April 29, 2021

Renungan kamis, 29 April 2021

 Yohanes 13:16-27 

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya. Bukan tentang kamu semua Aku berkata. Aku tahu, siapa yang telah Kupilih. Tetapi haruslah genap nas ini: Orang yang makan roti-Ku, telah mengangkat tumitnya terhadap Aku. Aku mengatakannya kepadamu sekarang juga sebelum hal itu terjadi, supaya jika hal itu terjadi, kamu percaya, bahwa Akulah Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku." Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.  Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"  Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?" Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."


Renungan


Ayat di atas mengingatkan kita sebagai orang yang dipanggil mengikuti Yesus supaya tidak mengharapkan nasib yang lebih baik daripada apa yang dialami Yesus. Setiap orang Kristen dipanggil oleh Yesus menjadi utusan-Nya dalam bentuk pelayanan apapun yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita.


Sebagai seorang utusan tidak perlu menghitunghitung sukses atau kegagalan yang dialaminya. Ia haruslah merasa puas, bila ia ditolak atau diterima seperti Tuhan yang mengutusnya mengalami hal yang sama. Berbahagialah sebab diperkenankan ambil bagian dalam penderitaan Tuhan dan merasakan hal yang sama seperti tuannya. Ketika mengalami cobaan dan tantangan, ia dapat mempersatukannya bersama dengan Yesus. Di dalam perutusan, jika kita dapat menerima dan menghargai segala berkat dan salib penderitaan yang dialami dengan tulus hati, maka kita akan mengalami damai dan sukacita-Nya.

April 28, 2021

Renungan Rabu, 28 April 2021

Yohanes 12:44-50 


Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.

Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.

Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."


Renungan


Pada bacaan hari ini, Tuhan Yesus menunjukkan apa arti kehadiran-Nya di dunia ini, yaitu untuk menyelamatkan, bukan untuk menghakimi. Kita bisa merefleksikan apa peranan Yesus dalam hidup pribadi saya? Apakah Dia menjadi penyelamat dan penolong? atau Hakim yang lalim? Ketika menghadapi kesalahan, kekurangan dan keterbatasan diri, bagaimana reaksi saya? Apakah saya takut hidup saya tidak diberkati lagi, takut bersalah atau merasa tidak bisa memperbaikinya lagi? Kalau jawabannya `ya`,artinya Yesus datang sebagai hakim bukan sebagai penyelamat. Di sisi lain, ketika melihat kesalahan orang lain, kalau reaksi kita pertama langsung menghakimi, ini termasuk salah satu tanda bahwa sudah waktunya melihat kembali relasi pribadi kita dengan Allah. Karena ketika relasi kita dengan Allah semakin akrab, kita akan menjadi semakin serupa dengan Dia.


April 27, 2021

Renungan Selasa 27 April 2021

Yohanes 10:22-30

Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami." Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,

tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu."


Renungan


Seorang soundman membutuhkan telinga yang peka agar dapat mengenali, mengolah dan menghasilkan perpaduan suara yang harmonis. Mereka melatih pendengaran dengan membiasakan diri mendengarkan berbagai musik atau suara yang berkwalitas. Pendengaran yang terlatih akan menentukan kualitas pekerjaan mereka.


Dalam proses hidup kristiani, untuk dapat mengikut Kristus, Sang Gembala, kita perlu sering mungkin mendengarkan suara-Nya melalui bacaan Kitab Suci. Semakin kita terbuka akan sabdaNya, semakin kita peka dan mudah mengenali suara Sang Gembala serta semakin menumbuhkan iman kita kepada-Nya.


Sebagai Gembala yang baik Yesus sungguh mencintai kita dan rela memberikan diri-Nya untuk menjaga kita dan memberi kita hidup kekal sebagai ganjaran bagi domba-domba yang setia. Kecuali jika kita memilih menjadi `domba hilang` karena tidak mau lagi mendengarkan dan mengikuti Sang Gembala, pergi menyerahkan diri pada musuh yakni kesenangan duniawi yang membawa kita pada kebinasaan. Marilah kita mohon kepada Roh Kudus untuk membantu kita agar peka mendengarkan suaraNya dalam setiap situasi hidup ini.


