yesus, apalagi kita yang tidak bertemu langsung dengan Yesus. Untuk memahami sabda Tuhan kita perlu memiliki kedekatan emosi dengan Tuhan. Membaca kitab suci hanya sebagai pelarian semata tidak menghasilkan buah apa-apa untuk kita. Sebaliknya, keheningan dalam membaca kitab suci membantu kita untuk menemukan kesadaran baru dalam hidup. Itulah yang sering orang alami dalam retret yang berlandaskan kitab suci. Semoga kita semua mengaku diri murid Yesus bisa menyiapkan hati dan pikiran untuk mau mendengarkan sabda Tuhan dan merenungkannya. Sabda Tuhan memang tidak gampang dicerna. Tetapi kalau kita mau membaca dengan iman dan dalam keheningan, Sabda Tuhan akan berbicara kepada kita dan menyentuh hati kita.


Tuhan Yesus Memberkati

September 25, 2020

Renungan Jumat, 25 September 2020

Segala sesuatu ada masanya


Pengkhotbah 3 : 1-11


Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.  Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; 

ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.



Mazmur 114:1-4 


Pada waktu Israel keluar dari Mesir, kaum keturunan Yakub dari bangsa yang asing bahasanya, maka Yehuda menjadi tempat kudus-Nya, Israel wilayah kekuasaan-Nya. Laut melihatnya, lalu melarikan diri, sungai Yordan berbalik ke hulu. Gunung-gunung melompat-lompat seperti domba jantan, dan bukit-bukit seperti anak domba. 


Lukas 9:19-22 


Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit." Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah."  Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun. Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."


Renungan


Hidup di dunia ini tidak ada yang abadi, semua ada waktunya. Semua terjadi untuk keseimbangan, ada semua pagi, siang, susah senang, kenyang lapar dan sebagainya sepertinya mengungkapkan segala sesuatu memang tidak ada selamanya. Syukur kepada Tuhan kita tidak diberi hidup yang monoton tetapi dinamis. Allah memiliki karya yang nyata bagi semua pengikutnya tetapi tidak semua bisa memahami maksud Tuhan dalam setiap masa yang dilalui manusia.


Pengenalan akan Tuhan yang dipertanyakan oleh Petrus pada injil hari ini merupakan suatu kebenaran. Karena Yesus adalah mesias dan Yesus dengan keras melarang mereka menyebarkan informasi itu kepada siapapun. Kita tahu bahwa orang Yahudi mayoritas tidak mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Sehingga karya Yesus dianggap sebagai karya yang kurang mendapat dukungan dari beberapa pihak. Yesus mau menunjukkan apa murid ketahui akan berbenturan dengan apa yang dianggap mesias selama ini. Karena Yesus pun tahu Dia datang harus menderita dan ditolak oleh Tua-Tua dan Imam serta Ahli Taurat dan di bunuh dan dibangkitkan hari ke tiga. Sungguh luar biasa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang mau berkorban secara Total. Mari kita belajar dari Yesus untuk senantiasa mau meneladani semua yang telah dilakukanNya.


