Anak manusia adalah Tuhan atas hari sabat
1 Korintus 4:9-15
Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia. Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara, kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini. Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi. Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.
Mazmur 145:17-21
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan. Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka. TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya. Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.
Lukas 6:1-5
Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar, bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?" Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
Renungan
Kelenturan sikap itu ternyata penting, agar kita tidak tersiksa oleh perkembangan yang semakin menggerus banyak hal yang kita hayati selama ini. Kaum Farisi dan Ahli Taurat adalah orang-orang yang kelenturan hidupnya beku dan kaku sehingga mereka selalu merasa tidak nyaman jika melihat perkembangan yang terjadi. Mereka menyiksa diri dengan cara yang tidak tepat. Mereka tidak memahami bahwa perkembangan zaman akan selalu menyertai tawaran nilai-nilai baru yang terbuka untuk dihayati dan dimaknai dengan cara yang baru juga.
Ketika para murid berjalan di ladang gandum, sambil memetik gandum dan makan, orang-orang Farisi merasa tidak aman. Mereka merasa tersiksa oleh sikap para murid Yesus yang begitu bebas memetik gandum tepat pada hari sabat. Para murid jelas tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah. Tetapi rasa lapar yang mereka alami mendorong untuk melakukan perbuatan yang berguna untuk menyelamatkan hidup, daripada taat kepada hukum secara kaku tetapi akn membawa akibat yang fatal bagi hidup mereka.
Terhadap sorotan kaum Farisi ini, Yesus menjawab : " Anak manusia adalah Tuhan atas hari sabat." Jawaban ini mengindikasikan bahwa Yesus ini datang ke dunia, menawarkan cara hidup baru yang memberi pemahaman bahwa " Hakekat hukum itu untuk manusia dan bukan manusia untuk hukum." Jadi Yesus mengajarkan hukum yang bercitra manusiawi, bukan hukum yang bercitra tirani dan menekan. Kita perlu memaknai hidup dengan hukum yang diberikan Yesus kepada kita.
Tuhan Yesus Memberkati
Kita harus memaknai hidup dengan hukum yang diberikan Yesus kepada kita.
BalasHapusivan gilbert:Tuhan yesus mengajari kita untuk hukum yang bercitra manusiawi bukan humum citra yang tirani dan menekan
BalasHapusTuhan Yesus ingin mengajari Kita untuk perlu memaknai hidup dengan hukum yang diberikan Yesus kepada kita semua yang ada di dunia ini.
BalasHapusYesus mengajarkan hukum yang bercitra manusiawi, bukan hukum yang bercitra tirani dan menekan.
BalasHapusTuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk cepat barradaptasi meskipun itu buat kita susah.
BalasHapusNadine
BalasHapusYesus ini datang ke dunia, menawarkan cara hidup baru yang memberi pemahaman bahwa " Hakekat hukum itu untuk manusia dan bukan manusia untuk hukum."