Maret 29, 2021

Renungan Senin, 29 Maret 2021

Yoh 12:1-11

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.

Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.

Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu. 

Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata: 

"Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" 

Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.

Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu."

Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.

Lalu imam-imam kepala bermupakat untuk membunuh Lazarus juga, 

sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus. 



Renungan


Dalam hidup ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan merupakan hal yang sangat biasa kita alami bahkan sejak zaman Yesus bahkan sebelum zaman Yesus hingga saat ini. Orang-orang Yahudi sangat khawatir, karena mereka takut kehilangan para pengikutnya karena mujizat yang dilakukan Yesus.


Memang tidak ada yang ingin ditinggalkan oleh orang lain, tetapi jika ada yang meninggalkan kita, baiklah kita mulai melihat ke dalam diri apa yang menyebabkan mereka meninggalkan kita. Adalah jauh lebih baik dan lebih berguna melihat kembali sikap yang tidak baik daripada menyalahkan situasi dan orang lain.


Ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan ini akan hilang jika kita sungguh-sungguh percaya dan pasrah kepada Yesus. Percaya dan yakin bahwa Yesus akan memberikan yang terbaik bagi kita, namun kita lebih suka menggunakan pikiran dan kemampuan sendiri daripada membiarkan Yesus berkarya. Jika kita tidak benar-benar percaya pada Yesus, maka hidup kita akan selalu dihantui dengan kecemasan. Lebih baik belajar berpasrah mulai dari sekarang daripada tidak sama sekali dan kita akan merasakan buahnya.


Tuhan Yesus Memberkati

Maret 28, 2021

Renungan Minggu , 28 Maret 2021




Markus 15:1-39 

Pagi-pagi benar imam-imam kepala bersama tua-tua dan ahli-ahli Taurat dan seluruh Mahkamah Agama sudah bulat mupakatnya. Mereka membelenggu Yesus lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus. Pilatus bertanya kepada-Nya: "Engkaukah raja orang Yahudi?" Jawab Yesus: "Engkau sendiri mengatakannya." Lalu imam-imam kepala mengajukan banyak tuduhan terhadap Dia.  Pilatus bertanya pula kepada-Nya, katanya: "Tidakkah Engkau memberi jawab? Lihatlah betapa banyaknya tuduhan mereka terhadap Engkau!" Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus merasa heran. Telah menjadi kebiasaan untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu menurut permintaan orang banyak. Dan pada waktu itu adalah seorang yang bernama Barabas sedang dipenjarakan bersama beberapa orang pemberontak lainnya. Mereka telah melakukan pembunuhan dalam pemberontakan. Maka datanglah orang banyak dan meminta supaya sekarang kebiasaan itu diikuti juga. 

Pilatus menjawab mereka dan bertanya: "Apakah kamu menghendaki supaya kubebaskan raja orang Yahudi ini?" 

Ia memang mengetahui, bahwa imam-imam kepala telah menyerahkan Yesus karena dengki. Tetapi imam-imam kepala menghasut orang banyak untuk meminta supaya Barabaslah yang dibebaskannya bagi mereka.Pilatus sekali lagi menjawab dan bertanya kepada mereka: "Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?"

Maka mereka berteriak lagi, katanya: "Salibkanlah Dia!" Lalu Pilatus berkata kepada mereka: "Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?" Namun mereka makin keras berteriak: "Salibkanlah Dia!"

Dan oleh karena Pilatus ingin memuaskan hati orang banyak itu, ia membebaskan Barabas bagi mereka. Tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan.Kemudian serdadu-serdadu membawa Yesus ke dalam istana, yaitu gedung pengadilan, dan memanggil seluruh pasukan berkumpul.Mereka mengenakan jubah ungu kepada-Nya, menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia mereka menanggalkan jubah ungu itu dari pada-Nya dan mengenakan pula pakaian-Nya kepada-Nya. Kemudian Yesus dibawa ke luar untuk disalibkan. Pada waktu itu lewat seorang yang bernama Simon, orang Kirene, ayah Aleksander dan Rufus, yang baru datang dari luar kota, dan orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Mereka membawa Yesus ke tempat yang bernama Golgota, yang berarti: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi anggur bercampur mur kepada-Nya, tetapi Ia menolaknya. Kemudian mereka menyalibkan Dia, lalu mereka membagi pakaian-Nya dengan membuang undi atasnya untuk menentukan bagian masing-masing. Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan. Dan alasan mengapa Ia dihukum disebut pada tulisan yang terpasang di situ: "Raja orang Yahudi".  Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya. [Demikian genaplah nas Alkitab yang berbunyi: "Ia akan terhitung di antara orang-orang durhaka."]  Orang-orang yang lewat di sana menghujat Dia, dan sambil menggelengkan kepala mereka berkata: "Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!" Demikian juga imam-imam kepala bersama-sama ahli Taurat mengolok-olokkan Dia di antara mereka sendiri dan mereka berkata: "Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Baiklah Mesias, Raja Israel itu, turun dari salib itu, supaya kita lihat dan percaya." Bahkan kedua orang yang disalibkan bersama-sama dengan Dia mencela Dia juga.Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga. Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku? Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia memanggil Elia." Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: "Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia."  

Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya. 

Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.  Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"



Renungan


Pujian kehadiran Yesus ke Yerusalem disambut dengan seruan yang meriah. Tetapi Yesus Tahu bahwa pujian itu merupakan awal penderitaan bagi Yesus.

Lalu Yesus diserahkan ke pengadilan untuk diadili karena dianggap raja Orang Yahudi. Dan akhirnya di harus disalibkan.