Tuhan Yesus Memberkati


September 24, 2020

Renungan Kamis, 24 September 2020

Segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari


Pengkhotbah 2:2-11 

Tentang tertawa aku berkata: "Itu bodoh!", dan mengenai kegirangan: "Apa gunanya?" Aku menyelidiki diriku dengan menyegarkan tubuhku dengan anggur, — sedang akal budiku tetap memimpin dengan hikmat —, dan dengan memperoleh kebebalan, sampai aku mengetahui apa yang baik bagi anak-anak manusia untuk dilakukan di bawah langit selama hidup mereka yang pendek itu.  Aku melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, mendirikan bagiku rumah-rumah, menanami bagiku kebun-kebun anggur; aku mengusahakan bagiku kebun-kebun dan taman-taman, dan menanaminya dengan rupa-rupa pohon buah-buahan; aku menggali bagiku kolam-kolam untuk mengairi dari situ tanaman pohon-pohon muda. Aku membeli budak-budak laki-laki dan perempuan, dan ada budak-budak yang lahir di rumahku; aku mempunyai juga banyak sapi dan kambing domba melebihi siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku. Aku mengumpulkan bagiku juga perak dan emas, harta benda raja-raja dan daerah-daerah. Aku mencari bagiku biduan-biduan dan biduanita-biduanita, dan yang menyenangkan anak-anak manusia, yakni banyak gundik. Dengan demikian aku menjadi besar, bahkan lebih besar dari pada siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku; dalam pada itu hikmatku tinggal tetap padaku.  Aku tidak merintangi mataku dari apa pun yang dikehendakinya, dan aku tidak menahan hatiku dari sukacita apa pun, sebab hatiku bersukacita karena segala jerih payahku. Itulah buah segala jerih payahku. Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari. 


Mazmur 90:3-6, 12-14, 17 

Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.  Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.  Kembalilah, ya TUHAN — berapa lama lagi? — dan sayangilah hamba-hamba-Mu!  Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami. Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu. 


Lukas 9:7-9

Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.


Renungan

Sesuatu yang menyenangkan bagi diri kita sendiri tentunya hampir semua orang suka dan mencarinya. Sesuatu yang dikejar yang mendatangkan kesenangan seperti punya mobil bagus, pakaian indah , rumah megah, dan mungkin hp yang berkualitas terbaik. Sebenarnya setiap manusia bukan diciptakan untuk mengejar kesenangan itu sekalipun hal itu tidak dilarang Tuhan, tetapi kali ini kita disadarkan kembali bahwa hal yang bukan berasal dari Tuhan adalah kesia-siaan belaka apalagi jika hal yang kita kejar bukan untuk semakin membuat kita semakin dekat atau memuliakan Allah.


Dalam injil hari ini Herodes merasa cemas karena ada orang mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis telah bangkit. Tetapi kata Herodes  "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. Inilah bukti kesia-siaan yang dilakukan Herodes meskipun bisa membinasakan nyawa Yohanes tetapi karya Tuhan tidak bisa dihindari.


Tuhan Yesus Memberkati


September 23, 2020

Renungan Rabu, 23 September 2020

Semua firman Allah adalah murni

Amsal 30:5-9

Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya. Jangan menambahi firman-Nya, supaya engkau tidak ditegur-Nya dan dianggap pendusta. Dua hal aku mohon kepada-Mu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku.

Mazmur 119:29.72.89.101.104.163

Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan karuniakanlah hukum-Mu kepadaku. Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku,lebih berharga daripada ribuan keping emas dan perak. Untuk selama-lamanya, ya Tuhan,firman-Mu tetap teguh di surga. Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku,supaya aku berpegang pada firman-Mu. Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta. Aku benci dan merasa jijik terhadap dusta,tetapi hukum-Mu kucintai.

Lukas 9:1-6

Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang ,kata-Nya kepada mereka: "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju. Dan apabila kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka. Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi segala desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat.

Renungan

Amsal hari ini mengajarkan tentang semua Firman Tuhan adalah murni. Murni yang artinya kudus karena segala hal yang berasal dari Tuhan pasti baik dan menghasilkan buah kebenaran. Kita semua diajak untuk menjauhi kecurangan serta dalam mazmur menjaga lidah agar tidak berdusta . Lidah kita sebagai manusia memang tidak bisa dipungkiri sangat mungkin untuk berdusta tetapi kembali lagi kepada diri kita masing-masing maukah untuk melawan dusta dengan berkata jujur ? teringat bahwa jalan Tuhan adalah jalan terang dan kudus sehingga Tuhan tidak mau melihat anaknya melakukan hal yang berlawanan dengan kekudusan karena kita semua diciptakan Allah yang berasal kudus.