Tuhan Yesus Memberkati

April 26, 2021

Renungan senin, 26 April 2021

 Yohanes 10:1-10 


Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal." Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.



Renungan


Setiap orang pasti ingin bahagia. Apakah yang dapat memberikan kebahagiaan yang sejati? Makan sampai kenyang? Punya uang milyaran rupiah? Jalan-jalan gratis keliling dunia? Punya pasangan yang cantik atau ganteng? Atau dipuja dan dihormati banyak orang?


Kalau tidak hati-hati orang dapat keliru menentukan kebahagiaan dalam hidupnya. Ia menjadi mudah tergiur dengan tawaran media sosial, pesugihan, dll. kita melihat bagaimana Petrus taat pada bimbingan Roh kudus dan tidak takut untuk bertindak. Ia pun berani mempertanggungjawabkan tindakannya itu di hadapan para saudara seiman. Bagi Petrus yang penting adalah mencari dan melaksanakan kehendak Allah, seperti yang Tuhan Yesus katakan `Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.`


Jadi makanan dan uang dapat habis, kecantikan dan kuasa dapat berlalu, namun Tuhan tetap selamanya. Marilah kita menjalin relasi dengan Tuhan agar kita dapat melaksanakan kehendak-Nya dan menjadi bahagia di dalam Dia.

April 25, 2021

Renungan Minggu 25 April 2021

Yohanes 10:11-18 

 Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu.

Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala. Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."


Renungan


Melalui Injil ini, Yesus memberikan kepada kita suatu gambaran yang sangat berbeda tentang jabatan sebagai pelayan. Ia berbicara tentang gembala dan memperkenalkan diri-Nya sebagai Gembala yang baik. Umumnya, seorang gembala dapat dikatakan baik apabila ia bisa memberi makan, minum, dan menjamin keselamatan dombadombanya, itu sudah cukup baik. Namun, di sini Yesus memberikan sebuah gambaran yang baru mengenai standar kebaikan gembala yang lebih tinggi.


Gembala yang baik tidak cukup hanya dengan memberi makan dan minum kepada domba-dombanya. Lebih dari itu, sang gembala dapat menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya. Rupanya inilah yang membedakan antara gembala baik pada umumnya dengan gembala baik yang dimaksud oleh Yesus. Pengurbanan nyawa oleh sang gembala inilah yang menjadi keistimewaan penggembalaan Yesus.


Yesus adalah Tuhan dan Sang Gembala yang Mahabaik, yang mengasihi kita bahkan sampai mengurbankan nyawa-Nya agar kita memperoleh hidup. Hidup kita menjadi sangat berharga oleh Dia dan bagi Dia. Kita tahu sekarang kepada siapakah kita percayakan dan serahkan seluruh hidup kita, yaitu Yesus Kristus, Gembala Agung kita.


Tuhan Yesus Memberkati

April 24, 2021

Renungna sabtu 24 April 2021

 Yohanes 6:60-69 

Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?" Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.  Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya." Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?"Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah." 



Renungan


Murid-murid Yesus banyak yang meninggalkan Yesus setelah pengajaran-Nya mengenai Roti Hidup. Mereka meninggalkan Yesus karena Yesus tidak lagi menjadi seperti yang mereka harapkan. Sebelumnya Yesus sudah berkata kepada mereka, Sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Mereka mencari-Nya demi kebutuhan jasmaninya saja, ingin penyakitnya disembuhkan dan perut ke-nyang. Motivasi yang tidak murni membuat banyak murid Yesus tidak setia dan meninggalkan-Nya ketika mereka berhadapan dengan sebuah tantangan.


