Mei 24, 2021

Renungan senin, 21 Mei 2021


Yohanes 21:15-19 

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki." Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."



Renungan


Saat kita berkata bahwa kita mengasihi Yesus, konsekuensi dari jawaban kita adalah kita menjadi gembala bagi saudara kita yang lain. Petrus menjawab bahwa ia mengasihi Sang Guru, saat itu juga Yesus memberi tanggung jawab sebagai seorang gembala. Itulah tugas murid Kristus, harus bertumbuh dalam kasih agar bisa menjadi gembala bagi orang yang membutuhkan kehadiran Yesus dalam hidup mereka. Seorang gembala adalah seorang pelayan bagi sesamanya.


Sebagai murid Kristus kita juga dipanggil untuk memancarkan kasih Allah dalam diri kita kepada orang lain. Seperti Yesus, kita dimampukan untuk mengusir kegelapan dosa yang ada dalam diri kita. Melalui pelayanan-pelayanan yang dipercayakan Allah kepada kita.


Kita juga dipanggil untuk memancarkan pancaran kasih yaitu perhatian, membagi dari apa yang kita punya kepada mereka yang berkekurangan di sekitar kita. Pancaran kasih yang tidak mengikat atau menghilangkan kebebasan orang melainkan yang membawa mereka lebih maju sebagai perpanjangan kasih kepada yang berikutnya.


Tuhan Yesus Memberkati

Mei 23, 2021

Renungan Minggu 23 Mei 2021

Yohanes 15:26-27; 16:12-15


Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku."


Renungan


Roh Kudus yang dianugerahkan Tuhan Yesus dalam peristiwa Pentekosta itu bertugas untuk membimbing umat Allah kepada seluruh kebenaran. Tentang kebenaran ini ketika diadili oleh Pilatus Tuhan Yesus bersabda, `Aku memberi kesaksian tentang kebenaran, setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku`.


Yesus sendiri adalah Sang Kebenaran itu, yaitu bahwa Dia adalah Putera Tunggal Allah, yang harus memberi kesaksian bahwa di dalam satu Allah ada tiga Pribadi Ilahi, Bapa, Putera dan Roh Kudus. Orang-orang yang berasal dari kebenaran, yaitu kita semua yang telah dibaptis dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, mendengarkan suara Tuhan Yesus. Dengan demikian kita dibimbing oleh Roh Kudus kepada seluruh kebenaran, yaitu apabila kita dalam kasih bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Itulah kepenuhan hidup Kristiani yang dikerjakan oleh Roh Kudus dalam diri orang beriman, yaitu tercapainya persatuan cinta kasih dengan Yesus Kristus. Dalam kuasa Roh Kudus kita mengalami Yesus itu Allah yang hidup dan menjadi Gembala yang baik yang membimbing hidup kita setiap hari.

Mei 20, 2021

Renungan kamis 20 Mei 2021

 


Yohanes 17:20-26 


Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka;

supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.

Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku;

dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."



Renungan


Setiap orang tua yang baik pasti menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Tidak jarang pula kita dengar kerinduan itu diungkapkan melalui doa-doa permohonan mereka. Apapun bentuk permohonan untuk anak-anak yang dikasihinya itu, pasti demi kesejahteraan dan kebahagiaan anak-anaknya.


Dalam perikop Injil Yohanes yang kita baca pada hari ini, Yesus mengungkapkan kerinduan-Nya yang terdalam bagi para murid yang dikasihi-Nya. Muridmurid itu termasuk juga kita yang saat ini percaya kepada-Nya. Ia mengungkapkan kerinduan-Nya itu kepada Bapa disaat terakhir Dia di dunia, sebelum menjalani masa sengsara dan wafat-Nya.


Ia memohon kepada Bapa agar kita semua menjadi satu dan kitapun berada di tempat Dia berada (surga). Apakah ada hal yang lebih baik daripada permohonan Yesus ini untuk hidup kita? Jika kita menyimak doa ini pasti kita pun dapat percaya dengan sungguh-sungguh bahwa doa Yesus untuk kita ini pasti dikabulkan Bapa, sebab yang mendoakan kita adalah Putera-Nya sendiri. Persoalannya apakah kita sungguh percaya kepada-Nya. Marilah kita mohon semoga rahmat kebangkitan Kristus semakin meneguhkan, iman, harapan dan kasih kita kepada-Nya.

Mei 19, 2021

Renungan rabu 19 Mei 2021

Yohanes 17:11-19 

Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci.

Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka.

Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.

Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.

Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia;

dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran.


Renungan



Dunia sedang berkembang dengan pesat, semua tersedia di depan mata orang. Seperti semua bisa dibeli dengan uang. Manusia banyak yang terjebak dengan budaya hedonisme. Sejak sebelum Yesus, kejahatan sudah merajalela di dunia sehingga Allah mendatangkan malapetaka. Manusia terjebak di dalam segala kenikmatan dan dosa yang mengerikan dihadapan Allah. Sebab bukan saja kaum awam tetapi bahkan kaum religius, para imam juga tenggelam dalam apa yang ditawarkan oleh dunia.