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Pemberian Kuasa yang diberikan Yesus ini ada syaratnya saat melakukannya yaitu "jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju." Mengikuti ajaran Yesus memang tidak mudah karena harus berani mengikuti apa yang diperintahkan ada hal yang tidak boleh dilanggar agar Kuasa Tuhan dapat bekerja sempurna.

Tuhan Yesus Memberkati

September 22, 2020

Renungan Selasa, 22 September 2020

Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan Tuhan dari pada korban

Amsal 21:1-6, 10-13 


Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini. Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati. Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban. Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa. Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan. Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut. Hati orang fasik mengingini kejahatan dan ia tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya. Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, dan jikalau orang bijak diberi pengajaran, ia akan beroleh pengetahuan. Yang Mahaadil memperhatikan rumah orang fasik, dan menjerumuskan orang fasik ke dalam kecelakaan. Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru. 


Mazmur 119:1, 27, 30, 34-35, 44 


Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela, yang hidup menurut Taurat TUHAN.  Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib. 

Aku telah memilih jalan kebenaran, telah menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku. Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati. Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya. Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya. 


Lukas 8:19-21 


Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya: "Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau." Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."


Renungan


Bacaan kitab Amsal menunjukkan nasihat yang sangat bijaksana. Dimana setiap orang banyak menyangka bahwa segala apa yang disangka benar atau baik menurut pandangan sendiri tetapi belum tentu sama baik dan benarnya di hadapan Tuhan. Melakukan kebenaran dan keadilan adalah hal yang berkenan bagi Tuhan lalu kebenaran yang seperti apa? Perlu kita renungkan bersama bahwa menjauhi sikap orang fasik seperti mata yang congkak dan hati yang sombong karena itu adalah dosa dan tidak berkenan di hadapan Tuhan. Lalu ada hal rajin perlu kita harus pupuk karena kerajinan mendatangkan kelimpahan. Hal yang perlu dihindari yaitu lidah dusta dimana suka sekali menipu dengan maksud agar kebutuhannya terpenuhi. 


Mazmur hari ini mengarahkan diri kita agar bisa berbahagia dengan hidup tak bercela dan menuruti Taurat Tuhan serta mengerti dan menjalankan titah-titahNya. Merenungkan sabdaNya yang sungguh ajaib dan mengagumkan. Yesus sendiri dalam bacaan injil menunjukkan siapa yang diakui sebagai ibuNya yaitu Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya." 


Tuhan Yesus Memberkati

September 21, 2020

Renungan Senin, 22 September 2020

Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit

Efesus 4:1-7.11-13

Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh,  dan satu Roh,  sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan  , satu iman, satu baptisan,satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. Tetapi kepada kita masing-masing  telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul   maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,  sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah,   kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus,

Mazmur 19:2-5

Hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.

Matius 9:9-13

Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya. Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?" Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Renungan

"Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh,  dan satu Roh,  sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan  , satu iman, satu baptisan,satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua". Nasihat yang disampaikan rasul Paulus ini menekankan pada aspek iman kita dan cara mengungkapkan iman kita kepada Kristus dengan penuh rendah hati kita diajak untuk mau saling membantu satu dengan yang lain.

Dalam injil hari ini dalam kisah Yesus makan dengan Matius si pemungut cukai yang dianggap berdosa oleh orang Farisi. tetapi Yesus menjawab dengan jawaban yang sangat luar biasa yaitu "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit". dari pernyataan Yesus sangat tampak jelas bahwa kerinduan Tuhan untuk menyelamatkan orang berdosa sangat tinggi. Dia datang bukan untuk memanggil orang benar melainkan orang berdosa. Semoga kita dengan penuh kesadaran diri bahwa kita orang berdosa dan perlu Tabib yaitu Yesus sang Penolong kita.

Tuhan Yesus Memberkati

September 20, 2020

Renungan Minggu, 20 September 2020

TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya


Yesaya 55:6-9 


Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya. Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. 


