Diam! Tenanglah !
Ibrani 11:1-2, 8, 19
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita. Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
Mazmur 68:1-3
Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian. Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah. Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.
Markus 4:35-41
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang."Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"
Renungan
Situasi pandemi covid membuat banyak orang mengalami ketakutan yang luar biasa takut terpapar atau menyebarkan virus itu kepada anggota keluarga, teman, tetangga dan lain-lain. Pengalaman serupa pernah dialami para murid ketika menghadapi badai dan gelombang. Mereka panik takut dan cemas yang luar biasa.
Pengalaman para murid menghadapi Taufan dalam kecemasan itu berbeda jauh dengan pengalaman Abraham yang menghadapi badai kehidupan untuk mempersembahkan Ishak. Kita bisa membayangkan betapa galaunya hatinya Abraham bahwa anak satu-satunya yang ditunggu di masa tuanya harus dikurbankan. Namun, karena ketaatan Iman itulah maka Abraham mengalami kemurahan Tuhan. Salah satu berkatnya adalah Sara, istrinya, pada masa tuanya masih bisa mengandung.
Hidup kita tidak mungkin tidak ada masalah dan pergulatan. Namun, sebagai murid Yesus apapun persoalan dalam hidup kita pasti akan berlalu dan kita akan berdiri sebagai pemenang. Yesus menjanjikan kita bahwa ia selalu menyertai kita dalam situasi apapun, saat kita tertawa, saat kita menangis, saat kita terluka, saat kita berkumpul dan sepanjang hidup kita Ia selalu terus menyertai. Yang dituntut dari pihak kita adalah iman yang Teguh dan Kasih yang Sempurna.
Tuhan Yesus Memberkati
Kita dalam situasi apapun, saat kita tertawa, saat kita menangis, saat kita terluka, saat kita berkumpul dan sepanjang hidup kita Ia selalu terus menyertai. Yang dituntut dari pihak kita adalah iman yang Teguh dan Kasih yang Sempurna.
BalasHapusKita diajarkan oleh Tuhan untuk tetap setia kepada Tuhan atas apapun yang kita alami percayalah kalau kita berjalan bersama Tuhan masalah akan cepat berlalu . Willy
BalasHapus