Lukas 19:45-48
Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,
kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun."
Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa Israel berusaha untuk membinasakan Dia,
tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.
Renungan
Hari itu saya pergi ke gereja lebih awal dari biasanya, karena saya ingin melakukan doa hening terlebih dahulu. Namun, betapa sedihnya hati saya karena saat hening itu dibuyarkan oleh keributan dari mereka yang berbicara dengan suara keras di dalam gereja, bunyi dering telepon dari handphone dan suara para penjaja makanan di luar gereja.
Pengalaman tersebut di atas mendorong saya untuk merefleksikan kembali kehidupan saya, jangan-jangan saya pun termasuk yang membuat orang lain tidak nyaman untuk berdoa dalam ibadah, karena saya sibuk dengan handphone. Saya cenderung selalu menjawab setiap pesan yang masuk. Handphone telah mengalihkan perhatian saya dari Yesus yang hadir dalam persekutuan. Karena itu, patutlah saya memohon ampun kepada-Nya dan memohon rahmat pertobatan sejati agar saya dapat terlepas dari ikatan belenggu penyamun zaman ini, yaitu handphone.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar