September 24, 2020

Renungan Kamis, 24 September 2020

Segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari


Pengkhotbah 2:2-11 

Tentang tertawa aku berkata: "Itu bodoh!", dan mengenai kegirangan: "Apa gunanya?" Aku menyelidiki diriku dengan menyegarkan tubuhku dengan anggur, — sedang akal budiku tetap memimpin dengan hikmat —, dan dengan memperoleh kebebalan, sampai aku mengetahui apa yang baik bagi anak-anak manusia untuk dilakukan di bawah langit selama hidup mereka yang pendek itu.  Aku melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, mendirikan bagiku rumah-rumah, menanami bagiku kebun-kebun anggur; aku mengusahakan bagiku kebun-kebun dan taman-taman, dan menanaminya dengan rupa-rupa pohon buah-buahan; aku menggali bagiku kolam-kolam untuk mengairi dari situ tanaman pohon-pohon muda. Aku membeli budak-budak laki-laki dan perempuan, dan ada budak-budak yang lahir di rumahku; aku mempunyai juga banyak sapi dan kambing domba melebihi siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku. Aku mengumpulkan bagiku juga perak dan emas, harta benda raja-raja dan daerah-daerah. Aku mencari bagiku biduan-biduan dan biduanita-biduanita, dan yang menyenangkan anak-anak manusia, yakni banyak gundik. Dengan demikian aku menjadi besar, bahkan lebih besar dari pada siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku; dalam pada itu hikmatku tinggal tetap padaku.  Aku tidak merintangi mataku dari apa pun yang dikehendakinya, dan aku tidak menahan hatiku dari sukacita apa pun, sebab hatiku bersukacita karena segala jerih payahku. Itulah buah segala jerih payahku. Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari. 


Mazmur 90:3-6, 12-14, 17 

Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!" Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.  Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu. Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.  Kembalilah, ya TUHAN — berapa lama lagi? — dan sayangilah hamba-hamba-Mu!  Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami. Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu. 


Lukas 9:7-9

Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.


Renungan

Sesuatu yang menyenangkan bagi diri kita sendiri tentunya hampir semua orang suka dan mencarinya. Sesuatu yang dikejar yang mendatangkan kesenangan seperti punya mobil bagus, pakaian indah , rumah megah, dan mungkin hp yang berkualitas terbaik. Sebenarnya setiap manusia bukan diciptakan untuk mengejar kesenangan itu sekalipun hal itu tidak dilarang Tuhan, tetapi kali ini kita disadarkan kembali bahwa hal yang bukan berasal dari Tuhan adalah kesia-siaan belaka apalagi jika hal yang kita kejar bukan untuk semakin membuat kita semakin dekat atau memuliakan Allah.


Dalam injil hari ini Herodes merasa cemas karena ada orang mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis telah bangkit. Tetapi kata Herodes  "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. Inilah bukti kesia-siaan yang dilakukan Herodes meskipun bisa membinasakan nyawa Yohanes tetapi karya Tuhan tidak bisa dihindari.


Tuhan Yesus Memberkati


9 komentar:

  1. Kita semua disadarkan kembali bahwa hal yang bukan berasal dari Tuhan adalah kesia-siaan belaka apalagi jika hal yang kita kejar bukan untuk semakin membuat kita semakin dekat atau memuliakan Allah. Kita semua harus dekat dengan Allah.

    BalasHapus
  2. kita harus melakukan hal hal yang membuat kita semakin sekat sengan allah

    BalasHapus
  3. Kita harus menghindari hal hal yang membuat kita jauh dari Allah dan kita juga harus berusaha untuk melakukan hal hal yang baik dan yang membuat kita semakin dekat dengan Allah

    BalasHapus
  4. Vanessa
    Jangan hanya mengejar hal-hal duniawi, agar hidup kita tidak sia-sia

    BalasHapus
  5. hal yang tidak berasal dari Tuhan adalah kesiasiaan

    BalasHapus
  6. kita harus sadar bahwa hal yang bukan berasal dari Tuhan adalah kesia-siaan belaka.

    BalasHapus
  7. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk melakukan yang ada hasilnya yang baik buat Tuhan dan sesama karena kalau kita ngincar yang gak penting sama aja kita sia siaakan waktu yang Tuhan telah beri. Willy

    BalasHapus
  8. Nadine
    Disini kita disadarkan kembali bahwa hal yang bukan berasal dari Tuhan adalah kesia-siaan belaka apalagi jika hal yang kita kejar bukan untuk semakin membuat kita semakin dekat atau memuliakan Allah.

    BalasHapus

Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...