Di jaman sekarang masih banyak orang Kristen yang sama seperti murid-murid Yesus kala itu. Saat hidupnya terberkati, semangat untuk melayani Yesus. Namun saat menemui banyak masalah, mulailah kecewa dan mencari solusi di tempat lain, entah pindah agama/gereja atau pergi ke dukun untuk mencari penyelesaian atas masalah.


Marilah kita mau belajar untuk memurnikan motivasi kita dalam mengikuti Yesus serta selalu setia padaNya apapun keadaan yang menimpa kita. Mengikuti Yesus bukan melulu cari enaknya, melainkan harus mau ikut memikul salib-Nya juga.


Tuhan Yesus Memberkati

April 23, 2021

Renungan Jumat 23 April 2021

Kisah Para Rasul 9:1-20 

Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"

Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang juga pun.Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik.

Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!" 

Firman Tuhan: "Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa,dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."

Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu."Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." 

Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis.

Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. 


Renungan


Saulus, seorang pembunuh pengikut Kristus, bertobat dan berbalik menjadi pewarta kabar gembira. Zakeus, seorang pemungut cukai, bertobat dan menyerahkan separuh hartanya kepada orang miskin. Petrus, murid yang menyangkal Yesus, yang akhirnya bertobat dan menjadi pemegang kunci Kerajaan Allah.


Kisah itu  menunjukkan bahwa semua pertobatan yang terjadi merupakan karunia dari Allah yang diterima secara cuma-cuma kepada umat yang dikasihi-Nya. Terlepas dari apapun yang telah mereka perbuat, kasih karunia Allah melebihi segalanya, Ia sanggup mengubah seseorang menjadi baru demi kemuliaan Allah.


Pertobatan yang sejati membawa seseorang keluar dari dirinya yang lama, menjadi manusia baru yang dipenuhi daya ilahi. Kobaran api ilahi ini menimbulkan keinginan untuk membagikan kasih Allah yang mengubah hidupnya. Begitulah Paulus memberitakan tentang Yesus yang menangkapnya di tengah jalan kehidupannya.


Tuhan Yesus Memberkati

April 22, 2021

Renungan Kamis , 22 April 2021

 Yohanes 6:44-51 

Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.

Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

Akulah roti hidup.

Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.

Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.

Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."


Renungan



Allah sesungguhnya menghendaki semua orang memperoleh keselamatan. Tidak peduli warna kulit dan ras. Allah mencintai semua manusia di dunia ini. Dia menarik kita semua untuk datang kepada-Nya, agar kita memperoleh keselamatan, hidup yang kekal. Bila kita melihat situasi dunia ini, ada banyak kendala sehingga ada orang yang belum pernah mendengar tentang Yesus dan Allah. Misalnya, orang-orang yang belum disentuh dengan kebudayaan yang tinggi, yang masih primitif, di mana akses untuk mendapat informasi masih sulit. Namun, apabila orang-orang itu hidup sesuai dengan suara hati mereka, mereka itu juga akan bisa menerima rahmat keselamatan, yaitu hidup kekal. Yesus telah wafat bagi semua orang dan mereka semua diberi rahmat yang cukup untuk mencapai tujuan hidup yang kekal, kecuali bila mereka dengan sengaja menolak rahmat tersebut. Hal ini merupakan misteri Allah bagi kita.


Ini pulalah yang merupakan tugas kita untuk turut serta dalam karya keselamatan Allah. Kita yang telah dipanggil dan dipilih-Nya, kita juga yang harus menjadi alat-Nya untuk menjadi pewarta karya keselamatan Allah, mewartakan Injil ke seluruh dunia dan menjadikan semua bangsa murid-murid Kristus.


Tuhan Yesus Memberkati

April 21, 2021

Renungan Rabu, 21 April 2021

Yohanes 6:35-40

     

"Inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak beroleh hidup yang kekal."

