Juni 21, 2020

Renungan, Sabtu 20 Juni 2020

Janganlah Khawatir Akan Hari Esok

2 Tawarikh 24 :17-25

Ayat 20 : " Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka : " Beginilah Firman Allah : Mengapa kamu melanggar perintah-perintah Tuhan, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan Tuhan, Ia pun meninggalkan kamu"

Mazmur 89 : 4-5.29-34

Ayat 4-5: Engkau telah berkata : "Telah kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud Hamba-Ku: untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun."

Matius 6 : 24-34 

Ayat 25 : "Karena itu Aku berkata kepadamu : Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian ? "

Renungan

     Carlo Caretto adalah seorang aktivis politik pemuda Katolik di Italia. Ia menemukan jawaban atas panggilan Tuhan dengan menjadi pertapa di Gurun Sahara. Dalam catatan harian yang dibukukan dalam "surat-surat dari Padang Gurun", ia melukiskan kekaguman pada cara sejumlah sahabat Muslim memandang bencana dan kemalangan. " Itu sudah kehendak Allah", demikian yang sering didengarnya. Mungkin orang menilai itu hanya cara menerima kegagalan, tetapi sikap itu membebaskan mereka dari kecemasan yang berlebihan, mereka mampu berdamai dengan situasi apapun.

     Kecemasan yang berlebihan membuka peluang ke banyak hal yang buruk misalnya mencuri, korupsi,manipulasi,kekuasaan,menjegal usaha orang, melakukan fitnah, dan pembunuhan karakter, hingga menghilangkan nyawa orang. Menyadari kelemahan dalam diri para murid-Nya Yesus menekankan pentingnya percaya pada penyelenggaraan Ilahi. Tuhan tahu apa yang baik bagi anak-anakNya. Ia menyiapkan segala sesuatu yang menunjang perwujudan hakekat itu, bukan memenuhi hawa nafsu manusia tetapi demi nilai pelayanan cinta yang memberi hidup dan membebaskan.

     Bebas dari kecemasan bukan berarti bermalas-malasan. Semua upaya manusiawi harus tetap dilakukan sambil berserah kepada Tuhan, bahwa yang tidak dapat dicapai oleh kemampuan manusiawi kita akan dilengkapi oleh Tuhan. Dengan itu kita menumbuhkn keyakinan, bahwa tak ada alasan untuk tetap tenggelam dalam kecemasan yang justru melunturkan hakekat kita sebagai manusia. 
Sebagai ayat penguatan Mat 6 : 34 " Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari".

Tuhan Yesus Memberkati 🙏



2 komentar:

Renungan Jumat, 19 November 2021

 Lukas 19:45-48  Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ,  kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis...