"Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Sirakh 27:30-28:9
Dendam kesumat dan amarahpun sangat mengerikan juga, dan orang berdosalah yang dikuasainya. Barangsiapa membalas dendam akan dibalas oleh Tuhan. Tuhan dengan saksama mengindahkan segala dosanya. Ampunilah kesalahan kepada sesama orang, niscaya dosa-dosamupun akan dihapus juga, jika engkau berdoa. Bagaimana gerangan orang dapat memohon penyembuhan pada Tuhan, jika ia menyimpan amarah kepada sesama manusia? Bolehkah ia berdoa karena dosa-dosanya, kalau tidak menaruh belas kasihan terhadap seorang manusia yang sama dengannya? Meskipun ia hanya daging belaka, namun ia menaruh dendam kesumat, siapa gerangan akan memulihkan dosa-dosanya? Ingatlah akan akhir hidup dan hentikanlah permusuhan, ingatlah akan kebusukan serta maut dan hendaklah setia kepada segala perintah. Ingatlah akan perintah-perintah dan jangan mendendami sesama manusia, hendaklah ingat akan perjanjian dari Yang Mahatinggi, lalu ampunilah kesalahannya. Jauhilah pertikaian, maka dosa kaukurangkan, sebab orang yang panas hati mengobar-ngobarkan pertikaian. Orang yang berdosa mengganggu orang-orang yang bersahabat, dan melontarkan permusuhan di antara orang-orang yang hidup dengan damai.
Mazmur 103:1-4, 9-12
Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam. Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia; sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
Roma 14:7-9
Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.
Matius 18:21-35
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."
Renungan
Apakah memaafkan atau mengampuni itu penting dalam hidup ? Kalau begitu apa itu memaafkan? Menurut Albert Einstein, " memaafkan berarti mengerti segala-galanya." Apa artinya mengerti segala-galanya? Mengerti segala-galanya berarti saya sungguh menyadari bahwa orang yang melakukan kesalahan adalah manusia yang tidak sempurna. Ia mempunyai kekuatan dan kelemahan , kelebihan dan kekurangan, keutamaan dan kepongahan. Dalam waktu yang sama, saya juga menyadari bahwa saya adalah manusia yang sama seperti dia yang telah melakukan kesalahan terhadap saya.
Menjawab pertanyaan Petrus : "Tuhan , sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku, jika ia berbuat dosa terhadap aku? Yesus mengatakan , " sampai tujuh puluh kali tujuh kali." Bila dijumlahkan menjadi 490 kali mengampuni. Namun yang dimaksud Yesus dengan 490 kali adalah bahwa mengampuni itu tidak harus dikalkulasi. Mengampuni itu menyangkut sikap batin. Orang yang mengampuni adalah dia yang memiliki hati yang berbelaskasih dan hati yang penuh pengertian yang mendalam.
Apakah kita sungguh memiliki kualitas hati yang berbelaskasih untuk rela mengampuni mereka yang bersalah terhadap kita? Ataukah , kita justru begitu menjaga gengsi dan tidak rela mengampuni mereka yang bersalah kepada terhada kita. Sekali lagi, mengampuni itu soal hati yang berbelas kasih, bukan hati yang penuh rasa pamrih.
Tuhan Yesus Memberkati
Nadine
BalasHapusJika kita mengampuni itu soal hati yang berbelas kasih,bukan hati yang penuh rasa pamrih.
kita harus mengampuni dengan tidak harus dikalkulasi.
BalasHapuskita harus sungguh-sungguh memiliki kualitas hati yang berbelaskasih untuk rela mengampuni mereka yang bersalah terhadap kita.
BalasHapusivan gilbert:kita hari ini belajar mengampuni satu dengan yang lain dengan hati yang baik
BalasHapusTuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk mengampuni sesama kita sampai akhir kehidupan kita kenapa harus memaafkan sesama kita yang melakukan kesalahan terus menerus karena kita sebenarnya sama seperti mereka yang mempunyai kekurangan dan kelebihan. Willy
BalasHapusSebagai manusia kita harus saling mengampuni
BalasHapuskita harus memiliki kualitas hati yang berbelaskasih untuk rela mengampuni mereka yang bersalah terhadap kita.
BalasHapuskita harus belajar mengampuni
BalasHapus