Yesus hari ini berdoa untuk kita para murid-Nya, `Aku tidak minta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.` Walau sudah menerima Yesus serta Sabda-Nya, tetapi kita masih ada di dalam dunia sehingga masih bisa dipengaruhi oleh dunia.


Berhati-hatilah sebab si jahat membangkitkan dalam diri kita rasa iri hati, benci, dendam, tidak mau mengampuni, gosip, krisis panggilan, keluarga tercerai-berai, aborsi, bunuh diri dan lainnya. Maka berpegang teguhlah pada Firman Allah yang akan menolong kita untuk bertahan dari segala cobaan dunia ini.


Tuhan Yesus Memberkati

Mei 10, 2021

Renungan senin , 10 Mei 2021


Yohanes 15:26-16:4

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu." "Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu, "Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku."



Renungan


Satu tahun telah kita lewati masa-masa yang membuat kita takut akan kehidupan kita. Masa pandemi yang masih berlangsung saat ini me nimbulkan depresi, ketakutan, cemas, dan sebagainya. Akan tetapi ada juga hal positif yang perlu kita syukuri yaitu anugerah kehidupan sampai saat ini. Di balik apa pun yang kita alami Tuhan memberikan kemenangan kepada kita. Dialah Sang Pembebas dan penolong umat manusia.


Pemazmur mengalami hal yang sama seperti yang kita alami yaitu ketakutan karena dikelilingi oleh musuh-musuh yang mau menghancurkan dan menganiaya mereka. Ketakutan inilah yang kita rasakan juga sampai sekarang ini. Dalam situasi hidup apa pun yang kita alami, kita tetap percaya bahwa Allah yang Mahakuasa sanggup membebaskan dan memulihkan kita. Lalu apa yang harus kita lakukan?


Sebagai orang yang dikasihi dan dicintai oleh Tuhan, pemazmur mengajak kita untuk senantiasa memuji Dia sang pemberi hidup. Apapun situasi hidup, kita tetap memuji Tuhan dengan baik. Jika kita percaya bahwa Allah yang memulihkan hidup kita, mengapa kita harus takut? Pujilah dan menyanyilah bagi Tuhan Allah kita.


Tuhan Yesus Memberkati

Mei 09, 2021

Renungan Minggu 9 Mei 2021


Yohanes 15:9-17 

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."


Renungan


Tuhan menganggap kita sebagai sahabat-Nya. Bukankah ini adalah pernyataan yang sangat menggembirakan? Sebagai sahabat, Yesus mengutarakan apa yang paling penting supaya sahabat-Nya menerima sukacita yang penuh. Berbeda dengan guru pada zaman-Nya, Yesus tidak menganggap para murid sebagai hamba, tetapi sahabat yang menerima kasih dan kepercayaan yang utuh. Lebih lagi, Ia bahkan mengorbankan diri-Nya di kayu salib sehingga kita didamaikan dengan Allah.


Banyak orang pada zaman sekarang yang bersikap sebagai tuan bagi sesamanya, dengan membully, merendahkan, memeras atau terlebih lagi menjatuhkan orang lain. Tidak sedikit juga yang merasa kesepian, ditinggalkan teman karena dianggap tidak berguna. Di atas semuanya itu, apakah kita sudah menyadari diri kita sebagai sahabat Tuhan? Sebagai sahabat, Ia memberikan kasih yang tanpa syarat. Berbagi hidup dan tujuan dengan Allah membawa kita pada kebahagiaan yang sejati. Tujuan itu tidak lain adalah turut serta di dalam kasih-Nya. Ia meminta kita untuk mengasihi dan kasih-Nya memampukan kita untuk meneruskan kabar baik ini, agar banyak orang mengalami cinta Tuhan serta mengenal Dia secara mendalam.


Tuhan Yesus Memberkati

Mei 06, 2021

Renungan kamis , 6 Mei 2021

Yohanes 15:9-11 

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.


Renungan


Siapapun tidak akan pernah bisa memberikan sesuatu yang tidak ia miliki. Sabda Yesus meneguhkan hal itu bagi kita hari ini. Jika seorang anak yang setiap hari hanya melihat orang tuanya cekcok sambil saling pukul, bagaimana si anak bisa mengasihi juga orang tuanya dan orang lain, sebab ia tidak pernah mendapat kasih.


Allah adalah sumber kasih. Sebelum kita pergi mengasihi semua orang. Yesus punya pengalaman dikasihi oleh Bapa, dari pengalaman itu Dia mendorong kita untuk melakukan hal yang sama. Perintah Yesus itu penting untuk kita lakukan. Ketaatan dalam melakukan perintah Yesus menghasilkan buah yang sangat menguntungkan kita, yaitu sukacita.


Kasih adalah kebutuhan dasar setiap manusia, maka tidak heran orang akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya. Yesus seakan merayu kita untuk tinggal dalam Dia, tidakkah hati kita tergugah? Bukankah kita mebutuhkan hal itu? Beranikah kita untuk menyisihkan waktu kita untuk tinggal sejenak bersama dengan Yesus? Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. 

Mei 05, 2021

Renungan Rabu, 5 Mei 2021

 Yohanes 15:1-8

 

"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."


Renungan


Suatu ketika, seorang gembala ditugaskan di sebuah pulau di Indonesia Barat , dimana tempat itu masih terpencil fasilitasnya tidak memadai. Medan pelayanan juga berat harus menguras tenaga fisik yang ekstra. Namun hal-hal tersebut menyadarkan kembali  percaya bahwa Tuhan mengasihinya.  Ia sadar bahwa dengan membawa semua Karya di dalam doa yang menemukan kekuatan dan semangat dalam mewartakan kabar sukacita Injil di tempat ke tempat yang sulit itu.


"Tinggallah di dalam Aku dan Aku didalam kamu sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur demikian juga kamu tidak berbuah jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku". Ayat ini mengajak kita semua untuk tidak melepaskan dan tidak menjauhkan diri dari pokok anggur, yaitu Kristus sendiri. Dengan demikian kita dimampukan untuk berkarya di dalam tugas perutusan kita masing-masing baik sebagai papa atau mama didalam keluarga maupun sebagai anak dan saudara dalam tugas masing-masing. Jika kita mau melibatkan Tuhan percayalah bahwa kita hidup dalam SukacitaNya.


Tuhan Yesus Memberkati

Mei 04, 2021

Renungan Selasa 4 Mei 2021


Yohanes 14:27-31 

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.

Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.

Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.

Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."



Renungan


Penyesalan selalu datang terlambat. Apa yang telah berlalu tidak akan bisa diulang kembali. Meratapi yang telah berlalu tidak akan mengubah keadaan sekarang. Kesalahan dan kegagalan di masa lalu dapat menjadi batu loncatan bagi kita untuk bisa melangkah lebih jauh lagi.


Kecewa atau merasa kehilangan itu sangat manusiawi. Namun, sebagai seorang kristiani, kita diajak untuk memandang dengan iman dan percaya pada penyelenggararan Tuhan. Mungkin impian dan harapan kita tidak berjalan seperti yang kita bayang-kan, tetapi jika kita berjalan bersama Allah, semua akan menjadi indah. Karya Tuhan jauh lebih indah dari yang kita bayangkan. Walaupun jalan Tuhan tidak seperti yang kita harapkan, tetapi percayalah itulah yang terbaik bagi kita.


Yesus berjanji akan memberikan damai-Nya bagi kita dan meminta kita agar tidak usah gelisah dan gentar , tetapi bersukacitalah. Tuhan tetap setia pada perkataan-Nya, dan kita diajak untuk percaya pada-Nya. Apapun beban hidup kita saat ini, berpalinglah pada Yesus. Serahkan seluruhnya kekecewaan dan bebanmu pada-Nya. Maka, damai sejahtera Tuhan akan memenuhi hati kita.


Mei 03, 2021

Renungan senin 3 Mei 2021

 Yohanes 14:6-14 

Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."  Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."


Renungan


Setiap umat yang sungguh-sungguh beriman bangga pada agama yang dipilihnya sebagai jalan hidupnya yang menyelamatkan. Kita sebagai pengikut Kristus dituntut untuk benar-benar menjalani dan melaksanakan apa yang kita imani itu sebagai suatu pilihan. Sabda Kristus selalu menuntun jalan hidup kita untuk mencapai tujuan.


Yesus sungguh-sungguh jalan yang membimbing kita sampai kepada hidup yang kekal, hanya satu jalan yang Dia ajarkan yaitu jalan kasih, karena Dia sendiri adalah kasih, jalan inilah yang menjadi tanda utama bahwa kita adalah pengikut-Nya, jalan ini akan mengubah dan membentuk kita sesuai rencana dan kehendak-Nya dalam kata-kata, cara berpikir dan bertindak seperti Yesus.


Dalam surat-suratnya rasul Paulus menulis, kasih itu sabar, kasih itu murah hati, ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong, hal ini membutuhkan perjuangan dan pengorbanan untuk mematikan egoisme dari dalam diri kita, untuk berkembang dalam kasih sejati. Yesus minta kepada kita untuk setia mencintai sabda-Nya sehingga pada akhirnya kita menemukan Jalan, Kebenaran dan Hidup, yang merupakan kebahagiaan kita.


Tuhan Yesus Memberkati

Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...