Tuhan Yesus harus diolok-olok , dicaci maki bahkan diludahi dalam perjalanan ke bukt golgota Dia harus merasakan penderitaan yang begitu hebat. Sampai akhirnya mati di kayu Salib. Dalam hal ini yang perlu kita renungkan bersama adalah jika kita merasa menderita kita harus ingat bahwa Tuhan Yesus juga pernah menderita apabila mau dibandingkan penderitaan kita tidak sebanding dengan penderitaan yang dialami oleh Tuhan sendiri maka marilah kita mengikuti sang Teladan agar hati kita pikiran kita tetap tertuju kepada Allah sang sumber kekuatan


Tuhan Yesus Memberkati

Maret 23, 2021

Renungan Selasa, 23 Maret 2021

Tawaran Tuhan


Bilangan 21:4-9 

Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan. Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."  Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati. Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu. Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup." Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup. 



Mazmur 102:2-3, 16, 21 

Janganlah sembunyikan wajah-Mu terhadap aku pada hari aku tersesak. Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku; pada hari aku berseru, segeralah menjawab aku! Sebab hari-hariku habis seperti asap, tulang-tulangku membara seperti perapian.bila TUHAN sudah membangun Sion, sudah menampakkan diri dalam kemuliaan-Nya, supaya nama TUHAN diceritakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem, 


Yohanes 8:21-30 

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang." Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?" Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia." Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya." Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya. 



Renungan


Dosa sudah dimulai dari nenek moyang kita. Ketika Adam dan Hawa berbuat dosa yang pertama, nalurinya yang pertama adalah menyembunyikan diri dari Allah. Dosa itulah yang membutakan mereka terhadap tawaran keselamatan dari Allah.


Dalam dunia yang telah dikuasai oleh dosa ini, Yesus datang menawarkan keselamatan. Ia ingin memulihkan dunia dengan penyembuhan dan pengampunan. Ia membawa anugerah untuk hidup kekal sebagaimana manusia seharusnya hidup seturut rencana Allah sejak semula. Namun tanggapan atas tawaran keselamatan itu adalah kehendak bebas kita, artinya kita bisa menerima atau menolak.


Orang yang menolak Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dan Tuhan itu telah menyimpang dari tujuan hidup. Dia akan mati dan tidak layak untuk memasuki kehidupan yang kekal dengan Allah. Sebaliknya orang yang menerima Yesus Kristus, ia menjadi sahabat Allah. Di dalam persahabatan tidak ada ketakutan terhadap kematian kekal. Marilah kita merenungkan kembali arah hidup yang telah kita pilih. Jika selama ini kita berada di jalan yang salah, segeralah ambil keputusan tegas sebelum terlambat. 


Tuhan Yesus Memberkati


Maret 22, 2021

Renungan Senin, 22 Maret 2021

 1 Petrus  5 : 1–4

Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.


 


Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6

Tuhan, gembalaku, aku takkan berkekurangan TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.



Matius 16 : 13 –19

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

 


Renungan 

Dalam bacaan pertama rasul petrus menasihatkan kepada para panatua untuk menjaga para kawanan domba sebagai gembala mempunyai tugas untuk melayani dan membimbing. Injil hari ini menceritakan tentang pengakuan dari pada murid dan para pengikut Kristus tentang siapa Yesus itu. Pengakuan ini diperjelas oleh Petrus yang mengatakan bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Petrus sebagai murid Yesus mengungkapkan kepercayaan dan pengenalan yang sempurna. Yesus yang disebut Kristus atau Mesias karena Yesus  yang dipilih Allah menjadi penyelamat bagi umat manusia. Segala pengenalan dan pengakuan yang mendalam tentang sesosok Yesus, sehingga dari pengakuan itu Petrus diberikan Kunci Kerajaan Surga sebagai dasar dalam mewartakan Sang Mesias.


Pengakuan Petrus itu mengajak kita untuk menyelami lebih dalam lagi tentang pribadi Yesus yang selalu hadir dalam hidup kita. Karena dari sejak kita lahir kita sudah diperkenalkan dan mengenal pribadi Yesus secara mendalam dan memperoleh rahmat dan berkat dari Yesus. Maka dari itu sudah seharusnya kita mengenali pribadi Yesus melalui kehidupan kita sehari-hari, sehingga kita juga mampu menjawab pertanyaan yang sama seperti yang dilontarkan kepada Petrus.


Tuhan Yesus Memberkati


 

Maret 21, 2021

Renungan Minggu, 21 Maret 2021

Pertobatan


Yohanes 12:20-33 

Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani. 

Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus."

Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus. 

Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.

Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.

Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!" 

Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: "Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia."

Jawab Yesus: "Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu.

Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;

dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."

Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. 



Renungan


Alkisah seorang misionaris didatangi seorang perempuan dengan membawa pasir dari pantai. Lalu perempuan itu berkata: `Ini adalah dosa-dosa saya yang tidak terhitung banyaknya seperti pasir di pantai laut. Bagaimana saya bisa mendapatkan pengampunan dari dosa saya yang banyak ini?` Kata misionaris itu kepadanya: `Kamu mengambil pasir ini dari pantai, sekarang kembalilah ke sana, buatlah gundukan pasir dan lihatlah bagaimana ombak datang dan mengikis habis gundukan pasir itu, perlahan-lahan tapi pasti.` Begitulah cara kerja-nya pengampunan Allah. Belas kasih-Nya seluas lautan yang menghapus semua dosa dan tidak diingatnya lagi.


Yeremia menunjukkan kepada kita betapa besarnya belas kasihan Allah kepada umatNya. Ini adalah perjanjian Allah dengan umat Israel yang akan selalu mengasihi umat kesayangan-Nya sekali pun mereka ingkari. Perjanjian ini merupakan perjanjian Allah dengan kita masing-masing. Dia akan mengampuni dosa-dosa kita asalkan kita sungguhsungguh bertobat. Allah mengasihi kita tanpa memandang berapa banyaknya dosa yang telah kita lakukan. Hari ini ambillah niat tobat yang sejati dan mintalah rahmat Allah untuk meneguhkannya.