Mazmur 145:2-3, 8-9, 17-18 


Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga. TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. 


Filipi 1:20-24 


Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikian pun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku. Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.  Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu. 


Matius 20:1-16 


"Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku. Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,

katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati? Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.


Renungan


Yesus berbicara tentang situasi sosial di zamanNya, tetapi isi pesan Yesus dalam perumpamaan hari ini dalam kehidupan waktu itu tidak pernah terjadi.Teks injil yang kita dengarkan hari ini sungguh menggambarkan Kasih Allah Bapa kepada umatNya. Inilah sikap total Allah Bapa kepada umatNya yang digambarkan sebagai pekerja-pekerja di kebun anggur. Kisah ini memperlihatkan kepada kita bahwa Allah tidak sama pikiranNya dengan kita. Kita diminta tidak perlu dengki, iri hati berbuat baik kepada sesama yang lain. Dalam kehidupan nyata ini kita sering syirik dengan keberhasilan orang lain yang kita anggap rendah dari kita. Kita yang rajin berdoa, ikut kegiatan ibadah dan kegiatan rohani lainnya tetapi doa kita kok tidak sering dikabulkan. Doa teman kita yang jarang ke gereja, jarang ikut kegiatan malah cepat dikabulkan. Demikian keluhan kita yang menganggap bahwa Tuhan tidak adil memperlakukan kita.


Tuhan sungguh berbeda pandangan dan pikiranNya dengan kita. Oleh karena itu dalam hidup ini kita harus setia, taat dan siap ikut proses Tuhan. Proses Tuhan kadangkala berat sekali dalam kehidupan. Kesadaran sederhana perlu kita terapkan dalam diri, bahwa jalan yang Tuhan sediakan bukan jalan yang cepat, tidak jalan yang mulus-mulus saja. Tetapi jalan Tuhan itu adalah jalan yang terbaik. Kita diminta untuk bersabar. Dalam kesabaran selalu ada kemenangan. Dalam kesabaran selalu ada kekuatan, selalu ada mukjizat yang Tuhan berikan. Hidup tidak hanya sekedar menuntut saja. Demikian yang Tuhan mau dari kita umatNya. Perhitungan Tuhan sungguh indah pada waktuNya.



Tuhan Yesus Memberkati

September 19, 2020

Renungan Sabtu, 19 September 2020

Tanah yang baik bagi pertumbuhan Sabda Allah


1 Korintus 15:35-37, 42-49 


Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?" Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.  Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain. Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.  Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.  Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga. Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.


Mazmur 56:10-14 


Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kulaksanakan, dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu. Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan. 


Lukas 8:4-15 


Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan: "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat." Setelah berkata demikian Yesus berseru: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.  Lalu Ia menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti. Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan. Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad. Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."


Renungan


Berdasarkan perumpamaan Injil hari ini kita bisa tahu ada 4 kondisi hati orang dalam menanggapi Sabda Tuhan, yaitu : tanah dipinggir jalan, tanah yang berbatu-batu, tanah yang rimbunan semak belukar, dan tanah yang baik.


1. Kondisi seperti tanah di pinggir jalan

    Suatu kondisi hati yang keras atau menolak Firman Tuhan

    

2. Kondisi seperti tanah yang berbatu-batu

     Suatu kondisi hati yang menerima sabda Tuhan tetapi hanya sebentar lalu dilupakan karena tidak bisa berakar sehingga mati

     

3. Kondisi seperti tanah yang rimbunan semak belukar

    Suatu kondisi hati yang menerima sabda Tuhan tetapi karena hatinya terhimpit oleh semak atau duri alias merasa ikut Tuhan kok menderita dan terhimpit oleh kecemasan dan kekuatiran maka Sabda Tuhan tidak bisa tumbuh dengan baik di dalam hatinya.


4. Kondisi seperti tanah yang baik

     Suatu kondisi hati yang berkenan di hadapan Allah karena kondisi hati seperti ini merupakan ladang Sabda Tuhan yang subur dan yang bisa menghasilkan buah.