      

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, "Akulah roti hidup! Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguh pun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."


Renungan

   

Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai roti hidup yang turun dari surga. Ia memberikan diri-Nya agar setiap orang yang menerima-Nya dalam kepercayaan memperoleh hidup kekal dan dibangkitkan pada akhir zaman.  Itulah juga kehendak Bapa yang mengutus-Nya. Namun demikian, tawaran Yesus tidak selalu ditanggapi dengan penerimaan. Kata-kata-Nya dianggap keras sehingga banyak dari antara para murid yang meninggalkan-Nya. 

  

Penolakan terhadap iman akan Yesus juga terus berlangsung dan memunculkan penganiayaan terhadap jemaat Yerusalem. Tetapi justru karena penganiayaan inilah, muncul banyak orang yang berani tampil sebagai saksi bagi Yesus. Mereka mengambil risiko atas pilihan mereka untuk bersaksi. Di bawah penganiayaan yang pahit dan dengan Saul yang akan hancur total, Gereja tidak akan memiliki kesempatan sama sekali untuk bertahan hidup. Yesus memberikan diri-Nya kepada kita dalam perjamuan sebagai makanan rohani karena Dia mencintai kita.  

   

Perjamuan tidak hanya mempersatukan kita dengan Kristus sebagai Kepala Gereja tetapi juga mempersatukan kita satu sama lain sebagai satu anggota tubuh mistik Kristus . Sebab penerimaan tubuh Kristus bukanlah soal yang bersifat individualistis, melainkan sesuatu yang menyangkut "tubuh". 

   

Dalam perayaan perjamuan kita berkumpul sebagai "tubuh"; kita datang ke meja perjamuan Tuhan sebagai satu keluarga. Kebenaran ini diungkapkan dalam simbol alkitabiah satu roti dan satu piala. Perjamuan sebagai pemersatu tubuh mistik Kristus dapat dilihat juga dari defenisi Sakramen  sebagai kurban Gereja, Maka, perjamuan juga mempersatukan masing-masing umat dalam Gereja. Persatuan masing-masing anggota tubuh Gereja, yang diumpamakan sebagai tubuh yang mempunyai banyak anggota (bdk. 1Kor 12:12), hanya mungkin terjadi karena seluruh anggota diikat oleh Sang Kepala, yaitu Kristus.  Sebab Kristus memberikan diri pada saat perjamuan Paska, saat Ia memilih roti dan anggur untuk diubah menjadi Diri-Nya sendiri.  adalah sungguh perjamuan sejati, di mana Kristus mempersembahkan diri-Nya sebagai santapan yang menguatkan kita.”


Apa pun kesan yang kita miliki tentang Gereja, kita juga harus tahu bahwa ada misteri Gereja, dan itu adalah kehadiran Roh Kudus yang membimbing Gereja. Kita mungkin tidak dapat melihat kehadiran Roh Kudus dengan mata, tetapi marilah kita percaya padanya, dan kemudian kita akan dapat melihat lebih dari apa yang terlihat


Tuhan Yesus Memberkati

April 20, 2021

Renungan selasa, 20 April 2021

Yohanes 6:30-35 

Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."  Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia." Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa." Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.



Renungan


Ada satu kutipan dari Mother Teresa: `Menjadi orang yang tidak dicintai, tidak diperhatikan, dilupakan oleh semua orang, saya pikir itu adalah kelaparan yang jauh lebih besar, kemiskinan yang jauh lebih besar daripada orang yang tidak punya apaapa untuk dimakan.` Beliau juga mengatakan, `Rasa lapar akan cinta jauh lebih sulit dihilangkan daripada rasa lapar akan roti.`


Pernahkah kita menyadari bagaimana jadinya dunia ini jika tidak ada cinta di dalamnya? Hanya ada kehancuran di dalamnya. Namun, coba kita ingat kembali ketika kita merasakan cinta pada seseorang, apa yang terjadi? Tanpa kita sadari egoisme di dalam diri kita menjadi hilang. Kita bisa melupakan diri kita sendiri, dan melakukan apa saja untuk membahagiakan orang yang kita cintai.


