Keluarkan dahulu balok matamu sendiri
2 Raja-Raja 17: 5-8.13-15.18
Rombongan para nabi sejumlah 50 orang yang mengiringi Elia dan Elisa dan menyuruh para nabi untuk tinggal di tempat kemudian sesampai di tepi sungai Yordan para nabi melihat dari jauh Elia mengambil jubahnya, digulungnya, kemudian dipukul ke atas air, maka terbagilah menjadi dua bagian dan di tengah ditanah kering Elia dan Elisa melanjutkan menyebrang di tanah itu.
Mazmur 60: 3-5.12-13
Engkau telah menggoncangkan bumi dan membelahnya, perbaikilah retak-retaknya, sebab bumi telah goyang (Maz 60:4)
Matius 7:1-5
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari saudaramu (Mat 7:5)
Renungan
Saat masih kecil di sekolah dasar, saya mengalami banyak hukuman fisik. Ada kalanya dipukul guru, disuruh berlutut, berdiri didepan tiang bendera sambil hormat dalam waktu lama dan panas sekali, disuruh maju didepan kelas sambil berdiri dan memegang telinga, diolok-olok teman dan sebagainya. Hukuman serupa sudah dilarang dilingkungan pendidikan modern. Penelitian menunjukkan, bahwa anak-anak yang diperlakukan seperti hukuman fisik ketika menjadi guru juga akan melakukan hal yang serupa kepada siswanya karena merasa rusak harga dirinya yang diterima anak sewaktu masih kecil. Lingkaran kekerasan itu harus diputuskan, dengan penyadaran melalui pendidikan motivasi lebih ditekankan.
Dalam injil hari ini, Yesus mengingatkan muridnya untuk tidak menghakimi. Ketika seseorang menghakimi yang lain kecenderungannya tidak bersikap adil. Karena ia berusah melihat keburukan orang lain dan menilai pribadi itu sepenuhnya dari sudut pandang keburukan. Dengan menjadi orang munafik akan menempatkan diri sebagai pribadi yang lebih baik daripada yang dihakimi. Selain itu, orang yang menghakimi akan menutupi semua keburukannya dan ketika orang lain tahu tentang hal itu, maka ia bisa jadi melakukan kekerasan dan intimidasi atau tekanan lain yang bersifat menakutkan. Dari kesalahan itu, orang berpeluang melakukan kesalahan lain yang lebih besar.
Peringatan Yesus kalau ditaati sesungguhnya menumbuhkan kerendahan hati dalam menilai diri dan ketulusan dalam menilai orang lain. Orang yng rendah hati menyadari penuh , bahwa ia bukn orang sempurna. Ia pribadi yang penuh kekurangan, yang membutuhkan bantuan orang lain untuk menjadi lebih baik. Kerendahan hati ini akan membuat orang tulus memandang ornag lain, sehinggga ia cemderung berpikiran positif. Ia akan bersikap objektif dan mengatakan apa adanya. Kerendahan hati berpadu dengan ketulusan menjadi kekuatan dahsyat yang mengalahkan kekerasan dan ketidakadilan.
Tuhan Yesus Memberkati
Dengan merenung dan instropeksi diri, kita dapat menyadari bahwa kita hanyalah makhluk yang lemah.
BalasHapusDi bacaan ini, Yesus mengajarkan kita untuk tidak menghakimi orang lain dan selalu bersikap rendah hati.
BalasHapusYesus mengajarkan kita agar selalu instropeksi diri
BalasHapus