November 04, 2021

Renungan Kamis, 4 November 2021

 Lukas 15:1-10 

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.""Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."


Renungan

Tuhanlah yang memiliki inisiatif untuk menciptakan manusia seturut dengan gambar-Nya (Kej 1 : 27), serta memberikan hidup kepadanya, karena manusia sangat berharga di hadapanNya. Oleh karena itu, tidak ada orang yang mempunyai hak untuk menghakimi dan menghina manusia, serta mengakhiri hidupnya sendiri maupun hidup sesamanya. Tindakan tersebut merupakan hinaan kepada Tuhan yang memberi kehidupan. Dan ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu di hadapan Tuhan. Hidup kita adalah milik Tuhan, maka kita perlu menghargai hidup kita sendiri dan hidup sesama kita.

Sebagai milik Tuhan, kita perlu saling membantu satu dengan yang lain; menolong yang kesusahan, menghibur yang berduka, mencari yang hilang, dsb. Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup hanya untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri (Rm. 14 : 7).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...