Juli 24, 2020

Renungan, Jumat 24 Juli 2020

Orang yang tidak bersalah diluputkan-Nya

Ayub 22 : 1-30

Maka Elifas, orang Teman, menjawab:"Apakah manusia berguna bagi Allah? Tidak, orang yang berakal budi hanya berguna bagi dirinya sendiri.Apakah ada manfaatnya bagi Yang Mahakuasa, kalau engkau benar, atau keuntungannya, kalau engkau hidup saleh? Apakah karena takutmu akan Allah, maka engkau dihukum-Nya, dan dibawa-Nya ke pengadilan? Bukankah kejahatanmu besar dan kesalahanmu tidak berkesudahan? Karena dengan sewenang-wenang engkau menerima gadai dari saudara-saudaramu dan merampas pakaian orang-orang yang melarat; orang yang kehausan tidak kauberi minum air, dan orang yang kelaparan tidak kauberi makan,tetapi orang yang kuat, dialah yang memiliki tanah, dan orang yang disegani, dialah yang mendudukinya. Janda-janda kausuruh pergi dengan tangan hampa, dan lengan yatim piatu kauremukkan. Itulah sebabnya engkau dikelilingi perangkap, dan dikejutkan oleh kedahsyatan dengan tiba-tiba. Terangmu menjadi gelap, sehingga engkau tidak dapat melihat dan banjir meliputi engkau. Bukankah Allah bersemayam di langit yang tinggi? Lihatlah bintang-bintang yang tertinggi, betapa tingginya! Tetapi pikirmu: Tahu apa Allah? Dapatkah Ia mengadili dari balik awan-awan yang gelap? Awan meliputi Dia, sehingga Ia tidak dapat melihat; Ia berjalan-jalan sepanjang lingkaran langit!Apakah engkau mau tetap mengikuti jalan lama, yang dilalui orang-orang jahat, mereka yang telah direnggut sebelum saatnya, yang alasnya dihanyutkan sungai; mereka yang berkata kepada Allah: Pergilah dari pada kami! dan: Yang Mahakuasa dapat berbuat apa terhadap kami? Namun Dialah juga yang memenuhi rumah mereka dengan segala yang baik?tetapi rancangan orang fasik adalah jauh dari padaku. Hal itu dilihat oleh orang benar dan mereka bersukaria; orang yang tidak bersalah mengolok-olok mereka: Sungguh, lawan kami telah dilenyapkan, dan peninggalan mereka telah habis dimakan api. Berlakulah ramah terhadap Dia, supaya engkau tenteram; dengan demikian engkau memperoleh keuntungan. Terimalah apa yang diajarkan mulut-Nya, dan taruhlah firman-Nya dalam hatimu. Apabila engkau bertobat kepada Yang Mahakuasa, dan merendahkan diri; apabila engkau menjauhkan kecurangan dari dalam kemahmu, membuang biji emas ke dalam debu, emas Ofir ke tengah batu-batu sungai, dan apabila Yang Mahakuasa menjadi timbunan emasmu, dan kekayaan perakmu, maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa, dan akan menengadah kepada Allah.Jikalau engkau berdoa kepada-Nya, Ia akan mengabulkan doamu, dan engkau akan membayar nazarmu. Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu. Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala! Orang yang tidak bersalah diluputkan-Nya: engkau luput karena kebersihan tanganmu."

Mat 13:18-23

Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

Renungan

"Apakah manusia berguna bagi Allah? Tidak, orang yang berakal budi hanya berguna bagi dirinya sendiri" dari bacaan Ayub terlihat bahwa manusia sekalipun berakal budi hanya berguna bagi diri sendiri dan bukan untuk Tuhan kenapa, karena sebenarnya jika kita mau merenungkan apa sebenarnya untungnya Tuhan memelihara kita sementara manusia seperti kita yang masih banyak dosanya tetapi tetap dipelihara oleh Tuhan? maka dalam hati yang terdalam seharusnya kita memang belum pantas dianggap berguna karena apa yang kita minta atau doakan lebih cenderung akan kebutuhan diri sendiri dan yang lebih parah seperti menyuruh Tuhan untuk mengabulkan apa yang dikehendaki manusia bukan apayang dikehendaki oleh Tuhan. "Jikalau engkau berdoa kepada-Nya, Ia akan mengabulkan doamu, dan engkau akan membayar nazarmu. Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu. Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala! Orang yang tidak bersalah diluputkan-Nya: engkau luput karena kebersihan tanganmu.". dari sini bisa kita sadari bagaimana dengan doa kita, jika terkabul maka kita ditunjuk Tuhan untuk memberi terang dan saksi bahwa sesungguhnya Tuhan itu baik, karena menyelematkan orang tak bersalah.