Kita tahu dewasa ini sabda Tuhan ditaburkan dimana-mana. Kitab suci dan renungan indah bisa didapatkan atau dibaca dengan mudah. Namun Sabda Tuhan tidak berakar kuat dalam hati manusia. Sabda Tuhan hanya didengar saat perayaan ibadah saja.


Meskipun demikian, masih ada harapan karena masih ada hati yang mendukung pertumbuhan benih seperti tanah yang baik. Masih ada orang yang mendengarkan, merenungkan dan menghayati Sabda Tuhan dalam hidup harian. Maka Sabda bertumbuh dan mengeluarkan buah berlimpah lewat sikap saling mencintai, jujur dan mau menolong sesama.


Lewat perumpaan ini, Tuhan Yesus mendorong kita untuk memeriksa kondisi hati dan mengundang kita untuk terus membaharui diri agar seperti tanah yang baik bagi pertumbuhan Sabda Allah.


Tuhan Yesus Memberkati

September 18, 2020

Renungan Jumat, 18 September 2020

Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu


1 Korintus 15:12-20


Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu. Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus — padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu. Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus. Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia. Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.


Mazmur 17:1, 6-8, 15 


Doa Daud. Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu. Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku. Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu. 


Lukas 8:1-3 


Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.


Renungan


Dalam penginjilan yang diajarkan oleh Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus yaitu tentang kebangkitan Yesus Kristus. Mengenai kebangkitan Yesus memang secara langsung tidak ada yang tahu tetapi melalui pengalaman murid-murid kita semua diberikan kesaksian tentang hal itu memang benar terjadi seperti yang sudah ditetapkan oleh Tuhan sendiri bahwa Dia akan bangkit dari antara orang mati. Peristiwa kebangkitan Yesus yang amat misteri itu kita bisa memaknainya dengan penuh iman karena memang benar bahwa Yesus bangkit. Dengan kebangkitan Yesus iman kita tidak menjadi sia-sia karena setelah Yesus bangkit berarti sudah mengalahkan maut yang sangat ditakuti manusia. kebangkitan itu membawa sukacita besar dalam iman kita karena melalui Yesus kita juga boleh mendapat janji keselamatan yang diberikannya kepada semua bangsa.


Dalam injil hari ini kita juga mendapatkan pengalaman Yesus yang sudah terbukti mampu mengusir Roh jahat yang masuk di perempuan dan juga mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Lalu banyak perempuan melayani rombongan Yesus dengan kekayaan mereka. Dari sini kita bisa lihat pengurbanan yang juga diberikan oleh perempuan itu juga menyatakan bentuk kepedulian dan kasih yang nyata. kita semua dipanggil Tuhan untuk mau melayani dan menjadi berkat bagi sekitar kita.


Tuhan Yesus Memberkati 


September 17, 2020

Renungan Kamis, 17 September 2020

Belajar Mengampuni

 1 Korintus 15:1-11

Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu?kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.


Mazmur 118:1-2.16-17.28

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata: "Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!" Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN. Allahku Engkau, aku hendak bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku hendak meninggikan Engkau.


Luk 7:36-50

Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa." Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru." "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?" Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu." Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih." Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni." Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?" Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"


Renungan

Dalam kehidupan ini kita sering berjumpa dengan orang-orang yang sulit mengampuni bahkan mungkin kita sendiri sulit untuk mengampuni. Ada yang mengatakan begini : " Saya mau mengampuni tapi untuk melupakan kesalahan tidak bisa". Kesalahan sekecil apapun selalu kita ingat. Tetapi kebaikan orang lain terhadap kita sering dilupakan. Kita bereaksi keras ketika melihat kesalahan orang lain, membesar-besarkannya dan meniadakan seluruh kebaikan lain yang pernah diperbuat orang tersebut. Ibarat pepatah karena nila setitik rusak susu sebelanga.