Begitu dahsyatnya kekuatan cinta di dalam hidup manusia. Demikian juga dengan Yesus, karena kasihNya, mau menjadi manusia dan merendahkan diriNya, serta memberikan diri-Nya sendiri kepada kita. Dia tahu apa yang menjadi kebutuhan mendasar manusia. Yesus yang sudah mencintai kita, memenuhi kehausan dalam setiap hati. Maka, marilah kita juga meneladan Dia, Sang Cinta sejati itu sendiri. Membagikan cinta yang sudah kita terima bagi sesama kita.


Tuhan Yesus Memberkati

April 19, 2021

Renungan Senin, 19 April 2021

Yohanes 6:22-29 

Pada keesokan harinya orang banyak, yang masih tinggal di seberang, melihat bahwa di situ tidak ada perahu selain dari pada yang satu tadi dan bahwa Yesus tidak turut naik ke perahu itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan bahwa murid-murid-Nya saja yang berangkat. Tetapi sementara itu beberapa perahu lain datang dari Tiberias dekat ke tempat mereka makan roti, sesudah Tuhan mengucapkan syukur atasnya. Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."


Renungan


Pernahkah Anda mendengar ungkapan, `orang jujur pasti apes?` Sering orang mengeluh dengan hidupnya, saya sudah berbuat baik, berdoa, beramal, hidup jujur tetapi mengapa saya selalu disalahkan, direndahkan, dan dibohongi,... sampai kapan Tuhan? Mungkin ini yang kita alami saat ini.


Pada hari ini  Stefanus, seorang yang percaya pada Tuhan, juga mengalami hal yang sama. Ia dituduh dan difitnah dengan adanya saksi-saksi palsu. Namun yang menarik dari kisah ini adalah pada bagian akhir dikatakan, bahwa mereka melihat muka Stefanus seperti malaikat.


Dengan berbagai tuduhan yang dihadapkan kepadanya, iman Stefanus tidak tergoyahkan dan ia tidak takut sedikitpun. Stefanus adalah orang yang penuh dengan kasih karunia dan kuasa, itulah yang membuat wajahnya seperti malaikat. Ia mampu meneladan Yesus dengan ucapan dan tindakannya. Ia tetap mengatakan kebenaran tanpa ada rasa benci dalam hatinya.


Bagaimana dengan sikap kita, mampukah kita tetap teguh dalam iman saat situasi sulit? Jangan sampai wajah malaikat hilang dari wajah Anda.


Tuhan Yesus Memberkati

April 18, 2021

Renungan Minggu, 18 April 2021

Lukas 24:35-48

 

Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.


Renungan


Apa yang Anda rasakan ketika sedang mengalami ketakutan, kekuatiran, keputusasaan, kesedihan, dan kesendirian... tiba-tiba datang seorang yang Anda cintai dan Anda percayai berdiri di hadapan Anda. Dia membuka tangannya dan berkata `Damai sejahtera bagi kamu, sahabatku. Janganlah takut. Aku ada untuk membantumu`. Pasti Anda akan menangis terharu dan memeluknya. Tidak ada kata-kata yang dapat mengungkapkan rasa damai, sukacita, tidak sendirian lagi, dan timbul harapan baru.


Begitu pula halnya dengan kehadiran Yesus di tengah-tengah Anda. Yesus mengetahui semua yang sedang Anda alami saat ini. Dia ikut merasakan segala ketakutan, kekuatiran, keputusasaan, hidup dalam ketidakpastian, permasalahan ekonomi yang tidak kunjung selesai bahkan semakin terpuruk, masa depan yang dipenuhi ketidakpastian. Yesus, Allah yang mencintai Anda, selalu hadir untuk memeluk, meneguhkan dan menguatkan Anda. Yesus mau mengatakan kepada Anda `Damai sejahtera bagi kamu. Janganlah takut. Aku ini ada denganmu. Kamu tidak pernah sendirian.` Maka bukalah hati Anda sehingga dapat melihat Yesus yang hadir. Dia bukan Allah yang jauh, tetapi Pribadi yang dekat, yang selalu setia kepada kita.