Tuhan Yesus Memberkati


Maret 20, 2021

Renungan Sabtu, 20 Maret 2021


Yohanes 7:40-53 

Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang." Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea! Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal." Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia. Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya. Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!" Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan? Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!" Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:  "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea."Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya, 


Renungan


Para penjaga telah ditugaskan untuk menangkap Yesus, tetapi pulang dengan tangan kosong, karena mereka terpesona mendengar Yesus berbicara. Mereka keheranan dan kebingungan. Demikian juga Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi yang pernah datang pada waktu malam kepada Yesus, tentu mempunyai pengalaman yang tak terlupakan, sehingga berusaha untuk membela Yesus dengan mengutip beberapa kutipan dari ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku.


Dalam kenyataan hidup kita, mungkin kita pernah mengalami situasi seperti para penjaga yang secara pribadi mendengar Tuhan yang berbicara dalam hati tetapi kita tetap menutupinya atau seperti Nikodemus, berani membela Yesus ketika terdesak.


Apakah kita tetap berpihak pada Yesus walaupun membawa kesulitan hidup dan pengorbanan yang besar ataukah sebaliknya kita mengabaikan suara hati demi suatu penghargaan yang diberikan oleh dunia kepada kita?


Tuhan Yesus Memberkati

Maret 19, 2021

Renungan Jumat, 19 Maret 2021

 Teladan Yusuf


Matius 1:16, 18-21, 24 

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. 

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." 

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,


Renungan


Pengalaman Yusuf ketika ia bertunangan dengan Maria. Ternyata Maria telah mengandung dari Roh Kudus. Suatu hal yang sulit sekali dipahami dengan pikiran manusia belaka. Dalam keraguan, Yusuf hendak menceraikan Maria secara diam-diam. Namun, Allah ikut campur tangan dalam peristiwa ini: Ia mengutus malaikat-Nya untuk meyakinkan Yusuf agar mengambil Maria sebagai istrinya.


Dari peristiwa yang dialami oleh Yusuf , kita dapat merenungkan bahwa Allah selalu hadir dan campur tangan dalam setiap peristiwa kehidupan manusia. Ketika dalam kebimbangan, Allah akan memberikan tuntunan dan petunjuk kepada mereka yang memohon kepada-Nya. Keterbukaan hati dan ketaatan iman Yusuf telah memberinya kekuatan untuk menjalankan kehendak Allah.


Kita perlu meneladani  Yusuf. Dalam keheningan batinnya, ia selalu terbuka kepada kehendak Allah dan taat pada-Nya. Dalam kebimbangan dan ketidakpastian, kita perlu selalu memohon bimbingan Allah, karena kita yakin dan percaya bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia.


Tuhan Yesus Memberkati

Maret 18, 2021

Renungan Kamis, 18 Maret 2021

 Keselamatan


Yohanes 5:31-47


Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar. 5:33 Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu. Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes,yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat,dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu,sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci,sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal,tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah. Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa? Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa,  yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu. Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya , bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan? 


Renungan


Penolakan dan ketidakpercayaan kepada Allah yang terjadi di zaman sekarang ini sebenarnya sudah terjadi pada zaman Yesus dan zaman para nabi. Di mana orang tidak percaya akan adanya Allah bahkan menolak-Nya. Dengan mengutus PutraNya dan para nabi sebelumnya Allah membuktikan bahwa Ia tetap menyelamatkan umat-Nya. Sirilus dari Yerusalem berjuang pada zamannya juga untuk mengajarkan kebenaran tentang Yesus dan gereja-Nya agar umat-Nya percaya.


Sebuah keluarga hancur karena suami selingkuh dan anak-anaknya terjerat narkoba. Doa sang istri menyelamatkan kembali keluarga ini. Kita semua dipanggil untuk menyelamatkan orang lain mulai dari keluarga, teman, masyarakat, bangsa dan dunia ini melalui doa, pewartaan Injil, pelayanan dengan berbagai macam cara terutama pewartaan melalui cara hidup kita.


Hari ini Tuhan mengajak kita untuk membawa keselamatan bagi orang lain melalui apapun yang kita lakukan melalui: doa, perbuatan, kurban dan segala persembahan kita kepada Tuhan. Sekecil apapun tidak ada yang sia-sia. Maukah Anda menjadi penyelamat bagi anak-anak Tuhan yang tersesat?


Tuhan Yesus Memberkati

Maret 17, 2021

Renungan Rabu, 17 Maret 2021

 Tuhan Menaungi


Yohanes 5:17-30 

Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga."

Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. 

Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.

Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.

Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,

supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.

Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.

Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.

Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,

dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.



Renungab


Saat ini banyak orang mengalami kebimbangan hatinya karena berbagai macam persoalan dan kesulitan yang dialami dalam kehidupannya. Dan akhirnya banyak orang sekarang mengalami stres bahkan sampai depresi. Kisah ini seperti orang-orang Israel yang merana di tanah pembuangan Babilonia yang merintih dan berkata dalam dirinya `Tuhan telah meninggalkan aku.` Mereka mengira situasi mereka tanpa harapan akan pulih.


Tuhan menjawab keputusasaan mereka dan menyatakan bahwa Tuhan tak melupakan mereka seperti seorang ibu yang takkan melupakan bayinya. Tetapi jika ada ibu yang dapat melupakan bayinya, maka Tuhan tak akan melupakan umat-Nya. `Aku tidak akan melupakan engkau`.Ayat ini adalah salah satu jaminan kasih Allah yang paling indah bagi kita, dan kita dapat menyebutkan sebagai cinta keibuan Allah bagi kita yang terdapat dalam Kitab Suci.