Dalam injil hari ini Yesus mengajarkan tentang arti perumpamaan penabur. Benih yang ditabur tentunya Firman Tuhan sendiri yang disabdakan oleh Yesus. Tanah menggambarkan hati kita apakah mau menjadi tanah yang mana? ada tanah dipinggir jalan pasti kita tahu tanah yang keras menggambarkan sikap hati yang menolak Firman Tuhan maka akibatnya tidak bisa benih atu firman Tuhan itu hidup.lalu tanah yang berbatu menggambarkan sikap hati yang masih agak keras karena ada batu didalam hatinya sehingga susah untuk benih bisa tumbuh, lalu tanah yang disemak duri menunjukkan bahwa hatinya masih ada duri yang mana duri itu menimbulkan kesakitan juga akan mengancam benih yang seharusnya tumbuh dalam hati yang pasti tidak akan lama bisa mati jika semak duri berakibat benih yang tumbuh sulit berbuah atau tidak ada hasilnya ibarat mengerti Firman tapi hatinya penuh dengan kekuatiran dan tersangkut kena tipu muslihat iblis misalnya kekayaan. dan yang terakhir adalah tanah yang baik adalah tanah yang sebenarnya diinginkan oleh Tuhan dan seharusnya kita sadar dalam perumpamaan tanah yang baik, gambaran tanah yang baik, pasti tanahnya empuk, gembur dan subur, kaya akan nutrisi, tidak kekuarangan air maka akan memudahkan dan bisa menghasilkan apa yang diinginkan dari benih itu bisa tumbuh dan berbuah. untuk soal buah ini adalah anugrah Tuhan sendiri yang diberikan keapda manusia siapa yang mau mendengar, mengerti dan melakukan Firman itu pasti akan berbuah lebat apa buah yang Tuhan berikan kepada kita bisa lihat buah-buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri.

Tuhan Yesus Memberkati

26 komentar:

  1. kita harus mendengar dan melakukan Tuhan karena yang mendengar, dan melakukan firman Tuhan buahnya akan berbuah lebat

    BalasHapus
  2. Kita harus bisa mengerti, mendengarkan, dan melakukan Firman Tuhan, maka kita akan memiliki Buah Roh

    BalasHapus
  3. angela= kita harus terus percaya Tuhan bagaimanapun keadaannya

    BalasHapus
  4. Andrew Kita harus membaca dan menerapkan firman Tuhan agar kita memiliki buah roh

    BalasHapus
  5. Tuhan ingin agar kita mengerti, mendengarkan,dan melakukan firman-Nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuhan ingin agar kita mengerti, mendengarkan,dan melakukan firman-Nya.

      Hapus
  6. hati kita harus seperti tanah yang subur supaya bisa di tanami buah dan kita harus mendengar,mengerti dan melakukan firman Tuhan supaya buahnya bisa tumbuh dengan lebat

    BalasHapus
  7. Kita harus mengerti tentang Firman Tuhan agar bisa mendapatkan Buah Roh

    BalasHapus
  8. Meskipun kita berakal budi tapi hanya mempedulikan diri sendiri maka hal itu adalah percuma,kita harus menjadi org yang berakal budi tetapi mempedulikan sesama dan taat pada Tuhan,karena Tuhan akan merendahkan orang angkuh dan akan meninggikan orang rendah

    BalasHapus
  9. Hati kita harus seperti tanah yang subur, gembur, dan empuk dengan cara mengerti dan melakukan firman Tuhan agar buah roh bisa tumbuh lebat di dalam hati kita

    BalasHapus
  10. Brissa:Kita harus bisa mengerti dan mau melakukan firman Tuhan supaya kita bisa melihat buah buah roh

    BalasHapus
  11. Feivel:Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala!

    BalasHapus
  12. Nathanael Christian Yoel Gondo24 Juli 2020 pukul 19.22

    Kita harus mendengarkan firman Tuhan dan memahami apa yang dimaksud firman tersebut.

    BalasHapus
  13. Jason: kita harus melakukan apa yang tuhan lakukan karena mendengar dan membaca firman tuhan berbuah nya akan lebat

    BalasHapus
  14. siapa yang mau mendengar, mengerti dan melakukan Firman itu pasti akan berbuah lebat

    BalasHapus
  15. Kita tidak boleh hanya melihat dan mendengarkan,tapi kita juga harus mengerti dan melakukan firman-Nya. Sehingga kita dapat memiliki buah buah roh

    BalasHapus
  16. ivan gilbert-kita harus tidak percaya kepada tipuan iblis harus tetap percaya kepada tuhan

    BalasHapus
  17. Bila kita mau mendengar, mengerti, dan melakukan Firman Tuhan, kita dapat memperoleh buah-buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri.

    BalasHapus
  18. catherine kurniawan24 Juli 2020 pukul 20.35

    Kita harus mau mendengar,mengerti, dan melakukan firman Tuhan agar dapat berbuah lebar dan memperoleh buah buah roh.

    BalasHapus
  19. "Kita di ajak Tuhan untuk menjadi tanah yang baik buakan tanah yang berbatu atau pun yang lain, oleh karena itu kita di minta untuk menerima dan melakukan Firman Tuhan dengan hati yang tulus"

    BalasHapus
  20. Kita harus berakal budi dan menjadi seorang yang lebih baik lagi dan juga menjadi tanah yang subur.

    BalasHapus
  21. Willy Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi Allah menyelamatkan orang yang nunduk pada-Nya

    BalasHapus
  22. Vanessa= kita harus berusaha menjadi pelaku firman

    BalasHapus
  23. Floren- kita harus mendengarkan firman Tuhan dan mengerti apa maksud firman Tuhan agar kita dapat berbuah

    BalasHapus

Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...