Pengalaman Rasul Paulus dan perempuan berdosa yang mengurapi Yesus pada injil hari ini menyadarkan kita bahwa hidup harus berani mengampuni. Kita harus bangkit dari kesalahan dan memperbaiki diri seperti perempuan yang mengurapi Yesus dan Rasul Paulus. Semua orang memiliki kesalahan dan kelemahan. Orang Kuduspun dulunya berdosa. Tetapi karena bertobat mereka menjadi Kudus. Manusia bukan mahkluk sempurna. Manusia akan menjadi sempurna apabila dalam hidupnya mau bertobat dan memperbaiki diri. Karena keberhasilan seringkali diawali dari kesalahan dan kesalahan itu dijadikan pembelajaran.


Tuhan Yesu Memberkati


September 16, 2020

Renungan Rabu, 16 September 2020

 Kasih adalah bahasa yang dimengerti semua manusia


1Korintus 12:31 - 13:13


Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi. Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.  Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku. Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna. Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.


Mazmur 33:2-5, 12, 22 

Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali! Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai! Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan. Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN. Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri! Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu. 


Lukas 7:31-35 

Kata Yesus: "Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang dari angkatan ini dan dengan apakah mereka itu sama? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis. Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan. Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat dibenarkan oleh semua orang yang menerimanya."


Renungan

Ada kisah pengalaman seorang Rohaniwan yang bertugas di pedalaman, mereka sering mengunjungi jemaat yang jauh dengan mengendarai sepeda motor sebagai satu-satunya alat transportasi yang dapat diandalkan. Menurut kebiasaan sebelumnya, pada saat berkunjung beliau selalu ditemani oleh seorang anak muda sebagai teman perjalanan. Perjalanan tidak terasa jauhnya kalau ada teman. Itulah yang dirasakan setiap kali mengadakan kunjungan ke kampung-kampung pedalaman. Saat tiba di kampung tersebut disambut oleh jemaat mereka terlebih dulu menunggu di depan gereja. Jemaat yang datang  tidak banyak. Ketika menyalami mereka satu per satu raut wajah mereka sayu, tidak ada senyum yang terpancar dari bibir mereka. Penerimaan yang sangat dingin membuat lemas dan tidak bersemangat mengunjungi. Padahal sepanjang perjalanan sudah membayangkan bagaimana berkothbah dengan penuh semangat. Kenyataan karena disambut dengan sikap dingin, padahal baru pertama kali datang di situ.


Pengalaman ini mengajarkannya untuk berjuang mendekati jemaat. Caranya dengan duduk bercerita dengan mereka. Perjuangannya akhirnya berhasil . Mereka yang tanpa senyum menerima akhirnya berubah pada saat datang berikutnya. Kunci dari perjuangan itu adalah kasih yang menyapa jemaat dan terlibat hadir bersama mereka. Karena kasih adalah bahasa yang dapat dimengerti semua manusia. Dalam keluarga sangat penting kasih itu ditunjukkan dengan sikap dan perbuatan serta hadir di dalamnya. Duduk makan bersama berdoa bersama dan mungkin bermain bersama. Yang perlu direnungkan adalah sudahkah kita hadir untuk menyatakan kasih itu kepada keluarga kita masing-masing atau saudara terdekat kita?


Tuhan Yesus Memberkati

September 15, 2020

Renungan Selasa, 15 September 2020

Ketaatan membawa  kehidupan


Ibrani 5:7-9 


Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,


Mazmur 31:2-6, 15-16, 20 

sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!  Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku. Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN. Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!  Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah. 


Yohanes 19:25-27 

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. 


Renungan

Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya. Ketaatan adalah hal yang paling mendasar juga dalam iman kita kepada Tuhan karena tanpa ketaatan kita cenderung memilih jalan sendiri yang disangka mudah dan menyenangkan.