Jika kita mengingat ayat di atas dan meresapkan dalam hati maka akan meyakinkan kita akan kasih Allah. Bahkan seandainya kita tidak mengerti sepenuhnya bagaimana Allah memenuhi janji dan rencanaNya dalam hidup kita. Kita perlu memohon rahmat iman kepada Tuhan.


Tuhan Yesus Memberkati

Renungan selasa, 15 Maret 2021

Air


Yohanes 5:1-16 

Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu." Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, Dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah." Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?" Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk." Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.


Renungan


Air memberi kehidupan. Mulai dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu, berulang kali `air` dibicarakan karena dapat membersihkan, menyembuhkan dan memberi kehidupan. Air lambang keselamatan ini mengalir dari bait suci. Air sebagai lambang digunakan dalam baptis, di mana air mengisyaratkan pembersihan dari dosa dan kelahiran hidup baru.


Kita semua sudah dilahirkan oleh Roh secara baru, dan Roh itu terus menghidupi, menyembuhkan serta memberi pertumbuhan. Seluruh hidup manusia dapat disucikan dengan sumber air dan Roh. Bersama Kristus kita dibangkitkan kembali dalam hidup baru. Masa prapaskah ini, sebagai masa doa, puasa, dan amal, merupakan masa pertobatan dan persiapan menyongsong hari kebangkitan Kristus, kelahiran baru bagi umat dan Gereja. Kita menyongsong hari itu dengan persiapan jauh dan lama, karena hari Paskah merupakan peristiwa hidup bagi kita.


Tuhan Yesus Memberkati


Maret 15, 2021

Renungan senin 15 Maret 2021

Percaya


Yohanes 4:43-54 

Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea, sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.  Maka setelah Ia tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu.  Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya. Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.


Renungan


Baik muda maupun tua, manusia tetap berjiwa muda selama hari depan masih memesona. Begitu pula dalam mengimani Tuhan, yang berarti kita percaya dan memiliki harapan bahwa segala sesuatu yang tak mungkin bisa saja terjadi. Bahwa langit dan bumi baru masih membentang di depan kita. Di dalam kerajaan Mesias, kesedihan dan penderitaan akan berubah menjadi sukacita berlimpah.


Sukacita dan kebahagiaan itu hadir dan menyapa dalam hidup kita yang percaya kepada-Nya. Sabda Yesus dan iman pejabat kerajaan menyebabkan sembuhnya si anak. Mukjizat ini merupakan tanda Mesias. Yesus tidak hanya diutus kepada bangsa Israel, tetapi kepada siapa saja yang percaya kepada-Nya. Sembuhnya seorang hamba merupakan tanda perutusan Yesus itu universal. Dia selalu membawa sukacita dan pengharapan. Bagi orang beriman, Dialah sang sumber kehidupan.


Maka, marilah kita datang ke sumber hidup sejati, karena Sabda-Nya mengandung janji kehidupan. Dialah yang memberikan jaminan akan kebahagiaan surgawi, dengan memercayakan diri kita kepada kehendak-Nya dan hidup dalam kebenaran.


Tuhan Yesus Memberkati


Maret 14, 2021

Renungan Minggu, 14 Maret 2021

Kabar Sukacita


2 Tawarikh 36:14-16, 19-23 

Juga semua pemimpin di antara para imam dan rakyat berkali-kali berubah setia dengan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain. Rumah yang dikuduskan TUHAN di Yerusalem itu dinajiskan mereka. Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.

Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan. 

Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu dengan api, sehingga musnahlah segala perabotannya yang indah-indah. Mereka yang masih tinggal dan yang luput dari pedang diangkutnya ke Babel dan mereka menjadi budaknya dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa.Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun. Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:"Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, TUHAN, Allahnya, menyertainya, dan biarlah ia berangkat pulang!"  


Mazmur 137:1-6 

Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion. Pada pohon-pohon gandarusa di tempat itu kita menggantungkan kecapi kita. Sebab di sanalah orang-orang yang menawan kita meminta kepada kita memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa kita meminta nyanyian sukacita: "Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion!" Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian TUHAN di negeri asing? Jika aku melupakan engkau, hai Yerusalem, biarlah menjadi kering tangan kananku! Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku! 


Efesus 2:4-10 

Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 

telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 

itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. 

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.


Yohanes 3:14-21 

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."



Renungan


Fenomena yabg terjadi akhir-akhir ini, banyak orang yang mengalami kesusahan dan penderitaan hidup. Tidak sedikit orang beriman bertanya: `Di manakah Tuhan Yesus saat aku berharap pada pertolonganNya?` Keadaan seperti ini rupanya menggoncangkan keterarahan hidup kepada Allah, bahkan mengendorkan semangat iman, sehingga hidup rohani tidak bertumbuh dengan baik.


Dalam Injil, Yesus mengatakan: `Begitu besar kasih Allah akan dunia ini`  Kasih Allah kepada manusia dinyatakan dengan jelas dalam pengutusan Putera Tunggal-Nya. Tujuannya supaya tindakan kasih dan kepedulian Allah sungguh nyata kepada manusia, serta untuk menyelamatkan manusia dari cengkeraman dosa dan maut. Kasih Allah yang diwujudkan dalam pengutusan Kristus harus kita tanggapi dengan mengasihi Allah lewat ketaatan untuk hidup dalam kasih.


Inilah kabar gembira bagi kita yakni hidup kekal yang sejati. Demikianpun kita semua diajak oleh Gereja pada hari Minggu ini untuk bergembira `Laetare`. Tetapi kegembiraan ini hanya dapat kita peroleh, apabila memiliki iman penuh kepercayaan kepada Kristus dalam keadaan apa pun, meskipun situasi sulit sekalipun.


Tuhan Yesus Memberkati

Maret 13, 2021

Renungan Sabtu , 13 Maret 2021

Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini


Lukas 18:8-14 

Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?" Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."



Renungan


Apa yang dimaksud dengan jiwa yang murni? Jiwa yang sangat cermat mendengarkan suara hatinya. Sadar akan kejahatan dirinya sendiri, dan berusaha mempersembahkan diri kepada Yesus sambil mengulangi kata-kata Lewi, si pemungut cukai, `Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini,` dan dengan penuh penyesalan mengakukan dosanya untuk membersihkan jiwanya.


Setiap hari kita dapat memetik manfaat dari sakramen Rekonsiliasi, memeriksa batin, menyesal, mengakui dosa dan meminta ampun kepada Allah. Tanpa disadari buah-buah pengudusan semakin berlimpah karena jiwa murni senantiasa menyambut Yesus, Allah yang hidup. Hidup selalu dipenuhi oleh cintaNya yang agung dan mulia.


`Pergilah mengaku dosa dengan rendah hati dan tulus, setiap kali kamu terusik oleh kemungkinan adanya dosa berat.` Dalam pengakuan dosa Darah Yesus yang menguduskan membuat jiwa yang menyesal menjadi demikian cemerlang dan indah. Sudahkah aku mengakui dan menyesali segala dosaku? Tidakkah aku ingin memiliki jiwa yang murni?


Tuhan Yesus Memberkati

Maret 12, 2021

Renungan Jumat, 12 Maret 2021

 Mengampuni


Hosea 14:2-9

Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim." Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka. Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar. Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.  Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.  Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah. Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ. 


Mazmur 81:6-11, 14-16 

"Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan; dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. Sela Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing. Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh. Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.  Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku. Orang-orang yang membenci TUHAN akan tunduk menjilat kepada-Nya, dan itulah nasib mereka untuk selama-lamanya. Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya." 



Markus 12:28-34 

Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?" Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."  Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.



Renungan


Seorang guru mengambil sebuah gelas yang berisi air. Kemudian meminta seorang muridnya untuk menambahkan sesendok garam ke dalam gelas itu dan mengaduknya, sehingga air menjadi asin. Guru kembali mengajak muridnya ke sebuah kolam yang luas. Ia menyuruh memasukkan sesendok garam ke dalam kolam yang luas itu dan ternyata tidak memengaruhi rasa air dalam kolam. Tidak seperti air di dalam gelas yang terasa asin.


Seberapa luas dan lapang hati kita? Jika hati kita sempit seperti gelas itu, maka kehidupan mudah menjadi asin rasanya. Kita akan mudah marah, mudah tersinggung dan sakit hati. Lain halnya jika kita meluaskan hati kita dengan belajar mengampuni dan memahami, maka kehidupan kita akan semakin indah dan tidak mudah asin rasanya.


Kebencian dan sikap tidak mau mengampuni sebenarnya menutup pintu jalan untuk masa depan kita sendiri dan menutup pintu berkat bagi kita. Dan sebaliknya, mengampuni berarti kita sedang membuka jalan lapang untuk masa depan kita dan Tuhan membuka kran pengampunan atas segala dosa dan kesalahan kita sendiri. Maka kita menjadi orang yang paling beruntung di dunia ini.


Tuhan Yesus Memberkati

Maret 11, 2021

Renungan Kamis, 11 Januari 2021

Percaya kepada Yesus


Yeremia 7:23-28 

hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya. Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus, tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.

Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau. Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka."



Mazmur 95:1-2, 6-9 

Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku. 



Lukas 11:14-23 

Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak.Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."  Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."


Renungan


Dari bacaan Yeremia kita bisa melihat bahwa umat Tuhan sangat degil hatinya, karena tidak mau mendengarkan serta melaksakan perintah Tuhan. Hal itu juga terjadi di zaman Yesus mengadakan mukjizat mengusir setan dari seorang yang bisu. Tanggapan orang banyak saat itu, ada yang memuliakan Allah, ada yang menuduh bahwa itu kuasa jahat, bahkan juga ada yang minta bukti yang akurat karena mereka tidak percaya kepada Yesus.


Kepercayaan seperti sebuah kacamata yang dipakai orang yang mengalami gangguan pada mata, sehingga kacamata itu mampu membuat segala sesuatu menjadi jelas dan terang kembali. Mengimani Yesus juga menghantar kita untuk bisa melihat segala pekerjaaan-Nya di dalam hidup kita. Kita percaya pada Yesus bukan hanya karena Dia bisa melakukan mukjizat, tetapi karena Dia adalah Jalan, Kebenaran, dan Hidup . Hal yang perlu kita renungkan sudahkah kita percaya pada Yesus? Atau hanya pada saat menyaksikan mukjizat, mendapat penghiburan, keberhasilan. Apakah dalam penderitaan, kesusahan, kegagalan kita tetap percaya dan memiliki Yesus?


Tuhan Yesus Memberkati

Maret 10, 2021

Renungan Rabu, 10 Maret 2021

Perintah hukum Taurat


Matius 5:17-19 

 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.


Renungan


Ada cerita  ibu sharing: `Hati saya merasa begitu bahagia dan sukacita setiap kali mendengar anak saya memanggil saya mama. Dalam doa pribadi pun saya yakin bahwa Tuhan sangat senang bilamana saya menyerukan nama-Nya dengan penuh kasih.` Mendengar sharing ini, hati saya diliputi kegembiraan yang luar biasa karena memiliki Allah yang dekat dengan saya. Saya tidak perlu berteriak dengan suara keras, tetapi hanya perlu mengingat Dia. Memanggil-Nya di dalam hati saja, maka Dia sudah mendengar saya, hadir bersama saya. Bacaan hari ini mengajak kita untuk tidak hanya memanggil nama Allah saja tetapi juga untuk melakukan perintah-Nya.