April 15, 2021

Renungan Kamis, 6 April 2021

Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal


Yohanes 3:31-36 

Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.

Ia memberi kesaksian tentang apa yang dilihat-Nya dan yang didengar-Nya, tetapi tak seorang pun yang menerima kesaksian-Nya itu. Siapa yang menerima kesaksian-Nya itu, ia mengaku, bahwa Allah adalah benar.  Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.  Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya."


Renungan


Suatu kali saya bertemu dengan seorang anak dengan kondisi kedua lengan dan kaki yang tidak sempurna. Hal itu membuat dia tidak bisa bermain seperti teman-temannya yang lain. Seluruh geraknya sangat terbatas. Namun, yang menarik ialah dia bisa menerima keadaan dirinya. Ceria dan rendah hati meminta tolong ketika dia tidak dapat melakukannya sendiri. Walaupun ia begitu bergantung pada orang-orang di sekitarnya, tetapi ia dapat bersyukur kepada Tuhan, karena memiliki teman-teman yang baik dan suka menolong. Melalui hidupnya, ia memberi kesaksian bahwa dibalik kelemahannya Tuhan tetap mengasihi dan memberi kekuatan kepadanya, melalui orang-orang di sekitarnya.


Hari ini kita diingatkan kembali bahwa Yesus, yang berasal dari atas (Surga), memberi kesaksian akan Allah yang hidup dan mengasihi kita. Maka, kita diajak untuk menerima Dia serta menyerahkan seluruh hidup kita kepada-Nya. Namun, apakah kesaksian hidup kita sudah mencerminkan iman dan kepercayaan kita kepada Tuhan? Apakah kita sudah bersyukur dengan segala keadaan hidup kita? Ataukah kita hanya mengeluh dan protes atas kesulitan yang kita alami dan persoalan hidup yang kita hadapi?


Tuhan Yesus Memberkati


April 13, 2021

Renungan Selasa , 13 April 2021

Semangat pembaruan diri


Yohanes 3:7-15 


Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Nikodemus menjawab, katanya: "Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?" 

Jawab Yesus: "Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu?

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.

Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?

Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,

supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.


Renungan


Kamu harus dilahirkan kembali. Demikian perintah Yesus kepada nikodemus yakni perintah untuk dilahirkan kembali, sebuah Perintah agar membarui diri, menanggalkan manusia lama dan menjadi manusia baru dalam persekutuan dengan Yesus Sang Guru Agung. Perintah yang sama pun dialamatkan kepada kita yang hidup di zaman ini. Kita diminta untuk selalu membarui diri dengan jalan pertobatan sehingga kita menjadi manusia baru.


Dengan menjadi manusia baru atau dilahirkan kembali, kita pun layak menjadi saksi Kristus di tengah dunia yang terus berubah. "Kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami.  Tanpa usaha untuk dilahirkan kembali, kesaksian dan pewartaan kita amat dangkal, mudah dicabut, dan mudah dikupas oleh arus dunia yang semakin menggelorakan individualisme, konsumerisme, hedonisme, peperangan, terorisme dan lain-lain. Mari kita bersatu dalam kasih untuk mau dan selalu dilahirkan kembali dalam semangat Yesus sendiri, yaitu semangat pembaruan diri.


Tuhan Yesus Memberkati

April 12, 2021

Renungan Senin, 12 April 2021

Nikodemus menemui Yesus


Yohanes 3:1-8 

Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. 

Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." 

Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"

Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.

Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."


