November 08, 2020

Renungan Minggu, 8 November 2020

Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya


1 Tesalonika 4:13-18 


Selanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan. Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataan-perkataan ini.

 

Matius 25:1-13 

"Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."


Renungan

Ada seorang gembala berbagi pengalaman pergi keluar negeri. Dia masuk Singapura, petugas Imigran menanyai berapa jumlah uang yang dimiliki. Beliau buka dompet dan menyodorkan ke petugas, sambil berkata “ Ini dompetnya , belum saya hitung uangnya!” Melihat tumpukan uang tebal di dompet itu petugas mempersilahkan beliau untuk lewat. Setelah lolos pemeriksaan beliau memberikan dompet itu kepada temannya. Yang isinya tebal itu adalah dompet pinjaman untuk melewati petugas. Beliau tak dapat menggunakannya. Untuk belanja dia harus menggunakan dompetnya sendiri yang tidak tebal isinya.


Para gadis dalam injil hari ini dikisahkan harus menggunakan minyaknya sendiri-sendiri untuk menjaga pelita tetap bernyala saat menantikan kedatangan mempelai. Lima gadis bijaksana membawa buli-buli berisi minyak. Lima gadis bodoh tidak membawa minyak. Para gadis bodoh tidak dapat meminjam minyak gadis bijaksana. Hanya milik mereka saja yang dapat diandalkan. Seperti  itulah halnya persiapan untuk masuk dalam kerajaan Allah. Minyak itu melambangkan cinta seseorang kepada Allah dan sesama. Jika cinta terhadap Allah dan sesama kosong, tak seorangpun meminjamkan kepadanya. Setiap orang harus mengandalkan cintanya sendiri-sendiri. Relasi dengan Allah dalam cinta tidak dapat dipinjam.

Kita mengimani Yesus. Iman itu memampukan kita untuk mencintai Alllah dan sesama dalam perbuatan-perbuatan baik kita. Pada saat menghadap Tuhan, kita tidak bisa bersandar pada orang tua, teman dekat, atau siapapun. Di hadapan Tuhan semua bergantung pada pribadi kita sendiri.


Tuhan Yesus Memberkati


5 komentar:

  1. Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk tetap mencintai Tuhan dengan tulus dari kita sendiri sendiri kenapa karena cinta yg dari diri sendiri itu lebih berharga di hadapan Tuhan . Willy

    BalasHapus
  2. Ezra
    Iman itu memampukan kita untuk mencintai Alllah dan sesame dalam perbuatan-perbuatan baik kita

    BalasHapus
  3. kita harus beriman, dan berjaga jaga kedatangan Tuhan

    BalasHapus
  4. Kita harus mau mencintai Alllah dan sesama kita dalam perbuatan-perbuatan baik kita sendiri.

    BalasHapus
  5. Kita harus mau mencintai Allah apapun akibatnya.

    BalasHapus

Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...