Fenomena akhir-akhir ini banyak orang mengatakan bahwa peraturan atau hukum agama membuat mereka tidak bebas, sehingga mereka melaksanakan hukum karena takut, karena kewajiban saja. Tuhan Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya, mari belajar dari Yesus sendiri kita mau melakukan setiap peraturan dengan cinta kasih.


Tuhan Yesus Memberkati


Maret 09, 2021

Renungan Selasa, 9 Maret 2021

 Matius 18:21-35


Belajar Mengampuni


Matius 18:21-35 

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."



Renungan


Dalam injil hari ini murid Yesus bertanya soal berapa banyak mengampuni. Yesus menjawab dengan jawaban tujuh puluh kali tujuh kali. Kalau kita hitung secara matematis sangat banyak sekali hasilnya dibandingkan yg diharapkan petrus apakah cuma tujuh kali. Dari sini Tuhan mau mengajarkan bahwa mengampuni itu tanpa batasnya seperti  Kerahiman-Nya yang tak terbatas dan selalu menerima kegagalan kita. Asal kita tetap percaya dan berharap pada-Nya.


Tuhan Yesus waktu di salib masih bisa mengampuni dan mengasihi para algojo, maka kita juga pasti mampu mengampuni, karena Roh yang ada dalam diri Yesus, juga ada dalam diri kita.


Mengampuni butuh proses yang panjang. Karena kita sudah lebih dulu diampuni dan dikasihi, maka mari kita mencoba untuk terus mengampuni setiap kali ada kesempatan. Saling mengampuni itu indah.


Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya Tuhan dan bawalah aku berjalan dalam kebenaran- Mu untuk dapat mengampuni sesamaku.


Tuhan Yesus Memberkati

Maret 08, 2021

Renungan Senin , 8 Maret 2021

Lukas 4 : 24-30

Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi. 


Renungan

Karena kita beriman sudah seharusnya diri kita menjadi milik Allah. Sebab Allah yang telah memilih dan memanggil kita, serta mengutus kita. Dalam praktiknya, perutusan itu tidaklah mudah. Banyak tantangan dan halangan yang menuntut pengurbanan.


Yesus mengalami tantangan itu. Ketika Ia datang ke tempat asal-Nya, Nazaret, dan menyampaikan Kabar Baik. Tetapi orang-orang Nazaret yang mengenal Dia sebagai anak Yusuf dan Maria tidak percaya dengan apa yang disampaikan-Nya. Hal ini berarti keselamatan atau kebahagiaan tidak terjadi pada diri mereka.

Maka marilah dengan segala kerendahan hati, kita berusaha menerima dan menghargai hasil karya orang-orang di dekat kita. Juga menghargai serta mengasihi mereka yang jauh dari kita. Maka semua akan menjadi selaras. Marilah kita belajar mencintai musuh atau mereka yang telah menyakiti kita. Kita harus berani mengubah pandangan negative thinking menjadi positive thinking. Maka keselamatan dan kebahagiaan akan terjadi di tengah-tengah kita.

Tuhan Yesus Memberkati

Maret 07, 2021

Renungan Minggu, 7 Maret 2021

Yesus Marah


Yohanes 2:13-25 


Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."  Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"

Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. 

Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus. Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorang pun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.


Renungan


Kemarahan Yesus saat di Bait Allah merupakan peristiwa yang sangat mengharukan. Karena Dia sangat menyayangi umatNya tetapi malah yang terjadi tempat Suci atau bait Allah yang seharusnya dipakai untuk kegiatan rohani malah disalahgunakan menjadi tempat bisnis atau jual beli. Banyak pedagang yang berkumpul di bait Allah.


Yesus melihat itu sangat geram dan akhirnya mengobrak abrik seluruh pedagang di situ. Ada tertulis cinta untuk rumahMu menghanguskan Aku. Disini Tuhan mau menunjukkan bahwa kesalahan besar terjadi pada mereka yang cinta akan uang sehingga bisa melupakan Allah. 


Hal yang perlu direnungkan adalah apakah kita sudah sungguh-sungguh beriman kepada Allah dengan sepenuh hati untuk dipersembahkan kepada Tuhan atau kita jadikan Tuhan sebagai alat pengabul doa kita dan kebutuhan kita saja sehingga kemurnian hati kita tercampur dengan keinginan daging?


Tuhan Yesus Memberkati


Maret 06, 2021

Renungan Sabtu , 6 Maret 2021

Kisah Si Bungsu


Lukas 15:1-3, 11-32 

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."

Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.

Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.

Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.

Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.

Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."



Renungan


Kisah si sulung dan si bungsu mengisahkan dua saudara dengan pribadi yang berbeda. Keduanya indah di mata Tuhan. Allah menciptakan keduanya begitu unik dan berharga di mata-Nya. Tidak ada pribadi yang sama antara satu dengan yang lainnya, dan keduanya telah melakukan tindakan yang melanggar cinta kasih.


Kisah si bungsu yang berani meminta warisan selagi bapanya masih hidup telah membawa kepada dosa. Namun hatinya terbuka oleh rahmat Allah, mendorong dia bangkit dan bertobat, dia menemukan kembali hidupnya yang mati dan tidak berarti, sehingga belas kasih dan kerahiman Allah mengubahnya menjadi manusia yang baru. Kematian dan kebangkitan seseorang tidak dinilai saat waktu dikubur, Si bungsu bangkit dari keterpurukannya untuk memulai hidup yang baru tanpa rasa malu akan masa lalunya.