Renungan


Dialog antara Yesus dengan nikodemus adalah dialog mengenai keselamatan. Dialog ini harus menjadi acuan dialog iman diantara kita. Pertama, pembaruan diri, syarat untuk melihat dan mengalami Allah adalah pembaruan diri. Gereja adalah wadah baru yang dibentuk untuk memungkinkan orang melihat dan mengalami Allah secara benar. Tentu saja di luar gereja kita bisa juga mengalami Allah. Tetapi masalahnya adalah pada titik mana kita tahu bahwa kita sedang mengalami Allah. Hanya gereja yang memberi petunjuk jelas perihal Allah. Sebab, gereja adalah tubuh Kristus sendiri.


Kedua, kemerdekaan anak-anak Allah. Tanda dari suatu Hidup Baru adalah ketika kita tidak dikekang oleh dosa-dosa. Dosa membuat seseorang menjadi jauh dari Allah dan juga sesama. Orang yang berdosa adalah orang yang tidak mau mengalami dikasih Allah. Gereja menawarkan kepada kita sebuah bentuk kehidupan pertobatan. Dengan menjadi bagian dari gereja, maka kita menjadi bagian dari sebuah perahu besar yang sedang berlayar menuju pantai indah keselamatan dengan pertobatan terus menerus.


Tuhan Yesus Memberkati

April 11, 2021

Renungan Minggu 11 April 2021

"Damai sejahtera bagi kamu!"


Yohanes 20:19-31 

 

Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"

Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." 

Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.

Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.

Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya." 

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"

Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."

Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!" 

Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,

tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.



Renungan


Banyak orang yang menderita berbagai gangguan psikologis dan rohani. Kemurahan Allah sangat penting dalam hidup kita. Kalau diperhatikan, apa yang mengikat orang bukanlah trauma masa lalu, tetapi lebih pada hal ini: orang hanya berhenti di pengalaman yang menyakitkan ini saja. Sehingga orang dilumpuhkan oleh penderitaan yang disebabkan orang lain atau berkubang dalam kegagalan dan dosa orang itu sendiri.


Pada akhirnya, kita harus membuang semua itu. Kita harus berani menyingkirkan penderitaan yang disebabkan orang lain dan juga menyingkirkan kesalahan yang kita lakukan. Kita harus mengijinkan Allah membebaskan kita dengan kuasa kemurahan ilahi-Nya.


Tuhan Yesus Memberkati

April 08, 2021

Renungan Kamis 8 April 2021

 


Lukas 24:35-48 

Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"

Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. 

Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?

Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."

Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. 

Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"

Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. 

Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. 

Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."

Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. 

Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,

dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.

Kamu adalah saksi dari semuanya ini.


Renungan


Thomas Aquinas mengatakan: `Allah membiarkan kejahatan terjadi untuk membuat suatu hasil yang lebih baik dari-Nya.` Kejahatan di dunia merupakan misteri yang gelap dan menyakitkan. Bahkan Yesus yang tersalib pun bertanya kepada Bapa-Nya: `Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku?`  Setelah kematian Yesus, para murid kehilangan semua harapan, sebagian murid melarikan diri, yang lain mengurung diri di balik pintu-pintu yang terkunci.


Berkat perjumpaan dengan Yesus yang telah bangkit, iman para murid bertumbuh kembali. Yesus yang bangkit mengijinkan para murid untuk menyentuh-Nya, makan bersama dan menunjukkan luka-luka. Para murid mengalami Dia yang hidup. Dia adalah Tuhan atas kehidupan dan kematian.


Ketika merenungkan semua itu, betapa kita bersyukur karena telah mewarisi iman yang benar akan Yesus yang bangkit berkat kesaksian para rasul, para murid pendahulu kita. Setelah mewarisi iman, sebagai seorang Kristen sejati, kita bertanggung jawab untuk menyebarkan iman kita dan menjadi saksi-saksi Kristus bagi orang lain. Hiduplah sedemikian sehingga orang bertanya kepadamu tentang Kristus. Bagai- mana dengan kita?

