Yohanes 10:1-10
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal." Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka. Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Renungan
Setiap orang pasti ingin bahagia. Apakah yang dapat memberikan kebahagiaan yang sejati? Makan sampai kenyang? Punya uang milyaran rupiah? Jalan-jalan gratis keliling dunia? Punya pasangan yang cantik atau ganteng? Atau dipuja dan dihormati banyak orang?
Kalau tidak hati-hati orang dapat keliru menentukan kebahagiaan dalam hidupnya. Ia menjadi mudah tergiur dengan tawaran media sosial, pesugihan, dll. kita melihat bagaimana Petrus taat pada bimbingan Roh kudus dan tidak takut untuk bertindak. Ia pun berani mempertanggungjawabkan tindakannya itu di hadapan para saudara seiman. Bagi Petrus yang penting adalah mencari dan melaksanakan kehendak Allah, seperti yang Tuhan Yesus katakan `Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.`
Jadi makanan dan uang dapat habis, kecantikan dan kuasa dapat berlalu, namun Tuhan tetap selamanya. Marilah kita menjalin relasi dengan Tuhan agar kita dapat melaksanakan kehendak-Nya dan menjadi bahagia di dalam Dia.
Kita diajarkan bahwa Kasih dan Kuasa Tuhan itu selamanya, dan kita diajak untuk menjalin relasi dengan Tuhan agar kita dapat melaksanakan kehendakNya dan menjadi bahagia di dalam Dia
BalasHapusezra
Kita harus menjalankan relasi kita kepada Tuhan karena Tuhan adalah sumber kebahagiaan kita . Willy
BalasHapus