September 29, 2020

Renungan Selasa, 29 September 2020

Mari lihatlah !


Wahyu 12:7-12 


Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikat-malaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga.  Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita. Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat." 


Mazmur 138:1-5 


Dari Daud. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkau pun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku. Semua raja di bumi akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, sebab mereka mendengar janji dari mulut-Mu; mereka akan menyanyi tentang jalan-jalan TUHAN, sebab besar kemuliaan TUHAN.


Yohanes 1:47-51 


Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!" Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara." Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!" Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu." Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia." 


Renungan


Reaksi awal Natanael dalam perjumpaan pertamanya dengan Yesus tampak kurang percaya seseorang yang datang dari Nazaret, sebuah kota yang menurut Natanael tidak ada baiknya / tidak ada apa-apanya. Baru saja Filipus mengatakan bahwa sosok yang dinubuatkan banyak nabi sudah ia temukan. Namun Natanael belum pernah bertemu apalagi mengenal Yesus sebelumnya sehingga langsung menunjukkan ketidakpercayaannya. Kata Natanael kepadanya : " Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?". Hal ini masih terjadi hingga hari ini. Banyak orang ragu-ragu, ada banyak pandangan miring tentang Yesus yang juga menunjukkan ketidakpercayaan.


Filipus tidak menggerutu atau menyerang , tetapi ia mengundang natanael untuk menyaksikan secara langsung terlebulih dahulu sebelum terlebih dulu menilai. Inilah jawaban Filipus pada Natanael "Mari dan lihatlah ! "( Come and see !). Ini adalah sebuah ajakan simpatik yang tidak memaksa dan tanpa emosi negatif agar mengenal Yesus terlebih dahulu sebelum menilaiNya.


Tuhan tidak pernah meminta kita untuk bersikap kasar dalam kondisi apapun. Tuhan mengingatkan kita agar mewartakan Sabda Tuhan dengan lemah lembut dan sabar. Kelemahlembutan dan keramahan bisa membuat orang lebih nyaman daripada kasar dan sombong. Yang perlu kita renungkan adalah sudahkah kita memiliki sikap sabar, lemah lembut, murah hati dan ramah terhadap sesama kita? Semoga kita mau terus berlajar untuk mengkuti teladan Yesus dengan semakin mengenal siapa Yesus bagi hidup saya.


Tuhan Yesus Memberkati

7 komentar:

  1. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk melihat sikap seseorang dulu baru kita bisa menilai tentang orang tersebut . Willy

    BalasHapus
  2. Nadine
    kita harus memiliki sikap sabar, lemah lembut, murah hati dan ramah terhadap sesama kita.Dan kita harus mau terus berlajar untuk mengkuti teladan Yesus dengan semakin mengenal siapa Yesus bagi hidup saya.

    BalasHapus
  3. kita harus bersikap baik dalam kondisi apapapun

    BalasHapus
  4. Yang perlu kita renungkan adalah sudahkah kita memiliki sikap sabar, lemah lembut, murah hati dan ramah terhadap sesama kita.

    BalasHapus
  5. Kelemahlembutan dan keramahan bisa membuat orang lebih nyaman daripada kasar dan sombong.

    BalasHapus
  6. kita diajak untuk mau terus berlajar untuk mengkuti teladan Yesus dengan semakin mengenal siapa Yesus bagi hidup kita

    BalasHapus
  7. Kita harus mewartakan sabda Tuhan dengan lemah lembut dan sabar.

    BalasHapus

Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...