Lukas 18:35-43
Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis.
Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: "Apa itu?"
Kata orang kepadanya: "Yesus orang Nazaret lewat."
Lalu ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya. Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya:
"Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang itu: "Tuhan, supaya aku dapat melihat!"
Lalu kata Yesus kepadanya: "Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!"
Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.
Renungan
Tidak ada manusia yang akan hidup untuk selamanya, semua pasti akan sampai ke titik akhir, yakni kematian. Namun demikian, tidak dapat disangkal bahwa realitas kematian merupakan sebuah realitas yang cukup menakutkan bagi banyak orang. Pertanyaannya adalah, apakah kita harus takut dengan kematian?
Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma dapat menjawab pertanyaan ini, jika kita hidup bagi Tuhan, maka kematian tidak akan menakutkan. Apalagi bagi seorang Kristen, karena hidup tidak berakhir namun diubah. Manusia diciptakan untuk Allah dan dia akan kembali kepada Allah. Yohanes dari Salib mengatakan bahwa, pada senja akhir hidup kita akan diadili berdasarkan cinta kasih.
Inilah iman Kristiani yang harus kita miliki, bahwa hidup yang kita miliki di dunia ini hanyalah sementara, oleh karena itu kita harus senantiasa hidup dalam kasih, baik kasih kepada Allah dan kepada manusia. Hidup dalam kasih tidak lain hidup dalam Tuhan, dimana hidup kita sungguh menjadi milik Tuhan. Maka saat kita mati pun, kita tidak akan takut, karena dalam kasih tidak ada ketakutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar