Matius 5:1-12
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Renungan
Kita diajak untuk merenungkan `Sabda Bahagia`, antara lain: `Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah` (Mat 5:8). Dalam Perjanjian Lama tidak mungkin orang melihat Allah dan tetap hidup, `Tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup` (Kel 33:20). Tetapi kata Yesus dalam Sabda Bahagia ini, `Orang yang suci hatinya akan melihat Allah`. Orang yang suci hatinya adalah orang yang tidak mendua. Hatinya utuh murni mencari Allah saja. `Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu` (Mat 6: 22).
Dalam pengajarannya Yohanes Salib, seorang pujangga Gereja, hidup pada abad ke-XVI kerapkali mengulangi bahwa kita harus menemukan Allah melalui jalan `nada, nada, nada`, atau kosong. Jika kita mendapatkan kepuasan dari sesuatu, betapapun sucinya, kita harus melepaskan itu. Dengan jalan `nada, nada, nada` kita pasti akan menemukan Allah, di mana akan kita jumpai kebaikan, damai, sukacita, kebahagiaan, kesenangan, kebijaksanaan, keadilan, kekuatan, cinta kasih dan kesalehan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar