September 07, 2020

Renungan, senin 7 september 2020

Sikap iri dan benci


1 Korintus 5:1-6 


Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya. Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu? Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku — sama seperti aku hadir — telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu. Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan. Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?  


Mazmur 5:5-7, 12 


Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.  Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu. Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.  Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai. 


Lukas 6:6-11 


Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus. 


Renungan


Iri hati dan benci pribadi jika dibiarkan akn mengubah kita menjadi pribadi yang tidak sehat. Karena selalu merasa galau, tidak aman, tidak sukacita, tidak ceria dan tidak bahagia. Bahkan iri hati dan benci membuat kita lupa untuk memperbaiki diri sendiri sehingga akhirnya, hidup kita jauh lebih rusak dari orang yang kita benci dan iri dengannya.


Orang Farisi dan Ahli Taurat adalah jenis manusia yang mudah iri hati dan benci terhadap orang lain yang memiliki kelebihan dalam salah satu bidang kehidupan yang menarik perhatian orang banyak.


Yesus adalah seorang guru dengan usia sangat muda tetapi mempunyai kearifan dalam mengajar dan melakukan perbuatan-perbuatan baik. Kelebihan Yesus ini ternyata menyulut kebencian dan iri hati pada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Mereka nampak kalah saing. Mereka tidak mau menampilkan diri dengan pesona yang menakjubkan banyak orang. 


Ketika Yesus hendak berbuat baik di rumah ibadat dengan menyembuhkan seorang yang mati tangan kanannya, orang Farisi dan Ahli Taurat terus mengintai Dia dan berusaha mempersalahkan Dia. Karena Dia menyembuhkan orang pada hari sabat. Namun Yesus tepat menebak pikiran mereka yang nampak diwarnai dengan iri hati maka Yesus menentang mereka dengan perumpamaan Manakah yang diperbolehkan hari sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya? Tantangan Yesus ini sama seperti kunci yang menutup rapat mulut mereka untuk menjawab. Maka Yesus menyembuhkan orang itu. 


Jika kita ingin menciptakan kegembiraan, sukacita , damai, dan bahagia dalam hidup ini baiklah kita hindari rasa iri hati dan benci. Kita perlu berpikir positif terhadap setiap tindakan baik yang dilakukan orang lain terhadap hidup hariannya.


Tuhan Yesus Memberkati


6 komentar:

  1. Kita tidak boleh iri hati karena diri kita sendiri yang akan rugi.

    BalasHapus
  2. ivan gilbert:hari ini Tuhan mengajarkan untuk tidak iri atau harus seperti orang lain Tuhan menciptakan kita berbeda supaya kita bisa melengkapi

    BalasHapus
  3. Kita ingin menciptakan kegembiraan, sukacita , damai, dan bahagia dalam hidup ini baiklah kita hindari rasa iri hati dan benci.

    BalasHapus
  4. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk tidak membenci atau iri hati kepada sesama kita kenapa karena kalau kita membenci atau iri hati sama aja dengan kita merusak diri kita sendiri. Willy

    BalasHapus
  5. Kita tidak boleh iri hati

    BalasHapus
  6. Nadine
    Kita perlu berpikir positif terhadap setiap tindakan baik yang dilakukan orang lain terhadap hidup hariannya.

    BalasHapus

Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...