April 05, 2021

Renungan senin, 5 April 2021

Ikut Tuhan


Matius 28:8-15 

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.

Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 

Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.

Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu

dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.

Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."

Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.



Renungan


Melalui bacaan Injil hari ini, Yesus menegaskan kepada kita bahwa iman kita dibangun dari pengalaman akan kehadiran Allah dalam hidup kita. Pengalaman indah para murid bersama Yesus di Galilea menjadi dasar dari iman mereka akan kebangkitan Yesus. Karena itu, Yesus menyuruh mereka pergi ke Galilea dan di sanalah mereka akan melihat Yesus. Yesus, yang telah bangkit mulia, menghendaki kita untuk masuk ke dalam dunia sebagai utusan-Nya, sebagaimana Dia juga telah diutus Bapa-Nya, Itulah kerinduan Yesus bagi kita.


Mungkin kita bertanya: Bagaimana saya tahu kehendak Tuhan bagi saya? Yesus menjawab: Ikutlah Aku! Tetapi, bagaimana aku mengikuti-Mu, Tuhan? Pergilah ke Galilea, di sanalah kamu akan melihat Aku. Dalam hal ini kita diajak membaca Injil setiap hari. Dalam injil itulah kita menjumpai Yesus yang hidup, bergaul, dan berkarya dalam hidup kita. Dituntun oleh Yesus atau Injil-Nya kita pun dapat menghayati Galilea kita, saat-saat kita mengikuti Yesus dalam hidup sehari-hari.

April 04, 2021

Renungan Minggu , 4 April 2021

Paskah


Yohanes 20:1-9 

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.


Renungan


Cara kita melihat kenyataan hidup seringkali menjadi penentu bagi pemahaman kita atas hidup itu sendiri. Dalam kisah kebangkitan Yesus, kita menemukan 3 cara melihat peristiwa yang pertama cara Maria Magdalena Iya pergi ke kubur pagi-pagi titik yang dilihatnya bukan isi kubur, tetapi batunya. Lalu pergi mengabarkan dengan ngawur, Tuhan telah diambil orang dari kuburNya. Kedua, cara Petrus, Petrus segera ke kubur. Tetapi larinya lambat . tanpa pikir panjang ia masuk dan mendekat, lalu melihat secara langsung dan sangat detail . namun, ia tidak bisa menyimpulkan apa-apa. Ketika, cara murid yang dikasihi Yesus. Ia lari cepat. ia tidak segera masuk, menjenguk dari pintu dahulu. Dia melihat secara keseluruhan lalu, barulah ia masuk dan mendekat. Dan justru murid inilah yang dikatakan dalam Injil dia melihat dan percaya.


Ibarat melihat sebuah lukisan bunga mawar. Kalau terlalu jauh atau hanya perhatikan (seperti madalena) maka yang tampak adalah sesuatu yang kabur atau buram dan kita bisa berkesimpulan salah tidak kalau terlalu dekat seperti Petrus yang tampak adalah keanehan hanya goresan-goresan kasar dengan warna-warna tidak jelas, bingung lukisan apa ini? Nah kalau cara melihatnya seperti murid yang dikasihi Yesus, mengambil jarak, melihat keseluruhan, baru kemudian mengamati detail-detailnya, barulah orang demikian yang akan bisa mengatakan bahwa ini adalah sebuah lukisan bunga mawar. Demikian dengan hidup kita. Mengambil Jarak Dan Waktu jeda untuk melihat secara keseluruhan kenyataan yang kita hadapi, baru kemudian kita mendekati peristiwa itu. Ciri dari seorang murid Yesus adalah melihat kenyataan atau peristiwa hidup dengan cara yang benar sehingga kita mampu memahami peristiwa secara benar pula. 


Tuhan Yesus Memberkati

Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...