Segala sesuatu ada masanya
Pengkhotbah 3 : 1-11
Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari; ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk; ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang; ada waktu untuk merobek, ada waktu untuk menjahit; ada waktu untuk berdiam diri, ada waktu untuk berbicara; ada waktu untuk mengasihi, ada waktu untuk membenci; ada waktu untuk perang, ada waktu untuk damai. Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.
Mazmur 114:1-4
Pada waktu Israel keluar dari Mesir, kaum keturunan Yakub dari bangsa yang asing bahasanya, maka Yehuda menjadi tempat kudus-Nya, Israel wilayah kekuasaan-Nya. Laut melihatnya, lalu melarikan diri, sungai Yordan berbalik ke hulu. Gunung-gunung melompat-lompat seperti domba jantan, dan bukit-bukit seperti anak domba.
Lukas 9:19-22
Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit." Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah." Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun. Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Renungan
Hidup di dunia ini tidak ada yang abadi, semua ada waktunya. Semua terjadi untuk keseimbangan, ada semua pagi, siang, susah senang, kenyang lapar dan sebagainya sepertinya mengungkapkan segala sesuatu memang tidak ada selamanya. Syukur kepada Tuhan kita tidak diberi hidup yang monoton tetapi dinamis. Allah memiliki karya yang nyata bagi semua pengikutnya tetapi tidak semua bisa memahami maksud Tuhan dalam setiap masa yang dilalui manusia.
Pengenalan akan Tuhan yang dipertanyakan oleh Petrus pada injil hari ini merupakan suatu kebenaran. Karena Yesus adalah mesias dan Yesus dengan keras melarang mereka menyebarkan informasi itu kepada siapapun. Kita tahu bahwa orang Yahudi mayoritas tidak mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Sehingga karya Yesus dianggap sebagai karya yang kurang mendapat dukungan dari beberapa pihak. Yesus mau menunjukkan apa murid ketahui akan berbenturan dengan apa yang dianggap mesias selama ini. Karena Yesus pun tahu Dia datang harus menderita dan ditolak oleh Tua-Tua dan Imam serta Ahli Taurat dan di bunuh dan dibangkitkan hari ke tiga. Sungguh luar biasa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang mau berkorban secara Total. Mari kita belajar dari Yesus untuk senantiasa mau meneladani semua yang telah dilakukanNya.
Tuhan Yesus Memberkati
Kita harus meneladani apa yang sudah Yesus lakukan
BalasHapusKita harus belajar dari Yesus untuk senantiasa mau meneladani semua yang telah dilakukanNya.
BalasHapuskita harus bersyukur apapun keadaanya
BalasHapusNadine
BalasHapusMari kita belajar dari Yesus untuk senantiasa mau meneladani semua yang telah dilakukanNya.
kita harus senantiasa mau meneladani semua yang telah dilakukan Tuhan
BalasHapus