Sedangkan si sulung yang setiap saat hidup dan tinggal bersama bapanya merasa sebagai orang asing dan pekerja. Sikap si sulung melukai hati bapanya. Kata ayahnya `Anakku segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu` . Sikap keduanya ada dalam diri kita. Namun Allah Maharahim tetap menjadikan kita sebagai ahli waris-Nya. Semoga kita semua bisa menjadi lebih baik dengan selalu terbukan akan Hikmat Tuhan.


Tuhan Yesus Memberkati

Maret 05, 2021

Renungan Jumat, 5 Maret 2021

Yusuf anak Yakub


Keluaran 37:3-4, 12-13, 17-28

Dituangnyalah empat gelang emas untuk tabut itu, pada keempat penjurunya, yaitu dua gelang pada rusuknya yang satu dan dua gelang pada rusuknya yang kedua.Dibuatnyalah kayu pengusung dari kayu penaga dan disalutnyalah itu dengan emas. Dibuatnyalah sekelilingnya jalur pinggir yang setapak tangan lebarnya dan dibuatnya bingkai emas sekeliling jalur pinggirnya itu.Dituangnyalah untuk meja itu empat gelang emas dan dipasangnyalah gelang-gelang itu di keempat penjurunya, pada keempat kakinya.Dibuatnyalah kandil itu dari emas murni; dari emas tempaan dibuatnya kandil itu, baik kakinya baik batangnya; kelopaknya dengan tombolnya dan kembangnya dibuat seiras dengan kandil itu.Ada enam cabang timbul dari sisinya: tiga cabang kandil itu dari sisi yang satu dan tiga cabang dari sisi yang lain.Tiga kelopak yang berupa bunga badam pada cabang yang satu dengan tombol dan kembangnya dan tiga kelopak yang serupa pada cabang yang lain  dengan tombol dan kembangnya ; demikian juga dibuat keenam cabang yang timbul dari kandil itu. Pada kandil itu sendiri ada empat kelopak berupa bunga badam dengan tombolnya dan kembangnya. Juga ada satu tombol di bawah sepasang cabang yang pertama yang timbul dari kandil itu, dan satu tombol di bawah yang kedua, dan satu tombol di bawah yang ketiga; demikianlah juga dibuat keenam cabang yang timbul dari situ. Tombol dan cabang itu timbul dari kandil itu, dan semuanya itu dibuat dari sepotong emas tempaan yang murni. Dibuatnyalah pada kandil itu tujuh lampu dengan sepitnya dan penadahnya dari emas murni. Dari satu talenta emas murni dibuatnyalah kandil itu dengan segala perkakasnya. Dibuatnyalah mezbah pembakaran ukupan itu dari kayu penaga, sehasta panjangnya dan sehasta lebarnya, empat persegi, tetapi dua hasta tingginya; tanduk-tanduknya seiras dengan mezbah itu.Disalutnyalah itu dengan emas murni, bidang atasnya dan bidang-bidang sisinya sekelilingnya, serta tanduk-tanduknya. Dibuatnyalah bingkai emas sekelilingnya.Dibuatnyalah dua gelang emas untuk mezbah itu di bawah bingkainya, pada kedua rusuknya, pada kedua bidang sisinya, sebagai tempat memasukkan kayu pengusung, supaya dengan itu mezbah dapat diangkut.Dan dibuatnyalah kayu pengusung itu dari kayu penaga dan disalutnya dengan emas. 


Mazmur 105:16-21 

Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu, dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak. Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi, sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya. Raja menyuruh melepaskannya, penguasa bangsa-bangsa membebaskannya. Dijadikannya dia tuan atas istananya, dan kuasa atas segala harta kepunyaannya


Matius 21:33-43, 45-46 

"Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.


Renungan

Yusuf sangat disayangi oleh Yakub, ayahnya. Sikap sang ayah yang demikian membuat para saudaranya tidak terima dan tidak senang pada Yusuf. Maka, semua kakaknya saling bercerita tentang perasaan kesal mereka dan rasa kesal itupun mengerucut pada usaha untuk memusnahkan Yusuf. Dalam Injil hari ini kita menemukan kisah serupa. Penggarap anggur yang setelah berkata seorang dengan yang lain, akhirnya mereka berkesimpulan untuk memusnahkan ahli waris dari sang empunya kebun anggur itu.


Dalam kerumunan orang, seringkali kita tidak bisa lagi berpikir jernih atau berpikir berbeda dengan yang lain. Kita cenderung terbawa arus. Oleh karena itu, manakala kita sedang bersama dengan orang-orang lain, Kita seharusnya tetap mempunyai pegangan yang jelas bagi hidup kita. Kita harus tetap mempunyai prinsip yang senantiasa kita pertahankan tanpa begitu saja mudah menyerah karena keputusan orang-orang yang jumlahnya lebih banyak. Kita harus setia pada kebenaran Iman akan Yesus, Putra tunggal Bapa dan guru kehidupan kita.


Tuhan Yesus memberkati


 


Maret 04, 2021

Renungan Kamis, 4 Maret 2021

Lazarus


Yeremia 17:5-10 

Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya." 


Mazmur 1:1-4, 6 

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. 


Lukas 16:19-31 

"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang. Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."


Renungan

Dalam perumpamaan yang disampaikan Yesus, Ia menggambarkan nasib orang kaya yang badannya ditutupi dengan jubah ungu dan kain halus, hidup dalam kemewahan, namun setelah meninggal orang kaya itu berada dalam kesakitan nyala api. Sementara lazarus, si miskin itu, yang badannya penuh borok dan ia berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, anjing-anjing pun datang menjelajahi borok di tubuhnya dan berebut makanan dengannya, setelah meninggal berada dalam pangkuan Abraham. Hidupnya damai dan tenang.


