Oktober 08, 2020

Renungan Kamis, 8 Oktober 2020

Berbuat Hal Positif 


Galatia 3:1-5 


Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia! Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil? 


Lukas 11:5-13 


Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya:Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti, sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara. Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya. Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat;ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan? Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."


Renungan


Dalam doa refleksi bagi kita semua: sejauh mana isi doa tersebut menjiwai atau menghidupi cara hidup dan cara bertindak kita masing-masing? Bukankah inti dari doa-doa tersebut kurang lebih kita 'mohon Roh Kudus dari Allah untuk menghidupi atau menjiwai kita', sehingga kita hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Allah atau bisikan Roh Kudus. Hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak Allah atau bisikan Roh Kudus berarti menghayati isi doa-doa tersebut di atas, antara lain: senantiasa memulikan Nama Allah dalam hidup sehari-hari, hidup bersaudara dan bersahabat dengan siapapun tanpa pandang bulu, hidup sederhana, senantiasa mengampuni mereka yang menyalahi atau menyakiti kita, hidup taat dan setia pada panggilan dan pengutusan sebagaimana dihayati oleh  Maria, dst.Kita senantiasa bergembira, ceria dan bergairah menghadapi tantangan, hambatan dan masalah apapun dan dimanapun karena Roh Kudus menyertai dan menghidupi diri kita. 


Maka hendaknya dalam berdoa kita senantiasa dengan rendah hati mohon terang, kekuatan dan rahmat Roh Kudus. "Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?" (Gal 3:1), demikian peringatan Paulus kepada umat di Galatia , kepada kita semua yang beriman kepada Yesus Kristus. Kita diingatkan untuk senantiasa menatap dan merenungkan Yesus yang tergantung di kayu salib, yang ada di depan kita. Dengan kata lain kita diingatkan untuk senantiasa mempersembahkan diri seutuhnya kepada Allah, melalui sesama, tugas, panggilan dan pekerjaan kita sehari-hari, dengan menderita dan wafat di kayu salib demi keselamatan seluruh umat manusia dan dunia. 


Kita diharapkan bekerja keras dalam melaksanakan tugas pengutusan/pekerjaan maupun menghayati panggilan kita masing-masing. Bekerja keras adalah sikap dan perilaku yang suka berbuat hal-hal yang positif dan tidak suka berpangku tangan serta selalu gigih dan sungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu. Maka marilah kita senantiasa memiliki dan menghayati kebiasaan positif dalam diri: kebiasaan berpikir positif, bermental positif, berhati positif, beremosi positif, bertindak positif, berkata-kata positif dan berkeyakinan positif. Menghayati kebiasaan ini dalam hidup dan bertindak setiap hari berarti hidup dan dijiwai oleh Roh Kudus.


Tuhan Yesus Memberkati


6 komentar:

  1. Kita senantiasa memiliki dan menghayati kebiasaan positif dalam diri: kebiasaan berpikir positif, bermental positif, berhati positif, beremosi positif, bertindak positif, berkata-kata positif dan berkeyakinan positif.

    BalasHapus
  2. kita harus gigih dan bersungguh-sungguh dalam melakukan tindakan

    BalasHapus
  3. Bekerja keras adalah sikap dan perilaku yang suka berbuat hal-hal yang positif dan tidak suka berpangku tangan serta selalu gigih dan sungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu.

    BalasHapus
  4. Kita harus mencoba untuk membiasakan diri kita untuk melakukan hal hal yang positif

    BalasHapus
  5. Kita harus melakukan semua tindakan yg diberikan oleh Tuhan sekalipun tidak enak kita harus kerjakannya dengan berperilaku positif . Willy

    BalasHapus
  6. Nadine
    Kita diharapkan bekerja keras dalam melaksanakan tugas pengutusan/pekerjaan maupun menghayati panggilan kita masing-masing.

    BalasHapus

Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...