Dalam Mazmur Tuhan adalah bukit batu dan pertahanan yang kokoh barangsiapa yang mau ikut Tuhan dengan sunggih dan taat pasti akan selamat. Karena terlindungi dari serangan musuh duniawi yang sering kali membawa kita ke jurang kematian.


Dalam injil hari ini Yesus menunjukkan Maria  ke muridnya bahwa ini adalah ibumu , begitu juga sebaliknya Yesus menunjukkan ke ibuNya bahwa ini (murid) adalah anakmu dan saat itu juga mereka saling menerima dan menjadi satu saudara seiman di dalam Kristus. Kita sungguh boleh berbahagia dan mau belajar dari ketaatan dan teladan Maria ibu Yesus yang senantiasa mengikuti apa yang di kehendaki oleh Allah dalam kasih yang tulus.


Tuhan Yesus Memberkati


September 14, 2020

Renungan Senin, 14 September 2020

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal


Bilangan 21:4-9 


Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."  Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.  Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup." Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup. 


Mazmur 78:1-2, 34-38 


Nyanyian pengajaran Asaf. Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala. Apabila Ia membunuh mereka, maka mereka mencari Dia, mereka berbalik dan mengingini Allah; mereka teringat bahwa Allah adalah gunung batu mereka, dan bahwa Allah Yang Mahatinggi adalah Penebus mereka. Tetapi mereka memperdaya Dia dengan mulut mereka, dan dengan lidahnya mereka membohongi Dia. Hati mereka tidak tetap pada Dia, dan mereka tidak setia pada perjanjian-Nya. Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya. 


Filipi 2:6-11 


yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! 


Yohanes 3:13-17 


Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.


Renungan


Dalam kitab bilangan bangsa israel dibawa di suatu kondisi padang gurung, karena banyak yang bersungut-sungut tidak terima dengan Tuhan banyak diantara mereka yang melawan Allah dan akhirnya Tuhan murka menyuruh ulat tedung untuk memagut mereka dan banyak yang mati bangsa israel yang terpagut ular tedung itu. Karena mereka sadar melawan Allah dan minta tolong kepada Musa agar Allah menyingkirkan ular tedung itu. Musa akhirnya memohon kepada Tuhan dan akhirnya disuruh agar musa membuat patung ular tedung dimana siapa yang terpagut ular tedung jika melihat patung ulat tedung itu maka akan selamat atau tidak mati.


Sungguh luar biasa kasih Tuhan kepada manusia, dimana Tuhan sangat sayang kepada umatNya meskipun yang disayangi seringkali membuat kecewa. Setelah dihukum dan banyak kematian yang seharusnya punah semua tetapi Tuhan masih mau mengampuni dan memberi kesempatan agar manusia mau percaya akan kuasa Tuhan yang sangat mengagumkan.


Dan di injil yohanes hari ini Yesus sendiri bersabda bahwa "Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal". Inilah letak iman yang diajarkan oleh Yesus yang mana kita diajak untuk berani mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan dan juru selamat kita. Yesus hadir ke dunia untuk menyelamatkan manusia agar boleh mendapat kehidupan yang kekal di surga.


Tuhan Yesus Memberkati


September 13, 2020

Renungan Minggu, 13 September 2020

"Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"