Kita pun bertanya: apa yang membuat mereka seperti itu? Tentu bukan karena Miskin Dan Kaya secara materi, melainkan pada sikap kita terhadap materi yang adalah anugerah Tuhan. Si kaya itu sama sekali tidak peduli dengan orang lain. Ia tidak peduli dengan sesama yang lapar. Sementara lazarus, selama hidupnya di dunia, penuh susah dan derita, sehingga pada saat kematian dia mengalami sukacita kekal. Bagaimana dengan kita, Apakah kita membiarkan pengemis yang lapar di depan pintu rumah kita?


Tuhan Yesus Memberkati


Maret 03, 2021

Renungan Rabu, 3 Maret 2021

Akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan?


Yeremia 18:18-20 

Berkatalah mereka: "Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!" Perhatikanlah aku, ya TUHAN, dan dengarkanlah suara pengaduanku! 

Akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan? Namun mereka telah menggali pelubang untuk aku! Ingatlah bahwa aku telah berdiri di hadapan-Mu, dan telah berbicara membela mereka, supaya amarah-Mu disurutkan dari mereka. 



Mazmur 31:5-6, 14-16 

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia. Engkau benci kepada orang-orang yang memuja berhala yang sia-sia, tetapi aku percaya kepada TUHAN. Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!" Masa hidupku ada dalam tangan-Mu, lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku dan orang-orang yang mengejar aku!  Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-Mu, selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu! 



Matius 20:17-28 

Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:"Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,

dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."


Renungan

Dalam perjalanan bersama dengan muridNya, Yesus tahu Ia akan diserahkan, menderita dan disalibkan. Kematian-Nya bukanlah buah dari rencana yang telah dibuat sebelumnya, melainkan konsekuensi atas komitmen-Nya terhadap misi keselamatan yang diterimaNya dari Bapa. Itulah sebabnya Yesus menyatakan kepada para murid-Nya mengenai sengsara dan kematian yang harus Ia hadapi di Yerusalem.


Para murid dengan pemikirannya mengenai Mesias bukan tentang penderitaan. Dalam pandangan mereka Mesias tidak menderita. Meskipun mereka mengatakan bahwa mereka akan meminum cawan yang akan diminum-Nya, mereka tidak mengerti bahwa cawan yang diminum-Nya adalah cawan penderitaan dan pada akhirnya mereka meninggalkan Yesus di tengah kesengsaraan-Nya.


Yohanes dan Yakobus meminta hadiah, berkat, karunia; berharap mereka pantas mendapat penghargaan. Akan tetapi Yesus menjanjikan penderitaan. Bagaimana dengan kita? Apa yang kita minta dalam doa-doa kita? Bagaimana kita menyikapi penderitaan, kesengsaraan dan kesedihan yang menerpa hidup kita?


Tuhan Yesus Memberkati

Maret 02, 2021

Renungan Selasa, 2 Maret 2021

Sikap Rendah Hati


Yesaya 1:1-10, 16-20 

Penglihatan yang telah dilihat Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem dalam zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda.Dengarlah, hai langit, dan perhatikanlah, hai bumi, sebab TUHAN berfirman: "Aku membesarkan anak-anak dan mengasuhnya, tetapi mereka memberontak terhadap Aku. Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya." Celakalah bangsa yang berdosa, kaum yang sarat dengan kesalahan, keturunan yang jahat-jahat, anak-anak yang berlaku buruk! Mereka meninggalkan TUHAN, menista Yang Mahakudus, Allah Israel, dan berpaling membelakangi Dia. Di mana kamu mau dipukul lagi, kamu yang bertambah murtad? Seluruh kepala sakit dan seluruh hati lemah lesu. Dari telapak kaki sampai kepala tidak ada yang sehat: bengkak dan bilur dan luka baru, tidak dipijit dan tidak dibalut dan tidak ditaruh minyak. Negerimu menjadi sunyi sepi, kota-kotamu habis terbakar; di depan matamu orang-orang asing memakan hasil dari tanahmu. Sunyi sepi negeri itu seolah-olah ditunggangbalikkan orang asing. Puteri Sion tertinggal sendirian seperti pondok di kebun anggur, seperti gubuk di kebun mentimun dan seperti kota yang terkepung. Seandainya TUHAN semesta alam tidak meninggalkan pada kita sedikit orang yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom, dan sama seperti Gomora. Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora! Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, 

belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! Marilah, baiklah kita beperkara! — firman TUHAN — Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya. 


Mzm 50:8-9.16-17.21.23 

Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku? 

Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu, Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku? Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu. Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya." 


Matius 23:1-12 

Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan


Renungan

Dalam bacaan injil hari ini Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan. Ini berkaitan erat dengan bagaimana membangun sikap Rendah Hati.


Kritik utama Tuhan Yesus kepada kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah karena mereka sangat berambisi mengejar kedudukan dan kehormatan, untuk bisa dibangga-banggakan. Jadi intinya ialah sikap dasar yang sombong, yang menyelewengkan praktek keagamaan untuk mengejar kehormatan diri sendiri dan bukan kehormatan Allah. Tuhan mengingatkan kita untuk melakukan yang sebaliknya: bukan ingin meninggikan diri, tetapi supaya merendahkan diri. Namun kita merendahkan diri bukan karena ingin ditinggikan. Perintah yang sama bunyinya, kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan. Kalau kita bisa berkata demikian, kita tidak akan menemukan alasan untuk menyombongkan diri. Kerendahan hati harus menjadi ciri murid Kristus yang sejati.


Tuhan Yesus Memberkati

Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...