Nafas Tuhan
Keluaran 2:4-9, 15-17
kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia. Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya. Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani." Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: "Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?" Sahut puteri Firaun kepadanya: "Baiklah." Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu. Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya. Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur. Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya. Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka.
Mazmur 104:2, 27-30
berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda, Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya. Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan. Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.
Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.
Markus 7:14-23
Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: "Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah.Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya."[Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!] Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.
Maka jawab-Nya: "Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?" Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. Kata-Nya lagi: "Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya,sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan,pencurian, pembunuhan,perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."
Renungan
Setelah Allah memerintah manusia seturut gambar dan rupanya Kim Allah membagi nafasnya sendiri ke dalam badan manusia sebaiknya hidup manusia dapat napas kehidupan dari napas Allah sendiri maka ia bersatu dengan Allah, dan bermitra atau berpartner dengan arah titik Allah menciptakan Taman Eden dan manusia itu ditempatkan di sana Titik artinya manusia bertanggung jawab atas semua ciptaan Allah titik Taman Eden adalah taman manusia menumbuhkan dirinya sebagai kreator Allah. Itulah teman kerja. Akan tetapi selalu ada aturan dan pembatasan Di mana kita bisa saja berada di titik demikianlah kepada manusia alam berikan aturan untuk tidak memakan buah di tengah taman itu.
Menjadi partner Allah berarti orang mengikuti perintah Tuhan titik manusia pasti mampu mendengar kau menerima kau mengerti, dan menjalankan perintah Allah karena ia diciptakan seturut gambar dan rupa Allah serta mendapat nafas kehidupan dari Allah sendiri titik namun, sejak manusia pertama melawan perintah Allah berkaitan dengan buah di tengah Taman sejak itu juga Ia cenderung membuat aturannya sendiri titik Celakanya lagi, dia beranggapan bahwa aturan yang dibuat mu itu berasal dari perintah Allah sendiri titik inilah yang diketahui sudut dalam Injil pada hari ini yang dibicarakan tentang perintah Allah dan adat istiadat manusia titik untuk Yesus yang paling penting apa yang ada dalam hati, batin, dan roh manusia dan bukan apa yang ada di luar atau datang dari luar. Karena itu Yesus berkata, apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menyajikannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskan nya.
Tuhan Yesus Memberkati
Kita menjalankan perintah Allah karena Ia diciptakan seturut gambar dan rupa Allah serta mendapat nafas kehidupan dari Allah.
BalasHapusapapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menyajikannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskan nya.
BalasHapusKita harus menjalanian perintah Allah kenapa karena Allah yang Maha Kuasa atas hidup kita ini . Willy
BalasHapusYesus berkata, apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menyajikannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskan nya.
BalasHapusezra