Sirakh 27:30-28:9

Dendam kesumat dan amarahpun sangat mengerikan juga, dan orang berdosalah yang dikuasainya.  Barangsiapa membalas dendam akan dibalas oleh Tuhan. Tuhan dengan saksama mengindahkan segala dosanya.   Ampunilah kesalahan kepada sesama orang, niscaya dosa-dosamupun akan dihapus juga, jika engkau berdoa.   Bagaimana gerangan orang dapat memohon penyembuhan pada Tuhan, jika ia menyimpan amarah kepada sesama manusia? Bolehkah ia berdoa karena dosa-dosanya, kalau tidak menaruh belas kasihan terhadap seorang manusia yang sama dengannya?  Meskipun ia hanya daging belaka, namun ia menaruh dendam kesumat, siapa gerangan akan memulihkan dosa-dosanya?  Ingatlah akan akhir hidup dan hentikanlah permusuhan, ingatlah akan kebusukan serta maut dan hendaklah setia kepada segala perintah. Ingatlah akan perintah-perintah dan jangan mendendami sesama manusia, hendaklah ingat akan perjanjian dari Yang Mahatinggi, lalu ampunilah kesalahannya. Jauhilah pertikaian, maka dosa kaukurangkan, sebab orang yang panas hati mengobar-ngobarkan pertikaian. Orang yang berdosa mengganggu orang-orang yang bersahabat, dan melontarkan permusuhan di antara orang-orang yang hidup dengan damai.


Mazmur 103:1-4, 9-12 

Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, 

Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.


Roma 14:7-9 

Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.



Matius 18:21-35 

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."


Renungan

Apakah memaafkan atau mengampuni itu penting dalam hidup ? Kalau begitu apa itu memaafkan? Menurut Albert Einstein, " memaafkan berarti mengerti segala-galanya." Apa artinya mengerti segala-galanya? Mengerti segala-galanya berarti saya sungguh menyadari bahwa orang yang melakukan kesalahan adalah manusia yang tidak sempurna. Ia mempunyai kekuatan dan kelemahan , kelebihan dan kekurangan, keutamaan dan kepongahan. Dalam waktu yang sama, saya juga menyadari bahwa saya adalah manusia yang sama seperti dia yang telah melakukan kesalahan terhadap saya.


Menjawab pertanyaan Petrus : "Tuhan , sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku, jika ia berbuat dosa terhadap aku? Yesus mengatakan , " sampai tujuh puluh kali tujuh kali." Bila dijumlahkan menjadi 490 kali mengampuni. Namun yang dimaksud Yesus dengan 490 kali adalah bahwa mengampuni itu tidak harus dikalkulasi. Mengampuni itu menyangkut sikap batin. Orang yang mengampuni adalah dia yang memiliki hati yang berbelaskasih dan hati yang penuh pengertian yang mendalam.


Apakah kita sungguh memiliki kualitas hati yang berbelaskasih untuk rela mengampuni mereka yang bersalah terhadap kita? Ataukah , kita justru begitu menjaga gengsi dan tidak rela mengampuni mereka yang bersalah kepada terhada kita. Sekali lagi, mengampuni itu soal hati yang berbelas kasih, bukan hati yang penuh rasa pamrih.


Tuhan Yesus Memberkati


September 12, 2020

Renungan Sabtu, 12 September 2020

Dasar iman


1 Korintus 10:14-22 


Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala! Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan! Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah? Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu? Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?  



Mazmur 116:12-13, 17-18 


Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN, Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN, akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya, 



Lukas 6:43-49 


"Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.

Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."

"Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya — Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan —, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."


Renungan


Pesan dalam surat kepada jemaat di korintus agar menjauhi penyembahan berhala. Karena ujung dari berhala pasti menuju kehancuran seperti orang israel yang hidup hanya menuruti daging dan kurang mengarahkan diri atau menyembah Tuhan yang benar sehingga yang dilakukan seharusnya adalah perbuatan baik bukan perbuatan jahat.


Dalam injil hari ini Yesus mengajarkan dua macam dasar dalam membangun iman yang kokoh yaitu yang pertama menjadi orang baik yang selalu menjaga perbendaharaan baik dengan mengucapkan sesuatu yang baik dan juga melakukannya. Dasar yang kedua yaitu melalui pendengaran kita agar telinga kita wajib untuk mendengar sabda Tuhan dan setia dan tekun melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Tuhan. Dengan memiliki dasar iman yang kokoh maka kita tidak akan mudah terhanyut oleh kedagingan, menjaga hati dan setia mendengarkan serta melaksanakan apa yang Tuhan telah sabdakan.


Tuhan Yesus Memberkati


Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...